The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
51. Luca dan Quest Berburu Undead


__ADS_3

Luca mencoba meyakinkan pamannya bahwa dia baik-baik saja. Akan tetapi, Luca sebenarnya ragu. Walaupun dengan bantuan Paman Heisel, kini dia sisa mencari 4 orang lagi dengan kelas lainnya, siapa yang akan membantunya tanpa ada reward game sama sekali dari sistem.


Begitulah kejamnya ujian pembukaan kunci level yang kedua alias ujian pendewasaan untuk istilah NPC karena para pemain yang membantu peserta yang diuji sama sekali tidak akan mendapatkan reward game dari sistem, malahan jika ada masalah dan mereka gameover, tetap akan ada penalti dari sistem seperti biasa.


Hanya orang yang berjiwa altruisme sejati yang akan mampu menolong orang yang tidak dikenalnya dengan baik dalam kondisi seperti ini. Hanya dua nama yang saat ini terpikirkan oleh Luca yang bisa membantunya, Nina dan Raia. Jika itu kedua orang itu, mereka pasti akan membantu karena mereka telah menganggap Luca sebagai adik mereka sendiri.


Luca segera menghubungi mereka begitu mengetahui bahwa kebetulan mereka juga sedang login saat itu.


“Ya, oke, Luca. Aku kebetulan punya waktu kok seharian selama sabtu sampai minggu ini. Tim favoritku juga telah kalah di ajang e-sport itu. Ini juga baik sebagai pelepas stress sekaligus sebagai ucapan maafku karena mengacaukan semuanya waktu quest serigala perak itu.”


“Sip. Tuk Adik Luca apa yang tidak bisa Kak Raia lakukan. Hahahahahaha.”


Nina dan Raia dengan senang hati menerima ajakan Luca itu. Begitu Luca senang dibuatnya. Kini tersisa dua tempat lagi yang dibutuhkan oleh Luca di mana salah satunya adalah harus seorang scout. Luca kebingungan karena sama sekali tidak punya kenalan pemain seorang scout. Tetapi Luca mengindahkan pikiran itu dulu untuk mencari sisa satu spot pemain untuk kelas lain.


Luca tak dapat meminta bantuan kepada Lia perihal kompetisi e-sport-nya sedang ada di depan mata. Juga dia tak dapat meminta bantuan Kirana, di saat Luca sendiri enggan untuk menerima tawaran Kirana untuk bergabung bersama tim e-sport-nya.


“Haruskah aku membayar seseorang agar mau menjadi rekanku?” Luca tersenyum kecut sembari menggumamkan hal itu. Dia hanya berpikir sungguh ironi jika pertemanan itu harus dibayar dengan uang. Yang Luca inginkan adalah seorang teman sejati.


“Akankah Egi, Senior Areka, Kak Yudishar, Kak Robby, Kak Yurika, Kak Danang, Kak Inggar, atau Kak Rena membantuku jika aku meminta tolong pada mereka? Itu tidak mungkin kan, lantaran kami belum terlalu dekat. Tapi kalau itu Egi, mungkin saja dia mau soalnya dia anak yang baik.”


“Hmm.” Luca menggelengkan kepalanya.


“Tidak baik untuk memanfaatkan kebaikan hati orang lain.”


Sayangnya, pertemanannya dengan Egi hanyalah halusinasi Luca semata. Pada dasarnya, Egi hanya menganggap Luca sebagai the final boss yang harus dia kalahkan dalam pertarungannya mengejar cita-citanya semata. Luca baru menyadari bahwa susahnya mencari teman itu.


Waktu masih menunjukkan sekitar pukul 10.30 malam. Masih ada satu setengah jam lebih sebelum jam larangan main game bagi anak di bawah umur tiba. Luca lantas memanfaatkan kesempatan itu untuk berlatih.


Sungguh disayangkan bahwa kunci level kedua Luca belum terlepas sehingga bagaimana pun dia mengumpulkan experience, dia tetap akan berada di level 10. Sementara poin experience yang bisa ditabung terbatas sehingga walaupun Luca mengalahkan monster saat ini, poin experience-nya hanya akan terbuang sia-sia.


Tetapi bagi Luca itu tidak masalah. Yang penting baginya adalah latihan perihal latihan takkan pernah mengkhianati hasil.


Luca sudah mencoba quest serigala perak dan dungeon pemula. Tersisa lima quest yang Luca belum sempat jamah. Dia antara kelima quest itu, Luca pun memilih quest berburu undead di makam. Alasannya jelas, agar Luca dapat sekalian meningkatkan level senjata sabit bulan-nya.


.


.


.

__ADS_1


Pertama-tama, Luca meningkatkan beberapa stat dari poin stat yang diperolehnya.


\=\=\=


Strength: 16 --> 27


Vitality: 11 (+0,22) --> 24 (+0,48)


Agility: 17 --> 29


Dexterity: 11 --> 20


Intelligence: 10


Luck: 600


Poin stat: 35 --> 0


\=\=\=


Luca lantas melihat kembali skill ‘tikaman penghancur tengkorak’-nya.


\=\=\=


\=\=\=


Di luar dugaan Luca, kali ini poin skill yang dibutuhkan untuk naik level lebih rendah dari yang sebelumnya. Luca pun membelinya tanpa pikir panjang.


\=\=\=


Tikaman penghancur tengkorak Lv 4 --> Lv 5


Poin Skill: 410 --> 20


\=\=\=


Setelah turut mempersiapkan armor dan senjatanya, kini Luca siap berburu undead.


Tiga buah undead berjalan perlahan mendekati Luca. Kecepatannya yang sangat pelan itu sampai-sampai membuat Luca hanya menutup mata menghabisinya dalam sekali tebas.

__ADS_1


Semakin banyak undead berdatangan seiring Luca berjalan ke tengah area makam. Namun bagi Luca, itu tetaplah sepotong kue. Luca bergerak zig-zag sambil mengayunkan sabit bulannya menebas para undead. Sekali tebas, Luca bisa menghabisi 3 sampai dengan 5 undead. Level undeadnya sangat-sangatlah lemah bagi Luca sampai-sampai Luca bergumam,


“Haaaaah, kapan aku bisa keluar dari desa pemula untuk mencari lawan yang lebih menantang?”


Sesosok lich pun muncul di hadapan Luca. Dia mensummon sekaligus puluhan undead dari makamnya. Luca kembali bergerak zig-zag dengan santai, melewati celah sempit di antara undead sembari melayang-layangkan sabit bulan yang bersinar dengan kilauan hitam yang indah itu.


Lalu, “Slash.”


Sang lich pun turut menerima serangan mentah sabit bulan Luca lalu menghilang menjadi debu.


Setelah itu, ratusan undead seketika mengelilingi Luca, tetapi Luca menari dengan indah, meloncati tiap nisan yang bisa dijangkaunya sebagai pijakan demi menghindari kakinya kotor terpegang undead.


Luca meloncat secara akrobatik, bersalto di udara, berpadu dengan kilauan hitam sabit bulannya, ditambah tetesan keringat Luca yang bersinar terang karena terpantul oleh cahaya bulan yang kala itu bersinar terang. Hanya dalam sekejap, semua undead menjadi korban sabit bulan Luca yang berkilau indah itu.


Sekali lagi tiga undead tersummon ke area. Tetapi bukan undead biasa, melainkan lich. Segera arena kembali dikepung oleh undead yang kali ini jumlahnya 3 kali lebih banyak. Terdapat pula, undead yang berukuran besar. Tetapi tulang tetaplah tulang. Begitu mereka terkena tebasan sabit bulan Luca, mereka tetap tak sanggup membela diri dari tajamnya sesuatu yang berkilau hitam itu.


Sabit bulan Lv 17 --> Lv 30


Gesitnya gerakan Luca, ditambah kostum serta cara bertarungnya yang tidak sama sekali ada mirip-miripnya dengan seorang cleric itu, mengundang perhatian para pemain newbie lain beserta para pemain veteran kelas cleric yang mendampingi mereka. Sekadar tambahan, quest berburu undead biasanya ditujukan untuk pemain newbie yang akan mengambil kelas cleric. Oleh karena itu, keberadaan sang calon assassin Luca sangat menarik perhatian di tempat itu.


Tidak hanya berbicara soal penampilannya saja, tetapi cara bertarungnya yang unik itu termasuk di antara sesama kelas assassin, di mana Luca mampu memadukan gerakannya seolah menari dengan sabit bulannya, mau tidak mau membuat para pemain lain mengaguminya. Beberapa dari mereka bahkan sampai mengambil screenshot pertarungan Luca.


“Luca?” Dan secara di luar dugaan, satu di antara para pemain yang ada di arena itu saat ini adalah Lia, sang cleric dari Tim Silver Hero yang sedang membimbing beberapa newbie di sekolahnya.


Seluruh anggota Tim Silver Hero pada dasarnya berada pada sekolah yang sama yakni Sekolah Yayasan Eden baik yang masih sementara bersekolah, maupun alumninya. Sekolah Yayasan Eden terdiri dari mulai SD, SMP, SMA, bahkan sampai jenjang perguruan tinggi. Kebetulan Lia saat ini sedang mendampingi para siswa SD kelas 3 yang baru saja cukup umur untuk bermain vrmmorpg.


“Tampaknya kita benar-benar jodoh ya, Luca, sampai bisa bertemu secara kebetulan seperti ini.” Ujar Lia dengan senang sambil memeluk Luca. Luca turut tersenyum bahagia merasakan perasaan Lia itu.


Lia memang adalah stalker Luca, tetapi itu hanya untuk di dunia nyata saja. Kali ini dia memang jujur, pertemuannya dengan Luca di game kali ini adalah suatu kebetulan yang luar biasa.


Namun sebelum sempat mereka melanjutkan senda-gurau mereka,


Peringatan! Peringatan! Seorang pemain baru saja memicu quest spesial dengan membunuh lebih dari seribu undead dalam waktu kurang dari sepuluh menit.


The King of Undead level 30 baru saja tersummon ke arena.


Tiga puluh pemain yang berada pada jarak 200 meter dari posisi boss monster saat ini telah terpilih dan diwajibkan berpartisipasi dalam mengalahkan boss monster.


Demi menjaga kesportifan game, pemain yang saat ini berlevel lebih tinggi dari 10, akan diturunkan sementara levelnya menjadi 10. Level akan kembali seperti semula begitu quest spesial berakhir. Game over tetap akan dikenakan penalti game.

__ADS_1


Semoga pemain dapat menikmati game-nya dengan sepenuh jiwa. Selamat bermain!


Tahu-tahu, monster tulang seukuran raksasa telah tersummon ke area lengkap dengan pedang panjang, kalung mutiara, serta mahkota-nya yang terlihat mengerikan itu.


__ADS_2