
“Ukkkkkkh!” Aku langsung meregangkan punggungku begitu akhirnya tiba di tempat tujuan, merasakan pengalaman pertamaku berkendara naik pesawat selama lebih dari sehari itu.
Sejak dari pesawat, anggota keluarga peserta dan para peserta pertandingan e-sport vrmmorpg memang telah dipisahkan posisinya. Itu sebabnya, selama dalam perjalanan, aku sama sekali tidak melihat Lia. Di sebelahku hanya ada Kak Nina, Kak Raia, serta Tante Judith. Ah, entah mengapa aku merasa kesepian karenanya.
Dari bandara kedatangan, para anggota keluarga peserta langsung diarahkan ke hotel, sementara para peserta lomba diarahkan untuk mengikuti technical meeting kegiatan lomba. Jadi pas tiba pun, aku juga belum sama sekali melihat Lia.
Tetapi ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkannya sekarang. Malam ini ada waktu luang. Aku tidak boleh sama sekali menyia-nyiakan waktu ini. Sekarang waktu yang tepat untuk melanjutkan pelatihanku untuk Kak Nina dan Kak Raia. Aku pun segera menyeret mereka berdua untuk latihan vrmmorpg melalui salah satu fasilitas yang disediakan buat tamu hotel.
“Luca, setidaknya sehari saja, biarkan kami jalan-jalan menikmati pemandangan New York.”
“Iya, Luca. Bukankah kamu terlalu tegas sama latihannya?”
Kak Nina dan Kak Raia tampak mengeluh, tetapi aku mengabaikan saja keluhan mereka sambil memberikan tatapan yang mengancam. Tetapi entah mengapa bukannya takut, mereka malah tertawa senang. Karena pada akhirnya mereka menuruti perkataanku, yah anggap saja semuanya berjalan dengan baik.
Aku hari ini berencana membawa Kak Nina dan Kak Raia untuk menaklukkan dungeon pemula. Melihat dari level serta kemampuan mereka saat ini, misi itu sangat cocok buat mereka untuk level-up sampai level 10.
Namun begitu aku memasuki game, tiba-tiba sebuah pesan masuk di papan statusku. Itu dari Paman Heisel yang mengatakan bahwa aku harus secepat mungkin menghadap ke Kaisar Lalania yang berkaitan dengan misiku sebelumnya di sana.
Aku sempat bingung tentang apa tujuan panggilan kaisar itu padaku karena seingatku misinya sudah kuselesaikan dengan baik dan bahkan aku menuliskan dengan lengkap laporannya sampai pada akar masalah tentang siapa dalang pemberontakannya. Aku bahkan secara sukarela membantu mereka mengalahkan monster iblis yang mengamuk di ibukota kekaisaran.
Jadi apa tujuan Kaisar memanggilku? Apa jangan-jangan Duke Trashio mencoba menyangkal keterlibatannya dan balik menjadikan aku sebagai kambing hitamnya? Apapun itu, tidak ada gunanya aku berspekulasi di sini. Aku hanya harus memastikannya secara langsung.
“Apa? Kamu bercanda kan, Luca? Mana bisa kami menyelesaikan dungeon-nya hanya berdua?”
Setelah aku mengatakan bahwa aku akan meninggalkan mereka berdua untuk level-up secara mandiri di dungeon pemula karena aku punya misi yang mendadak, Kak Nina langsung memprotesnya.
“Tenang saja, Nina. Kalau Luca yakin kita bisa, maka kita harusnya bisa. Kita harus mempercayainya. Kamu sendiri yang bilang begitu sebelumnya, kan?”
Untunglah Kak Raia mau berkompromi akan urusan mendadakku ini.
“Baiklah. Tapi kamu sebaiknya menjaga aku baik-baik ya, Raia. Aku akan seketika kehilangan status apprentice-ku begitu gameover soalnya aku baru level 5 sekarang.”
__ADS_1
“Tenang saja, serahkan padaku.” Jawab Kak Raia dengan percaya diri.
Tetapi setelah kupikir-pikir lagi, apa yang ditakutkan Kak Nina ada benarnya juga. Akan bahaya kalau Kak Nina gameover sekarang. Itu berarti otomatis hasil kerja keras kami selama ini dalam menangkap para pet buat Kak Nina akan menjadi sia-sia karena dengan hilangnya status job sebagai apprentice tamer, maka otomatis para pet yang di-tame-nya saat ini akan kehilangan koneksi jiwanya dengan Kak Nina sehingga Kak Nina perlu melakukan proses dari awal lagi.
Aku pun segera men-summon Aura.
“Aura, tolong jaga proses level-up Kak Nina dan Kak Raia untuk saat ini ya.”
“Siap, Master!” Jawab Aura dengan penuh percaya diri.
Aku pun bisa dengan lega meninggalkan mereka berdua di bawah pengawasan Aura. Jika ada apa-apa, Aura dapat segera memberitahuku lewat telepati dan jika diperlukan, aku bisa segera menggunakan skill ‘instant change’ yang baru-baru ini kuperoleh untuk bertukar posisi dengan Aura dalam waktu sekejap.
“Baik, aku serahkan padamu ya.”
Setelah mengatakan itu, aku pun kembali menggunakan portal di desa pemula untuk terhubung dengan portal di guild assassin. Setelah menemui Paman Heisel sejenak untuk menanyakan detilnya, aku lantas segera menuju ibukota Kekaisaran Lalania lewat portal.
@@@@
Suatu wajah tak asing tak sengaja ikut dilihatnya pula di antara kerumunan para pejabat istana. Merekalah duo player wanita hebat peringkat dua dan tiga dalam game yang sebelumnya disaksikan oleh Luca mengalahkan Dojoron yang berlevel 132 itu dengan tanpa mengeluarkan keringat, sekaligus player yang melampaui batas level yang diizinkan untuk manusia itu.
Merekalah S07 dan Virus Lady.
Virus Lady pun tersenyum dan menyapa Luca, “Oh, bukankah ini pemuda newbie yang waktu itu berhasil menahan Dojoron sebelum kita datang.” Ujar Virus Lady disertai senyuman khas bibirnya yang montok.
Luca hanya menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanggapan sopan santun terhadap kedua player wanita hebat itu.
“Sang Kaisar kelima Kekaisaran Lalania, Cecilia de Lalania, telah tiba.”
Seraya sang kanselir mengatakan hal itu, para hadirin seraya menundukkan kepalanya dengan sopan di hadapan sang kaisar. Tentu saja sebagai seorang player, baik Luca, S07, maupun Virus Lady tidak punya kewajiban untuk itu dan mereka benar-benar tidak melakukannya sama sekali.
Alasan S07 adalah karena dia adalah putri dari suatu kerajaan yang lebih superior menurut sudut pandangnya yang akan merendahkan martabatnya jika menunduk pada raja negara lain dengan status yang lebih rendah
__ADS_1
Sementara Luca telah diajarkan pamannya dengan tegas untuk tidak tunduk pada siapapun bahkan pada raja berkuasa sekalipun karena itulah prinsip teguh yang dipegang oleh guild assassin selama ini. Adapun alasan Virus Lady mengapa tidak ikut tunduk adalah karena alasan konyol bahwa itu merepotkan.
Luca justru tampak menatap dengan penuh keheranan pada sang kaisar karena setahunya kaisar Lalania adalah seorang pria berusia 50-an yang sudah sakit-sakitan, bukannya seorang wanita yang cantik jelita.
“Hai, orang luar! Dasar tidak sopan di hadapan Kaisar!” Tampak seseorang berteriak menegur ketidaksopanan mereka karena tidak ikut menunduk. Dialah Hendric Albatarma yang telah naik jabatan dari komandan pasukan pengawal putri menjadi komandan pasukan pengawal kaisar.
Bersamaan dengan itu, para pasukan kekaisaran lantas mengepung mereka bertiga dengan tombak di tangan mereka. Tampak jelas Virus Lady tidak senang dengan sikap kurang ajar mereka itu. Jika bukan S07 yang menghentikannya, dia pasti sudah melakukan pembunuhan keji di tempat tersebut.
Kaisar Cecilia segera mengangkat tangannya untuk menghentikan anak buahnya itu, “Sudah cukup, hentikan! Mereka tidak terikat dengan kekaisaran sehingga tidak punya kewajiban melakukan penghormatan di hadapan kaisar.
Syukurlah sang kaisar baru, Kaisar Cecilia, adalah seorang yang pengertian sehingga hal yang terburuk pun dapat terhindarkan terjadi di tempat itu.
Sang Kaisar pun lantas menatap ke arah Luca sebagai orang yang secara tidak langsung paling berjasa dalam kemulusan langkahnya menjadi seorang kaisar. Berkat Luca, dia bisa menyingkirkan duri beracun, Duke Trashio, melalui laporan keterlibatannya dengan pemberontakan Other.
Setelah digali lebih lanjut, rupanya organisasi Other yang katanya mengatasnamakan rakyat jelata itu ada kaitannya dengan para necromancer yang saat ini sedang menyebabkan insiden zombie di perbatasan Kekaisaran Lalania dengan tanah kematian. Duke Trashio-lah yang rupanya menjadi dalang berhasilnya para necromancer ini menyusup ke wilayah kekaisaran mereka.
Organisasi Other dengan dukungan Duke Trashio tidak hanya melakukan usaha perbudakan, pelacuran, penjualan manusia, dan berbagai usaha inhumanisasi lainnya, melainkan juga yang paling bertanggung jawab atas insiden zombie yang menewaskan banyak nyawa yang tidak berdosa.
Dengan sedikit rekayasa informasi, Duke Trashio akhirnya juga ikut disalahkan pada sarangan Dojoron sebelumnya di ibukota kekaisaran.
Karena kejahatan tingkat tingginya itu, Kaisar Cecilia tidak kesulitan untuk membawa Duke Trashio di guillotine untuk dieksekusi mati.
Adapun untuk ratu beserta kedua anaknya, Kaisar Cecilia singkirkan dengan balik menggunakan skema mereka sendiri. Melalui kelalaian mereka dalam menghalangi pasukan Kaisar Cecilia waktu masih menjabat sebagai putri kekaisaran itu sehingga gagal mengatasi secara langsung serangan Dojoron, mereka dipersalahkan sebagai pengkhianat negara dan turut dieksekusi mati.
Semuanya berjalan lancar karena masalah justru diatasi oleh Luca tanpa menerima misi dari sang ratu sehingga ratu pun tak dapat mengelak lagi.
Dengan tidak adanya pesaing lagi, serta kondisi kaisar keempat yang sudah sakit-sakitan, akhirnya Putri Cecilia pun segera dinobatkan menjadi Kaisar Lalania yang kelima.
Pandangan mata Luca pun akhirnya bertemu dengan sang kaisar wanita itu yang baru pertama kalinya dalam sejarah Kekaisaran Lalania memiliki seorang kaisar wanita.
Kaisar Lalania lantas tersenyum ke arah Luca.
__ADS_1