
“Oh, Luca. Kamu akhirnya kemari juga. Bagaimana dengan misimu? Hmm?” Heine menyapa Luca dengan senyum ramahnya. Tetapi begitu dia melirik ke samping orang yang bersama Luca, ekspresi Heine menjadi tidak menyenangkan.
Heine adalah orang baru guild, jadi hanya sekadar mengetahui nama sang kapten guild, Heisel Trakatov, tetapi tidak tahu bagaimana wajahnya. Baginya pria paruh baya yang ada di samping Luca itu adalah pembuat masalah dari guild yang belakangan ini meracau guild dengan hanya berada sepanjang waktu berada di dalam gedung guild tanpa bekerja.
“Kamu bersama orang yang tak biasa ya, Luca?”
“Ah, Kak Heine. Perkenalkan, dia pamanku, Kak, Paman Heisel.”
Muka Heine langsung menegang begitu akhirnya dia mengetahui identitas sebenarnya dari seseorang yang selama ini dikiranya gelandangan itu.
“Ah, maafkan saya, Guild Leader. Saya tidak menyadari kehadiran Anda sebelumnya. Tahu begitu waktu melihat Anda, aku…”
Heine membungkuk 90 derajat di hadapan sang guild leader sembari meminta maaf karena keteledorannya yang tidak mengenalinya. Akan tetapi, Heisel segera menghentikannya,
“Ah, tidak apa-apa. Lagipula aku yang merahasiakan identitasku selama ini di guild agar tak mengundang kehebohan. Lebih daripada itu, aku justru berterima kasih padamu karena telah merawat Luca selama ini.” Ujar Heisel sembari memberikan isyarat baginya untuk santai saja.
Heine lantas menatap Luca.
“Jadi perkataanmu bahwa Guild Leader adalah pamanmu itu benar ya, Luca. Tapi kok bisa? Kamu kan seorang wanderer sehingga mana mungkin mempunyai hubungan kekerabatan dengan kami warga pribumi?”
“Hahahahahaha.” Luca hanya menanggapi keraguan Heine itu dengan tawa canggung. Beberapa saat kemudian, Luca pun mencoba menjawab, “Aku aslinya warga pribumi Kak. Banyak hal yang terjadi sehingga aku terdampar ke dunia para wanderer sebelum akhirnya dapat kembali ke dunia ini sebagai wanderer…” Luca kemudian menjelaskan apa yang telah terjadi padanya selama ini dengan penjelasan yang diizinkan oleh sistem.
“Oh, daripada itu, Kak Heine, aku ingin segera melihat misi ujian kedewasaan.” Luca segera beralih ke topik inti mengapa dia datang ke guild saat ini.
Wajah Heisel tiba-tiba tampak kusut ketika Luca mengatakan itu, sementara Heine bersorak takjub,
“Eh? Anugerah alam-mu sudah cukup sekarang? Sangat jarang bagi wanderer mengumpulkan anugerah alam secepat ini. Apa itu karena kamu aslinya penduduk pribumi ya, Luca? Atau karena mentormu saja yang hebat? Sesuai dugaan, menjadi mentee dari Guild Leader secara langsung memang beda.
Luca hanya tersenyum canggung, sementara Heisel mengerut keningnya karena tiba-tiba teringat sesuatu yang membuatnya sangat kesal.
__ADS_1
“Baiklah. Pertama-tama, isi formulir ini dulu Luca.” Ujar Heine sembari memberikan Luca sebuah formulir yang Heine ambil dari salah satu tumpukan kertas di bawah mejanya.
Melihat Luca sekali lagi mengikuti ujian kedewasaan, sudut bibir Heisel bergeming. Dia jadi teringat masa lalu ketika Luca berusia 12 tahun ketika dia mengikuti ujian pendewasaan pertama kalinya.
Heisel sama sekali tidak pernah menyangka bahwa keponakannya itu akan terdampar di dunia para wanderer dan kehilangan semua energi alamnya sehingga harus mulai dari awal lagi. Tidak hanya itu, kini Luca harus mengikuti ujian pendewasaan yang sama dengan para wanderer. Sekadar catatan, format ujian pendewasaan antara player dan NPC itu berbeda.
Hal itu sejenak membuat Heisel sedih seolah upaya keras Luca berlatih selama ini sembari mengumpulkan energi alam tampak sia-sia belaka. Namun, setelah menyaksikan pertarungan Luca di dungeon pemula beberapa waktu lalu, dia sadar bahwa latihan tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kemampuan bertarung Luca tetaplah hebat seperti dulu, walaupun hilangnya energi alam di tubuhnya adalah juga merupakan fakta yang tak dapat dihindari.
Pasca Luca mengisi formulir itu, Heine pun segera mengantarkan Luca menuju ke sebuah bola kristal putih yang ukurannya sedikit lebih besar dari bola basket. Heisel mengikuti dari belakang.
“Di sinilah tempatnya, Luca. Yang kamu perlu lakukan sekarang, adalah menaruh tanganmu di atas kristal, maka misi ujian pendewasaanmu akan muncul dengan sendirinya.”
Luca lalu menaruh tangannya di atas kristal putih sesuai arahan Heine. Lalu kristal pun bercahaya. Heine dan Heisel mengawasi dari belakang dengan antusias.
Tidak lama kemudian, misi yang ditunggu-tunggu pun muncul.
Sistem mendeteksi bahwa pemain saat ini telah memenuhi syarat untuk melakukan pembukaan kunci level yang kedua. Setelah kunci level yang kedua terbuka, pemain akan mampu untuk naik ke level 11 dan seterusnya.
Jenis ujian yang sesuai ditemukan.
Misi pembunuhan.
Temukan seorang necromancer bernama Philtory lalu eliminasi target. Diketahui bahwa target terakhir terlihat di salah satu pelosok desa bernama Kaukau di barat daya Kekaisaran Lalania.
Dalam menyelesaikan misi, pemain harus membentuk party yang beranggotakan 8 orang dengan kelas yang berbeda-beda. Maksimal jumlah anggota dengan kelas yang sama yang diizinkan adalah setengah dari jumlah anggota party di mana keberadaan minimal seorang scout adalah suatu kewajiban.
Pemain yang terhormat, selamat bersenang-senang dalam menjalankan misi Anda.
Baik Luca, Heisel, dan Heine seketika menunjukkan ekspresi yang kusut. Ada banyak masalah dari misi tersebut.
__ADS_1
Pertama adalah soal target seorang necromancer. Necromancer dulunya adalah bagian dari dark mage yang merupakan sub anggota dari guild mage. Namun, sejak tindakan mereka yang pernah membuat kekacauan global yang bahkan tercatat di sejarah sebagai salah satu kejadian terkelam di benua di waktu Luca bahkan belum bisa mengingat di usianya yang 2 tahun, necromancer serta praktik necromancy mereka menjadi suatu hal yang tabu bagi seluruh masyarakat benua.
Mereka dengan kejamnya pernah memulai perang besar di benua dengan memanfaatkan arwah-arwah pendahulu pembesar-pembesar kerajaan di masing-masing kerajaan sebagai bidak perang mereka.
Para nenek moyang itu dipaksa untuk membantai keturunan mereka sendiri tanpa bisa mereka melawan perintah itu akibat seni necromancy. Pada akhirnya persatuan kerajaan-kerajaan di seluruh benua mampu memenangkan pertempuran, itu pun dengan dibayar korban jiwa yang tak terhitung jumlahnya.
Sejak saat itu, necromancer dianggap sebagai suatu keberadaan yang sesat dan seni necromancy mereka menjadi hal yang tabu bahkan untuk dibicarakan. Jika sampai ada pengawal kerajaan yang mengetahui keberadaan mereka, mereka dapat langsung dibunuh di tempat. Begitulah hinanya keberadaan necromancer saat ini di dunia tersebut.
Dan keberadaan yang hina dan bersifat tabu untuk dibicarkan di benua itu yang kini harus Luca hadapi sebagai ujian pendewasaannya. Bagaimana pun Luca, Heisel, maupun Heine memikirkannya, ujian itu seharusnya terlalu sulit dan tidak pantas dijadikan sebagai ujian pendewasaan.
Bahkan ujian pematangan karir pun masih terlalu tinggi untuk memperoleh jenis ujian yang seperti itu. Ujian yang seperti itu seharusnya ditempatkan sebagai ujian master. Namun kini, bocah polos itu, harus menanggung ujian yang kejam seperti itu pada ujian pendewasaannya. Mau tidak mau, Heine bersimpati kepada Luca atas kemalangannya.
Heine tidak tahu saja bahwa luck Luca saat ini ada di angka 600, jadi tidak mungkin Luca bisa tertimpa kemalangan tanpa arti. Jadi hal ini, pasti ada sesuatu di baliknya.
“Baiklah, Luca. Kamu bisa mengandalkan Paman untuk mencari anggota dari guild assassin.”
“Tidak perlu repot-repot kok, Paman. Aku bisa mencari sendiri anggota party-ku. Aku juga sudah punya banyak teman di antara para wanderer.”
“Mungkin itu benar. Tapi Paman berharap di saat seperti ini, kamu bisa sedikit lebih mengandalkan Paman.”
“Baiklah, Paman. Untuk 3 orang anggota lainnya dari guild assassin, aku serahkan pada Paman.”
“Hmm.” Heisel tersenyum puas ketika Luca menerima bantuannya itu. Namun, ekspresinya seketika kusut. “Yang jadi masalah adalah anggota lainnya. Sayangnya ujiannya dibatasi proporsi jumlah anggota berdasarkan kelasnya. Kalau tidak, kita bisa dengan mudah merekrut sisa anggota yang diperlukan dari guild kita saja.”
Di luar masalah itu, ada satu lagi masalah lagi yang memusingkan kepala Heisel. Guild assassin adalah guild penyendiri, terima kasih berkat kelas job mereka yang kejam itu, pembunuhan. Tidak ada guild yang pernah bahkan untuk melirik saja bekerja sama dengan mereka selama ini.
“Kalau begitu, Luca, untuk sisa 4 anggota lainnya, kuserahkan padamu. Tapi jika kamu kesulitan, kamu bisa tetap mengandalkan Paman. Meski harus bersujud di hadapan guild leader lain atau bahkan mereka meminta uang banyak, Paman akan berikan segala apa yang Paman punya demi dirimu, Luca.”
“Paman?” Pada perkataan pamannya itu, Luca pun merasa bersalah. Luca lantas bertekad untuk dapat mengumpulkan rekan-rekan perjuangan untuk membantunya dalam ujian itu dengan usahanya sendiri.
__ADS_1
Sayangnya dalam ujian pendewasaan yang tidak lain adalah ujian pembukaan kunci level yang kedua, tidak ada reward sama sekali dari sistem untuk para pembantu ujian. Hal ini praktis membuat pemain sulit untuk mencari rekan party jika dibutuhkan yang benar-benar bersedia membantu tanpa dibayar, kecuali mereka memang adalah orang terdekat pemain yang bersangkutan di dunia nyata.
Bahkan banyak kasus, pemain itu mesti membayar sendiri reward tersebut dalam bentuk uang tunai di dunia nyata melalui jasa agen-agen pembantu boost level game.