
Malam menjelang tidur, Aqeela teringat edaran dari sekolah si Triple. Segera ia membongkar tasnya. Mencari keberadaan kertas tersebut.
Padahal edaran itu sudah dibagi dua hari yang lalu. Hm, begini nih kalau punya orang tua sok sibuk. Jadi, lupakan sama hal-hal kecil kayak gini.
Setelah ketemu, Aqeela membuka salah satu staples dari tiga edaran yang ia terima. Sisanya ia letakkan di atas nakas.
"Baca apa, Beb?" Tanya Desta sambil membaringkan tubuhnya di samping Aqeela.
"Edaran dari sekolah si kembar." Jawab Aqeela sambil menyerahkan satu lembar lainnya ke Desta.
"Gak kerasa yaa, bentar lagi akhir tahun ajaran. Kayaknya baru kemarin aku hamil dan melahirkan mereka bertiga. Eh, tahu-tahu habis ini mereka udah TK." Gumam Aqeela yang hanya didengarkan oleh Desta.
Aqeela meletakkan edaran yang sudah dibacanya di atas nakas. Wanita itu mengatur napasnya agar kembali teratur
"Ini acaranya apaan, Beb?" Tanya Desta.
"Biasanya sih pentas gitu. Tapi entahlah tahun ini. Kan besok baru dirapatkan." Jawab Aqeela.
"Kamu siapin duit aja yaa yang banyak." Sambung Aqeela.
"Beres nyonya Desta. Semua akan siap pada waktunya."
Aqeela hanya terkekeh mendengar balasan Desta.
"Beb, udah jadi belom adiknya si kembar?" Tanya Desta sambil mengelus perut Aqeela yang masih rata.
"Ya, belum taulah. Baru juga program. Mana bisa langsung ketahuan?"
"Yaa, sapa tau ada alat yang lebih canggih gitu."
"Heloow, bikin bayi tabung aja ada waktu dua minggu untuk memastikan keberhasilannya. Apalagi yang alami. Pengen dicium ya?"
"Pengen banget. Kalo perlu yang lama."
"Kalo yang begituan aja cepet. Ayoo dong cepetan cium" Goda Desta sambil memonyongkan bibirnya memdekat le Aqeela. Sampai terdengat deru napas Aqeela yang sudah tidak teratur.
"Ogah... " Sahut Aqeela cepat
"Tadi katanya mau nyium?" Bisik Desta.
Aqeela hanya menyandarkan kepalanya ke dada Desta.
"Kalo nanti jadinya kembar lagi gimana, bae?"
"Ya gak pa_pa. Sekalian kembar lima."
"Yang bener dong do'anya? Kembar lima? Bayangin segede apa perutku nanti?"
"Haa haa haaa.... " Desta hanya terkekeh mendengar protesan Aqeela.
"Entar aku jadi gendut gimana coba?"
"Ya, dikempesin. Susah amat."
"Kayak balon aja dikempesin."
"Anggap aja sejenis."
"Cukup deh, Bae."
"Belum. Kan belum aku sentuh semuanya?" Gumam Desta yang tangannya gerilya di area sensitif Aqeela.
"Ya.. lakukanlah sesukamu dan semaumu. Tapi jangan salahkan aku jika balasannya lebih kejam."
"Takuut... tapi mau pake banget."
Desta masih sibuk mengusap dan menyentuh Aqeela. Bukan hanya tangan tapi bibir dan kakinya ikut bergerak.
Desta bergerak seagresif mungkin menambah lebih banyak serangan baik dadakan maupun yang sengaja. Dalam rangka mensukseskan program pembuatan adik si Triple.
Semoga segera jadi yaa Dedeknya.
💗💗💗💗💗💗💗
__ADS_1
Setelah rapat wali murid, geng rempong berkumpul.
"Mak, kita kebagian konsumsi nee. Gimana? Ada plaining gitu?" Kata Oca ke Hanin.
"Kalian mah enak, sekelompok. Aku terpisah dengan kalian." Dengus Yuna sedih.
Menurut hasil rapat tadi, pembagian panitia berdasarkan kelas.
TK B1 : Bagian Dekorasi
TK B2 : Bagian Dokumentasi
TK A1 dan PG B2 : Bagian perlengkapan
TK A2 dan PG B1 : Bagian Konsumsi
PG A1 dan A2 : Bagiam Publikasi
Ustdzah : Acara
PG \= Play Group ( Kelompok Bermain )
"Nanti kalo TK kita request sekelas saja sama Ustdzahnya." Ucap Hanin.
"Wah, harus itu." Yuna menimpali.
"Ya, sekarang gak pa_pa sekalian Mbak Yuna belajar sedikit rempong." Aqeela menenangkan.
"Jangan khawatir masih ketemu kok." Sahut Oca.
"Terus plaining konsumsi?"
"Kita pesan saja. Kan yang TK B juga pesan."
"Mereka kan karena kebagian nasi. Sedangkan kita kan bagian kuenya."
"Ya.. anggap saja sama."
"Bicarakan juga sama yang lain. Karena temab sekelas kita juga masih ada beberapa."
"Okaylah. Kita serahkan ke kamu yaa, Cha." Ucap Hanin.
"Iya.. beres Mak."
💗💗💗💗💗
Persiapan akhirus sanah sekolah triple sudah beres.
Hari ini Aqeela dihadapkan pada persiapan malam inagurasi SMA Nusantara.
"Ada ide gak?" Tanya Pak Han.
"Pak kalo kita libatkan OSIS menjadi panitia gimana? Kan harusnya ini agenda mereka." Aqeela memberi masukan.
"Bole juga tuh, dulu-dulu kan memang itu agenda OSIS hanya saja setelah ada kejadian mengerikan itu OSIS tidak pernah kita libatkan." Jawab Bu Angel.
"Wah, saya ketinggalan nee kayaknya." Komen Aqeela.
"Ntar aku ceritain. Gak usah kepo di sini." Ucap Pak Jamal. Yang hanya diangguki Aqeela, membuat guru-guru yang lain tersenyum.
"Jadi, gimana? Masukan dari yang lain?" Tanya Pak Han.
"Saya setuju sama Aqeela, tapi harus ada yang memantau kegiatan mereka." Sahut Pak Randi.
"Iya, Pak. Itung-itung meringankan beban kita." Sambung Bu Siti.
"Okay. Kalo begitu kita serahkan agenda akhir tahun ke OSIS. Terus untuk PJnya?" Pak Han masih mencoba menggali ide terbaik dari rekan-rekan gurunya.
"Kalo saya sih, biar ditangani Aqeela." Balas Bu Siti.
"Hmm...iya Pak. Saya setuju."
"Setuju."
__ADS_1
"Setuju."
Setelah seluruh ruangan sudah bulat dengan keputusan Aqeela sebagai PJ kegiatan malam inagurasi. Rapat dibubarkan.
Semua kembali ke ruangannya masing-masing.
💗💗💗💗
"Pak, Bapak.masih punya hutang sama saya loo.." Aqeela mengingatkan Pak Jamal begitu keduanya sudah di ruang BK.
"Kapan aku ngutang sama kamu?" Jawab Pak Jamal dengan polosnya.
"Bukan ngutang duit, Pak. Tapi, Utang janji." Seru Aqeela.
"Oh.. hee hee hee." Pak Jamal hanya tersenyum kecil begitu sadar kesalahannya.
Tiba-tiba senyum Pak Jamal berubah menjadi masam.
Ingatannya kembali ke masa tiga tahun lalu.
Waktu itu, semua pengurus OSIS sedang disibukkan agenda inagurasi. Karena para guru sudah percaya kepada mereka, panitia lost control.
Saat H-1, si ketua pelaksana dan bendaharanya ketahuan menginap berdua di hotel tempat pelaksanaan kegiatan. Sekamar pula.
Beberapa anggota lain yang yang memergoki mereka sempat melapor kepada kami. Tapi, salah kami adalah mengabaikan.
Dan pada saat pelaksanaan. Acara baru di pengukuhan. Si bendahara tiba-tiba pingsan.
Auto hebohlah seluruh panitia. Setelah siuman. Si bendahara tadi menangis sesenggukan.
Sewaktu ditanya teman-temannya, dia hanya terdiam.
Ditanya gurupun diam.
akhirnya tanpa sengaja Pak Han, mendengar bendahara tadi mengatakan kepada si Ketua Pelaksana.
"Ran, aku hamil."
Pak Han yang berada di dekat mereka ikut terperanjat setengah hidup.
Setelah acara selesai, keduanya si interogasi Pak Han.
Dan mereka mengaku kalau sudah berkali-kali melakukan hubungan intim. Dan ternyata perbuatan mereka menghasilkan junior yang tak berdosa.
Orang tua merekapun dihadirkan. Kedua orang tua mereka sangat syok.
Dan seketika itu juga mereka dinikahkan.
Dan sejak itu, Pak Han tidak mengizinkan OSIS ikut andil dalam acara inagurasi.
Pak Han masih syok. Bahkan trauma.
Untunglah tadi, ada kamu yang meyakinkan beliau.
Aqeela termenung mendengar penuturan Pak Jamal.
Tak bisa dipungkiri, masa muda adalah benar-benar masa keingingtahuan yang cukup besar terhadap lawan jenis.
Apapun yang berhubungan dengan lawan jenis membuat saling ketertarikan satu dengan yang lainnya.
Saling Menyukai dan mencintai bukan sesuatu yang aneh di masa SMA. Hanya saja sejauh mana kita bisa menempatkan rasa cinta kita sesuai porsinya.
Bukan hanya remaja bahkan kita yang dewasapun masih bisa merasakan ketertarikan dengan lawan jenis dan itu normal.
Namun kembali ke porsinya. Dimana meletakkan cinta sesuai cetakannya.
💗💗💗💗
Seperti apa yaa serunya pesta akhir tahun dua jenjang pendidikan yang beda grade ini.
Next yaa...
kiss from si triple
__ADS_1
😘😘😘