The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
89. Item Misterius


__ADS_3

Kancing esensi kenyataan.


Suatu item unik berwarna putih bersinar yang sesuai namanya berbentuk kancing besar, salah satu peninggalan Sultan Lacoza, kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Lalania.


Tiada yang tahu apa dan untuk apa item itu diciptakan. Satu hal yang pasti, item itu dapat menilai kejernihan hati seseorang yang menjadi prasyarat item itu untuk memilih seseorang sebagai pemiliknya.


Di hadapan item kecil yang bersinar terang itu, Luca berdiri dengan takjub.


“Ini?”


“Wow, item yang indah.”


Luca hanya terdiam, sementara kedua player wanita hebat yang ada di sampingnya itu terpesona akan keindahan itemnya.


“Cobalah sentuh item itu, Dik Luca.”


Atas perintah sang kaisar cantik, Luca pun menyentuh item itu.


“Shasasasasak.”


Semua mata terkejut seketika menatap ke arah Luca. Ini pertama kalinya item tersebut merespon selain menyetrum penggunanya dengan sengatan listrik yang menyengat. Item itu seketika terurai menjadi berkas-berkas sinar putih berkilauan lantas meresap ke dalam tubuh Luca.


“Ini?” Tampak S07 yang mengaktifkan item pengamat-nya terkejut akan perubahan tiba-tiba yang terjadi pada tubuh Luca.


“Ada apa, Tuan Putri?” Mendengar ujar panik S07, Virus Lady pun waspada.


Kedua player wanita hebat itu kemudian saling mengangguk.


“Luar biasa! Luar biasa! Sudah kuduga kamu bukan orang sembarangan, Dik Luca. Item itu telah mengakuimu sebagai tuannya, maka otomatis item itu sekarang menjadi milikmu.” Sang kaisar wanita cantik pun memberikan selamat kepada Luca dengan senyum kelicikan penuh arti.


.


.


.


Setelah basa-basi sejenak, Luca segera meninggalkan istana kekaisaran untuk segera menuju portal yang ada di ibukota demi menyusul kembali party-nya, Nina dan Raia. Namun di tengah jalan, dia tiba-tiba dicegat oleh seseorang.


Tidak, tepatnya oleh dua orang. Merekalah duo player wanita hebat itu.


‘Skill: elven lie’


S07 secara tiba-tiba mengaktifkan skill-nya begitu saja. Dari dalam matanya pun keluar seberkas cahaya merah yang meproyeksikan sebuah mata besar yang menyeramkan. Mata itu tepat mengintimidasi ke arah Luca.


Sesaat kemudian, Virus Lady pun maju memeriksa keadaan Luca.


“Nah, maafkan aku Adik Manis, Kakak akan mengambil item itu darimu karena item itu berbahaya bagi dunia ini.” Ujar Virus Lady seraya menyentuh dada Luca.


Akan tetapi, Luca segera menampik tangan itu.


“Apa yang Kakak lakukan?! Kapan aku bilang setuju menyerahkannya?! Lagipula item ini dihadiahkan Kak Kaisar untukku. Mengapa Kakak yang ingin mengambilnya?!”


Luca marah.


Seketika Virus Lady tersentak. Ekspresinya tampak rumit karena dikagetkan oleh sesuatu yang tidak diduganya. Dia pun segera menoleh ke belakang ke arah player S07 lantas membentak.


“Oi, apa-apaan ini, Tuan Putri?! Skill-mu tidak mampan padanya.”

__ADS_1


S07 lantas menyadari ada yang salah. Dia pun segera menghentikan aktivasi skill-nya. Lalu sesaat kemudian, dia berkata, “Tampaknya pemuda ini punya skill yang dapat membatalkan efek ‘Elven Lie’.


Itulah gelar ‘sang wanderer sejati’ milik Luca yang mencegah pemuda itu memiliki status kematian instan atau sejenisnya. Skill ‘Elven Lie’ milik player S07 memiliki prinsip mirip dengan skill cuci otak yang menghilangkan kesadaran pemain yang didefenisikan oleh sistem mirip dengan status kematian instan. Oleh karena itu, gelar ‘sang wanderer sejati’ bekerja padanya.


“Kalau begitu, kita tidak punya pilihan lain selain berbuat kasar.”


“Tunggu! Jangan gegabah! Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada tubuh nyatanya jika kita mengambil item spiritual darinya secara paksa. Sebaiknya laporkan saja semua ini kepada para petinggi, termasuk keanehan status pemuda ini.”


Setelah bujukan beberapa saat, Virus Lady pun menurut patuh pada player S07.


Luca yang sedari tadi memperhatikan mereka berbisik-bisik, mampu mendengar sedikit apa yang mereka ucapkan dengan indera assassin-nya yang tajam, akan tetapi dia kurang mengerti apa yang dimaksud oleh kedua player wanita hebat itu.


Yang jelas Luca menangkap bahwa kedua player wanita hebat itu sangat menginginkan item yang dimilikinya. Hal itu lantas membuatnya menaikkan kewaspadaannya di hadapan duo player wanita hebat tersebut.


Namun, berbeda dari yang diharapkan Luca, Virus Lady, salah satu di antara mereka, justru datang kembali menghampirinya seraya tersenyum ramah.


“Hehehehehe. Maafkan kami tadi ya, Adik Newbie. Kami hanya bermaksud bercanda tapi rupanya kami kelewatan ya. Hehehehehehehe. Oh iya, bagaimana jika berteman dengan Kakak?”


Luca masih waspada, tetapi tetap saja dia setuju untuk menerima request pertemanan dari Virus Lady tersebut.


***


Hari yang melelahkan di dalam game. Setelah audiensi dengan Kak Kaisar, aku tiba-tiba saja dicegat oleh Kak Virus Lady dan temannya. Tapi aku yakin betul mereka bukanlah orang jahat, jadi ketika Kak Virus Lady mengirimkan permintaan pertemanan padaku, aku menerimanya begitu saja.


Tapi aku tetap saja heran, apa sebenarnya yang membuat mereka sangat tertarik dengan item itu. Padahal jika Kak Virus Lady meminta baik-baik dengan menjelaskan alasan yang bisa diterima, mungkin saja aku bisa memberikannya dengan senang hati. Lagipula jika item ini memang berbahaya, seharusnya mereka menjelaskannya dengan lebih detil.


Ah, tampaknya aku harus mengawasi baik-baik efek dari item ini. Jika ini memang berbahaya seperti yang dikatakan Kak Virus Lady, aku harus menyegelnya. Tapi bagaimana item cahaya seperti ini bisa sampai dianggap berbahaya? Ini bukannya item kematian maupun kegelapan.


Aku memutuskan melupakan hal itu untuk sejenak soalnya aku harus segera bertemu kembali dengan Kak Nina dan Kak Raia. Berdasarkan laporan Aura, Kak Nina dan Kak Raia baru saja berhenti di lantai dua dan memilih kembali setelah kewalahan menghadapi para winged gold elemental yang HP-nya hampir abadi di lantai tiga.


Untunglah, berkat Aura, mereka bisa kembali ke lantai dua dengan selamat lalu menggunakan obelisk pentransfer untuk segera keluar dari dungeon pemula.


.


.


.


“Luca, kamu telat! Kamu tahu tidak, betapa merepotkannya monster bercahaya itu barusan. Dan juga pet-mu ini bersikeras hanya membantu kami melarikan diri dan tidak berniat sama sekali membantu kami mengalahkan monster-monster itu.” Begitu aku tiba, Kak Nina langsung marah-marah.


“Hahahahahaha. Maaf Kak Nina, aku memang menyuruh Aura seperti itu. Lagian, apa gunanya mengalahkan monster itu jika bukan dengan tangan Kakak sendiri. Monster itu hanya akan dinyatakan sebagai aku yang mengalahkannya dan tidak akan membantu Kakak level-up.”


Mendengar balasanku itu, entah mengapa Kak Nina terlihat sedikit tersentak lantas memuram.


Lalu Kak Nina menjawab, “Iya, itu benar juga. Maaf, Luca. Kakak khilaf. Kakak tanpa sadar telah banyak bergantung padamu padahal seharusnya Kakak yang melindungi adik kecil sepertimu.” Ujar Kak Nina dengan ekspresi muram.


Aku pun berusaha memperbaiki suasana hati Kak Nina yang tampak merasa bersalah. Lagipula bagiku sampai saat ini, Kak Nina telah menjalankan perannya sebagai seorang kakak dalam menjagaku yang terasa asing di dunia nyata itu dengan sangat baik.


Aku tertawa seolah itu bukan apa-apa. “Hahahahahaha, melindungi apanya. Aku ini kuat, Kak Nina. Daripada itu, Kak Nina sudah bekerja keras hari ini. Lihat saja level Kakak. Kerja bagus, Kak Nina, Kak Raia.” Aku pun mengucapkannya seraya tersenyum ramah kepada mereka berdua.


Tampak dari ekspresi Kak Nina dan Kak Raia yang menunjukkan bahwa kelelahan mereka terbayarkan oleh pujianku.


Tetapi itu bukanlah sekadar omong kosong belaka.


\=\=\=


Nama: NINANINA6060 (Lv 7)

__ADS_1


Race: Manusia


Umur: 16 tahun


Jenis kelamin: Perempuan


Pekerjaan: Tamer [apprentice]


\=\=\=


\=\=\=


Nama: BEASTOP (Lv 8)


Race: Manusia


Umur: 16 tahun


Jenis kelamin: Laki-laki


Pekerjaan: Fighter [apprentice]


\=\=\=


Status mereka sungguh telah terlihat lebih baik dari sebelumnya.


“Kalau begitu, mari kita mulai saja ronde keduanya.”


Aku pun berteriak dengan penuh semangat.


“Ah, aku lelah mulai dari awal lagi.”


“Ayo semangat, Nina! Kelelahan ini belum seberapa dibanding impian kita!”


“Lihat siapa yang sebelumnya bilang ingin berhenti.”


“Hehehehehehehe.”


Walaupun lelah, tampak mereka berdua juga masih penuh dengan semangat.


Akan tetapi begitu kita hendak masuk, seorang player mencegat kami.


\=\=\=


Nama: VISGORE (Lv 6)


Race: Manusia


Umur: 35 tahun


Jenis kelamin: Laki-laki


Pekerjaan: Swordsmen


\=\=\=


“Anu, boleh aku bergabung dengan party kalian? Ah, aku bukan orang yang mencurigakan. Aku juga seorang player. Bagaimana pun, aku ingin ikut quest-nya, tetapi aku tidak bisa menemukan party, jadi… aku ingin bergabung dengan party kalian.”

__ADS_1


Player jidatmu. Paman ini pikir aku tidak mengenalinya apa? Jelas-jelas paman yang ada di hadapanku ini adalah ketua guild termuda yang terkenal dari guild swordsmen. Bagaimana bisa dia memalsukan statusnya menjadi seorang player? Tidak, tidak hanya itu. Bahkan levelnya dia palsukan juga.


Apa sebenarnya tujuan paman ini mendekati para player newbie sembari memalsukan identitasnya?


__ADS_2