The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
154. Pertandingan Akhir Penentuan Tim Inti SMA Pelita Harapan (1)


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir kompetisi penentuan susunan tim inti dan cadangan klub e-sport vrmmorpg sekolah.


Sebenarnya, aku tidak enak kepada Tante Judith yang merasa sangat sedih karena aku yang sudah mau keluar rumah sakit dua hari setelah siuman. Tetapi apa boleh buat, hari ini adalah hari yang sangat menentukan.


Dengan harap-harap cemas, aku melihat ke papan skor sementara. Namun aku sama sekali tidak menyangka bahwa namaku tetap akan terpampang di posisi nomor satu di sana padahal aku telah absen selama 7 hari.


Adalah pilihan yang tepat seharusnya memanfaatkan waktu-waktu perawatanku di rumah sakit untuk menantangku agar mereka bisa dengan mudah menang melalui W.O.


“Itu tentu saja. Siapa di sini yang akan sepecundang itu memanfaatkan hal seperti itu untuk menyingkirkanmu. Lagian, kamu adalah ace tim. Tidak ada di sini yang rela kamu tersingkir dan peluang kita menang di kompetisi e-sport tingkat SMA menurun drastis.”


Setidaknya, itulah yang dikatakan Senior Areka padaku. Teman-temanku di sini memang adalah orang-orang yang baik.


Namun begitu mengecewakan, lagi-lagi aku tidak menerima tantangan satu pun padahal ini sudah hari terakhir. Sampai akhir tiada yang berani untuk menantangku.


Setidaknya hari ini aku tidak sendiri, ada juga Kak Yudishar di peringkat ketiga yang juga tidak menerima request tantangan satu pun. Namun setidaknya dia bisa mengajukan tantangan padaku atau Senior Areka di posisi kedua, tetapi tampaknya Kak Yudishar enggan melakukan itu.


Dengan demikian, posisiku aman sebagai tim inti di klub. Kemudian dengan poin Kak Yudishar yang sudah sangat tinggi itu pula, dia pun telah aman di posisi inti apapun hasil pertandingan rekan-rekan lain yang berperingkat lebih rendah. Adapun untuk Senior Areka, dengan poin yang sudah sangat tinggi itu, walau dia kalah sekalipun, dia hanya akan turun dua peringkat, jadi dia pun telah aman di posisi tim inti.


Kini yang menentukan adalah siapa yang di posisi keempat. Untuk saat ini, yang paling memungkinkan akan menempati posisinya adalah Kak Robby. Tetapi semuanya belum pasti, ada satu peserta yang masih berani menantang Senior Areka di atas semuanya.


Dan jika peserta itu memang benar-benar menang, dengan tantangan tunggal yang dimiliki oleh Senior Areka, maka seluruh setengah poinnya akan menjadi milik pemain itu dan dia akan dengan cepat melambung menempati posisi keempat.


Tentu saja tidak ada satu orang pun di sini yang percaya bahwa pemain itu akan bisa mengalahkan Senior Areka, terus terang juga termasuk aku, tetapi tidak akan ada yang tahu jika keajaiban bisa terjadi.


Dan pemain yang sangat berani itu, tidak lain adalah Kak Nina.


Melihat Kak Nina yang memiliki kesempatan seperti itu, tidak ada yang iri padanya, bahkan semuanya pada simpatik karena tak ada satu pun dari mereka yang berpikir bahwa Kak Nina akan bisa mengalahkan Senior Areka, kecuali Egi yang sangat kesal perihal kuota tiga tantangannya telah terpenuhi duluan sebelum dirinya sendiri sempat memilih lawan. Dia pun jadi tidak bisa mengajukan tantangan ke peringkat yang lebih tinggi.


Karena ini adalah hari terakhir seleksi, aku memutuskan untuk menyaksikan pertandingan hari ini untuk melihat seberapa jauh perkembangan anggota-anggota timku. Ada 31 pertandingan yang dijalankan hari ini, semoga di antara itu, ada pertandingan yang benar-benar mengesankan.


Pertandingan dimulai dengan pertandingan tantangan yang diajukan oleh peringkat paling bawah. Sayangnya dua peringkat terbawah ditempati oleh anggota hantu yang lagi-lagi tidak datang.


Ketika aku melihat ke papan skor sementara, rupanya satu dari tiga anggota hantu yang bernama Yuda telah berada di peringkat ke-22. Itu artinya selama aku tidak hadir, dia sempat memunculkan dirinya di klub dan bertanding. Bukannya apa-apa sih, aku hanya penasaran ingin melihat seperti apa wajah anggota hantu yang tidak pernah kulihat tersebut.


Jadilah pertandingan dimulai dari Kak David, peringkat ke-25 yang menantang Kak Zen, Kak Ula, dan Chika.


Kak David walaupun kelas dua, sama seperti Kak Nina dan Kak Raia, adalah seorang newbie yang baru masuk bergabung ke klub di tahun ini dengan kelas shielder. Posturnya sudah lumayan bagus sebagai seorang shielder, tetapi walaupun tak enak mengatakannya karena Kak David adalah tipe pekerja keras, bakatnya kurang.


Walaupun agility seorang shielder memang lambat, tetapi Kak David tampak lebih lambat lagi padahal perisai yang dibawanya tidaklah jauh beda dengan perisai yang selalu dibawa oleh Kak Zeno dan Kak Alvin. Karena faktor utama kelambatannya ini, dia dengan mudah dikalahkan oleh para player lain.


Kalau ditanya apakah Kak David salah memilih kelas, terus terang, menurutku dia sudah tepat memilih kelas shielder. Itu kelas yang tercocok untuknya sebagai pemain yang bertipe defensif sepertinya, hanya saja dia memang perlu bekerja lebih keras lagi untuk mengatasi masalah agility-nya yang sangat rendah itu yang menyebabkannya mudah ditembus oleh serangan dadakan lawan-lawannya.


Jadi, tentu saja hasilnya sudah jelas. Kekalahan mutlak tiga kali beruntun dialami oleh Kak David.


Selanjutnya ada player peringkat ke-24, Isman sang swordsman, yang menantang player Evan, Asti, dan Diana.


Menurutku, Isman adalah player swordsman yang lumayan berbakat. Hanya saja karena masih baru, permainannya masih kikuk sehingga dia harus lebih mengasah lagi kemampuannya.


Terbukti dia mampu mengalahkan Evan sang mage, walaupun dia belum berhasil mengalahkan Asti dan juga Diana karena itu tadi, dia masih kurang lincah mengayunkan pedangnya.

__ADS_1


Selanjutnya, ada player peringkat ke-23, Kak Zen. Karena dia sudah menerima tantagan satu kali dari Kak David, dia hanya memiliki kesempatan dua kali lagi untuk mengajukan tantangan. Dan Kak Zen pun memilih sebagai lawannya adalah Kak Nina dan di luar dugaan Egi yang peringkatnya sangat jauh darinya.


Dia pasti berpikir bahwa Kak Nina adalah player yang kikuk karena keseringan melihatnya dibuli oleh Senior Areka. Tetapi Anda telah salah, Kak Nina adalah player yang hebat, terutama siapa dulu mentor yang telah membimbingnya.


Ketika pertandingan dimulai, Kak Zen tampak berupaya segera mendekati Kak Nina sebelum kelinci bertanduknya menyerang, tetapi Kak Nina segera menyambutnya dengan serangan tombak tongkat tamernya.


Mungkin karena sudah terbiasa melihat gerakan Kak Nina itu di pertandingan, Kak Zen berhasil menghindar dari serangan tiba-tiba Kak Nina itu dengan baik setelah Kak Nina berupaya melakukan feint memanfaatkan kelengahan Kak Zen yang baru saja mendaratkan serangan pedangnya yang gagal mengenainya itu.


Tetapi Kak Nina seketika mengaktifkan plan B-nya dengan mengaktifkan sihir blindness-nya sehingga Kak Zen pun terperangkap ke dalam sihir itu. Kak Zen sudah tahu serangan itu, tetapi tetap saja refleksnya yang masih kurang menyebabkannya terlambat untuk menghindar.


Kak Zen yang belum terlalu tinggi levelnya itu belum sanggup untuk menghadapi sihir yang seperti itu sehingga dia pun seketika panik dan gerakannya menjadi kacau setelah fungsi indera penglihatannya dihilangkan.


Dengan gerakan yang sederhana, Kak Nina pun memenangkan pertandingan dengan mudah melalui kombinasi serangan yang cantik antara gerakan tombaknya serta serangan gigitan dan tanduk dari kelinci bertanduknya.


Setelah itu, Kak Zen menghadapi Egi. Seakan meremehkan Kak Zen, Egi tidak bergerak mundur seperti yang biasanya dia lakukan begitu Kak Zen maju menerjang. Egi percaya diri bahwa panahnya akan melesat duluan sebelum Kak Zen berhasil menggapainya. Namun, kepercayaan diri itu ternyata memang terbukti adanya.


Perihal tembakan yang cepat, bahkan sebelum Kak Zen mencapai Egi, panah sudah tertembak duluan. Kak Zen berupaya menghindari panah itu, namun ajaib, seakan sudah memprediksi gerakan Kak Zen yang seperti itu, panah Egi ikut membelok ke arah di mana Kak Zen menghindar sehingga Kak Zen pun terkena serangan panah telak lalu gameover di pertandingan.


Mari kita lewatkan di posisi ke-22, salah satu anggota hantu kita yang lagi-lagi tidak hadir hari ini, di peringkat ke-21 sementara ditempati oleh Kak Ula. Sama seperti Kak Zen, dia pun sudah menerima tantangan satu kali yang juga berasal dari Kak David sehingga tersisa dua kali kesempatan baginya untuk menantang.


Dia menggunakan kesempatan itu untuk menantang Evan dan Kak Raia.


Evan yang sebelumnya kalah dari Isman, tampak lebih berhati-hati lagi pada serangan tak terprediksi. Dia kini lebih aktif dalam menjaga jarak dengan memanfaatkan aura api yang sebetulnya masih lemah dan tampak dia belum kuasai betul untuk melindunginya dari serangan musuh di titik butanya.


Evan dengan lihai bertarung menghindari serangan tinju sang fighter yang cukup kuat itu. Kak Ula yang kehilangan fokus akhirnya terjebak dalam jebakan api Evan setelah berupaya menghindari serangan lainnya. Memanfaatkan posisi Kak Ula yang terbuka, Evan pun melakukan serangan penutupan dengan skill api yang cukup hebat. Kak Ula pun gameover.


Dalam pertarungan lurus tanpa perlu trik sedikit pun Kak Raia tetap mampu memenangkan pertandingan dengan mudah.


\=\=\=


HASIL SEMENTARA PENENTUAN POSISI ANGGOTA KLUB E-SPORT VRMMORPG SMA PELITA HARAPAN


TIM INTI UTAMA



Luca 163840 poin


Areka 64853 poin


Yudishar 40960 poin


Robby 29874 poin


TIM INTI CADANGAN


Danang 3680 poin


Sabrina 3433 poin

__ADS_1


Egi 3302 poin


Inggar 3240 poin


Ikki 3200 poin


TIM CADANGAN UTAMA


Rena 3133 poin


Raia 2728 poin


Alvin 1700 poin


Zeno 1000 poin


Diana 982 poin


Joshua 480 poin


Chika 354 poin


Zevan 300 poin


Asti 241 poin


TIM CADANGAN PENDAMPING


Nina 162 poin


Evan 97 poin


Ula 54 poin


Isman 21 poin


Yuda 20 poin


Zen 10 poin


Martin 5 poin


David 3 poin


Jacob 3 poin


\=\=\=


__ADS_1


__ADS_2