TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Keponya Malik dan Devan


__ADS_3

"Kapan kamu nikah, Fel?" tiba-tiba saja bibir Zafir menanyakan pernikahan pada Fely.


"Masih jomblo, juga. Siapa yang mau jadi pacar aku coba?" elak Fely.


"Sama aku juga jomblo," Zafir menutup mulutnya cepat.


"Lagian ngapain pake pacaran kalo memang udah sreg," ucap Zafir menutupi salah bicara versinya.


"Kan biar lebih mengenal," jawab Fely asal.


"Kata siapa pacaran bikin kita lebih mengenal. Lebih enak juga menikah. " ucap Zafir.


"Pacaran bikin dosa, menikah dapat pahala." bisik Zafir lagi.


"Eh yang bener. Masa nikah doang dapat pahala?" heran Fely.


"Beneran. Pernikahan itu dalam islam di penuhi pahala. Asal sama-sama ridho," tukas Zafir.


"Memang seperti apa pernikahan dalam islam itu?" Tiba-tiba Fely bertanya tema yang tidak pernah ia sangka.


"Tapi gak bole ngiler yaa.. kalo aku cerita nanti!" Zafir kembali menggoda Fely.


Auto Fely mendadak menatap bingung ke arahnya.


"Ngomong apa siih elo? Gak paham juga," batin Fely.


Hobi baru yang menyenangkan melihat gadis itu melotot, salah tingkah, kesal sampai jutek.


"Kamu kerja jam berapa hari ini?" tanya Zafir sebelum memulai sesi pelajarannya.


"Apa hubungannya sama jam kerjaku?" heran Fely.


"Supaya aku bisa kira-kira, apa yang aku sampaikan," jawab Zafir.


"Aku hari ini cuma ngelesi jam 4 sampai jam 5 doang terus pulang ke kos-an."


"Okay.. baiklah. Aku jelaskan kedudukan menikah dalam islam." Zafir tampak berpikir.


pemuda itu tampak sedikit tertegun dengan apa yang akan ia sampaikan.


"Kok diem?"


"Lagi mikir,"


"Aneh-aneh aja,"


"Karena ini bahasan yang serius,"


Fely terdiam mendengar penuturan Zafir.


"Kok pada diem-dieman?" Malik datang dan ikut nimbrung diantara mereka.


"Nungguin teman lo cerita soal pernikahan, tapi gak cerita-cerita," balas Fely yang disambut tawa lebar Malik.


"Dia bingung karena belum nikah," Malik menatap Fely kepo.


"Nikah itu ibadah. Separuh ibadah ada dalam pernikahan. Dengan menikah kita bisa mendapatkan ketenangan, kedamaian dan ketentraman," sambung Malik dengan gaya sok akrabnya.


"Terus kalo memang tujuan baik, kenapa ada perceraian, KDRT dan lain-lain?" tanya Fely.


"Karena mereka tidak memahami arti pernikahan yang sebenarnya," sambung Zafir.


"Maksudny? Bukannya menikah itu supaya hubungan suami istri bisa halal? Jadi pas pas ada grebekan pasangan mesum kita terhindar?" seru Fely.

__ADS_1


Suara tawa Malik kembali menggema.


"Elo lama-lama lucu juga ya, Fel?" komen Malik yang hanya di diamkan Zafir.


"Itu hanya salah satu dari sekian tujuan pernikahan." Suara datar Zafir menenggelamkan tawa Malik.


"Bisa begitu ya?"


"Menikah itu sunnah Rasul, perintah Allah, Menenangkan hati, penyemangat beribadah. Semua tertuang dalam al-quran. Karena itu setiap aktivitas dalam pernikahan bernilai pahala. udah paham?" tatap Zafir ke Fely.


"Kapan kalian menikah?" sebuah suara lain ikut nimbrung.


"Siapa?" tanya Zafir dan Fely bersamaan menoleh ke arah suara tersebut.


"Hai Brooo!" sapa Malik kepada Devan, pemilik suara tadi.


"Ciyee... kompak niyee," goda Devan.


"Udah makan, Lik?" tanya Devan tanpa menjawab pertanyaan Fely dan Zafir.


"Belum, mau makan apa?" Jawab Malik.


"Samaain," rengek Devan.


"Ok." Malik menuju kios makanan pilihannya.


Malik tanggap si Devan pasti ngebully Zafir habis-habisan.


"Kapan kalian menikah?" ulang Devan menatap Zafir dan Fely bergantian.


"Siapa yang menikah?" sahut Fely.


"Ya... elo sama Zafir," ucap Devan tanpa dosa.


"Kasihan tuh anak, sudah di duluin sodara-sodaranya," sindir Devan.


"Kalo urusan beginian sih, aku gak bisa diem. Daripada elo penasaran," ledek Devan.


"Makan dulu. Ngeledek mereka juga butuh tenaga." Malik menyerahkan soto ayam ke hadapan Devan.


"Uwiik mantap," sahut Devan sembari mulai mencicipi sotonya.


"Doa dulu bro... !"


"Oh iya,"


Devan mulai berkomat kamit membaca doa.


Sedangkan Malik mengangkat kedua tangannya.


Fely menatap kedua teman Zafir dengan keheranan.


"Gak usah liat gitu ke aku. Ntar kamu suka sama aku, bisa patah hati yang kedua kalinya tuh calon suami kamu!" gelak Devan tanpa mempedulikan tatapan Zafir yang siap menerkamnya.


Fely hanya tersenyum mendengar penuturan Devan. Meskipun Zafir tidak pernah bercerita tentang kehidupan pribadinya, Fely bisa meraba melalui bahasa tubuh Zafir.


"Fel...!" panggil Malik.


"Kenapa?" sahut Fely.


"Beneran kamu gak disuruh cepet-cepet nikah sama Umma?" Kepo si Malik.


"Nikah sama siapa? Umma gak pernah ngomong apa-apa?" jawab Fely.

__ADS_1


"Biasanya kalo liat anaknya deket sama lawan jenisnya langsung disuruh menikah," ucap Malik.


Fely tertawa lagi.


"Enggak tuh. Umma biasa-biasa saja."


"Jadi bener kamu sering ke rumah Zafir?" Devan menghentikan suapannya.


"Enggak juga. Kalo pas libur saja,"


"Wah, gak modal banget kamu Bro. Masa cewek di suruh ngapelin kamu!" Devan menoyor kepala Zafir.


"Eh, kalo gak tahu apa-apa, mending diem deh!" Balas Zafir dengan dingin.


"Fel, ayo aku antar pulang. Lain kali kita bahas yang tadi!" ajak Zafir pada Fely.


"Maaf yaa.. tuan besar udah ngajak aku pulang," pamit Fely dengan senyum.


Senyum yang sejak tadi membuat hati Zafir naik turun. Mengembang dan Mengempis. Tanpa bisa ia artikan namanya.


🌹🌹🌹


"Fel, ucapan mereka jangan di ambil hati ya omongan dua orang tadi!" pinta Zafir setelah melenggang dari kampus menuju kos-an Fely.


"Hahahah... santuy mereka sama sablengnya kayak kamu. Mana bisa diajak serius." Fely malah menertawakan Zafir.


Zafir seketika kesikep. Gak bisa berbicara apapun.


"Ya Allah kenapa akhir-akhir ini Fely paling bisa bikin aku speechless," gerutu Zafir dalam hati.


"Sekarang sudah berani ngatain aku sableng, ya!" ucap Zafir pura-pura marah.


Padahal yang benar ia menutupi jantungnya yang terus salto di dalam sana.


"Wkwkkk... kalo di dalam kelas aku gak berani ngatain kamu sableng, ntar aku yang kena bully. Tapi kalo bareng mereka tadi, aku berani." Tawa Fely benar-benar membuat Zafir tidak sanggup menyambung ucapan Fely.


"Udah sampai. Mau turun? Atau ikut ke rumah?" tawar Zafir mengalihkan dunianya yang kini sedang dijungkir balik.


"Pulanglah, besok kita ketemu lagi." Fely turun dan melambai pada Zafir.


Sampai rumah.


"Kak Fely gak ikut, Kak?" tanya si kecil Ara yang mulai dekat dengan Fely.


"Kak Fely kerja, sayang."


"Kenapa Kak Fely gak diajak pulang ke sini saja. Kak Zafran aja bawa pulang Kak Rena. Uncle Iyan bawa pulang Kak Fira?" tanya Ayra yang sudah menyimak pembicaraan kakak dan saudara kembarnya itu.


"Memang Ara dan Ayra ngizinin kalo Kak Fely pulang ke sini?" tanya Zafir kepo dengan pemikiran adik kembarnya itu.


"Bole dong, Kak. Biar kita berdua ada temannya belajar. Kak Fely kan pinter." Kedua adiknya memberikan dua jempol kepada Zafir.


"Nanti Kakak tanya Umma dulu, deh. Diizinin gak ya?"


"Izin apa, Fir?"


🌹🌹🌹


Nah loo... jawab apa tuh cowok?


**Hee... maaf ya... kemarin-kemarin beneran khilaf.


Masih ada waktu 4 hari menuju give away.

__ADS_1


segera yaa...


Oh yaa.. teru like, komen, vote**


__ADS_2