The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
128. Akhir Pertandingan Babak 32 Besar Individu


__ADS_3

Setelah pertandingan Lia, ada beberapa pertandingan yang cukup menarik.


Salah satunya adalah pertandingan ketiga di mana secara mengejutkan Kakak Cantik pemain selendang dari Ying Xiong itu tetap mampu mempertahankan gelarnya sebagai pemegang favorit ke-16 dengan mengalahkan Omiros, sang rider dari Tim Goliath yang sebelumnya telah mengalahkan Kak Toni melalui senjata petirnya yang mematikan.


Di luar dugaan, sewaktu serangan cambuk sang rider tiba, Kak Pei Yu mampu menangkisnya melalui selendangnya yang halus itu. Gada di ujung cambuk sang rider secara mengejutkan dapat terpantulkan begitu saja oleh selendang tipis Kak Pei Yu.


Lalu ketika serangan petir Omiros menyerang, Kak Pei Yu segera melebarkan selendangnya dan menjadikan selendangnya itu sebagai tameng petir. Secara ajaib, selendangnya yang tipis itu mampu menahan serangan petir mematikan Omiros.


Kemudian ketika tiba giliran Kak Pei Yu yang menyerang, Kak Pei Yu membungkus sang rider beserta kereta kuda yang dikendarainya dengan selendangnya.


Omiros yang terjebak di dalam jeratan selendang itu berupaya sekuat tenaga untuk membebasan diri, namun semakin kuat dia melawan, jeratan selendang juga semakin kuat. Hingga pada suatu titik, Omiros tidak dapat lagi menahan jeratan selendang itu dan dia pun remuk di dalamnya.


Selain itu, ada juga pertandingan keenam di mana pemain berbadan kekar dan berkulit merah dari Tim Metamorphosis mampu mengalahkan sang magician overpower dari Tim Gatra, Swedia, pemegang favorit keenam itu.


Kulit Ethan yang kekar ternyata mampu bertahan dari sengatan listrik mematikan dari sang magician overpower. Dia kemudian segera menerjang ke arah sang magician overpower, melayangkan pedangnya, lantas menebas sang magician.


Sang magician overpower itu tampak berupaya bertahan melalui perisai sihirnya. Akan tetapi gerakan Ethan yang cepat membuat sihir perisai belum siap ketika Ethan sudah menerjang ke arahnya.


Alhasil, perisai yang belum terbentuk sempurna itu dengan mudah ditembus oleh tebasan pedang Ethan yang menjalar langsung ke tubuh sang magician.


Berlanjut ke pertandingan kesembilan, hampir mirip dengan pertandingan keenam di mana terjadi pertarungan di antara pemain pedang dengan magician yang justru pemain pemegang favoritnya yang kalah. Perbedaannya hanyalah adalah bahwa yang menang itu pemain non-favorit magician.


Dialah Silua, sang mage dari Tim Lost Child yang secara mengejutkan tidak masuk dalam list pemain favorit yang secara luar biasa mampu mengalahkan pemegang favorit ketiga, sang pemain pedang, pimpinan Tim Ying Xiong di mana Kak Pei Yu berada.

__ADS_1


Ketika sang pemain pedang hendak menyerang, Silua mengaktifkan bariernya yang berlapis empat yang bahkan ternyata lapis pertamanya saja sudah tidak dapat ditembus oleh sang pemain pedang.


Setelah pertandingan cukup lama berlangsung di mana Silua menerapkan permainan bertahan, sang pemain pedang pun lengah hingga dia terjebak pada skill jebakan sihir bertipe angin Silua yang ditanamkannya dengan sempurna di tanah.


Sang pemain pedang yang kehilangan keseimbangannya itu lantas harus siap menerima serbuan ribuan panah api bercampur listrik Silua itu.


Sang pemain pedang dengan susah payah akhinya bisa menghindarinya, tetapi dia telah masuk ke dalam perangkap Silua.


Silua diam-diam mengeluarkan jurus es-nya yang dia samarkan dalam bentuk kabut. Kabut es itu pun meresap sedikit demi sedikit pada kulit sang pemain pedang selama dalam proses dia mengeliminasi panah-panah api dan listriknya.


Hingga pada suatu waktu ketika sang pemain pedang telah berpikir bahwa dia telah menghindari semua serangan Silua, kulitnya tiba-tiba terkoyak begitu saja dari dalam ketika sihir es Silua mengembang bagai bunga mekar di sekujur kulitnya.


Lantas dalam serangan penghabisan berupa sesuatu yang astral berbentuk jangkar yang terdiri dari energi listrik menghujam ke arah sang pemain pedang, dia yang telah dalam kondisi kesakitan yang luar biasa tak lagi memiliki daya untuk menghindar.


Lantas pertarungan terakhir yang cukup menarik minatku adalah di pertandingan ke-15. Itu adalah pertandingan antara sang alchemist yang mirip Kak Krimson dengan sang saber dari Tim Goliath, Fotio.


Nampak sekilas bahwa takkan ada peluang bagi pemain Chung Li untuk memenangkan pertarungan melawan pemain pemegang favorit kedua itu yang kekuatan kasarnya hanya berada sedikit di bawah Ecila. Namun Chung Li benar-benar menghempaskan segala ketidakmungkinan itu.


Dia awalnya terlihat hanya terus menghindari serangan pedang Fotio saja di samping terus berupaya menghambat pergerakan Fotio dengan melemparkan ramuan racunnya.


Siapa yang menduga bahwa itu bukanlah sekadar ramuan racun biasa. Itu adalah ramuan racun penyebab gatal-gatal yang parah, mendegradasi kulit hingga ke puncak di mana seseorang akan merasakan kegilaan hanya akibat rangsangan gatal yang diberikannya.


Molekul racun yang berupa gas rupanya sangat kecil sehingga dapat menyelinap ke dalam pori-pori seragam Fotio yang terbuat dari besi khusus untuk pakaian perang itu.

__ADS_1


Dan yang lebih sialnya, Fotio tidak menyadari itu hingga akhir perihal tiada dampak apa-apa yang disebabkan oleh racun itu baik bau, rasa, atau efek samping lainnya hingga pada suatu titik racun itu langsung menunjukkan taringnya dengan sangat beringas hingga pada kondisi jumlah paparan lethal tertentu.


Fotio meringis merasakan gatal parah yang bercampur dengan rasa sakit luar biasa di sekujuh tubuhnya padahal rasa sakit pada game seharusnya sudah dikurangi hingga ke titik 10 persen saja. Apa tah lagi kalau rasa gatal bercampur sakit itu benar-benar dirasakan oleh tubuh nyata.


Aku bahkan tak berani membayangkannya. Lagian, mana mungkin ada racun luar biasa seperti itu di dunia nyata.


Chung Li pada akhirnya tertawa terbahak-bahak ala-ala villain yang senang melihat pahlawan menderita akan perbuatannya.


Namun, siksaan Chung Li tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Fotio yang sudah tidak dapat bergerak lagi, meraung-raung merasakan gatal yang bercampur sakit, tetapi dia sendiri tidak dapat menggaruki kulitnya itu perihal tertutupi oleh baju besinya, harus menerima serangkaian penyiksaan lanjutan dari Chung Li.


Daripada memilih untuk segera mengakhiri permainan, Chung Li lebih memilih untuk menyiksa Fotio terlebih dahulu. Dia melemparkan ramuan pencipta panas di sekujur seragam besi milik Fotio itu.


Alhasil, Fotio semakin meringis kesakitan bercampur gatal ketika baju besinya itu dibuat semakin panas sedikit demi sedikit oleh Chung Li hingga di level di mana panasnya sama dengan panas tungku pembakaran logam para pembuat senjata.


Seragam besi Fotio adalah seragam yang terbuat dari logam besi spesial hingga takkan meleleh walau sudah mencapai suhu di atas 700 derajat Celcius.


Namun, hal itu justru membuat penderitaan Fotio semakin menjadi-jadi. Suhu tetap naik tanpa adanya tanda-tanda kerusakan pada seragam besinya itu. Sihir pelindung panas seragam besi itu pun yang diterapkan di dalam baju besi agar sang pemain yang memakainya tidak merasakan efek panas dari baju besi ketika terpapar panas matahari telah lama hilang oleh ramuan Chung Li.


Fotio menderita kegatalan bercampur kepanasan yang sangat parah. Namun demikian, Chung Li tidak juga menghentikan penyiksaannya. Di situlah aku sadar, Chung Li berbeda dengan Kak Krimson. Kak Krimson tidak akan melakukan sesuatu yang kejam seperti itu.


Pada akhirnya, daripada lewat pedang atau sihir, Fotio justru gameover dari petandingan setelah rangsangan rasa sakit-nya yang seharusnya sudah diturukan hingga 10 persen dari rangsangan asli itu berada pada puncaknya yang bahkan tak dapat lagi ditolerir oleh otak Fotio yang menyebabkan sistem game overheat lantas Fotio dikeluarkan dari game secara paksa.


Demikianlah, pertandingan babak 32 besar itu berakhir. Hampir semua pemain favorit lain melaju ke babak selanjutnya dengan aman, termasuk Senior Asario yang ada di favorit kelima setelah berhasil mengalahkan pemain Pang Long yang terakhir bertahan.

__ADS_1


__ADS_2