The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
129. Pertemuan Sesama Assassin yang Tak Terduga


__ADS_3

Di ruangan itu, seorang sekretaris cantik melangkah dengan indah dengan high heels-nya yang mengguncang seisi lantai, lalu tepat berada di hadapan meja bos prianya.


“Oh, kamu sudah datang rupanya. Bagaimana laporan hasil pertandingannya?”


Sang sekretaris pun memulai laporannya.


“Omiros, rider dari Tim Goliath, favorit ke-17, tidak mampu mengalahkan Pei Yu, favorit ke-16, seperti yang sudah kita prediksikan. Akan tetapi, justru Dennis, sang archer dari rekan setimnya, favorit ke-34, yang berhasil melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan favorit ke-13.”


“Oho, ini menarik. Apa ada peserta yang menarik perhatianmu?”


“Hmm. Mungkin peserta yang paling menarik perhatian adalah Chung Li dari Tim Ying Xiong, favorit ke-91, yang secara mengejutkan berhasil menyingkirkan sang saber dari Tim Goliath, Fotio, pemegang favorit kedua.”


“Sama sekali tidak ada yang memprediksinya akan bertahan sampai sejauh ini. Apalagi perannya di timnya hanya sebagai pendukung saja. Lagipula, awalnya dia tidak masuk 4 besar pilihan juri dari timnya. Jika bukan karena Anda yang mengubah list peserta-nya, tentu saja sampai sekarang tidak akan ada yang mengenal kehebatan Chung Li sang alchemist.”


“Lihat kan? Apa kubilang. Hampir saja kita melewatkan berlian kasar di depan mata. Menilai kemampuan bertarung seseorang dengan pertandingan tim, jelas-jelas adalah hal yang aneh. Tiada yang lebih dapat mengukur kemampuan bertarung seseorang selain pertandingan individu. Jika sistem pertandingan dijalankan seperti biasa, lantas 32 peserta individu dipilih dari peserta terbaik dari tim 32 besar, maka mana mungkin kita akan menemukan bakat Chung Li.”


“Itu benar, Bos. Chung Li selama di pertandingan tim terlihat pasif. Tetapi jika diperhatikan dengan seksama, itu karena dia sebagai seorang pendukung di timnya dan sebagai pendukung pun, dia sudah sangat menjalankan tugasnya dengan baik dan membiarkan 3 pemain penyerang rekan setimnya yang mengumpulkan poin.”


Sang sekretaris tiba-tiba terdiam sejenak seakan mengingat sesuatu.


“Ngomong-ngomong soal pendukung, ada juga Lia, healer dari Tim Silver Hero yang lolos ke babak selanjutnya. Berbeda dengan Chung Li, walaupun dia pendukung, dia banyak bertarung sehingga dinotice dan dipilih oleh juri setelah menduduki peringkat 2 besar di timnya.”


“Oho? Ngomong-ngomong, siapa lawan yang dikalahkan gadis itu?”


“Goruth, sang assassin dari Tim Lost Child, Boss.”


“Wow! Dia berhasil mengalahkan assassin bertalenta itu?”


“Itu benar, Bos. Yang lebih mencengangkannya lagi, dia bisa menebak dengan baik gaya bertarung Goruth.”


“Itu berarti Tim Manajemen Silver Hero Indonesia tidak boleh diremehkan. Tapi terlepas dari manajemennya, wanita itu artinya cukup bertalenta karena sepatutnya assassin yang selalu menyerang diam-diam adalah kelemahan utama tim pendukung dari belakang.”


“Benar, Bos. Itu semua nantinya dapat kita buktikan melalui pertandingan selanjutnya di babak 16 besar.”


“Ngomong-ngomong siapa lawan gadis itu selanjutnya?”


“Itu, Eros, sang lancer dari Tim Goliath.”


“Kalau begitu, ini akan menjadi kemenangan yang sulit. Hanya seseorang yang memiliki tameng terkuatlah yang dapat menang melawan jurus Gae Bolg Eros. Apakah healer mungil itu memilikinya?”


Sang Bos tampak terlarut dalam pikirannya sebentar, sebelum lanjut berkomentar lagi,


“Ngomong-ngomong, apakah masih ada pertarungan yang tidak biasa lainnya?”


“Iya, Bos. Di luar dugaan Silua dari Tim Lost Child mengalahkan favorit ketiga dan Ethan dari Tim Metamorphosis mengalahkan favorit keenam…”


Lalu diskusi pun berlanjut sampai cukup larut malam di antara mereka berdua.

__ADS_1


***


\=\=\=


1. Lia – Silver Hero – Indonesia – The Last Gardenia (non-favorit)


12. Eros – Goliath – Prussia Atlantic – Evernight (Favorit 4)



Pei Yu – Ying Xiong – China – Jian Xia (Favorit 16)


Sergei – Crossians – Selandia baru – Buster (Favorit 7)


Tolo – Rooimaan – Afrika Selatan – Avarest (Favorit 9)


Ethan – Metamorphosis – Brazilia – Underworld (non-favorit)


Felix – Pheles – Jerman – Mecha World (Favorit 14)


Ecila – Lost Child – Amerika Serikat – The Last Gardenia (Favorit 1)


Silua - Lost Child – Amerika Serikat – The Last Gardenia (non-favorit)


Dennis – Goliath – Prussia Atlantic – Evernight (non-favorit)


Lucas – Epic Fantasy – Inggris – Magic Academy (Favorit 15)


Asario – Silver Hero – Indonesia – The Last Gardenia (Favorit 5)


Austin – Epic Fantasy – Inggris – Magic Academy (Favorit 11)


Chung Li – Ying Xiong – China – Jian Xia (non-favorit)


Renn – Gatra – Swedia – Magic Academy (Favorit 10)


\=\=\=


Luca menatap papan pengumuman itu baik-baik. Jika klasemen terus berjalan seperti apa adanya, maka lawan Lia selanjutnya adalah Eros, sang lancer dari Tim Goliath. Betapa Luca sangat kahwatir akan hal itu.


Bagaimana tidak, Eros adalah tipe lawan yang sangat buruk bagi Lia yang pertahanannya masih pada tingkat medium itu, bahkan melebihi Goruth, lawan Lia sebelumnya.


“Master, aku sudah berhasil menemukan dan mengumpulkan rekam jejak data pertadingan Eros di game Evernight.”


Tiba-tiba Aura memproyeksikan hologramnya tepat di hadapan Luca yang membuat Luca sempat kaget, namun pemuda itu dengan cepat memperbaiki pandangannya kembali sebelum orang lain memperhatikannya.


Akan tetapi, ekspresi di wajah Aura tidaklah baik.

__ADS_1


“Aura, ada apa?” Luca pun memanggil nama pet-nya itu karena khawatir.


“Itu… Master… Banyak rekam jejak pertandingan sang pemain bernama Eros di game Evernight yang Master cari. Akan tetapi, dari 1028 rekam jejak itu, hanya ada dua kali dia kalah.”


“Apa??? Kekalahan hanya dua kali dari 1028 pertandingan?!”


“Iya, Master. Dengan kata lain, tingkat kemenangannya adalah 99,81 %. Itu pun rekam jejak dua kali kekalahannya dilakukan oleh pemain yang sama.”


“Apa??? Pemain yang sama? Siapa?”


“Itu… Dia Fotio yang kalah dari pemain Chung Li sebelumnya.”


“Apa? Sang saber mengenaskan itu??? Coba perlihatkan pertandingannya.”


Lalu Luca pun menonton dua pertandingan di mana Eros kalah oleh pemain yang bernama Fotio itu.


Rupanya, bagaimana Fotio dapat menghindari serangan mematikan Gae Bolg milik Eros itu adalah dengan mengaktifkan skill area overpowernya, Excalibur.


Skill Gae Bolg adalah skill yang di luar nalar di mana suatu serangan bisa membalikkan sebab-akibat yang jika dihindari, dimensi ruang justru akan segera terdistorsi, mengembalikan posisi di mana tombak tepat akan menghujam pemain.


Untuk menghentikan serangan itu, tiada lain cara selain dengan menerima serangannya secara langsung.


Dalam kasus Fotio, dia mencegah serangan mematikan itu dengan menghempaskan seluruh area di sekitarnya dengan skill Excalibur-nya. Dengan tidak adanya celah ruang di antara pemain dan tombak, maka tidak ada pula peluang tombak akan terdistorsi dan menembus ke arah sang pemain.


Ada rekam jejak data pula milik Dennis, sang archer, yang berusaha menghindari serangan skill Gae Bolg itu dengan perisai mana-nya yang berlapis-lapis. Sayangnya, cara itu gagal karena perisai mana itu tidak cukup kuat menahan gerakan liar sang tombak.


Tetapi itu telah cukup memberi petunjuk kepada Luca tentang apa yang Lia butuhkan untuk pertandingan selanjutnya.


Selama Lia bisa mengeluarkan perisai mana terkuatnya yang cukup mampu untuk menahan serangan tombak itu secara langsung, maka Lia akan dapat menghindari instant kill. Masalahnya setahu Luca, Lia belum pernah menampakkan skill yang seperti itu.


Ada pula peluang menang dengan cara lain yakni memberikan serangan kejutan yang mematikan sebelum pemain Eros bisa mengaktifkan serangan Gae Bolg-nya itu. Namun, mengingat bagaimana waspadanya Eros dalam setiap pertandingannya, maka cara itu sudah dipastikan memiliki peluang berhasil yang sangat rendah.


Tiada jalan lain untuk mengalahkannya seperti Fotio selain pemain harus mampu menerima serangan tombak mematikan itu secara langsung.


Luca pun berpikir dan terus berpikir hingga tanpa sadar ada seseorang pula yang lewat di persimpangan dinding yang akan ditujunya.


Namun di detik-detik terakhir, Luca sempat melihantya lantas segera menghindar dengan sigap melalui skill assassin-nya yang cekatan.


Sayangnya, seseorang yang ada di persimpangan jalan lain itu pun melakukan hal yang sama yang tidak kalah sigapnya pula dengan Luca.


Alhasil, kepala mereka pun berbenturan tanpa ada dari mereka yang bisa menghindar lagi.


“Hei, anak sialan! Kamu taruh di mana matamu, hah?!”


Pria yang bertabrakan dengan Luca itu pun marah-marah, melampiaskan segala emosi di hatinya yang telah dia pendam selama ini.


Dialah Goruth, sang assassin dari Tim Lost Child yang tanpa sengaja berpapasan dengan Luca di area umum sewaktu Goruth menyelinap keluar dari asramanya.

__ADS_1



__ADS_2