The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
134. Peserta Delapan Besar


__ADS_3

Pertandingan babak 16 besar terus berlanjut.


Di pertandingan kedua, Pei Yu mengalahkan sang penjebak, Sergei, dengan mudah setelah Pei Yu menyebarkan selendangnya ke seluruh arena lantas mengunci pergerakan Sergei.


Di pertandingan ketiga, Ethan pun dengan mudah mengalahkan sang pengutuk darah, Tolo. Tolo sempat mendapatkan darah Ethan melalui tombak sabit-nya yang tajam lantas mengutuk Ethan.


Ethan pun merasakan kesakitan yang parah di sekujur tubuhnya ketika kutukan itu bekerja.


Namun di luar dugaan Tolo, walau dengan rasa sakit yang sangat luar biasa itu, sang pemain non-favorit itu masih bisa bergerak dan mengayunkan pedangnya seperti biasa lantas mengejar dan mampu menangkap Tolo dan mengalahkannya dengan ilmu pedangnya tersebut.


Selanjutnya di pertandingan keempat, itu adalah pertandingan sang robot mecha terakhir yang bertahan di arena melawan Ecila.


Tidak usah dipertanyakan lagi, sang robot Mecha pun tak ada tandingannya di hadapan sang the twin dragon. Ecila menang dengan mudah.


Lalu tibalah di pertandingan kelima. Pertandingan yang lumayan seru sekali lagi terjadi antara kedua pemain non-favorit tetapi berasal dari tim yang ternama yakni Silua, sang mage dari Tim Lost Child melawan Dennis, sang archer dari Tim Goliath.


Tanpa memberikan kesempatan Silua membaca mantranya, Dennis segera menyerang dengan kedua dagger di tangannya ke arah Silua. Ya, walau dia seorang archer, Dennis lebih dominan menyerang dengan kedua dagger di tangannya.


Dengan perisai sihirnya, Silua bertahan sembari menjaga jarak dengan Dennis. Adu pedang dan perisai sihir pun terjadi.


Tetapi Silua adalah mage yang sangat berbakat. Dia adalah mage langka yang mampu menguasai empat elemen serta mampu mengeluarkan empat mantra sekaligus dalam satu kali rapalan.


Jebakan angin Silua di tanah serta jebakan petir-nya di udara sangatlah mengganggu Dennis. Dennis sama sekali tidak dapat menurunkan kewaspadaannya.


Lalu dengan cerdik, Silua menyerang secara diam-diam dengan membentuk bola-bola api dari atas udara secara tiba-tiba lantas menerjang ke arah Dennis melalui titik butanya.


Dennis terlambat menghindar sehingga serangan itu cukup fatal melukainya.


Serangan Silua tidak berhenti sampai di situ. Bola-bola es tajam secara tiba-tiba saja berkembang di sekujur kulit Dennis lantas mengoyak kulitnya itu.


Namun Dennis segera mengeluarkan aura-nya yang panas untuk melelehkan es-es itu sebelum berhasil mengoyak lebih lanjut kulit-kulitnya itu.


Begitu ada kesempatan, Dennis pun segera menjauh dari Silua setelah dia menyadari berbahayanya menyerang mage itu dari jarak dekat.


“Skill: Apollo meteor”


Seketika panah berkecepatan sangat cepat ditembakkan oleh Dennis ke arah Silua.


“Skill: eight layer of black lotus”


Namun seketika pula, delapan perisai berwarna hitam terbentuk di hadapan Silua oleh skill-nya.


Adu panah berkecepatan super dengan perisai mana pun terjadi.

__ADS_1


Dan hasilnya, panah berkecepatan super itu kalah telak yang hanya dapat menembus sampai lapis ketujuh.


“Sial, ini tidak mungkin.” Dennis yang tidak percaya skill-nya dibatalkan begitu saja pun mengumpat.


Akan tetapi tanpa memberikan Dennis kesempatan untuk memikirkan strategi selanjutnya, dengan cepat serangan balasan Silua tiba,


“Skill: night party”


Ketika Silua mengucapkan mantranya itu, angin di sekeliling Dennis tiba-tiba meliar lantas menjebaknya di dalam. Lalu, petir disertai api pun menyambar berturut-turut di dalam barier angin badai itu.


“Aaakkkh!”


Dennis yang terjebak di dalamnya pun tak sanggup lagi untuk menghindar dan gameover di arena.


Kemudian masuk ke pertandingan keenam, ada Raihan sang favorit kedelapan melawan sang pemain Epic Fantasy favorit kelima belas, Lucas. Dia adalah pemain dengan bola-bola listrik itu.


Lucas menyerang dengan bola-bola listriknya, tetapi perisai kokoh Raihan menangkis semua serangan itu. Hingga tiba pada suatu titik di mana Lucas tampak mulai kelelahan karena mana drop,


“Skill: shield thrust”


Raihan segera memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang dengan membenturkan dalam kecepatan yang sangat cepat perisainya yang kokoh itu sehingga sang pemain Epis Fantasy itu pun terluka parah dan memuntahkan darah. Lalu dalam tiga kombo serangan hantaman perisai, Lucas tak mampu lagi bertahan dan gameover di arena.


Selanjutnya, akhirnya tiba di pertandingan ketujuh. Kini giliran pemain Silver Hero yang lain untuk bertanding. Dialah Asario yang akan berhadapan dengan sisa pemain Epic Fantasy yang bertahan, sang penguasa angin yang sempat mengalahkan Glen di babak 64 besar, Austin sang favorit kesebelas.


“Asario, kamu harus hati-hati padanya. Dia adalah pemain yang sangat licik.”


“Tenang saja. Skill pengunci anginnya itu takkan bekerja padaku. Soalnya tebasan lintas dimensiku sama sekali tak terpengaruh oleh konsep ruang dan waktu.”


“Bukan itu. Dia adalah pemain yang sangat licik dan dia juga pasti sudah melihat skill tebasan lintas dimensimu itu di pertandingan sebelumnya. Dia sudah pasti telah menyusun rencana licik lain untuk menghadapinya.”


“Sudah kubilang, serahkan saja semuanya padaku. Sebagai anggota Tim Silver Hero yang terakhir bertahan, aku berjanji akan membawakan hasil yang maksimal demi kemenangan tim kita. Walau sudah tidak ada peluang mengejar skor Tim Lost Child dengan masuknya dua pemain mereka ke delapan besar, tetapi kita masih punya harapan untuk meraih juara kedua tim melalui kemenanganku. Maka serahkanlah semuanya padaku.”


Glen tampak tidak berkata apa-apa lagi. Dia kali ini hanya mengangguk dalam diam.


“Lia, sang nona manja itu saja telah berjuang di luar batas kemampuannya demi tim ini. Mana mungkin aku akan menyia-nyiakannya.” Asario bergumam dalam hati.


Lalu pertandingan ketujuh itu pun berlangsung.


Asario mewaspadai skill pengunci angin yang menyebabkan kehampaan udara di sekitar yang sempat dikeluarkan oleh Austin sewaktu melawan Glen. Namun, di luar dugaan Asario, justru kebalikannya yang terjadi.


“Skill: badai angin titing peliung”


Di saat Asario hendak mengeluarkan jurus tebasan lintas dimensinya, arus angin pun berubah menjadi sangat kencang yang tidak diduga-duganya menyebabkan portal yang dibentuknya itu menjadi tidak stabil dan area kemunculannya pun menjadi sedikit terdistorsi yang akhirnya meleset dalam menyerang Austin.

__ADS_1


“Jangan pikir kau sudah mengalahkanku, rambut pirang sialan!”


Tidak ada tanda-tanda sama sekali terlihat di wajah Asario bahwa dia panik dalam keadaan itu. Dia justru dengan percaya diri mengeluarkan serangan ultimate skill-nya yang lain.


“Skill: sun slash”


Sinar putih terang yang terbentuk oleh aura pedang pun menembus ke dalam badai angin yang sangat kencang itu. Seolah tanpa gangguan sama sekali, sinar putih terus melesat begitu saja hingga mencapai dan membelah tubuh avatar Austin menjadi dua.


Austin pun kalah dan kemenangan berhasil diraih oleh Asario.


Terakhir, ada pertadingan kedelapan antara sang alchemist gila, Chung Li, melawan favorit kesepuluh, Renn, sang anggota dari Tim Gatra yang terakhir bertahan.


Namun berbeda dari apa yang diharapkan oleh semua orang, Chung Li tidak segila sewaktu menghadapi Fotio. Di situlah semua orang menyadari, ah, rupanya waktu itu adalah pertarungan yang disisipi perasaan balas dendam dari Chung Li kepada Fotio saja.


Semuanya pun seketika menjadi penasaran tentang dendam apa gerangan. Sayangnya hal itu tak akan pernah terjawab lagi.


Singkat cerita, dengan kemampuan alchemist-nya yang unggul, Chung Li dapat memenangkan pertarungan dengan mudah ketika sang mage yang tidak memiliki resistensi terhadap racun itu berhasil dengan licik dijebak oleh Chung Li sehingga terpapar oleh racunnya yang mematikan.


Dengan demikian, peserta delapan besar individu yang akan mengikuti babak final di hari terakhir besok pun di tentukan.


\=\=\=



Eros – Goliath – Prussia Atlantic – Evernight (Favorit 4)


Pei Yu – Ying Xiong – China – Jian Xia (Favorit 16)


Ethan – Metamorphosis – Brazilia – Underworld (non-favorit)


Ecila – Lost Child – Amerika Serikat – The Last Gardenia (Favorit 1)


Silua - Lost Child – Amerika Serikat – The Last Gardenia (non-favorit)


Raihan – Aaron – Buginesia – The Last Gardenia (Favorit 8)


Asario – Silver Hero – Indonesia – The Last Gardenia (Favorit 5)


Chung Li – Ying Xiong – China – Jian Xia (non-favorit)


\=\=\=


__ADS_1


__ADS_2