The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
238. Duel Penetuan (5)


__ADS_3

Aku mengalahkan Kak Andra di sesi kedua pertandingan putaran ketujuh itu.


Lalu, di pertandingan putaran ketujuh itu pula, dua pertandingan yang sangat menarik terjadi.


Di sesi ketiga, ada pertandingan kedua pemain papan atas antara petarung dengan kepribadian tenang namun mematikan, Senior Asario, melawan petarung yang liar yang tampak tak sesuai dengan kelasnya namun mengantongi trik-trik yang sangat menakutkan di tangannya, Kak Krimson.


Pertandingan dimulai dengan Kak Krimson menyebarkan racunnya.


Di luar dugaan, mungkin karena belajar dari pengalaman melawanku sebelumnya yang memiliki ciri bertarung yang agak mirip dengan Kak Krimson di beberapa tempat, Senior Asario tak lagi terlalu bergantung pada auranya. Dia hanya menghempaskan dengan tenang kabut penuh racun itu dengan ayunan pedangnya yang sangat bertenaga.


Begitu kabut racun tersingkir ke pinggir arena, Senior Asario langsung maju dengan pedang besarnya.


Dengan sigap, Kak Krimson dapat menangkisnya dengan daggernya. Sayangnya, dia seketika terdesak. Hanya dengan keterampilan berpedang murni saja yang ditunjukkan oleh Senior Asario, Kak Krimson segera menunjukkan ketakberdayaan lantas terhempas dan terpental beberapa kali hingga akhirnya kalah setelah kehabisan HP tanpa dia diberikan kesempatan sekalipun untuk menggunakan potion-nya.


Lalu di sesi keempat, itu adalah pertandingan antara Lia melawan Kak Ferdi.


Lia tampil dengan performa baik di awal pertandingan dengan memadukan tinju mautnya serta serangan pistol sihirnya yang liar. Kak Ferdi pun jadi tidak bisa berkonsentrasi melawan tinjuan Lia dan terhempas beberapa kali oleh tinjuan itu.


Sayangnya, skill yang sama yang pernah kulihat di pertarungan Kak Ferdi melawan Tim Bougha di Amerika silam ditunjukkannya kembali di tempat ini.


Lia yang biasanya mengamati lawan dengan sangat baik dan teliti di segala aspek, tiba-tiba saja melakukan kesalahan fatal di detik-detik terakhir dengan membiarkan Kak Ferdi memasuki mode berserk-nya. Ataukah mungkin itu sekadar keinginan di hatinya saja untuk menguji sampai di mana batas kemampuannya bertahan dalam mode berserk itu.


Lia memanfaatkan defensif tinggi baju silat Ebony yang kuhadiahkan padanya untuk menghadapi skill final gratitude milik Kak Ferdi. Yah, selama Lia mampu bertahan selama sepuluh detik menghadapi skill itu, sudah dapat dipastikan bahwa Lia-lah yang akan menang.


Namun pada dasarnya, kelas Lia yang asli bukanlah fighter. Seberapa pun dia ingin meniru kelas fighter menggunakan item, akan selalu ada batasannya. Jadilah dia terdesak oleh tinjuan mematikan itu yang bahkan skill penyembuhannya kalah cepat dengan penurunan HP yang diakibatkan oleh mode amukan skill final gratitude milik Kak Ferdi.


Secara mengejutkan, Lia kalah atas Kak Ferdi di putaran ke tujuh itu.


Jika itu aku, aku akan menggunakan skill tali penjerat yang sebelumnya telah kuajarkan kepada Lia sembari segera menghabisinya dalam satu kali tinju maut yang dilanjutkan oleh kombo serangan pistol sihir tanpa aku membiarkan Kak Ferdi memasuki mode berserk-nya. Dengan demikian, hasil yang sebaliknya mungkin akan terjadi.


\=\=\=


Hasil sementara peserta delapan besar



Malik (White Star) 558 poin


Luca (White Star) 537 poin

__ADS_1


Asario (Silver Hero) 449 poin


Ferdi (Shadow Park) 378 poin


Lia (Silver Hero) 305 poin


Andra (Silver Hero) 279 poin


Krimson (Shadow Park) 271 poin


Brian (White Star) 169 poin


\=\=\=


Di pertandingan putaran kedelapan sesi kedua, aku bertemu dengan Kak Brian. Sejak awal, aku telah terbiasa menari di dalam api Kak Brian sejak kami adalah partner setia dalam pertandingan tim 3 on 3 tiap pertandingan pekanan di klub sehingga aku kurang lebih mampu memahami dengan baik alur serangan api Kak Brian.


Karenanya, aku dengan mudah menembus jalur api Kak Brian itu lantas mengassasinasinya dalam satu kali hit di area tengkorak.


Di sesi ketiga, aku sangat terkejut melihat Senior Asario yang itu mampu dikalahkan dengan telak oleh Lia. Lalu di sesi keempat, Kak Krimson mampu mengalahkan seniornya, Kak Ferdi, dengan sangat apik.


\=\=\=


Hasil sementara peserta delapan besar


Luca (White Star) 561 poin


Lia (Silver Hero) 413 poin


Krimson (Shadow Park) 351 poin


Asario (Silver Hero) 341 poin


Ferdi (Shadow Park) 298 poin


Andra (Silver Hero) 223 poin


Brian (White Star) 145 poin


\=\=\=

__ADS_1


Lalu tibalah di pertandingan putaran terakhir.


Setelah kalah berkali-kali, Kak Brian pun memperoleh kemenangan pertamanya di babak delapan besar itu dengan mengalahkan Kak Andra di sesi pertama.


Di pertandingan sesi kedua, Senior Asario melawan Kak Ferdi. Setelah kekalahannya yang memalukan dari Lia, Senior Asario kembali kepada dirinya yang biasa yakni seorang pendekar pedang yang tenang.


Kedua pemain yang lurus itu pun berhadapan secara langsung tanpa trik sedikit pun. Tanpa menggunakan skill cheat-nya yakni tebasan lintas dimensi, Senior Asario kembali pada permainan pedangnya yang elegan. Dia menghempaskan tiap tinjuan maut Kak Ferdi dengan ayunan pedangnya yang berat.


Lantas sebelum Kak Ferdi memasuki mode berserk-nya, Senior Asario segera menghabisinya dengan membelah Kak Ferdi menjadi dua tepat di tengah dengan ketajaman pedangnya yang ditingkatkan oleh aura tipisnya namun tajam.


Memasuki sesi ketiga, itu adalah pertandinganku melawan Kak Malik. Dua-duanya pemain yang sampai saat ini belum memperoleh rekor kalah sedikit pun.


Inilah saatnya untuk membuktikan siapa yang terbaik di antara kami.


Aku langsung mengeluarkan kemampuanku yang maksimal di awal-awal pertandingan karena kutahu jika sedikit saja aku meremehkan Kak Malik, maka seketika itu pula aku akan kalah.


Aku menggunakan serangan tebasan lintasan dimensiku, namun sesuai dugaanku, Kak Malik mampu menghindarinya dengan baik seliar apapun tebasan itu mengalir.


Tetapi itu hanyalah pengalihan. Kualirkanlah bakteri histeria varian 707 melalui serbuk melon busuk neraka. Kukira aku telah akan menang sejak kulihat Kak Malik akan mengaktifkan auranya.


Akan tetapi rupanya itu bukan aura. Itu adalah sejenis sihir es yang dibuat Kak Malik melingkupi setiap permukaan kulitnya. Suhu yang dingin dari es seketika menonaktifkan bakteri lantas Kak Malik pun segera menghempaskannya ke seluruh pinggiran arena.


Lebih sialnya lagi, aku kehilangan fokus sesaat karena saking cepatnya kejadian itu terjadi. Kak Malik seketika berlari dengan sangat cepat ke arahku.


Aku pun yang untungnya sempat bereaksi walau hampir terlambat, segera menghalaunya dengan tali-tali penjeratku. Namun, Kak Malik mengacuhkannya begitu saja seolah itu benang yang tipis. Kulitnya pun sama sekali tidak terluka walau menyentuh tali-tali penjeratku itu karena terlindungi oleh es-es yang melingkupi sekujur pori-pori kulitnya.


Dalam kecepatan yang sangat cepat itu, dia mengarahkan tebasannya padaku. Sejak kutahu bahwa aku tak memiliki tenaga yang cukup untuk menangkisnya, aku pun menghindarinya.


Namun, sayang beribu sayang, aku terjerembab ke dalam perangkap es Kak Malik yang tanpa sepengetahuanku telah dipasangnya ke area di mana aku akan kabur tersebut.


Aku pun membeku seketika. Kurasakanlah sensasi game over dibalut dalam kedinginan yang menyakitkan. Aku pun mengalami kekalahan pertamaku dalam kompetisi.


Walau demikian, aku tetap mempertahankan posisi keduaku. Sayangnya, aku tak sempat memikirkan hal itu persoalan ada hal yang lebih penting lagi untuk saat ini.


Aku, Kak Malik, dan Senior Asario, telah dipastikan akan terpilih sebagai wakil Indonesia di kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat internasional itu. Adapun Kak Ferdi, Kak Andra, dan Kak Brian, dipastikan telah gugur.


Namun, untuk peserta keempat, semuanya ditentukan oleh pertandingan terakhir ini, antara Kak Krimson melawan Lia.


__ADS_1


__ADS_2