The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
122. Pertandingan Individu Penuh Kontroversi Dimulai


__ADS_3

Tepat pukul satu siang itu, babak kualifikasi 128 individu terpilih dari 32 besar tim pun dimulai. Dan Lia dari Tim Silver Hero menjadi peserta dengan nomor urut pertama yang akan mengikuti babak kualifikasi itu.


“Nona!”


Tepat ketika Lia akan melangkah ke arena, Andra mencegatnya dengan meneriakinya dari arah belakang.


“Semangat!” Ujar Andra dengan mata penuh harapan.


“Ck.” Lia mendecakkan lidahnya.


Wanita itu entah mengapa tidak sanggup menatap langsung ke arah mata orang yang selama ini selalu dibulinya itu.


“Bodoh! Kamu juga di kesempatan berikutnya harus berusaha untuk dirimu sendiri.”


“Baik, Nona!”


Mendengar Andra justru menjawabnya dengan nada suara yang tanpa getaran dan penuh dengan keyakinan, Lia pun akhirnya menatap wajahnya. Dia pun menyaksikan senyum Andra yang tulus itu, memberikannya dukungan untuk berjuang yang terbaik.


Entah mengapa melihat senyum tulus Andra saat itu, membuat Lia sedikit terharu. Tekadnya untuk menang semakin menggebu-gebu, padahal dahulu dia hanya setengah serius mengikuti semua kompetisi ini.


Sampai ketika Lia mengumumkan tekadnya kepada Luca pun, Lia tidak berharap tinggi, yang jelas dia bisa memperlihatkan sosok keren dan tangguhnya di hadapan pacarnya itu dengan mengincar setidaknya juara 8 besar pertandingan tim.


Namun kini setelah menyaksikan Andra yang harus pupus di tengah jalan dengan cara yang sedikit mengecewakan seperti itu, Lia kali ini menjadi serius untuk mengincar posisi terbaik.


Dia bukannya berharap sedari awal dirinya dan Andra itu bisa masuk ke putaran babak kualifikasi individu ini perihal tiap tahun hanya dipilih sebanyak 32 peserta terbaik saja dari tim 32 besar setelah ditentukannya juara pertandingan tim.


Siapa yang menyangka bahwa tahun ini aturan pertandingan tiba-tiba berubah dan dari 32 besar tim langsung dirombak menjadi 128 peserta individu. Dengan perubahan ini, Lia pun berpikir seharusnya mereka berdua akan mampu lolos ke putaran babak kualifikasi individu itu.


Nyatanya, hanya dirinya yang lolos sementara Andra tidak.


Tetapi bukan berarti dia dapat mengeluh karena dia menghormati dan menilai ketiga seniornya yang lulus itu juga sangat berbakat, terlebih kepada Asario.


Hanya saja Andra pun telah berjuang dan menunjukkan performanya yang terbaik untuk tim selama ketiga putaran babak penyisihan tim tersebut. Memikirkan itulah membuat Lia sedikit merasakan kekecewaan bercampur simpati kepada Andra.


***


Sementara itu di bangku penonton, Luca, Nina, Raia, dan Judith sudah sedari tadi menunggu di barisan bangku terdepan setelah mengetahui bahwa Lia memperoleh giliran pertama pada putaran babak kualifikasi individu itu.


“Hei, bukankah ini agak sedikit mengecewakan, Luca? Bagaimana bisa mereka menstop pertandingan tim sampai 32 besar saja. Kita semua kan jadinya penasaran tentang siapa tim yang terkuat. Kamu juga pastinya penasaran kan tentang sampai di mana Tim Silver Hero dan Tim Max Squeeze dapat melangkah?”

__ADS_1


“Itu benar juga, Kak Nina. Aku yakin dengan kemampuan mereka, Tim Silver Hero setidaknya minimal akan mencapai babak delapan besar. Adapun Tim Max Squeeze mungkin akan segera tersisih di 32 besar. Tapi apa boleh buat, itu sudah keputusan panitia. Lebih dari itu, aku lebih penasaran soal tanda favorit 1 sampai 16 yang ada di beberapa peserta itu.”


“Kamu malah fokus di situ? Aku juga kurang yakin perihal ini baru terjadi tahun ini. Tetapi mengambil contoh pertandingan olahraga biasa, hal itu biasanya dijadikan mekanisme agar pemain kuat tidak langsung bertemu di awal dan tersisih di awal sehingga puncak kesenangan pertandingan bisa berkumpul tepat di saat-saat akhir pertandingan.”


“Lantas mengapa mereka tidak menandai Lia satu pun dengan tanda itu?”


Melihat Luca mengatakan sesuatu yang konyol dengan ekspresinya yang polos itu, Raia yang sejak tadi berada di sampingnya lantas tertawa cekikikan.


“Kamu pasti sangat bangga sama pacarmu ya, Luca.”


“Ya, itu tentu saja. Lia adalah gadis yang keren.”


“Ya, aku tahu Lia memang sangat berbakat selama mengamati ketiga pertandingannya itu. Tetapi inilah dunia yang luas. Masih banyak yang lebih berbakat di antara yang berbakat. Yah, walaupun penilaian favorit dan non-favorit itu juga masih bersifat relatif sih. Semuanya akan kembali ke kemampuan peserta masing-masing pada akhirnya.”


Dengan yakin dan dengan tatapan yang lurus, Nina mengemukakan pendapatnya itu.


Tidak lama setelah itu, Lia dan lawannya pun mulai naik ke arena.


...\=\=\= ...


...Lia – Silver Hero – Indonesia – The Last Gardenia...


...Vs ...


...\=\=\= ...


Lawan Lia tidak lain adalah wanita bercambuk duri yang disaksikan oleh Luca pada pertandingan sesi kelima belas di babak kedua pertandingan tim sebelumnya.


Dengan aba-aba dari wasit pertandingan, pertandingan 1 on 1 itu pun dimulai.


Dengan cekatan, Casandra segera melayangkan cambuk durinya ke arah Lia. Tetapi secara mengejutkan, Lia tidak menghindari serangan itu dan malah memilih pertarungan jarak dekat dengannya dengan pakaian silat Evony-nya ketimbang memilih bertarung melalui pistol sihir heroin-nya dari jarak jauh.


Namun di luar dugaan, cambuk-cambuk itu sama sekali tidak melukai Lia sedikit pun. Itu karena rupanya Lia telah menerapkan perlindungan mana di sekujur tubuhnya yang sama sekali tidak dapat ditembus oleh cambuk duri Casandra.


Lia terus menerjang hingga sampai kepada pemain Casandra lantas meninjunya dengan bogeman mentah berkali-kali. Berkali-kali dan berkali hingga Casandra pun babak belur dan tersisih di arena.


Kemenangan yang mudah buat Lia di pertandingan individu putaran babak pertama di sesi pertama itu.


Kemudian pertandingan individu pun dilanjutkan di sesi kedua. Itu adalah Leo dan seorang pemain dari tim pemenang babak ketiga di sesi kedua belas di ruang virtual A yang pertandingannya tidak cukup mengesankan buat Luca.

__ADS_1


...\=\=\= ...


...Leo – Max Squeeze – Amerika Serikat – The Last Blood...


...Vs ...


...Adalrich – Pheles – Jerman – Mecha World...


...\=\=\= ...


Itu adalah pertandingan antara peluru dengan metarobot.


Secara sekilas, tampak tidak mungkin bagi seorang kadet bersenjatakan pistol untuk menembus pertahanan metastatis dan baja dari suatu makhluk mecha yang sangat kokoh itu. Tetapi di sini kita membicarakan soal Leo.


Dengan kekuatannya yang di luar imajinasi untuk seorang kadet biasa, Leo mampu menggugurkan pandangan itu.


Dan itu terbukti di pertandingan.


Dengan mengorbankan waktu jeda tembakannya yang menjadi lebih lama, impak serangan Leo menjadi berkali-kali lipat lebih kuat sehingga dalam sekejap mampu membentuk lubang di dada suit robot itu dan sekaligus pemain yang berada di dalamnya.


Kemenangan yang mudah pula buat Leo.


Setelah itu, pertandingan terus berjalan hingga 32 pertandingan. Adapun 32 pertandingan sisanya diselenggarakan di ruangan virtual lain yakni ruang virtual B.


Cukup banyak pemain yang menarik perhatian Luca.


Ada Goruth sang assassin dari Tim Lost Child yang merupakan pemegang gelar favorit ke-12 yang berada di grup yang sama dengan Lia.


Ada juga Eros, sang lancer dari Tim Goliath, pemegang gelar favorit ke-4 yang masih tetap dengan permainan tombaknya yang sangat luar biasa itu.


Kemudian memasuki pertandingan kesembilan, di situ Luca menyaksikan pertarungan 1 on 1 Toni, salah satu rekan Lia yang juga lolos ke putaran babak kualifikasi individu itu. Lawannya adalah peringkat 4 dari Tim Exdeus, Kim Woojin.


Siapa yang sangka bahwa selain memiliki pertahanan yang kokoh dengan jurus Sarwendah series-nya, sang shielder Tim Silver Hero itu ternyata juga memiliki skill yang mampu mengalahkan lawan di udara.


“Skill: iri hati Sarwendah.”


Toni meneriakkan skill-nya dan seketika pergerakan lawan di udara menjadi aneh.


Toni lantas melemparkan perisainya itu ke udara dan sekali lagi meneriakkan skill-nya.

__ADS_1


“Skill: kerakusan Sarwendah.”


Seketika perisai yang telah berada di udara dalam posisi yang sejajar dengan pemain exdeus yang melayang itu mengeluarkan ular-ular dengan penuh kerakusan, melahap perangkat sci-fi sang pemain beserta pemain di dalamnya yang akhirnya membuat pemain itu gameover.


__ADS_2