TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Raport


__ADS_3

Hari ini Si Triple yang pembagian rapot. 🗂


Geng rempong sudah ngumpul di lobi sekolah.


"Roh, aku udah rapi belum?" Tanya Oca ke Via.


"Sudah. Mau ambil rapot aja ribet banget sih?" Oceh Via.


Aqeela dan Yuna hanya terkekeh mendengar Oca dan Via yang saling ledek.


"Liat Nyai, dia gak rempong kayak kamu. Masih aja cantik." Via masih belum puas mengomeli Oca yang sibuk merapikan lipstik dan bedaknya.


"Roh, Munaroh.. Lha kamu udah tau sendirilah Juminten kayak apa?" Lerai Yuna sambil berkaca mengikuti jejak Oca.


"Ya Alloh Sri.. Udah cantik." Komen Via.


"Mbak, kamu lagi PMS ya? Atau semalam gagal gak dikeloni suami?" Aqeela nimbrung ikut menggoda Via.


"Nyai... " Bibir Via langsung cemberut.


Aqeela tertawa lebar.


"Nah, loo aku benar kan?" Ledek Aqeela.


Kali ini Oca dan Yuna ikut tertawa meledek Via.


"Udah, gak usah ngeributin dandan. Yuuk Roh. Kita masuk kelas. Biarin mereka mempercantik diri!" Aqeela langsung mengamit lengan Via mengajaknya masuk ke kelas tanpa menghiraukan muka Via yang masih cemberut apalagi dua personel rempong lainnya yang masih sibuk merapikan dandanannya.


"Udah lupain saja ucapanku. Kalo tidak benar. Kalo benar yaa nanti usaha lagi." Kata Aqeela.


"Piss ya, Mbak?" Aqeela mengangkat jari telunjuk dan tengahnya sambil nyengir ke arah Via.


Via mengabaikan ucapan Aqeela. Tapi ia tidak menolak digandeng ibu empat anak yang kini menanti kelahiran anak kelimanya.


"Nyai, kamu gak wegah gitu hamil terus?" Tanya Via setelah reda rasa sebelnya.


"Enggaklah. Karena sebetulnya saat hamil, wanita akan tersebut akan mendapat pahala yang sangat besar. Seperti pahalanya orang yang berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari. Sholat wanita hamil lebih utama daripada sholatnya wanita yang tidak hamil. Malaikat beristighfar untuk wanita hamil. Pahala wanita hamil sama dengan pahala laki-laki yang jihad. Kalau meninggal saat hamil atau melahirkan termasuk mati syahid." Jelas Aqeela.


"Aku sih ogah." Bantah Via.


Aqeela hanya nyengir.


"Ya.. gak pa_pa kalo gitu didik aja Wanda dengan benar." Ucap Aqeela.


Via menatap wanita itu.


"Beneran punya anak sedikit gak pa_pa?"


"Ya gak pa_pa. Daripada anak banyak tapi gak bisa mendidik dengan baik." Aqeela kembali menegaskan.


"Nyai.. Munaroh..!" Panggil Yuna sambil tersenggal-senggal.


"Kalian kenapa kayak dikejar pocong saja." Ledek Via.


"Bukan dikejar tapi kami lagi ngejar white devil." Jawab Oca.


Membuat Aqeela hanya terkekeh.


"Udah segera absen dan masuk!" Seru Aqeela.

__ADS_1


Ketiganya segera menuliskan nama di daftar hadir secara bergantian. Lalu masuk ke kelas dengan tertib.


💗💗💗💗💗💗


"Nyai.. mau kemana lagi?" Tanya Yuna setelah mereka berempat mendapatkan hasil perkembangan belajar putra putrinya.


"Mau balik ke sekolah. Hari ini sekolah mau prepare buat rapotan besok." Jawab Aqeela.


"Ya.. padahal pengen ngemall gitu." Ucap Oca tanpa semangat.


"Ngemall bisa lusa. Kita ngemall bareng. Gimana? Kan bisa lebih lama. Kalo sekarang mepet." Jawab Aqeela.


"Okay deh. Lusa." Balas Via mengiyakan Aqeela.


"Siip.. Aku duluan ya.. my bodyguard udah siap." Kata Aqeela yang hanya disenyumin ketiga anggota genk rempongnya.


"Assalamu'alaikum.." Sambung Aqeela sambil masuk ke dalam mobilnya.


"Wa'alaikum salam.." Balas ketiganya serempak.


Setelah kendaraan Aqeela berlalu, ketiga masuk ke mobil masing-masing dan pulang.


💗💗💗💗


"Qee.." Panggil Pak Jamal begitu Aqeela duduk di sofa ruang BK.


"Nee.. dari Pak Han!" Kata Jamal sambil menyodorkan kertas ke Aqeela.


Aqeela menerima lalu membaca kertas yang diangsur dari Pak Jamal.


Tertera di situ, daftar nama siswa yang semester ini mengalami kemunduran prestasi belajar, kehilangan semangat sampai laporan kenakalan siswa.


"Tiap tahun selalu saja, ada siswa kayak gini?" Gumamnya dalam hati.


"Kenapa Qee?" Tanya Pak Jamal.


"Gak pa_pa, bosen aja Pak. Tiap tahun ketemu kasus yang sama. Tapi kita harus menyelesaikan dengan cara yang berbeda." Cerocos Aqeela.


"Lama-lama catatan kita bisa jadi buku." Sambungnya tanpa jeda sedikitpun.


"Wah, ide bagus tuh! Bisa jadi PTK kita. Ntar kita ajukan untuk penilaian PKG." Sahut Pak Jamal.


"Lumayan untuk tambahan poin." Pak Jamal ikut berhalu.


"Bapak. mah ambil iyain aja ucapanku. Sesekali cari ide sendiri gitu." Ledek Aqeela.


"Ide aku udah ekspayed. Mau cari ide yang bening-bening aja."


"Bapak absurd banget sih."


Pak Jamal menanggapai ucapan Aqeela dengan kekehan khasnya yang gak jelas iramanya.


Aqeela membetulkan posisi duduknya. Dari duduk tegak sedikit menggeser punggungnya.


"HPL-nya kapan?" Tanya Pak Jamal yang merasa kasihan melihat Aqeela kewalahan dengan perut gedenya.


"Masih dua bulan lagi." Jawab Aqeela.


"Tapi kok keliatan gede banget ya? Lebih gedw dari yang kemarin?" Pak Jamal memandang perut besar Aqeela.

__ADS_1


"Sama saja, Pak." Jawab Aqeela.


"Kamu gak wegah gitu, hamil melulu." Ucap Pak Jamal sambil berpindah ke sebelah Aqeela.


"Hai, anak-anak baik. Ini Pak Jamal. Kalian baik-baik ya disana. Jangan bikin ibu kamu susah. Dia lagi repot seminggu ini." Pak Jamal mengelus perut Aqeela.


Pria setengah abad lebih itu terlihat tersenyum lebar, saat menyentuh perut perempuan yang pernah jadi murid kesayangannya itu.


"Anak kamu gerak-gerak. Lucu banget." Kata Pak Jamal. Raut wajahnya menunduk ada kesedihan tergambar di sana.


"Kenapa Pak? Katanya lucu kok jadi baper?" Tanya Aqeela sambil menyamankan posisinya kembali.


"Bapak merindukan suara anak kecil di rumah, Qee. Sampai sekarang istri Bapak belum hamil." Jawab Pak Jamal sambil mengalihkan pandangannya.


"Pak, mungkin Allah punya rencana lain sama Bapak dan Ibu. Ingat kisah Nabi Zakaria alaihissalam da istrinya. Mereka berdua dikarunia seorang putra ketika usia mereka sudah menjelang udzur. Nabi Ibrahim alaihissalam malah mendapatkan anak dari kedua istrinya secara bersamaan." Kata Aqeela lirih.


"Insya Allah semua ada hikmahnya. Saat ini bapak nikmati saja momen berdua dengan istri." Kata Aqeela.


Pak Jamal membuang napasnya dengan kasar.


"Kita sudah ikhtiar berbagai cara, tapi tidak ada yang berhasil." Pak Jamal curhat.


"Apalagi Bapak dan Ibu sudah ikhtiar, sekarang bapak pasrah dan ikhlas saja. Karena anak itu rizky. Mungkin menurut Allah ada bagian dari kalian berdua yang belum siap atau jika Allah memberi kalian anak saat ini kalian akan lupa dengaNya." Tutur Aqeela.


"Anggap saja, saat ini Allah sedang memperhatikan Bapak dan Ibu. Allah ingin kalian selalu mengingatNya dalam keadaan apapun." Sambung Aqeela.


"Tapi kasiyan istriku, Qee. Dia tampak tertekan." Pak Jamal kembali menunduk.


Ternyata dibalik sifak konyolnya, beliau menyimpan rasa sedih tak terkira.


"Itulah tugas Bapak urntuk selalu menyemangati istri. Bapak harus tetap membuat Ibu tersenyum. Katakan pada beliau bahwa berdua saja cukup. Jika Allah belum menghendaki kita memiliki anak."


"Kenapa Bapak dan Ibu tidak mencoba ambil anak angkat atau jadi orang tua asuh anak yatim. Insya Allah pahalanya sama dengan mendidik anak sendiri. Karena Rasululluh itu pecinta anak yatim."


Pak Jamal tampak tertegun mendengar ucapan Aqeela.


"Sok.bijak banget siih kamu.." Seru Pak Jamal.


"Dia memang begitu dari dulu.."


Pak Jamal dan Aqeela menoleh ke arah pintu


"Kamu..."


💗💗💗💗💗


Note :


PTK : Penelitian Tindakan Kelas


PKG : Penilaian Kinerja Guru


Gaess.. terus like, komen dan Vote yaa..


Oh ya.. sambil nunggu upku, teman-teman bisa baca cerita punya temanku.



Dan cerita aku yang lain

__ADS_1



__ADS_2