The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
130. Luca vs Pemain Lost Child


__ADS_3

“Kenapa? Kenapa aku bisa kalah?”


Usai kekalahannya, Goruth tampak tak bisa menahan rasa shok-nya itu.


“Padahal setelah kupikir tahun ini aku bisa mencapai hasil yang lebih baik dengan tim, tetapi mengapa aku yang selalu masuk delapan besar pertandingan individu ini justru kalah di 32 besar?!”


“Trak.”


Saking kesalnya pemuda itu, dia pun meninju dengan keras tiang besi di dekatnya yang tiada salah apa-apa itu.


“Aku muak dengan Tim Lost Child yang selalu menempati posisi ketiga sementara Tim Goliath dan Ying Xiong selalu bersaing di atas kami menempati posisi satu dan dua. Padahal kami pada akhirnya dapat memperoleh rookie hebat seperti Ecila di tim kami, tetapi mengapa malah justru aku yang mengacaukannya?!”


Pemuda itu pun merasa sesak berada di asramanya. Dia tidak dapat melepaskan diri dari bayang-bayang kekalahannya di 32 besar itu.


Pemuda itu pun berjalan tanpa arah, lalu tanpa sadar,


“Buaaaak!”


Pemuda itu tahu-tahu sudah ada di lobi umum dan berbenturan dengan seorang pemuda berambut pirang kehitam-hitaman.


“Hei, anak sialan! Kamu taruh di mana matamu, hah?!”


Pemuda yang telah penuh kekesalan di hatinya itu pun, akhirnya meluapkan segalanya begitu kesempatan untuk dia bisa marah itu tiba.


“Hei, Paman. Bukankah dalam hal ini kita sama-sama salah karena tidak fokus memperhatikan jalan? Tetapi mengapa Paman justru marah-marah seperti itu?”


“Apa??! Paman?! Aku ini masih 17 tahun, Bocah Sialan!


“Ah? Oh, kamu rupanya Goruth dari Lost Child yang dikalahkan oleh Lia ya?”


Mendengar ucapan pemuda berambut pirang kehitam-hitaman itu kepadanya yang tampaknya mengenali dirinya dalam artian negatif, pemuda berambut putih itu pun memperhatikannya dengan seksama.


“Ah.”


Pemuda berambut putih itu pun mengingatnya. Di saat sesi pertandingan mereka berakhir dan Lia beserta dirinya menyapa penonton, Goruth dengan jelas menyaksikan bahwa pemuda yang di hadapannya itulah yang sempat saling melambaikan tangan dengan lawan wanita mungil yang telah mengalahkannya itu.


“Kau! Kau orang yang bersama wanita itu rupanya! Apa dia yang sengaja menyuruhmu kemari untuk meledekku?!”


“Wanita itu? Maksud Kakak Lia ya. Hah.”


Mendengar ucapan Goruth itu, Luca pun mendesahkan nafasnya.


“Mana mungkin hal itu bisa terjadi, Kak Goruth. Aku saja belum sempat bertemu Lia selama pertandingan. Jangan-jangan Kakak kesal ya dengan hasil pertandingan Kakak?”


“Kau! Kau mau meledekku rupanya ya!”

__ADS_1


“Yah, jangan terlalu kesal begitulah, Kak Goruth. Ini kesempatan baik. Bagaimana kalau bermain game bersamaku untuk menenangkan diri Kakak? Kakak sudah familiar dengan The Last Gardenia kan? Mari main beberapa ronde denganku.”


Namun mendengar perkataan Luca itu, entah mengapa justru urat syaraf di pelipis Goruth semakin menegang.


“Kau meremehkanku rupanya ya, Bocah? Mana mungkin pemain biasa sepertimu bisa mengalahkan pemain profesional tingkat tinggi sepertiku!”


“Yah, kita tidak akan tahu sebelum mencobanya, kan? Atau apa. Apa Kakak takut?”


“Bocah sialan ini!”


Pada akhirnya, pemuda berambut putih yang urat syaraf di pelipisnya telah tampak pada batasnya itu menerima tantangan Luca tersebut setelah diprovokasi olehnya.


***


Di tempat lain,


“Senior Aghena, apa Senior sempat melihat Senior Goruth? Sejak dari tadi aku tidak dapat menyaksikannya di mana pun.”


Namun bukan Aghena, tetapi Silua-lah yang justru menjawab pertanyaannya itu,


“Oh, aku sempat melihat Senior Goruth tadi keluar ke area lobi umum.”


“Duh, Senior itu. Apa dia tidak memiliki kesadaran diri? Bagaimana jika sampai dia berbuat onar di luar dan mencoreng nama baik tim kita.”


Kalora-lah yang kini membekap pundak mungil sang pria yang perawakannya sangat mirip dengan wanita itu,


“Kalau itu, aku juga ragu, Senior Kalora. Soalnya Senior Goruth hari ini tidak dalam kondisi mental yang baik setelah kekalahannya di 32 besar. Senior tahu sendiri kan, Senior Goruth seperti apa kalau sedang kalah main game?”


Semuanya terlihat tenang sampai mereka mendengar perkataan logis dari Silua itu. Mereka seketika berubah panik dan memutuskan untuk segera mencari Goruth sebelum apa yang mereka takutkan di pikiran mereka itu benar-benar terjadi.


***


“Ini?”


Sesampainya di lobi umum yang dekat dengan hotel tempat para tamu keluarga menginap itu, Aghena dan yang lain dikagetkan oleh keramaian tidak lazim di bagian zona game area tersebut.


Betapa bertambah kagetnya mereka begitu mendapati bahwa apa yang ditonton oleh kerumunan itu tidak lain adalah pertandingan game rekan yang sementara mereka cari yang tampak sedang bertanding dengan pemuda antah-berantah yang sama sekali tidak mereka ketahui asal-usulnya itu.


Namun, apa yang membuat mereka shok tidaklah sampai di situ.


“Ini?”


“19 vs 0? Ini tidak salah kan? Skornya sedang tidak terbalik atau bagaimana kan?”


Ecila terperangah sementara Silua tampak berusaha menolak kenyataan.

__ADS_1


“Itu tidak mungkin-lah. Mana mungkin papan skor bisa tertukar. Ini jelas kekalahan telak buat Goruth.”


Kalora menambahkan dengan komentarnya.


“Tapi apa itu mungkin, Senior? Senior Goruth bagaimana pun adalah pemain profesional sementara lawannya seingatku bukanlah salah satu peserta di sini. Bagaimana seorang biasa yang tiba-tiba ditemuinya di jalan bisa mengalahkannya dengan skor 19 vs 0?!”


“Itu salah, Silua. 20 vs 0.”


Aghena mengoreksi ucapan Silua itu sembari menunjuk ke arah papan skor yang rupanya telah berganti angka.


Silua, Aghena, dan Kalora hanya dapat mematung menyaksikan kejadian yang tidak biasa itu. Ecila-lah yang berinisiatif untuk maju, melawan arus kerumunan penonton yang menghalangi jalan tersebut.


Lalu dengan percaya diri, Ecila memutus sambungan listrik kedua pemain yang sedang bertanding itu. Alhasil, keduanya pun kembali ke kesadarannya di dunia nyata.


Goruth terpelongo meratapi kekalahannya pada seorang pemain newbie yang tak terduga.


“Duh, apa ini? Apa kamu yang memutuskan sambungan listriknya? Padahal aku belum puas bermain dengan Kak Goruth. Jarang-jarang aku menemukan lawan yang hebat seperti Kak Goruth.” Luca menggerutu kesal pada Ecila yang menghentikan kesenangan permainannya itu.


Ecila pun melihat sekeliling. Rupanya penyamaran yang mereka lakukan tampak sia-sia saja. Dengan cepat para penonton di ruangan itu menyadari bahwa mereka adalah Tim Lost Child, terima kasih berkat Goruth yang dengan frontal menampakkan wajahnya.


“Tim Lost Child ternyata tidak ada apa-apanya ya? Masak salah satu anggotanya bisa kalah dari pemain amatiran?”


“Sudah kubilang kan? Tim Goliath dan Ying Xiong jauh lebih kuat.”


Ecila pun mendengar suara bisik-bisik dari belakang yang tampak menghina Tim Lost Child.


Ecila yang kesal pun lantas mengambil keputusan yang tak terduga.


“Baiklah. Siapa namamu. Adik Kecil?”


“Aku Luca dan perkenalkan tahun ini aku sudah berusia 15 tahun dan masuk SMA.” Luca tampak sedikit kesal dengan Ecila yang mengiranya sebagai anak kecil.


“Oh, maafkan aku. Ternyata kita seumuran. Bagaimana kalau latih tanding denganku, Luca? Aku berjanji takkan menggunakan the twin dragon. Aku akan bertarung denganmu hanya dengan beladiri saja, bagaimana?”


“Itu tampak menarik, tapi lebih baik lagi jika kamu tidak usah menahan diri dan menggunakan the twin dragonmu saja.”


“Kalau itu, tampaknya agak sedikit keterlaluan untuk pemain amatiran.”


“Sayangnya, aku ini bukan pemain amatiran biasa. Kamu sudah lihat kan pertarunganku dengan Kak Goruth?”


Namun di kala Ecila hendak menyanggah lagi perkataan Luca, Silua tiba-tiba masuk ke dalam percakapan mereka.


“Hei, Ecila. Kenapa kamu juga ikut-ikutan terprovokasi? Kamu sadar kan ini bisa menjadi masalah yang besar?”


“Tidak usah khawatir, Senior Silua. Tidak ada larangan untuk bertarung dengan amatiran di tempat ini. Terlebih, tidakkah Senior merasakan suasana sekitar? Jika kita hanya pergi dalam keadaan seperti ini, hal ini akan segera menjadi rumor yang akan merusak nama baik tim kita. Paling tidak untuk menimalisir keadaannya, aku harus mengalahkan amatiran sok yang sudah mengalahkan Senior Goruth itu.”

__ADS_1


Lalu, pertandingan antara pemain favorit 1 di kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat internasional itu dengan pemain antah-berantah yang bernama Luca pun diputuskan.


__ADS_2