
"Apa hubungan mereka denganmu?"
Julian menatap Edo balik dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.
Edo sampai gentar.
"Om, Om Edo sebaiknya tidak usah banyak tanya dulu. Nanti kalo kita sudah tahu siapa itu Wisnu. Julian janji bakal ceritain semuanya." Janji Julian.
Om Edo, tersenyum lega. Ternyata anak baik ini masih bisa berjanji untuk mengatakannya nanti.
Minimal sih mengusir kekepoannya tentang kehidupan Julian selama dibesarkan perpaduan antara keluarga Wijaya dan Syarief.
Hmm.. Walah Om Edo bisa kepo juga.Ingat Umur, Om. Entar stroke lo kalo terlalu sering kepo.
(Authornya ikutan absurd nee genks)
💗💗💗💗💗
Subuh-subuh di kamar rawat Aqeela.
Desta baru saja menyelesaikan salam keduanya dan menyempatkan melirik keadaan istrinya yang masih tertidur.
Semalam Aqeela sempat terbangun hanya untuk minum dan buang air kecil. Kemudian tertidur lagi.
Desta menemaninya dengan tidur di sebelah istrinya dan memeluknya dengan sayang. Do'a-do'a sepanjang malam ia panjatkan untuk istri dan calon anak-anaknya.
Melihat Aqeela masih terpejam, Desta melanjutkan dzikirnya. Karena ia tak sampai hati membangunkan istrinya yang masih lelap.
"Biarlah tiga puluh menit lagi, aku bangunkan. Waktu subuh masih ada." Gumam Desta begitu selesai wiridan.
Dipandangnya wajah cantik yang sudah menemaninya selama dua belas tahun tanpa mengeluh itu.
Diciumnya kening Aqeela dengan lembut.
"Jazakillah Ya Habibi.."
(Terima kasih kekasihku)
"Aku tidak pernah tahu seandainya Allah tidak mempertemukan kita, mungkin jalan hidupku sekarang tidak seperti ini."
"Kamu yang kuat ya. Demi aku. Demi anak-anak. I love you."
"Love you too." Balas Aqeela sambil membuka mata.
Desta tersenyum menatap Aqeela.
"Terima kasih ya, aku mendengar seseorang mengatakan I Love you makanya aku terbangun." Sambunh Aqeela dengan suara serak.
"Maaf ya, Beb membangunkanmu." Ucap Desta.
Aqeela menggeleng.
"Sudah subuh. Aku harus sholat." Jawab Aqeela dengan lemah.
"Beb, kuat ke kamar mandi?" Tanya Desta.
Aqeel.kembali menggeleng.
"Aku tayammum aja." Ucapnya.
Selesai bertayamum, Aqeela menunaikan sholat subuh sambil berbaring.
💗💗💗💗
Pukul satu siang, Julian dan keempat ponakannya sudah di kamar rawat Aqeela.
Aqeela sudah bangun, dan tersenyum melihat kedatangan keempat anak bersama Julian.
Aqeela sudah bisa duduk. Dan kini sedang bersandar di bednya.
"Umma...." Teriak keempat anaknya.
__ADS_1
Secara bergantian keempatnya mencium kening dan pipi Aqeela.
"Umma sehat terus ya. Kita kuatir sama Umma." Kata Zafran sambil memeluk Umma. Seakan Aqeela ibu untuknya saja.
Desta dan Julian hanya menjadi penonton kedekatan Ibu dan anak-anaknya itu.
"Kak, kalo ada anak-anak gini. Posisi Kakak sudah tergantikan dengan mudahnya. Lihat Kal Aqeela gak ngelirik Kakak sama sekali." Goda Julian.
"Gak usah bikin suasana tambah panas deh Yan. Lagian mereka juga anak-anak aku." Omel Desta tidak terima.
"Bukannya mereka anak Kak Aqeela. Inget ya Kak kalo kita nulis identitas yang ditanya sekarang nama ibu bukan nama ayah. Wleek" Julian makin gencar goda Kakaknya.
"Tapi kamu juga harus ingat, pas mereka nikah nanti nama bapaknya yang ditulis bukan mama ibunya." Desta tidak mau kalah.
"Paling yang kakak nikahkan nanti kan hanya Zafira. Zafir,Zafran dan Al kan gak pake wali sudah sah." Julian masih saja menggoda kakaknya.
"Yan, gak usah godain aku deh. Ntar lama-lama kamu aku kawinin ama Zafira."
"Kawin, kayak sapi aja."
Bughh.
Desta membogem lengan Julian dengan kencang.
"Auwhh...sakit Kak. Eh, salah calon bapak mertua."
Plak.
Tamparan indah tepat mengenai pipi Julian.
"Kak, sadis banget sih."
"Makanya ngomong yang bener!" Maki Desta.
"Emang salah aku dimana?" Tanya Julian.
"Manggil-manggil mertua sembarangan aja." Omel Desta.
"Tunggu deh, kayaknya tadi itu ada yang bilang kalo aku mau dikawinin ama Zafira. Berarti apa dong itu namanya kalo bukan calon bapak mertua." Ledek Julian.
"Eits.. aku ini Calon mantu high quality loo.. Jangan salah dan jangan sampai terlewatkan."
"High quality play boy yang ada."
"Kalian berdua bisa gak tengkarnya pindah di luar. Berisik tau enggak." Sela Aqeela sambil teriak.
"Tuh, istri kakak marah!" Omel Julian.
"Gara-gara kamu." Bantah Desta.
"Kok aku?"
"Iyaalah sapa yang godain duluan."
"Haduuh keluar deh kalian berdua." Potong Aqeela lagi melihat suami dan adiknya saling adu mulut entah apa temanya.
Karena ia asyik dengan keempat anaknya.
"Buya sama Uncle, kleuar deh. Berisik. Umma sama dedek bayi mau tidur." Pekik Zafira dengan garang.
"Dek, kamu gak usah marah-marah deh. Aa' Julian ama Buya mau keluar kok."
"Cowok-cowok gak jelas." Gerutu Zafira.
"Yuk Kak kita keluar. Biarkan bini Kakak di dalam. Kita terusir perlahan. Haa ha ha." Julian menyeret kakaknya dengan lembut.
"Kemana Yan?" Tanya Desta.
"ke Lapangan bola. Tanding futsal." Jawab Julian asal.
"Cowok absurd." Omel Desta.
__ADS_1
"Mantan kamu berapa sekarang?" Tiba-tiba Desta menanyai Julian tentang cewek.
"Unlimited Kak."
"Awas saja kalo kamu bikin cewek nangis!" Ucap Desta.
"Yaelah.. Kakak kalah. Udah banyak cewek yang patah hati karena aku tolak."
Giliran Desta yang mendelik keren.
"Gila kamu, berani banget ngalahin rekor Kakak."
Julian hanya ngakak mendengar ucapan Desta.
"Yan kakak serius. Duduk sini!" Pinta Desta sambil menepuk kursi taman yang ada di bawah pohon.
Julianpun duduk di bangku yang diminta kakaknya.
"Apaan Kak?" Kepo Julian.
"Kamu sekarang udah dewasa. Hati-hati kalo bergaul. Apalagi dengan makhluk yang namanya cewek." Desta menggenggam erat tangan Julian.
"Yan, maaf yaa. Karena Kakak saat ini yang bertanggungjawab atas kamu. Kakak punya harapan tinggi untuk kehidupanmu. Meskipun kakak tahu, kamu pemilik perusahaan besar di surabaya. Tapi, tetap saja kami masih berhak atas kamu." Ucap Desta.
"Kak, Iyan janji gak akan mengecewakan kakak." Ucap Julian terharu.
"Tawaran Kakak akan Julian pertimbangkan." Bisik Julian masih dengan nada menggoda.
"Yan,bisa serius gak sih kamu?" Ucap Desta.
"Ini Iyan lagi serius." Katanya.
"Hadeeh..." Gumam Desta.
"Kak bentar ya.." Ada telpon dari Om Edo.
Julian meminta izin kakaknya mengangkat telpon dari Edo.
Begitu ada panggilan masuk dari pengacaranya itu.
Desta mengangguk tanda mengiyakan.
"Iya Om."
"Di rumah sakit."
Setelah menyebutkan nama rumah sakit tempat Aqeela dirawat inap. Julian menutup panggilannya.
"Kak, balik ke kamar kakak Qee, yuk!" Ajak Julian setelah di dekat Kakaknya.
💗💗💗💗💗
"Yan, kamu serius masih mau tinggal dengan mereka?" Tanya Edo melihat jumlah anggota keluarga Aqeela dan Desta.
Edo diam-diam membayangkan kehidupan Julian di tengah-tengah mereka.
"Iya Om. Ada yang salah?"
"Rumah kamu gimana?"
"Biarkan saja. Nanti kalo aku sudah menikah baru aku boyong istriku ke sana."
"Kalo gitu segera nikah saja!"
Pletak..
"Awwh.. gak sopan."
💗💗💗💗
Om Edo jangan buru-buru. Jodohnya Julian belum kelihatan.
__ADS_1
Buya Desta juga, ucapan itu do'a loo..
Genks.. tuggu di next episode yaa...