
Tanpa Hanin.
Yuna, Oca dan Via nampak begitu sedih. Mata mereka meredup. Senyum mereka hanya terdengar sesekali.
Umma... dia kemana ya?
Aqeela sejak si kembar TK hanya sesekali jaga. Pulang mereka akan dijemput Bu Erna.
"Makin sepi aja disini?" Ucap Yuna.
"Iya.. Biasanya Kelakuan Hanin yang alay itu bikin kita ketawa. Sekarang sepi." Sahut Oca.
"Di Spanyol sekarang jam berapa ya?" Tanya Via, membuata keheranan dua sahabatnya itu.
"Lhaa kenapa nanya jam?" Protes Yuna.
"Aku mau video call Hanin." Jawab Via.
"Jam segini sih, disana sekitar jam 3 pagian." Ucap Oca sambil melirik arlojinya sedangkan otaknya menghitung mundur.
"Byuuh.. masih pagi benget. Si Hanin pasti masih molor." Oceh Yuna.
"Ntar aja jam 12an kita video call. Dia pasti udah bangun." Balas Oca.
"Mau video call dimana?" Sahut Via
"Dari rumah masing-masing." Balas Oca.
"Pas jam abis sholat duhur gitulah. Kan biasanya si Nyai tuh on time sholatnya. Jadi, yaa jam setengah satuan deh kita Video call Hanin." Urai Oca.
Via dan Yuna hanya mengiyakan lalu kembali terdiam. Sibut dengan halunya masing-masing.
💗💗💗💗💗💗
Pukul sebelas siang, anak-anak mulai berhamburan keluar kelas masing-masing. Begitupun Si kembar dan sahabat-sahabatnya.
Mereka langsung memburu penjemputnya.
Si kembar langsung searching Bu Erna.
Darren mencari bundanya.
Malik langsung memeluk mamanya.
Dan Wanda menghampiri maminya.
"Ma, Zafran hari ini aneh." Lapor Malik ke Oca.
"Aneh gimana?" Tanya Oca sambil menatap Malik lalu beralih ke Yuna dan Via.
"Zafran diem terus di kelas. Di tanya Ustadzah gak bisa jawab." Malik kembali melaporkan.
"Iya loo Bun.. bekalnya saja gak di makan?" Sambung Darren.
"Yang bener?" Yuna ikutan panik.
Meskipun si kembar bukan anak mereka, ikatan persahabatan menimbulkan rasa kasih sayang terhadap anak masing-masing.
Jadi, mendengar laporan anaknya tentang salah satu kembar Aqeela, ketiganya ikut panik.
"Zafran..." Panggil Via.
"Iya Tante..." Jawab Zafran sambil mendekat ke arah Via.
"Bu Erna sebentar ya.." Via terpaksa menghentikan langkah Bu Erna yang hendak mengajak si triple pulang.
Bu Erna menganggukkan kepala sambil menunggu apa yang ingin ditanyakan oleh teman-teman majikannya itu.
Oca langsung membuka tas Zafran, mencari lunch box milik Zafran.
Oca langsung membukanya begitu menekukan lunch box tersebut.
"Fran, kok masih utuh?" Tanya Oca lembut.
"Zafran lagi malas makan, Tante " Sahut Zafir.
"Sakit gigi, mungkin Tante." Sahut Zafira.
"Beneran, seperti Itu Fran?" Ulang Oca.
__ADS_1
"Kayaknya Zafran tidak punya riwayat sakit gigi deh." Bisik Yuna.
"Biar aku yang bilang sama Bu Erna. Kayaknya nee anak masih syok kehilangan Renata." Sambung Yuna.
Via dan Oca memandang Yuna sedih.
Bagaimanapun diantara tujuh bocil ini, Zafran paling dekat dengan Renata.
"Aku gak tega, Roh."
"Sama, Ten."
"Ya udah deh Sri, ngomong giih sama Bu Erna." Titah Oca.
Yuna mendekati Bu Erna.
"Bu Erna, nanti sampai rumah kasi tau Ummanya anak-anak ya.. Kalo Zafran tidak makan bekalnya sama sekali." Kata Yuna ke Bu Erna.
"Beneran, mbak?" Ucap Bu Erna masih dengan face terkejut.
"Kemarin Mas Zafran juga seharian ndak mau makan, sampai dibujuk sama Mbak Aqeela baru mau makan tapi sedikit." Jawab Bu Erna.
"Ya sudah.. nanti sampaikan aja ke Ummanya kalo sudah datang." Ucap Yuna sambil berlalu dari hadapan Bu Erna.
"Bagaimana?" Tanya Via kepo.
Si triple sudah diajak pulang oleh Bu Erna. Biasanya kalo ada Hanin, mereka akan diantar oleh Hanin pulang walaupun yang jemput Bu Erna atau kadang Buni.
💗💗💗💗💗
Pukul 12.30 Waktu Indonesia.
Panggilan video masuk ke ponsel Aqeela.
Wanita itu melihat layarnya ada nama Oca, Yuna dan Via.
Aqeela menarik ikon hijaunya.
Setelah tersambung, iapun melambaikan tangan ke arah sahabat-sahabatnya.
"Nyai... Zafran tadi gak makan bekalnya." Lapor Yuna.
"Ia masih syok ditinggal Renata." Jawab Aqeela.
"Terus?" Komen Oca.
"Biar nanti aku yang kasi tau." Sahut Aqeela.
"Nyai..., Emak di VC dong. Ajak gabung." Seru Via.
"Bentar.." Aqeela menghubungkan panggilan grupnya dengan Hanin.
Tersambung.
Di monitor nampak Hanin sedang sibuk di dapur.
"Aku masih masak..." Protes Hanin.
Disambut tawa yang lain.
"Mak.. masak apa?" Tanya Oca.
"Spagheti. Disini susah nyari beras." Jawab Hanin.
"Kayaknya udah cucok jadi warga Spanyol tuuh." Goda Yuna.
"Aku masih cinta Indonesia." Kata Hanin
"Mak.. I miss You..." Kata keempatnya kompak.
"Miss You too... " Balas Hanin.
"Mak.." Panggil Via
"Apa Roh.." Jawab Hanin.
"Mantu kamu mogok makan tuh." Lapor Via.
"Sama... Renata sejak sampai di sini susah kalo di suruh makan." Jawab Hanin.
__ADS_1
"Mereka kayaknya syok..." Ucap Oca.
Sedangkan Aqeela dari tadi diam sambil memandang Layar ponselnya.
Dan itu berlangsung sampai mereka mengakhiri panggilan videonya.
Setelah panggilan video selesai. Aqeela kembali menghubungi Hanin secara pribadi.
"Assalamu'alaikum.." Sapa Hanin dari negera seberang.
"Wa'alaikum salam." Jawab Aqeela.
"San...kenapa?" Tanya Hanin.
"Lagi mikir, Mbak." Jawab Aqeela.
"Mikirin siapa?" Hanin mengerutkan dahinya.
"Zafran dan Renata."
"Terus?" Hanin ternganga.
"Mulut dikondisikan." Seru Aqeela
Hanin tertawa kecil mendengar ucapan Aqeela. Iapun menutup mulutnya.
"Mbak Hanin, aku bisa minta tolong?" Pinta Aqeela, menyambung kalimatnya yang tadi.
"Apa saja. Selama aku bisa."
"Mbak tolong telpon Zafran. Nanti aku yang telpon Renata."
"Terus, aku ngomong apa?" Hanin terlihat bingung.
"Tolong, Bilang sama Zafran kalo mau ketemu Renata harus makan yang banyak. Gak bole sampai sakit. Masa mau ketemu Renata tapi Zafran sakit. Kan nanti akhirnya gak bisa ketemu." Pinta Aqeela.
"Siap, San... nanti aku VC si Zafran."
"Makasii ya Mbak.."
"Jam berapa VC ku nanti?"
"Kalo di Indonesia jam 6 sore berarti di sana jam 12an kalee ya?" Aqeela mengira-ngira.
"Okaylah.. Ponsel dikondisikan. Taruh deket meja makan." Hanin mengingatkan.
Karena ia tahu Aqeela jarang naruh hape di dekatnya sewaktu jam makan.
"Okay... nanti biar diingatkan Buyanya anak-anak." Jawab Aqeela.
"Terima kasih yaa, Mbak Besan." Aqeela memberikan kiss bye-nya via monitor pada Hanin.
"Sama-sama." Hanin membalas kiss bye Aqeela dengan hal yang serupa.
Setelah saling melempar senyum, keduanya menutup panggilan videonya.
"Kamu kenapa, Qee?" Tanya Pak Jamal yang melihat Aqeela menutup panggilannya sambil menghembuskan napas berat dan mengelus perutnya.
"Zafran, Pak." Jawab Aqeela.
"Kenapa dengan, Zafran?" Pak Jamal kepo, karena tak biasanya muridnya itu mengeluh.
"Dia syok dan sedih, karena teman dekatnya pindah ke Spanyol." Jawab Aqeela.
"Teruss?"
"Beberapa hari ini dia susah makan. Bahkan temannya yang di Spanyol juga sama."
"Sesedih itu? Seorang anak kecil bisa memiliki rasa empati gang segitu besarnya kepada teman. Gimana besarnya nanti?"
"Semoga selalu begitu." Jawab Aqeela dalam hati.
💗💗💗💗💗
Mama Hanin dan umma berhasil gak ya???
next episode yaa..
Vote ya teman-teman...
__ADS_1