
Assassin Veteran Tingkat Tinggi
Beberapa hari yang lalu di wilayah netral Gardenia.
Guild ekstra yang dibentuk oleh beberapa player di bawah pimpinan player yang menamakan dirinya sebagai JUSTICESWORD atas naungan guild utama swordsmen membentuk party beranggotakan 30 orang untuk penaklukan dungeon tingkat menengah atas yang terletak di ujung utara Kerajaan Symphonia.
Sejauh ini, belum ada satu pun guild ekstra di antara 84 guild ekstra yang ada yang mampu mencapai prestasi setinggi seperti menaklukkan dungeon menengah atas. Itu wajar saja karena pembukaan vrmmorpg The Last Gardenia masih bisa terhitung hari, barulah sebulan lebih saja.
Oleh sebab itu, jika guild ekstra yang bernama Dawn itu berhasil menjadi yang pertama kali menaklukkan dungeon menengah atas, mereka dijamin akan menjadi guild extra yang paling populer di vrmmorpg tersebut.
Dan alhasil, tujuan mereka tercapai. Mereka mampu menyelesaikan dungeon menengah atas yang dinamakan Dungeon Lava itu. Sesuai namanya, dungeon itu dipenuhi oleh monster-monster api berlevel menengah ke atas dengan boss dungeonnya berupa fire witch yang menunggangi salamander. Pemberitahuan global sistem pun bermunculan pasca mereka menyelesaikan dungeon itu.
Akan tetapi sampai di situ saja. Mereka sama sekali tidak terkenal. Itu dikarenakan prestasi mereka itu ditutupi oleh prestasi yang lebih menyilaukan lagi. Secara tiba-tiba saja, seorang newbie yang baru bermain game tersebut selama 5 hari, telah menemukan dan menyelesaikan 2 buah quest tersembunyi yang sampai-sampai mendapatkan pemberitahuan global sistem.
Padahal, banyak pemain yang telah mengeluarkan banyak dananya, bahkan ada beberapa tim analisis game yang dipekerjakan oleh swasta demi mencari tahu keberadaan quest tersembunyi ini yang konon katanya hanya ada 33 selama story game berjalan, namun belum ada satu pun di antara mereka yang menemukannya setelah pencarian selama sebulan lebih game itu berjalan.
Tetapi secara tiba-tiba saja, sang newbie mampu menemukannya hanya dengan bermain selama 5 hari. Itu pun tidak hanya 1 melainkan 2. Bagaimana tidak sang newbie tidak akan menjadi pusat perhatian.
Merasa prestasi guild-nya itu dilecehkan oleh sang newbie yang tidak lain adalah Luca, Justice Sword pun menjadi dendam padanya dan akhirnya memutuskan untuk menyewa pembunuh bayaran, seorang player yang telah terbiasa melakukan PK, tidak hanya di vrmmorpg The Last Gardenia saja, tetapi juga di vrmmorpg lain yang berbasiskan story petualangan.
Dialah player yang ber-code name BOURBON666, seorang veteran tingkat tinggi yang terdaftar sebagai salah seorang player di guild assassin. Dan saat ini, sang player tengah mengawasi Luca di dalam bangunan guild, menunggu kesempatan Luca lengah untuk mem-PK-nya.
.
.
.
“Hah, ya sudahlah. Kamu tidak usah menjawab. Yang jelas, rajin-rajinlah berkunjung ke guild. Tidakkah kamu tahu betapa Paman merindukan kamu setiap hari.” Ujar Heisel sembari mengelus rambut Luca yang kini telah berwarna hitam itu, sehitam rambut Heisel.
“Maaf, Paman.” Hanya kata-kata itulah yang mampu terucap di mulut Luca, perihal sistem tidak memberikannya kebebasan dalam mengungkapkan beberapa informasi tertentu kepada NPC.
“Sraaaaak.” Tiba-tiba, Heisel melemparkan setumpuk koin emas kepada Luca.
__ADS_1
Sebagai catatan, 10 koin besi setara dengan 1 koin tembaga, 10 koin tembaga setara dengan 1 koin perak, 10 koin perak setara dengan 1 koin emas, sementara 1 koin emas setara dengan selembar uang kertas 1 rupiah. Tentu saja, nilai logam ini hanya berlaku di dalam game. Di tahun 2083 itu, harga-harga logam tetaplah masih mahal.
“Apa ini, Paman? Aku tidak butuh lagi uang saku dari Paman. Aku bisa cari uang sendiri.” Ujar Luca bertanya-tanya.
“Ini hadiah dari Kekaisaran Lalania atas prestasimu membunuh Philtory yang menjadi dalang serangan zombie di Desa Kaukau.”
“Tapi bukankah ujian kenaikan level tidak seharusnya memperoleh hadiah uang kecuali skill dan barang jarahan, Paman?”
“Hadiah ini terpisah. Tampaknya, mereka menghargai jasamu. Setidaknya terimalah sebagai itikad baikmu pada raja mereka.”
“Baiklah, kalau Paman yang bilang begitu.” Luca pada akhirnya menerima tumpukan koin emas itu.
Koin 4147 Rupiah --> Koin 10147 Rupiah
Dalam sekejap, 6000 koin emas itu tertransfer menjadi uang enam ribu rupiah atau setara 3 juta rupiah dengan mata uang asli di akun Luca.
“Oh iya, Luca. Hadiah itu juga terkait dengan info penting yang mereka peroleh mengenai keberadaan orb merah di tubuh beberapa zombie. Tentu saja hal ini akan mengarah kepada pengembangan penelitian yang lebih mendalam mengenai para monster. Itulah sebabnya rewardnya cukup tinggi.” Heisel menambahkan.
Orb. Keberadaan langka yang akan ditemukan di dalam tubuh beberapa monster level tinggi jika sudah mencapai usia tertentu. Orb berasal dari penggumpalan energi mana dari sang monster yang telah hidup lama di dalam inti mana mereka yang lambat laun kian banyak yang pada akhirnya akan membentuk wujud fisiknya dalam bentuk orb.
Namun, mustahil bagi makhluk yang berasal dari alam mati seperti zombie memiliki orb akibat ketiadaan daya hidup mereka yang mampu membentuk orb ini. Oleh karena itu, penemuan party Luca, adalah suatu penemuan fenomenal yang menarik minat bagi setiap peneliti di kekaisaran sehingga seharusnya justru hadiah koin emas sebanyak 6000 koin itu masihlah terbilang rendah dari yang seharusnya diterima Luca.
Namun, Luca tidak peduli dengan semua itu.
Anda akan mentransfer koin sebesar 750 rupiah kepada Player AREKAMALANG. Klik ya jika setuju.
Anda akan mentransfer koin sebesar 750 rupiah kepada Player BEASTOP. Klik ya jika setuju.
Anda akan mentransfer koin sebesar 750 rupiah kepada Player LIACAHAYATERANG. Klik ya jika setuju.
Anda akan mentransfer koin sebesar 750 rupiah kepada Player BUDAKMALANG. Klik ya jika setuju.
Anda akan mentransfer koin sebesar 750 rupiah kepada NPC HEISEL TRAKATOV. Klik ya jika setuju.
__ADS_1
Anda akan mentransfer koin sebesar 750 rupiah kepada NPC KEPORIN. Klik ya jika setuju.
Anda akan mentransfer koin sebesar 750 rupiah kepada NPC DIMITRI. Klik ya jika setuju.
“Hei, Luca. Apa yang kamu kirim ke Paman ini?”
“Sudah jelas kan, Paman. Hadiah ini kuperoleh berkat party, jadi sudah sewajarnya dibagi merata ke party.” Ujar Luca dengan penuh tekad disertai senyum tak berdosanya sehingga membuat Heisel tak bisa lagi menolak keinginan keponakannya itu.
“Kamu sudah memikirkan quest apa yang akan kamu ambil, Luca?” Tanya Heisel kembali kepada Luca.
“Ah, bagaimana kalau quest membasmi zombie di daerah perbatasan Kekaisaran Lalania dengan tanah kematian?” Heine-lah yang menyahut. Dia rupanya sedari tadi telah mendengarkan percakapan kedua orang itu.
“Ah, Kak Heine? Mengapa Kakak ada di sini?” Luca yang mengetahui seharusnya Heine ditempatkan di bagian administrasi guild assassin di desa pemula, jadi bertanya-tanya. Tetapi melupakan itu, Luca dengan segera tersenyum ceria menanggapi keberadaan salah satu orang yang dianggapnya baik dan ramah itu.
“Berkat Kapten, aku dipromosikan menjadi kepala administrator di guild pusat.” Jawab Heine disertai turut mengeluarkan senyumnya yang cerah. Reuni yang hangat pun terjadi di antara mereka berdua.
“Lupakan itu, bagaimana menurutmu, Luca? Menurutku, quest itu yang paling cocok untuk pemain veteran pemula sepertimu.”
“Hmm. Tapi rasanya menghabisi zombie yang lamban takkan terlalu berguna untuk perkembanganku. Aku butuh misi yang lebih menantang.” Namun, Luca tampaknya masih kurang greget pada quest yang diajukan oleh Heine itu.
“Yah, itu benar juga. Tapi misi untuk pemain veteran pemula juga agak terbatas. Hmm…” Tampak Heine berpikir keras untuk menemukan solusi yang mampu membuat Luca puas.
“Bagaimana kalau misi assasinasi para pemberontak yang banyak meresahkan Kekaisaran Lalania belakangan ini?” Heisel pun maju dengan usulannya.
“Apa yang Kapten ucapkan? Itu misi untuk veteran tingkat tinggi lho, Kapten. Mana bisa Luca mengambilnya? Walaupun tubuh wanderer itu abadi, tetap saja kemampuan mereka akan berkurang tiap kali tewas. Juga kasihan Luca jika harus mengalaminya.” Namun, Heine yang taat aturan, tentu saja takkan membiarkan hal itu terjadi begitu saja.
“Luca lebih hebat dari yang kamu kira lho, Heine.”
“Tetapi itu tetap saja terlalu…”
“Prak.”
Akan tetapi, belum sempat Heisel dan Heine berdebat lebih lanjut mengenai quest yang akan diambil oleh Luca, terdengar suara meja yang dipukul dengan keras.”
__ADS_1
“Apa ini maksudnya? Sedari tadi aku meminta quest itu, tetapi tidak diberikan oleh Anda dengan alasan kekurangcakapan player. Tetapi Anda akan memberikan quest-nya begitu saja kepada pemula yang baru saja bergabung itu? Apa Anda bercanda, hah?! NPC juga bisa yang namanya kongkalikong rupanya! Baiklah, maju sini, Bocah! Kita berduel! Lihat siapa yang lebih hebat di antara kita!”
Akibat ulah pilih kasih Heisel, Luca pun terjebak pada tantangan pertarungan melawan seorang player assassin veteran tingkat tinggi berlevel 52 itu, KATARINAH.