
“Hari yang dinantikan pun tiba. Kini saatnya Anda menyaksikan sejarah siapa yang akan menjadi pemenang dalam kompetisi bergengsi ajang e-sport paling ternama di Indonesia.”
Dengan meriah, sang MC pun membuka acara.
Luca berbaur di antara ratusan penonton yang juga menyaksikan acara tersebut secara live dengan penuh antusiasme.
“Sebelum memulai pertandingan final, mari kita saksikan peringkat final posisi 3 sampai 8 tim e-sport profesional Indonesia dari akumulasi poin selama pertandingan berlangsung mulai dari babak penyisihan.”
Antusiasme terdengar dari bangku penonton dibarengi oleh munculnya peringkat yang dimaksud MC pada layar yang terletak di tengah panggung.
\===
3. Clock Tower
4. Lucifer
5. Alpen Sky
6. Missile
7. White Star
8. Joker Hitam
\===
Para penonton terkejut. Hanya dengan keberadaan satu tim saja, Tim Silver Hero, peringkat delapan besar yang selama 5 tahun terakhir ini terlihat statis, kini mengalami perubahan yang drastis.
Berkat kemenangan Tim Silver Hero yang sampai masuk babak final itu, Tim White Star pun memperoleh keuntungan dengan tak mengalami pengurangan angka yang terlalu signifikan walaupun tidak bisa masuk babak semifinal tahun ini dan setidaknya mengamankan posisinya di peringkat 7.
Mungkin karena saking bersinarnya Tim Silver Hero, tiada yang memperhatikan bahwa ada satu tim lagi yang baru saja masuk delapan besar untuk pertama kalinya, Tim Joker Hitam. Karena hal itu, tampak dari barisan pemain delapan besar yang juga hadir hari ini menunggu untuk dibagikan penghargaan bersamaan dengan acara penentuan juara satu dan dua, sang fighter Joker Hitam terlihat sangat frustasi dan kecewa.
“Satu lagi yang mungkin sebagian besar dari kalian tunggu-tunggu. Bagaimana ya kira-kira prediksi orang-orang di komunitas sejauh ini tentang siapa yang akan menjadi juara?” Sang MC pun segera mengganti gear dengan membalikkan suasana dengan nuansa ketegangan yang berbeda.
Seketika tampil di layar,
__ADS_1
\===
Tim Shadow Park 55 %
Tim Silver Hero 45 %
\===
“Wow! Di luar dugaan! Tim baru kita memperoleh vote dari komunitas sebanyak 45 %, hampir sebanding dengan vote mantan juara tahun lalu. Apa ini karena prestasi tiap anggota tim mereka yang sejauh ini belum pernah ada satu pun yang kalah?” MC pun memberikan opininya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara sekaligus tanya jawab pada setiap anggota tim calon pemenang, Tim Shadow Park dan Tim Silver Hero.
Pandangan Luca rupanya terfokus pada Lia yang sedang tersenyum penuh dengan aura keanggunan menjawab tiap pertanyaan sang MC di panggung. Atau mungkin pada Mark atau Andra di sebelahnya? Karena terlalu jauh, tidak tahu pasti mana yang menjadi objek tepat perhatian Luca.
Yang jelas, ekspresi Luca seketika berkerut ketika dia menotice Krimson dari tim lawan tampak melambai ke arahnya. Atau itu bisa saja juga hanya salah paham Luca perihal jarak mereka cukup jauh sehingga akan sulit untuk mengenali wajah seseorang dari jarak itu.
Meninggalkan itu, sebelum pertandingan final tersebut dimulai, acara spesial pun berlangsung dengan royal battle antara utusan pemain dari keenam tim pemegang peringkat 3 sampai 8.
Hampir semua pemain mengutus swordsmen mereka, termasuk Tim White Star yang mengutus Malik, pujaan hati Nina.
Hanya ada dua tim yang mengutus pemain selain swordsmen. Mereka adalah Tim Lucifer yang mengutus sang shielder yang katanya dijuluki tak tertembus itu, tetapi dengan gampang pertahanannya dipatahkan oleh Asario. Dialah Didi sang shielder dari Tim Lucifer. Sementara yang lain, Tim Joker Hitam mengutus fighter yang merupakan anggota terkuat mereka.
Untuk archer, serangan kelas mereka juga kuat, tetapi itu hanya unggul dalam pertandingan jarak jauh. Mereka terlalu lemah bagi ketiga kelas yang sepertinya dikhususkan untuk royal battle itu dalam pertarungan jarak dekat. Pada arena yang dibatasi di mana pemain tidak bisa mengamankan jarak yang cukup jauh satu sama lain, jelas seorang archer akan dirugikan.
Untuk cleric yang berfokus pada penyembuhan dan buff, tidak usah dipertanyakan lagi. Mereka lemah untuk urusan penyerangan. Lia adalah pengecualian dari kelasnya.
Alchemist. Potion mereka memang sesuatu, tetapi jika tanpa potion itu, mereka tidak ada bedanya dengan rata-rata kekuatan NPC yang sedikit lebih kuat dari manusia nyata. Krimson yang ahli menggunakan dagger juga adalah pengecualian dari kelasnya.
Untuk tamer, sisa habisi saja player-nya sebelum sempat mensummon para hewan peliharaannya. Kelas ini tidak jauh beda dengan mage, bahkan lebih buruk jika berbicara soal waktu inkantasi mantra.
Scout. Debuff dan stealth mereka memanglah menjadikan kelas ini sulit ditangkap dalam permainan kucing-kucingan. Tetapi cukup abaikan saja mereka selama mereka bersembunyi dan balik menyerang mereka ketika mendekat. Mereka tidaklah selincah dan seberbahaya assassin yang memiliki ultimate skill yang mematikan.
Terakhir assassin. Kelas ini sekilas terlihat cukup kuat dari deskripsinya. Tetapi seiring banyak yang telah memainkan karakternya, pada akhirnya banyak yang menyerah karena rendahnya kualitas strength-nya sehingga tidak efektif dalam pertarungan. Bahkan status assassin saat ini, masuk ke dalam 3 kelas yang dikatakan terlemah bersama dengan scout dan cleric.
Tentu saja hal ini adalah pandangan secara umum tiap kelas. Namun banyak juga pengecualian di beberapa tempat, terutama untuk pemain yang berbakat. Dan kebanyakan juga tidak akurat lagi pada pertandingan one on one di mana tiap pemain bisa fokus pada satu lawan yang ada di depannya.
__ADS_1
Kemudian di antara swordsmen, shielder, dan fighter yamg dikatakan kelas yang memang dikhususkan untuk royal battle, swordsmen menjadi primadona di antara ketiganya karena yang paling seimbang di antara strength, dexterity, agility, dan vitality-nya.
Seorang fighter terlalu boros tenaga karena ketidakseimbangan stat dexterity dan vitality-nya, atau dengan kata lain style mereka menyerang terlalu meluaskan jangkauannya sehingga dibutuhkan tenaga yang lebih untuk memberikan damage yang berarti, bagaikan memadamkan lilin dengan air sekolam.
Sementara untuk shielder, jatuh pada agility-nya. Shielder tak mampu bergerak cepat.
Dan di sinilah keenam pejuang itu sementara bertarung, mengoneksikan tubuh mereka ke dalam dunia virtual melalui bando penghubung kesadaran yang dapat disaksikan oleh ratusan penonton melalui layar besar yang terdapat di tengah panggung.
Seperti yang dikatakan tadi, semua ada pengecualiannya. Terbukti dengan dua pemain yang tersisih pertama kali hampir secara bersamaan adalah dari kelas swordsmen.
Begitu aba-aba pertandingan dimulai, para pemain segera bergerak. Seperti dugaan, para pemain akan mengincar lawan yang menurut mereka terlemah terlebih dahulu.
Dengan pertimbangan seperti itu, Malik dari Tim White Star bekerja sama dengan sang shielder Didi dari Tim Lucifer mengeliminasi pemain swordsmen dan Alpen Sky. Sementara sang fighter dari Tim Joker Hitam segera melayangkan tinjunya kepada swordsmen Tim Missile, lantas disambut oleh tusukan telak oleh swordsmen dari Clock Tower.
Belum cukup 2 menit pertandingan berlangsung, dua pemain telah gugur menyisakan tinggal empat pemain saja. Terjadi baku tatap di antara 4 pemain yang saling bersampingan dan berhadapan dalam empat arah seperti suatu arah mata angin.
Sang fighter dari Tim Joker Hitam-lah yang memecah kesunyian sejenak itu dengan menyerang Malik, sang swordsmen dari Tim White Star. Dia telah memutuskan bahwa di antara ketiganya, Malik-lah yang terlemah dengan melihat peringkatnya.
Tetapi dia salah, Malik dari Tim White Star itu kuat. Selama ini timnya statis di peringkat lima, bahkan turun tahun ini di peringkat tujuh akibat kalah dari Tim Silver Hero, adalah karena timnya hanya memiliki sedikit pemain berbakat. Ya, sedikit pemain berbakat, yang artinya yang sedikit ini sangatlah berbakat yang akan mampu bertarung seimbang bahkan bisa saja menang melawan pemain besar lainnya dari kedua tim yang masuk babak final.
Begitulah hebatnya Malik, pujaan hati Nina ini, dan juga seniornya yang seorang mage di timnya, Brian. Tim mereka kalah karena kekurangan pemain berbakat. Bagaimanapun, pertandingan e-sport adalah pertandingan tim dan bukannya individu.
Dengan gerakan yang lincah, Malik justru memanfaatkan daya serang sang fighter sendiri untuk menjatuhkannya dan balik mengalahkannya dengan serangan terakhir pedangnya.
Swordsmen Clock Tower maju setelah itu, menganggap Malik lengah karena fokus menghadapi sang fighter. Tetapi sekali lagi, pemain itu juga terlalu menganggap remeh Malik. Malik menghindari serangan pedangnya lantas balik menebasnya. Swordsmen dari Tim Clock Tower itu pun juga akhirnya kalah.
Dan kini tersisa Didi sang shielder dari Tim Lucifer melawan Malik. Malik pun kembali mengingat, jika dipikir-pikir, ini pertama kalinya dia berhadapan dengan Tim Lucifer di acara pertandingan sambutan ini sebab Tim Lucifer selalu masuk babak final tiap tahunnya. Yah, walaupun tak sekalipun tim mereka bisa mengalahkan Tim Shadow Park yang selalu menempati posisi pertama.
Terjadi adu pedang dan perisai dalam jangka waktu yang cukup lama. Suara logam yang berbenturan menambah suasana tegang pertarungan. Didi tetap gigih tidak ingin perisainya itu tertembus. Tetapi akhirnya, celah pun tiba.
Didi terlalu terfokus pada lawan yang ada di hadapannya. Dia menghindari dengan cemerlang jurus sword aura yang dilancarkan oleh Malik. Tetapi sejak awal, serangan itu memang tidak ditujukan untuk menyerangnya secara langsung.
Sword aura pun mengenai puing-puing yang akhirnya jatuh menimpa kepala Didi. Walaupun Didi merasakan sakit jatuh tertimpa, tetapi bukan sesuatu yang berarti bagi tubuh seorang player yang dirancang lebih kuat dari tubuh manusia normal.
Akan tetapi, itu telah cukup bagi Malik untuk mengganggu konsentrasi Didi untuk sesaat. Dia pun akhirnya memanfaatkan celah kecil itu untuk pertama-tama menebas kaki Didi agar shielder itu kehilangan keseimbangannya. Setelah keseimbangannya hilang, barulah dia melancarkan ultimate skill pedang-nya, aura es.
__ADS_1
Didi tidak bisa menghindari serangan itu. Seketika badan Didi berubah menjadi es dan retak, lalu retakan pun bertambah banyak, dan diapun menghilang menjadi debu. Didi akhirnya kalah dan kemenangan mutlak buat Tim White Star yang diwakilkan oleh Malik.
Begitulah Malik dari Tim White Star selama lima tahun terakhir ini selalu menjadi pemenang dalam royal battle pertandingan sambutan tiap sebelum pertandingan final dimulai. Itulah sebabnya walau selama lima tahun terakhir ini tim White Star tidak pernah lolos ke putaran final, bahkan tahun ini juga tidak lolos ke putaran semifinal, tiada yang bisa meremehkan tim itu karena keberadaan Malik dan juga Brian di dalamnya.