TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Bertambah Usianya si Triple


__ADS_3

Mommy, Daddy, Ibu dan Ayah sedang duduk-duduk menikmati malam. Sesekali terdengar nada candaan dari mereka diiringi derai tawa.


Tak jauh dari para seseuh, Julian dan Si Triple sedang asyik bermain bola. Mereka juga terlihat sangat gembira. Tawa mereka juga terdengar renyah tanpa beban.


Sedangkan Umma dan Buya mereka lagi sibuk menyiapkan makan malam dibantu Bu Adda dan Cak Udin.


Keempat orang itu sibuk menata dan membuat perapian dari sebuah tungku kecil yang sudah di siapkan Cak Udin.


Aqeela juga mengeluarkan beberapa jenis bahan makanan dari lemari pendingin. Lalu meletakkannnya di atas meja yang sudah tersedia di dekat perapian.


Hari ini Aqeela dan Desta mengajak semua keluarganya berkumpul di Villa keluarga mereka di Malang.


Sedangkan Bu Adda dan Cak Udin adalah penjaga Villa yang mereka percaya.


Tadi sore mereka sampai di vill dalam rangka merayakan bertambah usianya Si Triple.


Tidak ada acara istimewa untuk merayakannya.


Kedua orang tua Triple bukannya tidak mampu. Mereka hanya mengajarkan kesederhanaan kepada anak-anaknya.


Bagi mereka harta mereka itu hanya titipan. Memiliki banyak harta bukan untuk dipamerkan.


Beruntung ketiganya sangat mengerti. Tidak ada protes atau membandingkan dengan teman-temannya yang lain.


"Zafir, Zafira, Zafran, Julian...sini.." Panggil Aqeela.


"Iya, Umma..."


"Iya, Kak..."


"Julian bantu Kak Desta ya.." Pinta Aqeela.


"Zafir, Zafira dan Zafran bantu Umma tusuk-tusuk bahan buat barbeque.." Aqeela membagi tugas.


"Siap Kak..!"


"Siap, Umma..!"


Julian segera mendekati ke Desta dan Cak Udin.


"Kak aku bantuin apa?" Tanya Julian.


"Masukkan arang-arang ini ke dalam tungku, nanti Cak Udin yang bikin apinya. Kakak siapkan lapisan atasnya." Ucap Desta.


Julian dengan cekatan membantu Kakaknya itu dengan antusias.


Bagi seorang yatim piatu seperti Julian merasa sangat beruntung mendapatkan keluarga baru yang sangat menyayanginya.


Bahkan Ayah, Ibu, Mommy dan Daddy terlalu baik baginya.


Julian bahkan pernah diminta untuk memilih mau tinggal bersama siapa?


Dia tidak bisa memilihnya. Ia masih lebih nyaman bersama kedua kakak angkatnya itu.


Bahkan bagi Julian kakak angkatnya ini adalah orang tuanya.


Di sebelah Julian terlihat Aqeela memberi arahan kepada putra putrinya cara membuat barbeque.


"Umma, ini potongan sosisnya di tusuk kayak gini ya?" Tanya Zafira sambil mengangkat hasil tusukannya.


"Wah, hebat.. Lanjutkan sayang. Setelah sosis apa?" Tanya Aqeela sambil mengamati cara ketiga anaknya menusuk


"Bakso udang." Jawab Zafran sambil menunjuk baksonya.

__ADS_1


"Setelah itu apa?" Tanya Aqeela.


"Jamur." Jawab Zafir.


"Yang terakhir apa?" Aqeela kembali bertanya.


"Crab stick." Jawab Zafira.


"Coba Umma lihat menusuknya bagaimana?" Aqeela kembali mengamati ketiganya.


"Zafir, hati kena jarinya, karena ujung tusuk satenya itu runcing. Jadi kalian menusuknya pelan-pelan saja."


"Memegangnya dari samping, bukan dari atas." Aqeela mempraktekkan cara menusuknya.


"Coba!" Titah Aqeela.


"Okay anak hebat." Puji Aqeela melihat keberhasilan ketiganya.


"Sekarang kita lomba, bikin yang banyak. Yang paling banyak dapat hadiah dari Umma." Ucap Aqeela.


"Siap?" Sambung Aqeela


"Siap!" Jawab ketiganya kompak dan antusias.


Namanya saja anak kecil kalo denger dapat hadiah pasti girangnya tak terkira. Begitupun dengan si Triple mereka juga sangat girang dan berharap merreka dapat hadiahnya.


"okay, satu dua, tiga..mulai!" Aqeela mengaba-aba.


Si Triple nampak asyik menusuk barbeque. Sedangkan Aqeela nampak memotong macam-macan frozen food menjadi lebih kecil.


Bu Adda terlihat tersenyum kecil melihat keluarga Majikannya yang rukun itu.


Desta juga sedang menyiapkan jagung manis untuk dibakar.


Setelah Julian selesai dengan membantu Kakak Destanya, ia beralih ke Kakak Aqeela.


Pemuda cilik itu duduk disela-sela Zafir dan Zafran dan ikut membuat bahan barbeque.


"Selesai..." Teriak Zafira ditusukan terkahirnya.


"Berarti sekarang kita panggang." Ajak Zafir.


"Yuuk...kita bawa ke tempat Buya." Sambung Zafran.


"Sebentar. Umma ambilkan wadah yang besar buat nampung yang mateng." Seru Aqeela sambil melangkah menyiapkan piring besar yang diletakkan dibsebelah tungku.


"Buya.. jagungnya udah mateng?" Tanya Zafran setelah berada di dekat Desta yang masih sibuk mengipasi jagung.


"Sebentar lagi.." Jawab Desta.


Desta mengangkat jagung bakarnya lalu diletakan di sebuah piring besar. Agar bisa dilanjutkan Aqeela untuk di beri selera rasa. Entah manis, pedas atau pedas manis.


"Zafira, bantu Umma nata meja." Ajak Aqeela.


Zafira mengikuti langkah Aqeela. Akhirnya kedua Wanita beda usia itu menata beberapa yang sudah disiapkan, dibantu Bu Adda.


Sedangkan para lelaki asyik membakar barbeque.


"Hmm.. sepertinya enak sekali menunya?" Pujian dari Ibu tiba-tiba membuyarkan obrolan ringan anak beranak itu.


"Eh, Bunni. pasti dong. Kan dimasak dengan cinta." Celetuk Zafira sambil menghentikan aktifitasnya sebentar.


"Bunni bole incip?" Tanya Ibu ke Zafira.

__ADS_1


"Bolee dooong..." Kata Zafira sambil mencium pipi Ibu yang sudah duduk di kursi.


"Buat Oma mana Fira?" Mommy ikutan gabung di sebelah Ibu.


Zafira mendekat ke arah Omanya dan segera memberikan ciuman di pipi kiri kananya.


"Omaa... " Zafir dan Zafran yang tak mau kalah dengan saudarinya langsung menghambur ke pangkuan dua wanita paruh baya itu.


"Zafir cium.."


"Zafran peluk.."


"Cucu-cucu Oma dan Bunni udah tambah besar." Ucap Mommy sambil memangku Zafira.


Sedangkan Ibu sudah memangku Zafran. Zafir asyik bermain dengan AyahKung.


"Waduuh, Opa gak kebagian cucu deh?" Daddy duduk sambil menunjukkan wajah sedih.


"Opa sama Uncle Ian saja!" Zafira mengusulkan idenya.


"Uncle Ian, dipangku Opa yuuk sini?" Panggil Daddy.


"Ian kan udah gede, Daddy. Malu.." Jawab Julian.


"Tuuh kan. Uncle Ian malu karena sudah besar. Opa gak punya cucu nee?" Daddy kembali bersedih.


"Dad, minta cucu lagi aja ke Kak Aqeela." Usul konyol Julian diiringi tawa lebarnya.


"Wah, Ian ide yang bagus.. Opa mau minta cucu lagi aja deeh.."


"Dikira bikin cucu secepat mengedipkan mata apa?" Omel Ayah sambil memukul bahu besan sekaligus sahabatnya itu.


"Yaa request dululah Syarief. Hasilnya tunggu mereka berdua yang eksekusi.." Bisik Daddy ke Ayah.


Tak urung membuat keduanya tertawa lebar.


Setelah semua siap. Semua berkumpul dalam satu meja. Termasuk Bu Adda dan Cak Udin.


"Oma, Opa, Bunni dan AyahKung. Uncle Ian, Bu Adda dan Cak Udin." Buya Desta menyebut nama masing-masing.


"Hari ini kalian akan jadi saksi, bahwa ketiga kembar kami Zafir, Zafran da Zafira berusia telah berusia empat tahun." Ucap Desta.


"Kami sebagai orang tua mohon tetap bimbingan dan dukungannya untuk mendidik dan membesarkan ketiganya." Buya berhenti sejenak.


"Semoga ketiga putra putri kami jadi anak solih solihah kelak menjadi kebanggaan orang tua menjadi panutan masyarakat. Diberi jodoh yang ahlus sunna wal jama'ah."


"Aamiin.."


Berbagai rangkaian do'a dan ucapan teriring malam itu untuk si kembar.


💗💗💗💗💗💗💗


Genks aku tungguin like, vote, komennya ya..


Sambil nungguin lanjutan ultah si triple.


Readera bisa baca karya teman-teman aku.




__ADS_1


__ADS_2