The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
137. Hasil Akhir Kompetisi


__ADS_3

Sayangnya sebelum kompetisi penentuan juara satu itu dimulai, penonton harus menyaksikan terlebih dahulu kompetisi penentuan juara tiga antara Eros dari Tim Goliath versus Raihan dari Tim Aaron.


Di ronde pertama, penentuan hasil pertandingan terjadi antara adu tusukan mematikan skill Gae Bolg versus skill pertahanan mutlak perisai tak tertembus.


Dan pemenangnya adalah…


Di luar dugaan, itu adalah Raihan.


Raihan mengawali ronde pertama dengan kemenangannya dengan segera menabrakkan perisainya melalui skill thrust begitu pertahanan Eros terbuka tanpa tombak di tangannya.


Di ronde kedua, Eros tampak semakin berhati-hati terhadap sang perisai mutlak itu. Dia terus menyerang dengan tombaknya sembari mencari celah untuk menembus pertahanan yang tidak tertembusnya.


Sayangnya, Eros gagal menemukan celah itu dan sekali lagi dia harus menerima kekalahan ketika Raihan mengaktifkan skill-nya di mana dia mengembangkan aura perisainya yang lantas menohok ke arah Eros yang membuat tubuh pemain itu mengalami rasa sengatan sakit yang sangat parah yang membuatnya langsung gameover di arena.


Dengan demikian, peraih juara tiga kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat internasional itu telah ditentukan dengan skor 0 vs 2 dengan kemenangan Raihan dari Tim Aaron, Buginesia.


Akhirnya, melangkah ke pertandingan penentuan juara satu yang telah ditunggu-tunggu oleh semua orang, antara the invisible Ecila melawan dark horse Chung Li.


Begitu pertandingan dimulai, Chung Li segera melemparkan ramuannya ke arah sang naga kembar. Namun serangan itu sama sekali bukan apa-apa bagi sang naga kembar. Ramuan racun dari Chung Li tidak mampu mengendorkan sedikit pun pertahanan mutlak dari sang naga kembar.


Tetapi itu hanyalah serangan fake. Tanpa disadari kedua naga, Chung Li telah berhasil menembus pertahanan mereka yang selama ini belum pernah tertembus kecuali oleh Kak Krimson sebelumnya.


Dalam sekejap mata, Chung Li telah berada di belakang, di area titik buta Ecila. Rupanya, sewaktu Chung Li melemparkan ramuan racun berasapnya ke arah sang naga kembar, Chung Li segera melakukan pergerakan memutar untuk mengincar dari arah belakang tanpa sepengetahuan kedua naga kembar.


Chung Li pun melemparkan ramuannya dan berhasil mengenai Ecila.


Aku tidak tahu detil ramuan itu dan tampaknya demikian pula untuk para komentator. Akan tetapi terlihat bahwa Ecila mulai terganggu. Ecila mulai menunjukkan gelagat pusing dengan gerakan yang tidak teratur.


Namun, player yang cerdas itu tampak segera menutupi matanya dengan sehelai kain dan menghadapi Chung Li dengan mata tertutup ketika alchemist gila itu mulai menyerangnya.


Walau pergerakan Ecila tampak berantakan, mungkin karena pengaruh ramuan yang dilemparkan oleh Chung Li barusan, Ecila tetap dapat menghadapi tiap serangan Chung Li dengan baik dan bahkan mampu mengalahkannya sebelum kedua naga kembar-nya ikut turun tangan.


Kemenangan pertama buat Ecila di ronde pertama.


Memasuki ronde kedua, tampak tubuh Ecila masih gemetaran, tetapi setelah sang naga es merapalkan mantra kepadanya yang mungkin sejenis mantra penyembuhan, pergerakan Ecila mulai membaik.


Sang naga kembar pun mulai terlihat murka setelah player Chung Li berhasil menembus pertahanan mereka dan mulai menyerang player itu dengan lebih serius.


Di luar dugaan, Chung Li berhasil dengan baik menghindari tiap serangan cakaran dan injakan sang naga kembar dan malah berhasil dengan baik menembus pertahanan mereka sekali lagi lantas dengan cepat berlari ke arah Ecila melayangkan dagger-nya.


Ecila telat bereaksi. Efek ramuan Chung Li sebelumnya itu tampak belum seratus persen menghilang dari tubuh Ecila. Alhasil, Chung Li dapat berhasil dengan baik mendaratkan serangan kombo delapan tebasannya kepada Ecila yang membuat Ecila gameover di arena.


Di ronde kedua, dewi fortuna rupanya berpihak kepada Chung Li.


Skor pun menjadi 1 vs 1 antara kedua player calon peraih juara satu itu.


Lalu, tibalah ronde ketiga.


Di ronde ketiga, Ecila terlihat memilih menyerang dengan lebih ofensif alih-alih menerapkan permainan defensif yang biasa dia lakukan. Pergerakannya tampak begitu menyatu dengan kedua naga kembar.


Alhasil, Chung Li lebih sulit mendaratkan serangan ketika Ecila kali ini bergerak lebih aktif.


Pertarungan yang penuh keseruan pun berlangsung untuk beberapa saat. Hingga pada suatu waktu, pergerakan Chung Li yang tidak selincah Goruth itu berhasil ditangkap mentah-mentah oleh sang naga es.


Ecila pun segera mendaratkan serangan tinjuan mautnya tepat ke ulu hati sang alchemist gila sampai alchemist gila itu memuntahkan banyak darah.


Terlihat Chung Li ingin mengeluarkan sesuatu lagi di inventory-nya yang mungkin beberapa koleksi ramuan racunnya yang lain, tetapi dia gagal karena sihir sang naga es.


Dalam keadaan lemah dan tak berdaya itu, Ecila pun menghabisinya dalam serangan tinjuan yang bertubi-tubi. Chung Li gameover di arena.


Akhirnya, hasil pertandingan penentuan juara satu itu pun telah ditentukan di mana player Ecila dari Tim Lost Child, Amerika Serikat, keluar sebagai juara pertama kompetisi setelah berhasil mengalahkan kandidat lainnya, player Chung Li dari Tim Ying Xiong, China, dengan skor 2 vs 1.

__ADS_1


Memasuki malam harinya, acara pemberian penghargaan pun dilaksanakan untuk memberikan penghargaan kepada sang juara 1, 2, 3, termasuk sang juara 4 yang disebut sebagai juara pamungkas beserta delapan besar yang disebut sebagai juara berpotensi.


Ada pula rupanya penghargaan juara 1, 2, 3, harapan 1, harapan 2, dan harapan 3 bagi tim terbaik yang diambil dari akumulasi nilai keempat poin individu peserta yang mewakili tim itu.


\=\=\=


Hasil pertandingan individu:


Juara 1: Ecila – Lost Child – Amerika Serikat – The Last Gardenia


Juara 2: Chung Li – Ying Xiong – China – Jian Xia


Juara 3: Raihan – Aaron – Buginesia – The Last Gardenia


Juara pamungkas: Eros – Goliath – Prussia Atlantic – Evernight


Juara berpotensi:


Pei Yu – Ying Xiong – China – Jian Xia


Ethan – Metamorphosis – Brazilia – Underworld


Silua - Lost Child – Amerika Serikat – The Last Gardenia


Asario – Silver Hero – Indonesia – The Last Gardenia


\=\=\=


Hasil pertandingan tim:


Juara 1: Tim Lost Child – Amerika Serikat, akumulasi poin 105112


Juara 2: Tim Ying Xiong – China, akumulasi poin 81019


Juara harapan 1: Tim Epic Fantasy – Inggris, akumulasi poin 72903


Juara harapan 2: Tim Silver Hero – Indonesia, akumulasi poin 72901


Juara harapan 3: Tim Gatra – Swedia, akumulasi poin 57709


\=\=\=


Sangat disayangkan, Tim Silver Hero dari Indonesia hanya berada di peringkat kelima hasil akumulasi poin tim yang hanya dua poin di bawah Tim Epic Fantasy yang bahkan tak satu pun pesertanya berhasil menembus babak delapan besar.


Rupanya, akumulasi poin Senior Glen dan Kak Toni yang hanya bisa menembus 64 besar cukup kecil dibandingkan dengan keempat peserta lain dari Tim Epic Fantasy yang kesemua anggotanya mampu menembus babak 32 besar sehingga walaupun sumbangan poin Lia dan Senior Asario tinggi, hasil akumulasinya tetap berada di bawah Tim Epic Fantasy.


Itu terutama buat Senior Glen yang nilai akumulasi poin individunya juga relatif kecil jika dibandingkan dengan peserta lain yang sama-sama gugur di 64 besar.


Yah, melupakan itu, hasil kompetisi Tim Silver Hero menurutku tidak terlalu mengecewakan di mana mereka bisa cukup berbangga dengan berhasil membawa pulang juara berpotensi di tingkat individu serta juara harapan dua di tingkat tim kembali ke tanah air.


Usai penghargaan peserta ketika aku akan beranjak dari tempat dudukku, Kak Agnes pun mengangkat tema itu,


“Wah lihat ini, Dik Luca. Aku baru saja menemukan berita yang menarik di internet.” Ujarnya sembari menunjukkanku smartphone yang dipegangnya.


...***...


...Shocking!...


Terlihat rekaman sang juara satu kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat internasional yang baru-baru saja diadakan itu kalah bertanding melawan seorang pemain amatir yang berasal dari kalangan keluarga salah satu peserta sewaktu bertanding di area lobi yang menghubungkan kamar tamu keluarga peserta dengan asrama peserta. Siapakah gerangan the hidden gold itu?


821 Komentar, 2,01 M like, 135 dislike

__ADS_1


-->


Dokidoki: What? What? What?


Csd: Lolololololololol


Miraeneechan: Apa itu Tuan Daniel? Apa Tuan Daniel baru saja ada di hotel tamu keluarga?


Tulips21 balas @Miraeneechan: Mana mungkin seperti idiot. Itu adalah orang lain.


Fatimah: Aku dapat info dari yang menyaksikannya langsung bahwa dia adalah seorang pemuda ganteng berambut emas bercampur hitam dengan mata emas yang sangat berkilau.


Tenten balas @Fatimah: Apa itu? Apa itu semacam malaikat yang turun dari langit?


Gadogado balas @Fatimah: Tapi aku dengar sayangnya tinggi badannya tidak mencapai 150 cm.


Liti balas @Gadogado: Percuma ganteng kalau pendek, lololololololol.


Devi balas @Liti: Pemuda pendek pun punya pesonanya tersendiri. Ah, rasanya aku ingin mengarunginya lantas membawanya pulang ke rumah sebagai bantalku.


Hay balas @Devi: Polisi, mana polisi? Shotacon detected!


...*** ...


Aku tidak sanggup berkomentar apa-apa terhadap ucapan Kak Agnes itu, malahan, aku lebih merinding terhadap komentar para netizen yang beberapa terlihat menjurus ke hal-hal yang berbahaya.


Aku pun melirik ke arah tiga pemain Lost Child yang sedang bersama kami juga saat itu yang seharusnya turut menjadi saksi kekalahan Ecila. Mereka semua hanya tertunduk diam dengan ekspresi ketakutan tanpa berani berkomentar apapun terhadap perkataan senior mereka itu.


“Apakah adik kita yang manis ini tahu sesuatu tentang beritanya? Siapa ya gerangan pemuda ganteng dengan rambut emas bercampur hitam dengan mata emas yang dikatakan sudah mengalahkan junior kami itu?”


“Hahaha.” Aku hanya menanggapinya dengan tertawa masam tanpa berkomentar apa-apa perihal Kak Agnes walaupun sedang senyum sekarang, tetapi entah mengapa ekspresinya terlihat sangat menakutkan.


“Kayaknya junior-juniorku yang manis ini perlu merasakan kasih sayang lagi dari para seniornya.” Ujar Kak Agnes masih dengan senyumnya yang ramah.


Namun terlihat tanggapan ekspresi yang berbanding terbalik ditunjukkan oleh ketiga pemain Lost Child itu. Mereka semua tiba-tiba mengeluarkan keringat dingin dengan mata yang bergetar.


Yah, itu juga bukan urusanku sih, biarkan mereka mengurus masalah internal tim mereka sendiri. Yang jelas, aku mengalahkan Ecila secara jujur dan adil, walaupun sebenarnya tidaklah terlalu jujur dan adil pula sih sehingga aku sendiri tidak puas dengan hasil pertandingan itu perihal Ecila kalah karena menyatakan menyerah soerang diri.


Aku tidak puas dengan hasil yang seperti itu. Dalam waktu dekat, kami pokoknya harus mengadakan pertandingan ulang lagi untuk menentukan siapa yang terbaik di antara kami. Suatu pertandingan yang lebih berkelas dan resmi, tidak hanya sekadar pertandingan asal-asalan di dalam warnet saja.


Tapi kapan kami akan punya kesempatan itu? Perihal besok aku sudah akan pulang kembali ke Indonesia sedangkan Ecila tinggal di Amerika. Dan mungkin setelah itu, kami tidak akan punya lagi kesempatan untuk bertemu. Kecuali… Kecuali akan ada lagi kompetisi yang seperti ini.


Tetapi bukan lagi sebagai penonton, melainkan…


Ah, apa yang baru saja kupikirkan. Benar-benar hal yang bodoh.


Aku pun segera berdiri meninggalkan kursiku menyusul Kak Nina dan Kak Raia dengan Lia di sampingku, meninggalkan kelima orang itu bersenda-gurau satu sama lain.


Akan tetapi, ucapan seorang wanita kembali mencegat langkahku.


“Luca, mengapa kamu bisa sehebat itu? Walaupun Ecila tidak menggunakan the twin dragonnya, kami saja tidak ada yang bisa mengalahkannya. Apa jangan-jangan kamu juga seorang ‘Lost Child’?” Itu adalah Kak Aghena.


Tetapi apa maksud pertanyaannya itu?


“Ah, aku sama sekali tidak ada niatan bergabung dengan Tim Lost Child, Kak.” Jawabku yang saat itu berpikir mungkin Kak Aghena berniat mengajakku masuk ke timnya.


“Ah, maafkan aku, Luca. Bukan apa-apa. Anggap saja aku tidak pernah bertanya.” Ujar kembali Kak Aghena.


Namun ekspresi Kak Aghena itu tiba-tiba saja menunjukkan ketidakenakan. Tidak hanya Kak Aghena, tetapi juga Kak Goruth, Kak Kalora, termasuk Kak Agnes juga menampakkan raut wajah terpelintir yang sama seolah menyembunyikan sesuatu.


Hanya Kak Duke saja yang tetap dalam ekspresinya yang tidak bisa dibaca itu dengan kedua bola matanya tertutupi oleh kacamata hitamnya.

__ADS_1


Tampaknya aku sudah salah duga terhadap maksud pertanyaan itu. Maksud pertanyaannya pastilah lebih dalam dan sensitif dari yang aku kira. Tetapi apa gerangan itu?


__ADS_2