
Dialah Bima Segawangsa. Salah satu atlit senior kelas 3 dari tim inti e-sport vrmmorpg SMA Pelita Harapan masa itu yang dikenal dengan kepribadiannya yang ramah dan murah senyum. Dia tidak hanya ganteng, tetapi pembawaannya yang sopan dan menyenangkan membuat semua orang menjadi senang padanya. Dia pun kerap kali menjadi pusat pergaulan di sekolahnya.
Intinya, dia adalah seseorang yang berdiri di puncak kekuasaan di kalangan siswa SMA Pelita Harapan kala itu. Senjata utama dia bisa berada di posisi itu adalah tidak lain karena dia berasal dari tim inti klub yang paling termahsyur di sekolahnya tersebut.
Sebagai pemain, dia tidaklah buruk. Hanya saja kemampuannya bisa dikatakan cuma sedikit lebih baik di atas rata-rata. Jika bisa dikatakan secara gamblang, dia nyaris tidak bisa mempertahankan posisi yang membuatnya menjadi pemangku puncak kekuasaan di tengah-tengah siswa tersebut karena kurangnya kemampuannya dari segi bakat e-sport vrmmorpg.
Dan di saat-saat Bima dengan susah payah bisa mempertahankan posisinya itu, Areka dan Yuda masuk sebagai pemain newbie kelas satu yang sangat berbakat ke klub tersebut. Mau tidak mau, Bima merasakan kekhawatiran karena takut posisinya itu akan direnggut oleh sang newbie.
Suatu ketika di pemilihan tim inti, kedua newbie itu benar-benar terpilih. Namun, Bima kala itu sebenarnya masih terpilih pula sebagai tim inti. Tetapi dengan melihat posisi newbie itu berada di atasnya, dia tetap tidak bisa menahan rasa amarahnya.
Tentu saja sebagai orang yang menunjukkan dirinya dengan image anak yang baik, di depan, Bima berpura-pura tersenyum dan menyelamati kedua newbie tersebut, tetapi di dalam hati, betapa dia tidak henti-hentinya mengutuk mereka.
Namun, dia tidak bisa berbuat banyak kepada Areka perihal Areka berasal dari keluarga yang berada sehingga Areka tidak bisa dipandangnya sebelah mata. Akan tetapi, itu berbeda buat Yuda. Yuda pada dasarnya tidak punya apa-apa. Dia yatim piatu, miskin, dan tidak punya kerabat sedikit pun dari keluarga berada. Intinya, benar-benar murni dari kasta terendah.
Setelah Bima tahu keadaan Yuda yang seperti itu, dia pun mulai melampiaskan kemarahannya secara rahasia melalui rekayasa dan rumor. Sebagai orang yang kala itu memang berada di posisi puncak pergaulan para siswa, Bima dengan mudah menyebarkan rumor yang tidak-tidak kepada Yuda dengan tampangnya yang berpura-pura tanpa dosa itu.
Tidak hanya itu saja, dia pun memanipulasi Dhenis, seseorang yang berada di posisi hampir masuk di tim inti jika bukan karena keberadaan Yuda dan Areka. Namun demikian, dia sebenarnya hanya anggota sampah yang sama sekali tidak memiliki bakat apa-apa yang menonjol. Dia bisa dikatakan hanya pemain swordsman biasa yang mahir memainkan pedang dengan berbagai skill yang dia peroleh dengan susah payah melalui kekuatan uang.
Dhenis kaya dan memiliki kekuasaan, tetapi sangat mudah dihasud. Bima pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menjadikannya ranjau bagi Yuda yang tak memiliki apa-apa tersebut.
Dengan sedikit kata-kata sederhana seperti, “Padahal Dhenis lebih berbakat daripada Yuda. Mentang-mentang pelatih kita orang baru, dia juga pilih kasih kepada sesama orang baru. Pasti jika itu pelatih lama, Dhenis-lah yang akan terpilih. Entah apa yang dipikirkan sang pelatih baru dengan memilih seorang newbie dan malah mengorbankan karir seorang senior,” ataukah,
“Lihat newbie sombong itu bergaya. Dia pasti sedang mengejek Dhenis bahwa dialah yang terpilih sebagai tim inti dan bukan dirinya. Jika tidak, mana mungkin dia berbuat seperti itu tepat di hadapan Dhenis langsung,” dengan mudahnya Dhenis terprovokasi.
Jadilah masa-masa suram pembulian Yuda oleh Dhenis and the gang terjadi di sekolah. Namun jika hanya demikian, tentu saja Yuda tetap dapat bertahan karena tekadnya sangatlah kuat demi menggapai cita-citanya.
Akan tetapi, benih lain yang telah ditanam oleh Bima, akhirnya mulai menampakkan buahnya. Dengan cepat, Yuda telah dicap sebagai orang jahat begitu saja di SMA Pelita Harapan tersebut. Ada yang mengatakannya sebagai preman liar, anggota geng pencuri, bahkan ada yang menggosipinya telah punya akan simpanan di usianya yang masih belia.
Itu mudah saja terjadi terutama ketika objek rumor adalah orang yang lemah dan mudah dibuli, terutama dengan para siswa sering mendapati Yuda dibuli oleh Dhenis.
Lucunya, sang guru BK yang sangat angkuh dan sangat memandang perbedaan derajat keluarga itu, turut pula campur tangan. Sedari awal, dia memang telah tidak suka ketika sang kepsek membawa masuk gembel ke SMA Pelita Harapan itu.
Jadilah dia menskors Yuda hanya karena berdasarkan rumor yang tidak jelas tersebut. Di pertandingan e-sport vrmmorpg dua tahun lalu itu pun, bahkan sebelum pertandingannya dimulai, Yuda telah diboikot tidak bisa mengikuti kompetisi sebelum dia bisa membuktikan ketidakbersalahannya akan semua rumor itu.
Sedari awal, hal yang dirumorkan itu memang tidak pernah terjadi, jadi bagaimana bisa dia mengumpulkan buktinya. Begitulah bahayanya rumor bagi seseorang. Dengan mudah dapat disebarkan, tetapi akan memakan waktu yang sangat lama bagi orang yang diserang oleh rumor tersebut untuk membuktikan ketidakbersalahannya.
Bahkan, Pak Syarifuddin sebagai pelatih baru kala itu yang menjadi sumber kekuatan Yuda, akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa untuknya.
Alhasil, Yuda pada akhirnya bisa membuktikan ketidakbersalahannya, tetapi itu telah sangat terlambat, perihal pertandingan e-sport vrmmorpg kala itu telah lama berakhir.
Namun itu bukanlah hal yang paling membuatnya kecewa. Jika saja masalahnya benar-benar berakhir sampai di situ, dia setidaknya akan masih mampu bernafas lega untuk mengikuti kompetisi di tahun-tahun mendatang perihal masih akan ada kesempatan terbuka lebar di tahun kedua dan ketiganya.
__ADS_1
Berbeda dengan apa yang dibayangkannya, bahkan setelah membuktikan bahwa rumor yang dituduhkan kepadanya itu palsu, perlakuan para siswa terhadapnya tetap saja tidak berubah. Para siswa hanya mengatakan, “Oh, jadi itu tidak benar rupanya,” dengan tampang yang sama sekali tidak tertarik sambil tetap memperlakukan Yuda dengan tidak ada perubahan sama sekali.
Yuda telah terlanjur dicap sebagai anak yang buruk oleh para siswa lain dan tak akan pernah berubah lagi.
Para siswa tidak peduli lagi akan hal lain entah rumor itu benar atau salah. Yang jelas suasananya sudah terlanjur mendukung ke keadaan yang seperti itu dan tidak ada gunanya merubahnya lagi. Intinya, mereka tidak tertarik lagi dengan masalah terkait yang namanya Yuda itu.
Bahkan setelah senior sampah penyebar rumor serta yang sering membuli-nya itu meninggalkan sekolah pasca lulus, rasa sakit yang mereka sebabkan masih tertinggal dengan jelas di hati Yuda.
Yuda telah terlanjur kehilangan semangatnya. Dia kemudian mulai bergabung dengan para orang terkucilkan lain di klub persoalan kurang bakat dan tidak punya apa-apa seperti Martin dan Jacob lantas mereka bertiga pun membentuk grup yang akhirnya dikenal oleh para anggota klub lain sebagai trio pemalas.
“Tetapi Senior masih punya harapan untuk mengejar cita-cita Senior kan, walau itu sedikit? Jika tidak, Senior pastinya sudah lama meninggalkan klub. Nyatanya, Senior masih bertahan di klub walaupun jarang datang.”
“Aku terpaksa bertahan demi tetap memperoleh beasiswa!”
“Lantas mengapa Senior masih rajin berlatih di game?”
“Tentu saja karena itu menyenangkan!”
“Ya kan? Itu menyenangkan. Bagaimana pun, hati Senior tampaknya belum terlepaskan oleh kesenangan bermain vrmmorpg.”
Gelar ‘anak baik hati’ merespon, efek gelar ‘sang komandan’ teraktifkan
“Mari berjuang sekali lagi, Senior. Mari gunakan sisa-sisa waktu Senior berada di klub untuk berjuang sekali lagi. Para Senior sampah itu sudah tidak ada lagi dan sekarang semua anggota klub adalah orang-orang yang baik.”
“Tapi walaupun demikian, kemampuanku tidak sebaik dulu lagi. Pada dasarnya, mengalahkan monster dan mengalahkan player pada pertandingan e-sport itu berbeda. Mungkin aku tidak akan bisa lagi menyusul ketertinggalan kemampuan terhadap rekan-rekan yang lain seperti Areka, Yudishar, dan Robby sehingga aku hanya akan mempermalukan diriku sendiri.”
“Siapa yang bilang seperti itu? itu tidak benar, Senior. Senior pasti sanggup.”
“Tetapi ada kemungkinan mereka tidak akan menerimaku lagi jika aku tiba-tiba saja rajin datang latihan ke klub.”
“Tidak akan seperti itu kok, Senior. Setidaknya aku, pasti akan senang jika tim kita ketambahan lagi satu player berbakat.”
“Tapi…”
“Jika Senior masih seragu itu, aku akan memperkenalkan guru yang baik kepada Senior yang dapat membuat Senior lebih percaya diri dalam pertarungan khusus duel antarplayer.”
“Tetapi…”
Yuda terlihat ragu. Akan tetapi di tengah keraguannya, sebuah suara pun menggema.
“Yuda! Semangat!”
__ADS_1
“Ini saatnya kamu bersinar kembali, Yuda. Kamu tidak sepantasnya bernasib sama sepeti kami!”
Yuda pun menoleh ke arah sumber suara yang rupanya berasal dari orang yang dikenalnya dengan baik.
“Martin? Jacob?”
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Pasti kamu tidak enak dengan kami kan? Tapi benar apa yang dikatakan oleh Luca. Tidak sepantasnya kamu terus-terusan seperti ini. Inilah saat yang tepat untuk kamu bangkit.”
“Itu benar, Yuda. Atau apakah kamu ingin melihat para senior sampah itu bertambah senang jika melihat keadaan kamu yang seperti ini? Mari buat pukulan telak ke wajah senior sampah itu dengan menunjukkan kepadanya kamu bisa berdiri sukses di turnamen bergengsi itu.”
“Teman-teman…” Yuda pun berujar dengan ekspresi mata yang tampak berkaca-kaca.
Sejenak kemudian, trio pemalas itu pun saling berpelukan dan berkomitmen untuk bangkit kembali.
“Baiklah, Luca. Aku terima kebaikan hatimu. Tolong perkenalkan aku dengan guru kompeten yang dapat melatih aku, tidak, maksudku kami.” Ujar Yuda dengan membungkukkan badannya sembari menunjuk ke arah dua rekan trio pemalasnya itu.
“Eh, kami juga?”
“Tapi untuk orang yang tidak berbakat seperti kami juga ikut…”
“Apa yang kalian katakan? Kita adalah sahabat sehati sejiwa. Jika aku ikut, tentu saja kalian juga harus ikut. Hehehehehe.”
Melihat pemandangan itu, Luca pun tersenyum. Dia senang melihat orang lain mampu bangkit dari keterpurukannya itu.
“Tetapi ngomong-ngomong, jika kalian berdua ada di sini, siapa yang sedang berjaga di pos penjagaan?”
Para trio pemalas seketika mematung dengan pertanyaan Luca itu. Suasana haru pun seketika rusak dengan satu omongan Luca tersebut.
Luca pada akhirnya memperkenalkan trio senior pemalas itu kepada Visgore Layete, kapten guild swordsman. Karena telah berutang budi kepada Luca sebelumnya perihal kakaknya, Rahnee, ketika Luca memintanya untuk melatih para seniornya itu, dengan senang hati Visgore menerima tawaran itu.
Melihat Luca yang secara mulus bisa memperoleh bantuan dari para NPC, terlebih bukan sembarang NPC, melainkan NPC utama yang namanya tertera di iklan promosi game, para senior pemalas itu pun menjadi mangap-mangap tidak percaya.
Tetapi berkat Martin, akhirnya mereka semua bisa salah paham sendiri bahwa itu karena poin kontribusi Luca di game yang tinggi sehingga dia mudah menerima bantuan dari para NPC.
Lalu, hari-hari latihan spartan untuk menjadi lebih kuat di kesempatan terakhir bagi trio senior pemalas itu pun dimulai. Tanpa anggota klub lain sadari, telah muncul beberapa lagi saingan yang akan memperebutkan posisi tim inti itu.
Dengan demikian, klub e-sport vrmmorpg SMA Pelita Harapan sekali lagi level-up ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Walaupun sebenarnya ada pula trik curang yang tanpa disadari oleh Luca sendiri dalam mengaktifkannya, yakni efek gelar ‘sang komandan’-nya yang diinisiasi oleh efek gelar anak ‘baik hati’ yang memberikan efek sugesti kuat kepada lawan bicara sehingga mudah terpengaruh oleh kata-kata pemuda polos tersebut, namun semua itu bisa berhasil karena sedari awal memang ada niat dari sang trio pemalas untuk berubah.
Karena jika sedari awal mereka memang tidak ada niat mereka untuk berubah sehingga tidak ada inisiasi sugesti yang mampu dikuatkan efeknya ke si penerima, efek gelar juga tidak mungkin akan aktif. Jadi semuanya tidak diragukan lagi karena memang ada niat dari sang trio pemalas itu sendiri untuk kembali bangkit dari keterpurukan mereka.
__ADS_1