TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Oma dan Bunni


__ADS_3

Sejak Aqeela mulai aktif di sekolah Zafir, zafran dan Zafira ditemani Bu Erna , Bunni dan Oma di rumah orang tua mereka. Terkadang Bunni memboyong ketiganya ke rumahnya. Sesekali Oma juga membawa mereka pulang.


"Bunni, Zafir pengen deh makan garlic bread." Seru Zafir tiba-tiba sambil menahan sesutu di perutnya.


"kamu kenapa. sayang?" Tanya Bunni panik.


"laper, Bunni. Garlic Bread."


"Makanan apaan itu, Fir?" Bunni bingung mendengar permintaan Zafir.


"Mbak.. Mbak Alesha!" Panggila Bunni ke Oma.


"Iya Mbak Shakira." Jawab Oma.


"Coba katakan Nak kamu tadi mau apa?" Bunni meminta Zafir mengulang permintaannya.


"Garlic Bread, Bunni." Ulang Zafir


"Mbak Shakira tau tidak?"


Oma tidak langsung menjawab , ia mengambil ponselnya.


"Kayak gini, bukan?" Tanya Oma


"Iya Oma, itu.." Seru Zafir Girang.


"Kita pesan online saja." Jawab Oma.


"Makanan apaan sih, Mbak?" Tanya Bunni penasaran.


"Katanya sih itu makanan dari Korea." Jawab Oma.


"Zafra, Zafira.. kalian mau garlic bread tidak?" Panggil Oma.


"Iya Oma.." Jawab Zafran dan Zafira sambil mendekat ke arah Oma.


"Kalian mau garlic bread kayak Zafir?" Ulang Oma


"Mau Oma, tapi yang coklat yaa.."


"Zafira mau yang coklat keju."


"Zafira mau dua gitu?"


"satu tapi yang cokat keju."


Oma yang sedang membuka aplikasi pesan online terlihat masih mencari produk yang diminta Zafira.


Karena merasa tidak menemukan. Oma menunjukkan gambarnya kepada Zafira.


"Fira, lihat sendiri deh. Maunya yang mana?"


Zafira membaca gambar di aplikasi tersebut.


"Yang ini Oma," Zafira menunjukkan sebuah gambar.


"Astaghfirulloh. Maaf ya Nak. Oma terlewatkan." Kata Oma sambil menekan tanda plus (+).


"Zafir mau yang ori ya?" Oma kembali menanyakan kepada Zafir.


"Zafir, mau lihat gambarnya!" Pinta anak kecil itu.


"Okay.." Oma menunjukkan aplikasi ponselnya.


Zafir menggeser-geser layar ponsel Oma.


"Yang ini Oma." Tunjuk Zafir di gambar aplikasi tersebut.


"Baik." Oma kembali menekan tanda plus di sebelah gambar roti berisi keju cream bertaburan daun parsley.


Sungguh menggugah selera.


"Mbak shakira mau juga?" Oma bertanya pada Bunni.


"Boleh deh, itung-itung biar lidah pernah merasakan rasa makanan Korea." Jawab Bunni sambil tertawa ringan.


Oma hanya terkiki mendengar jawaban Bunni.


"Okay ditunggu, pesana sedang dibuatkan." Kata Oma setelah menekan pesan di layar ponselnya.


"Sambil nunggu kita ngapain ya Oma?" Tanya Zafran iseng.


"Main yuuk." Jawab Zafira.


"Main apa?" Tanya Zafran.


"Monopoli." Ususl Zafir.


"Oma sam Bunni, bisa kan main monopoli?" Suara Zafran seakan meledek kedua neneknya itu.

__ADS_1


"Oma dan Bunni bisa. Kita bisa main apa saja." Jawab Oma.


"Bu Erna mau ikut tidak?" Tanya Zafira.


Sedangkan Zafran dan Zafir masuk ke dalam ruang bermain mengambil alat monopoli.


Zafir dan Zafran menata monopoli di tengah-tengah.


Zafira menata uang mainan.


Bunni dan Oma hanya memperhatikan gerak gerik dan cara kerja ketiganya.


Menurut dua orang nenek tersebut, ketiga cucu mereka ini termasuk anak yang mampu bekerjasama dengan baik bahkan tanpa komando. Bisa jadi karena mereka kembar kali ya?


Atau karena didikan dari orang tuanya? sehingga menjadi kebiasaan mereka.


Setelah semua siap.


"Siapa yang jadi bankirnya?" tanya Zafira bingung.


"Bunni saja yang jadi bankirnya. enak tuh punya duit banyak."


"Iya tapi uang monopoli."


Tawa Oma pecah seketika. Bunni sudah mau cemberut tapi akhirny gak jadi mendengar tawa Oma.


Bunni ikut tersenyum akhirnya.


Bunni mulai sejumlah uang kepada masing-masing pemain.


Zafir, Zafira Zafran dan Oma meletakkan wayangnya.


Setelah hom pim pa. Zafran dapat giliran pertama. Zafira kedua, Oma ketiga dan Zafir keempat.


Permainan dimulai.


Zafir sampai di kotak kesempatan, ia mengambil satu kartu.


"Oma bacakan!" Ucap zafir.


"Zafir, katakan tolong." Zafira mengingatkan Zafir.


"Hee hee. Oma tolong bacakan!" Ulang Zafir setelah diingatkan Zafira.


Oma meraih kertas yang diulurkan Zafir dan membacanya.


"Udah.. udah. Oma jadi jubir saja. Kalian bertiga yang main." Ucap Oma sedikit kesal. karena tidak bisa fokus bermain. Ia fokus membacakan si kembar.


"Jubir itu apa, Oma?" Tanya Zafran.


"Juru Bicara. jadi, Oma yang membacakan kartu kalian saja." Ucap Oma sambil geregetan.


"Ooo.... ya sudah terserah Oma. Kan kita memang belum bisa membaca." Komen zafira enteng.


"Makanya belajar."


"Lha ini belajar Oma."


"Lihat Zafir udah bisa baca. Indonesia." Zafir menunjuk ke sebuah kotak.


"Zafran juga. India."


"Zafira juga. Belanda."


"Iya .. itu tadi setelah Oma bacakan."


"Kan kita masih belajar Oma."


"Aduuh terserah kalian deh."


Bunni yang sedari tadi menyimak hanya tertawa lebar mendengar obrolan ketiga cucunya dengan Oma.


"Mbak, ini baru tog. Coba muncul tiga lagi. Kira-kira bagaimana ya?" Bisik Bunni ke Oma.


"Kita kolase mereka." Jawab Oma dengan kesal.


Bunni kembali terkikik mendengar jawaban besannya itu.


Tek.. etek.. etek..


Terdengar suara gembok pagar ada yang memukul.


Bu Erna buru-buru keluar, terlihat seseorang berseragam hijau.


"Kayaknya pesanan Ibu tadi." Kata Bu Erna.


"Ya udah, tolong ambilkan ya Er." TItah Oma sambil memberi selembar uang berwarna merah.


"Ini pas Bu? Atau ada kembaliannya?" tanya Erna.

__ADS_1


"kayaknya sih kembali lima ribu. Tapi kasih aja ke tukang deliverynya." Kata Oma


"Baik Bu."


Bu Erna langsung keluar dan Dua menit kemudian sudah kembali sambil menenteng tas kresek berisi dua kardus tanggung.


Setelah memberikan bungkusan tersebut kepada Oma, Bu Erna kembali ke dapur menyiapkan makan siang.


"Zafran, Zafir, Zafira.. ayo makan dulu.."


Ketiga langsung mengerubuti Oma. Dan membuka kardus tanggung tersebut.


"Wow... yummii.."


"Sedapnyaaaa..."


"Hauceekkk.."


Oma dan Bunni yang mendengar komentar ketiganya kembali terkekeh.


"Yang ngajarin mereka itu siapa sih?" Gumam Bunni.


"Yutub," Jawab Oma asal.


"Hadeeehh.. lihat saja tivi besar itu. Isinya dunia kartun mereka." Sambung Oma sambil menunjuk televisi berukuran 46 inchi di ruang tengah si kembar.


Bunni hanya terkekeh mendengarnya. Menurut yang ia dengar televisi itu tersambung dengan tv kabel. Jadi tontonan anak-anak bisa di setting masing-masing orang tua.


Sedangkan bagi Bunni dan Oma mereka memang tidak memerlukan tv kabel. Tapi cukup mereka tahu infomasi terbaru saja sudah beruntung.


"Sudah cuci tangan belum?" sambung Oma.


"Oh, iya.." ketiga segera berlari ke wastafel untuk cuci tangan.


Setelah duduk di posisi semula, masing-masing mengambil satu roti sesuai pesanan mereka.


"Berdo'a dulu." Seru Bunni lirih.


"Hii hii hii.. Abis laper banget sih."


"Iya meskipun laper tetap harus berdo'a dulu. Supaya makannya tidak dimakan syetan." Terang Bunni.


"Iya Bunni."


"Bismillahhirrohmanirohim,. Allohumma bariklana fiima rozaq tana wa qina adza bannar."


"Aaamiin."


Hap..


Roti bepidah ke mulut mereka.


Oma dan Bunni ikut bahagia melihat ketiganya makan dengan lahap.


@@@@@


Like


komen


vote


rate


kiss bye dari dedek triple


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2