
“Akhirnya, hari ini tiba juga ya.”
“Hmm.” Luca mengangguk atas komentar dari mantan seniornya di SMA itu, Areka.
“Banyak yang terjadi, tetapi entah mengapa kita bisa bertahan ya. Kukira aku akan menyerah di tengah jalan, tetapi waktu begitu cepat berlalu, tahu-tahu kita sudah tiba di saat penentuan ini.”
“Hahahahaha. Aku masih mengingat sewaktu di babak pertama preliminary, seluruh tim tiba-tiba saja mentracking jejak Senior Areka lantas bergerombol mengeroyoknya.” Egi-lah yang mengucapkan komentar itu sambil menaruh kedua tangannya di pinggangnya dalam posisi berdiri seraya tertawa terbahak-bahak.
“Tapi berkat Egi yang menggunakan skill panah griffin-nya, kita banyak memperoleh poin dari lawan.”
“Hmm. Benar kata Luca. Terima kasih berkatmu, Egi, peranku sebagai umpan berjalan dengan lancar.”
“Tapi aku tidak melihat sama sekali kalau Senior Areka merencanakan semua itu. Aku yakin itu karena kecerobohan Senior Areka saja.” Seraya mengatakan itu, Luca menatap sinis ke arah Areka lantaran curiga terhadap kebenaran pernyataan yang dituturkan oleh seniornya itu.
“Hahahahahaha. Berkat data kita yang sedikit, kita bisa memukul punggung lawan. Sayangnya, hal itu tidak berlangsung di babak preliminary selanjutnya. Aku kalah berturut-turut dari lawan setelah mereka menganalisa pertandingan pertamaku. Sebaliknya, Senior Areka sekalipun tidak pernah game over. Aku jadi iri.” Egi awalnya tertawa, namun perlahan, ada sedikit rasa penyesalan pada kata-katanya.
“Yah, itu karena Luca dan Senior Malik melindungiku dengan baik saja. Lagipula, kamu juga sudah bekerja keras, Egi. Berkat lawan yang waspada padamu, kita dapat mengalahkan lawan dengan mudah.”
“Benar kata Senior Areka, Egi. Kamu harus lebih percaya diri. Tapi sekarang, lawan tidak akan semudah di babak preliminary sebelumnya. Kita harus menghadapinya dengan tekad yang lebih kuat.”
Demikianlah ketiga pemuda yang serius untuk meraih juara satu pada pertandingan e-sport vrmmoprg profesional itu yang walaupun dengan status newbie mereka, mendeklarasikan tekad mereka di dalam sanubari mereka masing-masing.
Di lain tempat, Brian mendekati Malik.
“Kamu tidak apa-apa, Malik?”
“Ah, Senior.”
“Kuatkan dirimu. Aku yakin tahun inilah kesempatan kita terutama dengan Luca dan kedua pemain newbie berbakat yang dibawanya bergabung ke klub kita.”
“Aku tahu Senior, junior-junior kita itu adalah pemain yang hebat.”
Berbeda dengan Luca dan kawan-kawan yang hanya memikirkan tampilan luar kompetisi itu, Malik dan Brian sama-sama mengetahui apa yang tersembunyi di balik layar. Dari luar, itu hanya tampak sebagai kompetisi biasa, tetapi sebenarnya itu adalah ajang bagi para petinggi mencari individu berbakat untuk mengatasi krisis dunia.
Malik menyesal waktu itu membiarkan Leon pergi sendirian yang akhirnya berujung akan kematian sahabatnya itu secara sia-sia di Akademi Pahlawan. Malik pun memutuskan untuk turut mendaftar ke sana. Dan caranya adalah dengan memperoleh tawaran yang sama sekali lagi dengan memenangkan kompetisi e-sport vrmmorpg ini.
Malik sadar walau dirinya ikut terlibat ke dalam dunia perang melawan monster dari celah dimensi itu sahabatnya Leon tetap takkan lagi pernah kembali, Malik ingin tetap mengetahuinya. Malik ingin mencari tahu tentang arti di balik kematian sia-sia Leon. Apa yang diperjuangkan sahabatnya itu yang lebih penting dari nyawanya sendiri dan apa sebenarnya monster-monster yang telah merenggut nyawanya itu.
Sayangnya setelah itu, Malik belum pernah lagi diberikan kesempatan untuk menerima tawaran yang sama.
__ADS_1
Malik awalnya berpikir akan mudah saja baginya dan timnya untuk kembali terpilih mewakili Indonesia ke ajang pertandingan e-sport vrmmorpg tingkat internasional itu, namun dia terlalu naif.
Betapapun dia berbakat, agar bisa memperoleh kualifikasi demi menerima undangan, dia membutuhkan rekan-rekan yang mumpuni untuk bersama-sama dengan mereka bisa menembus kompetisi tingkat internasional.
Akan tetapi, selama 5 tahun terakhir ini, rekan-rekan yang mumpuni itu tidak pernah lagi bisa dia dapatkan. Secara beruntung di tahun keduanya dia bertemu Brian, tetapi di saat yang sama, senior-senior berbakat yang lain telah pensiun duluan.
Dua orang saja tentu tidak akan cukup untuk menggapai tujuan tersebut. Dibutuhkan tenaga berbakat dari seluruh anggota tim demi mencapai tujuan tersebut.
Seberapa pun dia berjuang mencari sendiri informasi di permukaan, dia tetap takkan pernah memperoleh apa-apa terkait monster celah dimensi yang telah merenggut nyawa Leon tersebut. Hanya dengan mencari tahu secara langsung di akademi-lah, dia baru akan dapat menemukan jawabannya.
Tahun demi tahun dia berjuang, dia selalu saja gagal. Jangankan menjadi kandidat, menembus pertandingan internasional pun dia tak sanggup perihal kekurangan anggota berbakat. Malik yang berjuang terlalu lama perlahan mulai kecewa dan berpikir untuk menyerah. Akan tetapi, di usianya yang ke-22 itu, Luca tiba-tiba saja datang di hidupnya dan sekali lagi memberinya motivasi.
Dengan keyakinan itu, semangatnya perlahan kembali mencuat dan dia memutuskan untuk menunda dulu dalam menyerah. Tahun ini dia yakin akan memperoleh jawaban dari rasa menjanggal yang selama ini dirasakannya.
Dia tentu saja tidak pernah bermaksud untuk melibatkan Luca dan yang lain di situasinya itu. Oleh karena itu, ketika memperoleh tiket yang dibutuhkannya setelah lolos kualifikasi terselubung melalui pertandingan vrmmorpg porfesional itu, dia berencana takkan lagi melibatkan yang lain.
Dia hanya membutuhkan rekan-rekannya untuk mengantarnya masuk dua besar dalam kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat nasional ini lantas melaju ke tingkat internasional dan setelah itu dilirik oleh panitia perekrut rahasia tersebut.
Namun demikian, walau hanya berniat untuk menjadikan ajang kompetisi itu sebagai batu loncatannya saja, sama halnya dengan yang lain, niat Malik tetap serius ingin menang.
Dengan tekad yang sama-sama membara itu, Malik, Brian, Luca, Areka, dan Egi, serta dengan dukungan dari Kania dan Bento pun, melangkah ke kompetisi penentuan itu.
***
“Maaf, Pak. Apa ini tidak apa-apa jika demikian? Berdasarkan analisis tim pengamat, jenis kompetisi seperti ini tidak akan disukai oleh penonton. Penonton akan lebih menyukai pertarungan langsung antartim ketimbang pertunjukan melawan monster di game.”
“Tidak apa-apa. Itu telah diputuskan oleh petinggi, jadi ikuti saja.”
“Baik, Pak, kalau itu yang Bapak katakan.” Sang bawahan pun tanpa perlawanan lagi mengikuti perintah atasannya itu.
***
Sabtu, 17 Februari 2085, pertandingan inti antara kedelapan klub profesional yang berhasil melewati tahapan seleksi untuk memperebutkan gelar klub e-sport vrmmorpg terbaik se-Indonesia itu pun dimulai.
Mereka adalah:
Blok A: Clock Tower
Blok B: Silver Hero
__ADS_1
Blok C: White Star
Blok D: Lucifer
Blok E: Golden Tree
Blok F: Shadow Park
Blok G: Alpen Sky
Blok H: Joker Hitam
Kedelapan klub itulah yang akan segera berjuang menentukan nasib mereka di kompetisi.
Akan tetapi, betapa kagetnya mereka, setelah harap-harap cemas tentang siapa lawan mereka di babak pertama turnamen inti itu di mana mereka semua berharap akan memperoleh lawan mudah terlebih dahulu agar mereka bisa berjuang lebih lama di ajang bergengsi itu, rupanya pertandingan dilaksanakan bukan dalam mode pertarungan one on one maupun battle royal, melainkan dalam bentuk yang paling simpel, adu kemampuan bermain di game.
Dan mode permainan yang dimaksud itu adalah ‘castle defense’.
Semua pemain The Last Gardenia paling tidak pernah sekali memainkan mode permainan yang seperti itu, termasuk Luca, yang juga pernah memainkannya sewaktu menjalankan quest di daerah perbatasan Kekaisaran Lalania dengan Tanah Kematian, demi melindungi warga di perbatasan dari serbuan horde zombie.
Tetapi jika kembali menelisik bahwa apakah itu jenis pertandingan yang enak ditonton oleh pemirsa di rumah maupun penonton yang hadir secara langsung di stadium demi menonton jalannya pertandingan secara live, jawabannya adalah tidak.
Itu terlalu biasa. Mereka pun jika ingin, bisa dengan mudah bermain sendiri melalui alat penghubung kesadaran virtual yang terhubung di komputer di rumah mereka masing-masing. Dan jikalau mereka ingin menyaksikan pemain yang hebat untuk memainkannya, telah banyak streamer di dunia maya yang sering menyajikan hal yang seperti itu.
Bukan hal yang seperti itu yang penonton ingin saksikan di pertandingan puncak yang hanya terselenggara setahun sekali itu di antara semua klub e-sport vrmmorpg profesional yang ada. Apa yang mereka cari adalah pertarungan yang membara di antara sesama pemain, membenturkan semangat mereka secara langsung, bukannya pemain yang berhadapan dengan quest program komputer.
Dan itu pulalah sebabnya, banyak kini pemain profesional, khususnya yang telah lama bergelut di dunia profesional, melupakan esensi bermain dengan menjalankan quest di dalam game vrmmorpg itu sendiri.
Mereka kebanyakan hanya berlatih untuk meningkatkan keahlian mereka untuk bertarung secara nyata melawan pemain lain dan bukannya berlatih melawan monster game.
Esensi yang dirasakan antara melawan sesama pemain dengan melawan monster quest program game tentu saja berbeda. Gerakan monster dalam game rata-rata lebih kasar dan lurus, tanpa trik layaknya sesama pemain, namun, itu pulalah yang menyebabkannya terkadang sulit untuk dihadapi.
Selain perkara sifat khusus itu, ada pula pemikiran tentang bagaimana menentukan siapa pemain terbaik tentang siapa yang mampu menyelesaikan quest dengan waktu paling singkat atau siapa pemain yang sanggup mengalahkan monster lebih banyak dari yang lain.
Inilah yang menyebabkan kedelapan peserta yang lolos ke turnamen inti saat ini merasakan kewaspadaan yang tak biasa.
“Pertandingan seleksi empat besar peserta mode quest game castle defense dengan tiga kali gelombang monster dengan ini dimulai!”
Teriakan dari MC pun secara resmi memulai pelaksanaan kompetisi.
__ADS_1