
“Senior! Senior! Coba lihat kemari!” Tampak seorang pemuda memandangi layar komputer dengan mata terbelalak.
“Ada apa Dimas? Pasti kamu lagi-lagi memperhatikan yang tidak-tidak ya?” Dengan wajah mengantuk sambil membawa secangkir kopi, seorang wanita yang dipanggil pemuda itu sebagai senior datang menghampirinya.
“Duh, Senior, kau anggap aku ini apa? Tapi kali ini, sesuatu yang luar biasa benar-benar terjadi. Quest anak baik hati dan penyayang baru saja terselesaikan.”
“Eh, apa tadi kamu bilang?” Salah seorang wanita lainnya yang tampak lebih tua dari yang pertama yang kebetulan juga ada di sana tanpa sengaja menguping pembicaraan kedua juniornya lantas mendadak kaget dan ikut mengamati layar.
Karina, sang senior dari pemuda yang bernama Dimas itu tak kalah kagetnya. Mereka bertiga menatap layar komputer dengan penasaran.
“Bohong, ini tidak mungkin. Quest itu seharusnya dirancang untuk sulit ditemukan, alih-alih diselesaikan pemain, terlebih, hanya hanya newbie yang masih level 6 saja yang dapat membuka kunci quest-nya. Quest ini seharusnya tidak terbuka secepat itu. Padahal pihak manajemen sendiri memprediksi kalau quest ini minimal akan terbuka 4 tahun kemudian. Siapa yang menduga kalau newbie yang hebat akan muncul secepat ini.”
Milanda, yang tertua di antara mereka pun memberikan komentarnya.
“Benar, benar. Di samping itu, quest tersembunyi-nya ada di wilayah quest serigala perak di mana jika seseorang ingin mencapai syarat pengaktifan questnya yakni sang newbie masih berlevel 6, artinya dia harus maju pada tiap lapisan area serigala perak tiap naik satu level. Dengan kata lain, dia harus men-clear-kan tiap area dengan level yang minimum.” Dimas menambahkan.
“Walaupun berlevel rendah, tetapi serigala perak memiliki agility yang sangat hebat, terlebih bos monster-nya dirancang dengan efek buff dan debuff yang luar biasa. Untuk berpikir seorang newbie yang bahkan belum memperoleh job class apprentice-nya benar-benar mampu untuk menyelesaikannya dengan level minimum, bukankah ini terlalu luar biasa?” Komentar pun datang dari Karina dengan antusias.
“Tidak hanya itu, walaupun kamu dengan hebat mampu membuka questnya dengan mengalahkan boss monster serigala perak di tiap lapisan dengan level minimum, tidak semua orang akan terpikir untuk mengambil quest itu karena permintaannya yang sangat sulit di mana kamu harus menyelamatkan sandera yang disandera oleh puluhan troll berlevel 25 – 30. Woi, woi, mana ada newbie yang berani untuk mengambilnya.” Tambah Milanda lagi.
“Dan juga hadiah rewardnya sangat sangat tidak sepadan kan, yang hanya 5 rupiah? Hanya anak yang benar-benar berhati malaikat yang mampu menerima quest tersebut.” Dengan muka yang kusut, kali ini Dimas yang menambahkan.
“Atau anak yang benar-benar bodoh.” Dengan cepat, Milanda memotong kembali pembicaraan itu. Mendengarnya, Dimas dan Karina hanya dapat tertawa kecut.
“Tapi, Senior, bukannya quest tersembunyi itu ditutupi oleh fake quest juga kan?” Tanya Karina kepada Milanda.
“Iya. Setelah sandera yang merupakan cucu dari pemberi quest berhasil diselamatkan dan keluar dari sarang monster, sang nenek ternyata sudah keracunan oleh duri tanaman yang tidak sengaja diinjaknya. Untuk menyelamatkannya, pemain harus menebus elixir level rendah seharga 200000 rupiah koin. Sama persis seperti jumlah reward menyelesaikan fake quest-nya. Orang biasa tentu berpikir dua kali menggunakan uang banyak yang secara beruntung didapatkannya.”
“Ditambah dengan pemberitahuan palsu sistem pada fake quest bahwa tanpa menyelamatkan sang nenek pun, si pemain sudah bisa menyelesaikan questnya.”
“Hehehehehe. Benar-benar keusilan dari sistem ya. Karena justru dengan tidak menyelamatkan sang nenek, hadiah uang 200000 rupiah koin-nya plus hadiah spesial gatcha senjata akan lenyap.”
Milanda menjawab lantas Karina kembali menanggapi dengan candaan.
“Sesuai nama quest-nya benar-benar dibutuhkan hati seorang malaikat di samping kekuatan hebat dalam menyelesaikan quest-nya ya.” Dimas menambahkan dengan terlihat penuh kekaguman pada orang yang telah menyelesaikan quest tersebut.
__ADS_1
“Jadi siapa pemain yang telah menyelesaikan questnya?” Milanda lantas bertanya dengan penasaran kepada Dimas. Karina turut memperhatikan dengan antusias.
Begitu Dimas membuka tombol pemberitahuan global sistem, mereka pun bisa melihat nama sang pemain.”
“LUCA? Hanya 4 karakter? Bisa-bisanya masih ada newbie yang mampu membuat nama hanya dengan empat karakter di kala vrmmorpg perusahaan kita telah dirilis sejak 25 tahun yang lalu. Bukankah ada larangan sistem untuk membuat nama dengan karakter yang sama? Tidak hanya untuk The last Gardenia, tetapi untuk vrmmorpg seri sebelumnya kan?”
Milanda pun berujar keheranan. Raut wajah Karina juga tidak menunjukkan banyak perbedaan dari Milanda. Kedua-duanya terkaget dengan hal tersebut.
“Hahahahaha. Pemain itu pasti adalah orang yang sangat beruntung.” Melihat ekspresi kaget kedua seniornya tersebut karena melihat keberuntungan Luca, Dimas tak dapat menahan tawanya.
Di tempat lain di dalam game, satu orang lagi telah menerima pemberitahuan global sistem yang ditujukan kepada semua pemain The Last Gardenia.
...PEMBERITAHUAN GLOBAL...
...SELAMAT KEPADA PEMAIN ‘LUCA’...
...YANG TELAH BERHASIL MENYELESAIKAN...
...QUEST TERSEMBUNYI...
“Hahahahahaha. Sudah kuduga, mataku memang tidak pernah salah. Sejak pertama kali melihatnya, aku sudah tahu bahwa dia adalah pemain yang berbakat meski masih Newbie. Pokoknya, aku harus berhasil merekrut anak itu masuk ke Tim White Star kami.” Dengan antusias, pemilik akun bernama MOMMYSUPERSTAR1 yang tidak lain adalah Kirana, pencari bakat dari tim e-sport profesional White Star, berujar penuh keyakinan.
Selain Kirana, ternyata ada satu lagi wanita yang juga sementara ada di dalam game, menotice keberadaan newbie tersebut. Dialah pemilik aku bernama LIACAHAYATERANG alias Lia.
“Ini adalah pemberitahuan global pertama sejak vrmmorpg The Last Gardenia pertama kali dibuka. Tetapi nama pemain ini kok bisa sama dengan nama pemuda imut yang kutemui tempo hari ya? Apa mungkin mereka adalah orang yang sama?” Ujar Lia dengan tidak kalah antusiasnya disertai dengan tawa kecil.
Sementara itu, sang newbie yang telah menarik perhatian hampir seluruh pemain The Last Gardenia karena berhasil menjadi orang pertama yang diumumkan prestasinya lewat pemberitahuan global sistem sejak dibukanya vrmmorpg tersebut, malah masih sibuk memikirkan soal sepele seperti hadiah uang setara seratus juta rupiah yang padahal di masa depan, sesuatu yang lebih besar lagi telah siap menantinya.
Nama: LUCA (Lv 6)
Race: Manusia
Umur: 15 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki
__ADS_1
Pekerjaan: Newbie [silakan klik di sini untuk mengganti job ke apprentice]
Stat:
Strength: 7
Vitality: 2
Agility: 8
Dexterity: 3
Intelligence: 10
Luck: 600
Poin stat: 35
Skill: tebasan (Lv 10 max), tikaman (Lv 10 max), berjalan vertikal (Lv 4 /10), tahan nafas (Lv 5/10), gerak zig-zag (Lv 10 max), langkah bayangan (Lv 6/10), sembunyi (Lv 5/10), engineering (Lv 2/10), tikaman penghancur tengkorak (Lv 4/10), klik di sini untuk melihat detail skill yang masih non-aktif
Poin Skill: 290
Gelar: Anak baik hati, anak penyayang
Telepon, Kontak, Pesan, Item, Koin 200347 Rupiah
^^^1/2^^^
“Duh, ini gimana ya? Bukankah ini hanya hadiah dari fake quest yang seharusnya akan segera hilang? Apa ini error sistem ya? Aku harus segera menghubungi admin game ini. Jika ini benar error sistem, maka uang ini tidak sepatutnya menjadi milikku. Mana bisa aku memakai uang yang tidak halal.” Ujar Luca dengan ekspresi yang rumit di wajahnya.
“Tapi aku tidak tahu cara menghubungi admin game ini. Di buku panduan, hanya dikatakan jika ada masalah terkait game, silakan hubungi admin game-nya, tetapi tidak ada kontak info admin game yang dicantumkan. Nanti habis ini, biar kutanyakan pada Kak Nina saja.”
Luca pun menunda untuk memikirkan masalah tersebut.
“Mari kita lihat sisanya. Oh, akhirnya Luck-ku mencapai 600, berada pada nilai rata-rata orang normal.”
__ADS_1
Begitulah ujarnya dengan polos tanpa mengetahui bahwa Luck orang normal itu hanya berkisar 5 poin saja.