The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
127. Hasil Akhir Pertarungan Lia vs Goruth


__ADS_3

Kala itu, Luca dan Lia sedang latih tanding. Ketika Lia hendak menerjang Luca dengan tinju-nya, tiba-tiba saja beberapa benang tipis menghentikan langkahnya lantas menjerat tubuhnya.


Itu adalah skill Luca yang baru. Tidak, itu adalah skill jeratan benang tipis miliknya sedari awal yang terkunci oleh sistem ketika dia mulai memakai tubuh avatarnya yang baru-baru saja ini terbuka kembali ketika Luca mencapai veteran level menengah.


“Ini?”


“Keren kan? Ini salah satu skill-ku.”


“Tampaknya aku bisa menirunya.”


“Oho. Bagaimana caranya Lia melakukannya?”


Lalu Lia pun mencoba meniru skill Luca itu, tetapi tidak dengan menggunakan benang fisik, melainkan benang yang terbentuk dari energi sucinya.


“Wah, tak kusangka Lia bena-benar berhasil menirunya dalam sekali coba. Lia memang hebat. Bahkan ini persis seperti versi aslinya yang aku pelajari dari Kak Keporin.”


“Versi asli?”


“Itu… Anu… Lia tahu kan kalau aku tidak mahir dalam sihir sehingga aku menutupinya dengan mencoba menerapkannya menggunakan benang fisik. Tapi tak kusangka Lia bisa menunjukkan padaku yang hampir sama seperti bagaimana Kak Keporin membuatnya. Tapi ini bagus, Lia. Kita bisa menggunakan ini sebagai strategi untuk mengalahkan Goruth besok.


“Strategi? Skill ini?”


“Dengar ya. Lia. Goruth itu punya kebiasaan yang dia sendiri tidak sadari. Dia suka menyerang musuh di titik butanya. Sehingga ketika dia mulai mengaktifkan skill warp-nya, tanpa kamu harus menunggu melihatnya terlebih dahulu, langsung aktifkan saja skill pengikat yang baru saja kamu kuasai itu ke arah titik butamu.”


***


“Apa-apaan benang-benang sihir ini?!”


“Krekkkk.” Lia pun mengeratkan jeratan benang-benangnya.


“Aaaaakkkkh!”


“Dor dor dor dor.”


Dalam jarak yang sedekat itu, Lia menembaki peluru sihinya ke arah Goruth yang telah terjerat dalam jeratannya.


“Wanita sialan!”


Namun Goruth masih bisa selamat.


Dengan aura yang dimiliki assassin Lost Child itu, dia akhirnya bisa terbebas dari skill jeratan benang sihir Lia.

__ADS_1


Sang assassin segera mengambil jarak.


“Hei wanita barbar, apa kamu tidak malu bersikap barbar seperti itu sebagai seorang wanita?! Mukanya saja yang imut, tapi tenaganya seperti gorila.”


“Sesuai perkataan Kak Leo kemarin, dia mahir memprovokasi lawannya.”


Dengan tenang, Lia mengorganisir kemarahannya.


“Dengar, Lia. Goruth hanya bisa menggunakan skill warp-nya selama 3 kali berturut-turut. Mungkin itu karena keterbatasan waktu cooldown-nya yang lama. Yang paling penting di sini. Setelah dia gagal menyerang melalui titik butamu, dia cenderung akan menggunakan skill warp-nya yang kedua lantas menutupi pergerakannya dengan lemparan pisau cepat. Fokus pada menghindar adalah pilihan yang tepat. Sisanya, lakukan seperti biasa.”


Sesuai perkataan Luca kemarin, Goruth benar-benar menggunakan skill warp-nya yang kedua untuk menghindar sembari melemparkan pisau-pisaunya dalam kecepatan yang sangat cepat.


Lia pun mempertajam inderanya untuk merasakan pergerakan arah angin untuk menebak arah lemparan tiap-tiap pisau itu.


Suatu kecepatan yang sangat cepat.


Wajar jika Luca menyuruhnya untuk menghindari saja serangan itu karena kecepatan pistol sihirnya takkan mampu menyamai kecepatan pisau-pisau itu.


“Shak shak shak shak shak.” Lia bergerak dengan cepat bagai menari, menghindari tiap serangan pisau yang dilancarkan padanya.


Semua pisau-pisau yang dilemparkan oleh Goruth itu, tak satupun yang berhasil mengenai Lia.


Itu semua tak lain adalah berkat latihan simulasi dari Luca yang benar-benar persis mengcopy serangan lemparan pisau Goruth itu walau Luca bergerak tak secanggih skill warp sang assassin veteran tingkat tinggi tersebut.


“Kemudian setelah itu, perhatikan titik bagian atasmu. Goruth cenderung untuk menggunakan skill warp-nya yang terakhir untuk menyerang bagian atasmu. Tetapi untuk jaga-jaga, perhatikan juga bagian belakangmu. Dua puluh persen kemungkinan dia bisa saja menyerang dari belakang.”


Dan lagi-lagi persis seperti apa yang dikatakan Luca, Goruth menggunakan skill warp-nya yang ketiga untk berada di atas tepat di mana Lia berada.


Akan tetapi,


“Baaam!”


Lia segera melompat dan melayangkan bogeman mentahnya seakan telah menunggu Goruth selama ini di situ.


“Aaaaaaakkkkkhhhh!”


“Tuang, truk, kruduk.”


Goruth terpental sampai tiga kali ke belakang.


“Lalu yang terakhir, setelah Lia berhasil mengunci semua pergerakan warp Goruth, maka itulah saat yang tepat untuk mengadakan serangan balik di saat dia masih dalam kondisi stun pasca masa peralihan pemulihan skill-nya.”

__ADS_1


[Walau begitu, Luca, aku tetap tidak yakin bisa mengalahkan pemain veteran tingkat tinggi itu.]


“Apa yang kamu takutkan, Lia. Seorang assassin sekali pun dia veteran tingkat tinggi tetaplah tidak jauh lebih kuat dari skill fighter-mu. Tanpa agilitas-nya, seorang assassin bukan lagi apa-apa.”


Lia pun tanpa memberi kesempatan Goruth untuk bernafas, bergerak dalam kecepatan tinggi mendatanginya lalu memberinya bogeman mentah berkali-kali hingga muka assassin itu pun tak berbentuk lagi.


“Tunggu, tunggu, time, time…!”


Sang assassin mencoba memohon belas kasihan Lia, tetapi Lia sama sekali tidak goyah dan menghantamkan kepala sang assassin ke dahan pohon hingga sang assassin pun gameover dalam pertandingan.


“Terima kasih, Luca. Aku benar-benar bisa menang dari seorang pemain favorit, semuanya berkatmu.” Gumam Lia dalam hati bahagia setelah memenangkan pertarungannya melawan pemain favorit ke-12 itu.


[Tapi ngomong-ngomong, Luca, darimana kamu bisa tahu informasi soal Goruth sedetail itu? Bukankah kamu hanya menonton pertandingannya selama babak penyisihan ini dan itu tentu saja tidak akan cukup untuk mengumpulkan data?]


“Ah, itu. Aku minta tolong kepada Kak Derickson untuk mengumpulkan informasi tentangnya. Tahu kan kalau basis game Goruth dari Lost Child juga dari AD series sama kayak kita. Lalu sisanya, aku minta tolong pada Aura untuk menghack data di sistemnya untuk mengumpulkan semua rekam jejak pertandingannya sejak The Twelfth Sriconia.”


[Kak Derickson? Aura? Siapa mereka, Luca?]


“Ah, nanti aku kenalkan Lia kepada mereka.”


“Tapi Luca siapa kamu sebenarnya? Semakin aku mengenalmu lebih dalam, semakin banyak saja misteri tentang dirimu. Bahkan aku tak menduga bahwa kamu juga lebih hebat dariku dalam hal bertarung.”


Pandangan Lia tiba-tiba berubah menjadi sayu. Tetapi dia akhirnya memutuskan untuk tidak memikirkannya lebih jauh. Dia lebih memilih untuk menunggu Luca menceritakan sendiri hal-hal yang masih disembunyikannya darinya.


Lia lebih memilih percaya kepada pacarnya itu. Lagipula Luca sampai melakukan sesuatu yang nekat seperti menyelinap ke asramanya dan memberikannya informasi lawan yang bersifat confidential itu, semuanya karena mengkhawatirkan dirinya.


Lia pun semakin bertekad untuk meraih juara demi tampak keren di hadapan pacarnya itu.


***


Lia pada akhirnya berhasil mengalahkan Goruth.


Betapa aku senang akan hal itu. Itu berarti latihan kami semalam, serta upayaku menyelinap ke game meminta informasi kepada Kak Derickson lantas menghack sistem melalui Aura, semuanya benar-benar berguna.


Akan tetapi, pemenang pertandingan kedua setelah Lia, sesuai dugaan adalah Eros dari Goliath. Dengan demikian, sang lancer itu bisa dipastikan akan menjadi lawan Lia yang selanjutnya di 16 besar.


Tetapi bagaimana pun aku melihat, jurus Gae Bolg andalannya itu benar-benar di luar imajinasi.


Karena sistem game-nya beda, Aura pun sulit untuk meng-hack-nya.


Sementara ini, Aura masih sedang berusaha menghack sistem game Evernight, tempat basis game Eros dan kawan-kawannya berasal untuk mengumpulkan data pemain yang bernama Eros itu. Tetapi pertahanan sistemnya sangatlah sukar untuk ditembus.

__ADS_1


__ADS_2