
Usai pertandingan di ruang virtual A, mata Luca terfokus pada pertandingan di ruang virtual B. Terlihat pemandangan pemain yang telah kelelahan.
Di sisi yang satu, tersisa 4 pemain dari Tim Alpen Sky, sementara di sisi yang lain tinggal tersisa 2 pemain dari Tim Golden Tree.
Tatang, sang swordsmen dari Tim Alpen Sky menerobos masuk ke area musuh dengan dukungan Dina sang archer dan Elkin sang mage. Pedangnya itu segera disambut oleh pedang swordsmen lain dari tim lawan, Rossi dari Tim Golden Tree.
Dentuman suara khas logam saling beradu terdengar untuk sejenak.
Di saat tengah sengit-sengitnya hampir mencapai puncak pertarungan di ruang virtual B, Lia memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali memulihkan HP dan MP serta meningkatkan kecepatan pemulihan SP rekan-rekannya dengan mantra-nya. Sementara itu pula, satu-persatu beast serigala perak dari Medina te-respawn.
Kembali ke pertandingan di ruang virtual B, Retno sang cleric dari Tim Golden Tree memberikan sisa-sisa tenaganya untuk mengutuk lawan dengan debuff pelemahan kekuatan sambil memberikan buff strength semaksimal mungkin kepada rekannya, sang swordsmen Rossi.
Dengan tambahan tenaga itu, Rossi akhirnya dapat melayangkan tebasan yang memberikan damage fatal kepada sang swordsmen lawan yang telah mengalami pelemahan kekuatan akibat kutukan dari rekan setimnya.
Tatang sekarat. Tetapi di tengah sekaratnya, dia melayangkan ultimate skill-nya pada Rossi yang sementara gerakannya terkunci akibat debuff stun yang diperolehnya pasca overheat serangan. Walau dengan tenaga yang telah diperlemah oleh debuff pelemah kekuatan, ultimate skill Tatang itu tetap mampu memberikan damage yang fatal kepada Rossi.
Tatang dan Rossi secara bersama-sama game over.
Sementara itu, berkat perlindungan sang shielder Rudi, Elkin dapat terlindungi dari kutukan Retno. Akan tetapi Dina sang archer serta dirinya sendiri tak mampu berlindung dari debuff tersebut. Alhasil, stamina mereka pun turun dan efek serangan mereka berdua diperlemah.
Namun Dina tidak menyerah. Dengan semangat yang masih membara, Dina segera membidik Retno yang tidak lagi memiliki perlindungan sehingga Retno pun ikut game over menyusul rekan-rekan tim dari Golden Tree-nya yang lain.
__ADS_1
Anggota tim dari Tim Golden Tree telah habis tereliminasi, sementara masih tersisa 3 anggota dari Tim Alpen Sky. Tim Alpen Sky memenangkan pertarungan di ruang virtual B tersebut.
Mereka bahagia. Sayangnya, itu hanya kebahagiaan sesaat. Pas semenit kemudian, sekat yang memisahkan antara ruang virtual A dan B terangkat. Lima orang anggota lengkap dari Tim Silver Hero telah menunggu mereka dari balik celah.
Anggota Tim Silver Hero masih dalam jumlah lengkap serta dalam stamina yang sangat baik, serta health dan mana yang full, terima kasih berkat kekuatan penyembuhan Lia, juga empat dari enam beast Medina yang gugur telah berhasil te-respawn, sementara Tim Alpen Sky hanya menyisakan 3 pemain saja dalam kondisi baik fisik maupun mental yang kelelahan ditambah cleric mereka telah gugur duluan di awal pertandingan.
Sudah jelas siapa yang akan memenangkan pertarungan ini.
Tanpa basa-basi lagi, Mark segera menggunakan skill langkah warp-nya lalu menikam Dina dan mengeliminasinya dari arena. Sementara itu, Lia beserta para beast Medina langsung maju menghantam Elkin dan Rudi.
Elkin langsung tak berdaya akibat hantaman pukulan Lia sang the second battle healer lalu game over dari permainan. Sementara itu, Rudi masih berjuang mati-matian menangkal serangan para beast Medina dengan perisainya.
Akan tetapi, hal itu tidak bertahan lama. Usai mengalahkan Elkin, Lia segera mengeluarkan skill anugerah, kespesialan kelas cleric-nya, lantas mengalahkan Rudi dengan kutukan cahaya.
Pemenang pertandingan putaran pertama babak semifinal e-sport profesional tingkat nasional itu pun berhasil diklaim dengan gemilang oleh Tim Silver Hero yang padahal baru memulai karir tim mereka di awal tahun ini.
Begitu kesadaran para tim kembali ke dunia nyata, tim pemenang kemudian diminta untuk memberikan sambutan hangat kepada para penonton. Lia pun mengarahkan tatapan matanya tepat kepada pemuda imut berambut hitam dengan sedikit kepirang-pirangan yang duduk di bangku terdepan penonton itu.
Lia lantas tersenyum nakal menatap pemuda itu. Luca pun membalas senyuman Lia itu dengan tawa cerah-nya. Melihat itu, Lia tanpa sadar menundukkan kepalanya. Lia juga tidak mengerti mengapa dia melakukan itu. Yang dia tahu hanyalah ada rasa debaran tidak nyaman yang dia rasakan tepat di dadanya kala itu.
Usai pertandingan putaran pertama, kini masuk pada putaran keduanya. Kembali ada empat tim yang bertanding untuk memperebutkan satu tempat terakhir ke babak final bersama Tim Silver Hero. Mereka adalah tim mantan juara 1 tahun lalu, Tim Shadow Park, tim mantan juara 3 tahun lalu, Tim Clock Tower, tim juara 6 tahun lalu, Tim Missile, serta tim pendatang baru lainnya, Tim Joker Hitam.
__ADS_1
Format pertandingan seperti sebelumnya di mana di ruang virtual A ada Tim Shadow Park dan Tim Joker Hitam, sementara di ruang virtual B ada Tim Clock Tower dan Tim Missile.
Apa yang paling menarik bagi Luca di pertandingan tersebut adalah pertandingan di ruang virtual A di mana kekuatan Tim Shadow Park berpusat kepada alchemist-nya sementara kekuatan Tim Joker Hitam berpusat kepada fighter-nya.
Dengan bom yang diciptakan dari formula kimianya, sang alchemist dari Shadow Park dengan cepat mengeliminasi dua pemain lawan. Seakan tidak mau kalah, sang fighter dari Tim Joker Hitam menerobos shielder lawan lantas juga mengeliminasi 2 lawan yakni sang shielder itu sendiri beserta sang mage yang berlindung di belakangnya.
Sang alchemist lantas memberikan potion-nya kepada dua rekannya yang tersisa untuk kembali meningkatkan stamina, HP, dan MP mereka, potion all in one.
Sang fighter dari Tim Joker Hitam menerjang ke arah sang alchemist dari Tim Shadow Park. Akan tetapi, serangan itu segera ditangkis oleh sesama fighter dari Shadow Park tersebut. Terjadi adu tinju untuk sesaat dari kedua fighter. Terlihat fighter dari Tim Shadow Park-lah yang terdesak mundur padahal sebelumnya dia telah diberikan ramuan penguat oleh sang alchemist.
Namun apa yang terjadi, sang alchemist malah tersenyum jahat, seolah telah memprediksi hal itu. Tak lama kemudian, sing fighter dari Joker Hitam itu mengeluarkan batuk darah. Tidak hanya lewat mulutnya, tetapi juga lewat hidung, lalu lewat mata mata, dan terakhir lewat telinganya.
Setelah beberapa saat, barulah dia sadar bahwa dirinya telah diracuni. Sang fighter dari Tim Joker Hitam itu pun tereliminasi dari pertandingan.
Walaupun dia kalah, sorak-sorai penonton tidak henti-hentinya memuji-muji kehebatannya. Dia cakap dalam bertarung. Walaupun sebagai anggota tim pendatang baru yang baru pertama kali ini menembus babak semifinal, dia cukup hebat dalam bertarung dalam mengimbangi kehebatan sosok yang menjadi pusat tim peraih juara satu tahun lalu itu.
Tidak hanya itu saja, di usianya yang terbilang belia yang masih berusia 15 tahun itu, masa-masa SMA kelas 1-nya, dirinya sudah sangat berbakat. Mau tidak mau penonton jadi penasaran akan seperti apa perkembangannya di masa depan.
Jadi walaupun dia kalah, dia telah cukup mengukir namanya di pertandingan e-sport profesional tingkat nasional tahun ini.
Para penonton tidak dapat menahan rasa ketertakjuban mereka akan bermunculannya banyak pemain berbakat pada generasi belia tahun ini. Ternyata tidak hanya pada para pemain Tim Silver Hero, Tim Joker Hitam juga memiliki pemain belia berbakat-nya.
__ADS_1
Tidak salah lagi, generasi ini adalah generasi emas pada ajang olahraga e-sport. Penonton pun akhirnya mengait-ngaitkannya akan sehebat apa pertandingan e-sport tingkat SMA tahun ini nantinya.