The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
228. Sosok Idola


__ADS_3

Banyak orang mengatakan bahwa waktu itu bagaikan aliran air hujan, tahu-tahu itu sudah berlalu begitu saja bahkan tanpa kita sadari.


Inilah yang kurasakan saat ini. Padahal, baru rasanya kemarin kumenyaksikan pertandingan spektakuler Kak Mark mengalahkan si pengkhianat Hermanto, mantan anggota Klub White Star sebelumnya dengan jurus tebasan lehernya yang mengagumkan.


Setelah melihat penampilan memukau Kak Mark-lah, aku mulai tertarik dengan dunia game vrmmorpg.


Bukannya Kak Mark adalah assassin terhebat yang pernah kukenal. Akan tetapi, kesan yang ditunjukkannya selama pertandingan terutama semangatnya dalam menghadapi lawan yang strength-nya jauh melampauinya membuat sangat terkesan padanya. Gaya bertarungnya begitu elegan dan berkarisma.


Bagiku, Kak Mark adalah sosok idola pertamaku sejak aku menginjakkan kaki di dunia nyata ini. Kak Mark adalah sosok pemain assassin dengan bakat unik yang tak pernah aku temui sebelumnya di Gardenia, itu sebabnya aku sangat mengaguminya.


Dan kini sosok idolaku itu akan menjadi lawanku di pertandingan final e-sport vrmmorpg tingkat profesional tersebut.


“Kamu sudah siap, Luca?”


“Hmm. Mohon bantuannya, Kak Mark. Aku pasti akan mengerahkan kemampuanku yang paling maksimal dalam pertandingan ini.”


“Begitu baru mantap. Hehehehehehe.”


Tidak hanya berbakat, Kak Mark juga adalah sosok pemain yang ramah. Hal itu membuat poin plus-ku padanya bertambah.


Lalu, pertarungan itu pun dimulai.


Kak Mark adalah sosok idolaku. Darinya, aku banyak belajar trik-trik assassinasi dalam sudut pandang yang belum pernah sama sekali aku dapati di Gardenia. Bisa dikatakan bahwa pertemuanku dengan Kak Mark adalah salah satu titik tolak perkembanganku menjadi seorang assassin yang lebih andal.


Oleh karena itulah, aku takkan mengecewakan Kak Mark dalam pertarungan kali ini.


Sesuai dugaan, Kak Mark sebagai lawan, bukanlah lawan yang mudah. Gerakannya gesit dan cepat. Kak Mark begitu terampil dalam menyerang bagian bawah lawan dengan sergapan yang cepat. Jika saja tubuhku sedikit lebih tinggi, maka aku pun pasti akan kesulitan menghadapinya.


Bisa dikatakan, kami adalah pemain setipe yang mengandalkan pusat serangan pada bagian bawah lawan. Hanya saja, tinggi badanku yang lebih pendek membuatku memiliki keuntungan lebih darinya.


Beberapa lama setelah kami beradu pisau, aku pun mulai mengonsentrasikan seranganku pada titik berat bagian yang lebih bawah lagi dari Kak Mark. Kak Mark ahli dalam menyerang titik bagian bawah lawan, namun pada dasarnya Kak Mark adalah orang yang cukup tinggi walaupun tidak setinggi Senior Asario. Dia hanya sedikit lebih tinggi dari Lia.


Aku pun mengambil kuntungan dari situ dengan melakukan serangan yang tak diduga-duganya dengan mengandalkan penyerangan di area sekitar paha ke bawah sembari dengan mudah menghindari serangannya dengan menunduk pada posisi yang sedikit lebih rendah.


Kak Mark selama ini pastinya hanya selalu melawan lawan yang lebih tinggi darinya. Oleh karena itulah dia tampak belum terbiasa melawan lawan yang lebih pendek darinya. Di situlah mulai terlihat celah kelemahan Kak Mark.


Perlahan, aku mulai mendesaknya dengan terus menyerang area paling bawahnya yang sulit untuk dilindunginya. Gerakannya pun mulai kacau dan dia mulai banyak melakukan kesalahan.

__ADS_1


Lalu ketika kesalahan itu mulai cukup fatal, di situlah aku menunjukkan taringku. Serangan kombo kukeluarkan disertai dengan jebakan tali penjerat.


Kak Mark terjebak, namun dengan cekatan berhasil kabur. Sayangnya, jurus tebasan lintas dimensiku telah menunggunya di belakang lantas dia pun terkena serangan dengan telak.


Aku berlari dengan cepat mendekati Kak Mark yang telah terluka itu lalu aku pun memberikan serangan penghabisan melalui kombo tusukan.


Dengan demikian, aku pun berhasil menang atas Kak Mark.


***


Situasi dengan cepat terbalikkan. Tim Silver Hero yang awalnya unggul di babak pertama harus menahan pahitnya kekalahan di tiga ronde berikutnya. Hal itu pun lantas membuat Asario mendecakkan lidahnya.


“Ck. Bahkan Mark sama sekali tidak berguna di pertandingan ini. Yah, itu wajar saja sih, jika lawannya adalah si bocah sialan itu. Hanya akulah yang sanggup untuk mengalahkannya.”


Dengan berupaya tetap tenang, Asario memasuki dunia virtual untuk mengikuti pertandingan kelima. Lawannya kali ini adalah Egi, salah satu newbie Tim White Star, layaknya Luca.


“Mohon bantuannya, Senior.”


Dengan sopan, Egi tampak berupaya menyapa Asario.


“Ya, ya. Mohon bantuannya juga.”


Asario mengucapkan kalimat itu dengan bergumam dan tidak berharap bahwa Egi mampu mendengarnya.


Sayangnya, indera pendengaran Egi cukup tajam untuk mendengar semua itu. Kemarahan di hati Egi pun seketika tersulut karena merasa dirinya direndahkan.


Lalu, pertandingan di antara mereka berdua dimulai.


Egi menyerang dengan gesit sejak di awal-awal pertandingan dengan memperhatikan jarak agar tidak berada di area serang pedang Asario. Panah-panah ditembakkan dengan lincah dan cepat kepada Asario yang tiap-tiapnya bekerja bagaikan rudal yang telah mengunci target.


Sayangnya, Asario mampu menepis tiap serangan Egi dengan menebasnya.


Karena serangan pedangnya tak mampu menggapai Egi, juga dia tak mampu bergerak mendekat sejak serangan panah-panah Egi tidak henti-hentinya mengancamnya, Asario pun menembakkan jurus aura pedangnya kepada Egi.


Egi juga mampu menghindar dengan baik.


Beberapa saat setelah itu, Asario mulai mengombinasikan jurus tembakan aura-nya dengan jurus ultimate tebasan lintas dimensi andalannya. Di luar dugaan, Egi juga mampu menghindari dengan baik itu semua, termasuk jurus tebasan lintas dimensi andalannya Asario tersebut.

__ADS_1


Mengapa demikian?


Alasannya adalah pada hari-hari sebelumnya, Egi telah meminta tolong kepada Luca untuk berlatih bersamanya dalam melakukan simulasi menghadapi jurus tebasan lintas dimensi Asario. Seperti yang kalian ketahui, Luca juga menguasai jurus yang sama.


Hari demi hari latihan bersama Luca, akhirnya membuat Egi terbiasa untuk menghindari serangan ultimate yang selalu saja datang dari titik buta lawan itu.


Itulah sebabnya, di dalam pertandingan yang sebenarnya dalam menghadapi Asario, Egi tidak lagi terlalu kesulitan untuk menghindari jurus tebasan lintas dimensi tersebut.


Akan tetapi, situasi dengan cepat berubah.


“Apa? Akkkkkhhhhh!”


Dengan cepat, Egi seketika terkena jurus tebasan lintas dimensi tersebut.


Egi sebenarnya mampu menghindari jurus tembakan aura yang datang padanya sembari segera melompat begitu tebasan lintas dimensi yang sejak dari tadi diwaspadainya benar-benar muncul.


Apa yang tidak diduganya adalah bahwa Asario mampu menggunakan tiga jurus tersebut dalam waktu yang bersamaan. Tidak hanya itu saja, jurusnya ternyata juga memiliki kemampuan yang sama seperti panah griffin Egi yang mampu mengejar target.


Begitu serangan tebasan lintas dimensi yang kedua dan ketiga yang tidak diduga-duga itu tiba, Egi sebenarnya masih mampu menghindar, walaupun dalam skala yang nyaris terkena. Sayangnya, tebasan lintas dimensi pertama yang dikira Egi sudah dilaluinya, tiba-tiba saja berbalik arah lantas mengenai Egi dengan telak.


Kali ini, kemenangan diraih oleh Tim Silver Hero. Dengan demikian, kedudukan pun menjadi 3 untuk Tim White Star dan 2 untuk Tim Silver Hero.


Selanjutnya, undian kembali diadakan untuk menentukan urutan dan lawan bertanding yang selanjutnya, dan hasilnya adalah,


\=\=\=


Klub White Star vs Klub Silver Hero


Luca vs Lia


Malik vs Asario


Brian (free)


\=\=\=


“Luca.”

__ADS_1


“Lia.”


Dua hati pun saling terhubung seakan melakukan kontak batin. Pertarungan antarkekasih akan segera dimulai.


__ADS_2