
"Sudah kelar kan misi kita?" Tanya pak Jamal ke Aqeela setelah wanita itu kembali dari gedung B.
"Belum. tapi tidak lanjut hari ini."
"Memang apalagi?"
"Ini.." Aqeela menyerahkan ponsel yang berisi rekamannya.
Pak Jamal melotot tak percaya dengan isi video tersebut. beberapa kali ia menelan salivanya.
"Udah kepengen entar. Gak ada lawannya." Ledek Aqeela.
"Aku udah nikah ,Qee..." Bantah Pak jamal.
"Jadi triple punya nenek dong.." Seru Aqeela.
Pak Jamal diam saja pura-pura gak dengar. Aqeela menahan senyum melihat tingkah gurunya itu.
"Ya udah aku pamit dulu ya, Pak. kasiyan anak-anak. Mama sama ibu pasti kewalahan sama mereka bertiga."
"Iya.. ati-ati."
"Dadaaa.. kakek.."
"Nyidam apa ya dulu ibunya Aqeela, punya anak gak ada sopan-sopannya kayak gitu. Tapi kalo dia sopan dunia sepi." Gumam Pak Jamal sendiri.
@@@@
Sampai rumah.
"Ya Alloh, kenapa ruangan tengah jadi berantakan begini?" Gumam Aqeela sambil terus masuk.
"Bu Erna, ini kenapa mainannya anak-anak jadi berantakan?" Tanya Aqeela pada Bu Erna.
"Ehhmm itu, Mbak.. tadi.." Bu Erna ragu-ragu menceritakan kepada Aqeela.
"Tadi kenapa? Cerita saja. Saya gak marah kok."
"Tadii...." Bu Erna mulai bercerita.
Setelah menghabiskan garlic breadnya, si kembar berantem.
Mereka pada tidak mau mengalah, memainkan monopoli. Pada minta duluan, karena lupa gilirannya siapa.
Akhirnya Zafran marah. Mengajak selesai.
"Buyar.. Buyar.. " Teriak Zafra sambil melempar dadu.
"Baik.. selesai.." Mas Zafir melempar kertas monopoli.
"Ya sudah gak usah mainan lagi.." Mbak Zafira melempar uang dan miniatur bangunannya.
Ibu akhirnya marah-marah.
Mas Zafran, Mas Zafir dan Mbak Zafira diajak mandi terus diajak sholat.
Sekarang mereka tidur siang.
Aqeela menyimak cerita Bu Erna dengan menarik napas panjang.
"Ya sudah Bi, biar nanti aku yang beresin. Terus Ibu sama Mommy kemana?" Aqeela celingukan karena tidak melihat kedua wanita kesayangnnya itu.
"Tadi ikut tertidur sama si kembar. Saya ndak berani ke atas."
"Saya liat mereka dulu." Aqeela langsung naik ke kamar atas dan membuka pintu kamar Zafir. Ternyata kosong.
Aqeela beralih ke kamar Zafran, juga kososng. Terakhir kamar Zafira.
Dari pintu Aqeela melihat kedua ibunya tertidur pulas. Sedangkan ketiga kembarnya asyik mengobrak abrik rak buku Zafira.
"Kalian ngapain?" tanya Aqeela.
"Ummmaaaa..." Teriak ketiganya sambil menghambur ke Aqeela.
"Bosan Ummaaaa..." Kata Zafran.
"Terus itu yang berantakin monopoli siapa?"
"Kita."
"Ayo bantu Umma merapikan dulu!" Titahnya.
__ADS_1
Tanpa membnatah ketiganya keluar kamar dan turun ke ruang tengah.
Bu Erna yang melihat kembar turun merasa heran.
"Kalian tadi kan tidur?" Tanya Bu Erna.
"Gak jadi ngantuk."
"Terus Bunni sama Oma mana?"
"Tidur."
"Masya Alloh.. kalian tuh yaaa.." Bu Erna menggerutu kepada dirinya sendiri.
"Ayoo Zafran bantu Zafira mengumpulkan wayang dan bangunannya. Zafir bantu Umma mengumpulakn uang." Komando Umma Aqeela dengan tegas.
Ketiga langsung menyelesaikan misi merapikan mainan.
Setelah ruang tengah rapi, Aqeela mengajak ketiganya merapikan rak buku di kamar Zafira.
Setelah rapi, terlihat si Triple mulai menguap.
"Ayo tidur di kamar Umma." Ajak Aqeela.
Tanpa bersuara ketiganya masuk ke kamar orang tuanya dan langsung merebahkan diri dengan tenang. Sesaat kemudian mereka sudah tertidur nyenyak.
Aqeela menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ketiga anaknya. Diciumnya kening mereka satu per satu sambil mendo'akan ketiganya.
"Jadi anak yang solih sholiha ya Nak. Puas-puaskan berrmain kalian. Semoga Allah memberikan kelapangan kalian dalam berpikir dan belajar. Robbi habli minas sholihiin."
Aqeela menatap wajah penuh senyum ketiganya dan membelai pucuk rambut si kembar bergantian.
"Qee, anak-anak kamu kemana?" Tanya Mommy begitu duduk dihadapan Aqeela yang sedang membaca di ruang tengah.
"Mereka tidur." Jawab Aqeela sambil meletakkan bukunya, dengan menandai halaman sebelumnya.
Mommy duduk di sebelah Aqeela sambil meneyendarkan punggungnya.
"Mommy dan ibu pasti capek menjaga mereka bertiga. Maaf ya, My."
"Hai.. Mommy it's okay. Mereka anak baik walaupun jahilnya gak nguati body." Momm
"Haa haa haa.. Mommy bisa aja..."
"Bahan UAS, My."
"Yang harusnya capek itu kamu. Kuliah, momong si kembar, ke sekolah, ngaji, ngurusi pesantren."
"Mommy tapi kan Aqeela bahagia."
"Jangan lupa istirahat juga kamu."
"Iya. Makasi ya My. Ibu masih tidur?"
"Iya.. Ibu kamu juga capek sepertinya."
"Biar ibu istirahat saja, My."
"Oh, ya weekend nanti si kembar Mommy ajak jalan-jalan ya.'"
"Aqeela sih iya-iya saja. Nanti Qee pamitin buyanya."
"Ribet banget sih kamu. Udah biar nanti Mommy yang ngurus tuh anak."
Aqeela hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan Mommy mertuanya itu.
@@@@@
"Bae, sepertinya aku butuh bantuan kalian deh." Pinta Aqeela di malam menjelang tidur.
"Kalian siapa?" Goda Desta sambil memeluk dan mencium bahu Aqeela.
"Hmm... siapa lagi kalau bukan Kak Desta, Kak Wawan, Kak Ronald dan Doni."
"Kali ini misinya apa?" Desta merenggangkan pelukannya.
"Bentar." Aqeela meraih ponselnya yang ada di nakas.
"Ini.." Aqeela memperlihatkan sebuah video.
Suaminya itu terbelalak tidak percaya.
__ADS_1
"Terus misi kami?"
"Menyebar ke semua gedung A, B,C, D. Tangkap basah mereka dengan bukti video. Misi hari terakhir sebelum pelatih ekskul menyerahkna program kerja dan koordinasi kami." jawab Aqeela mengingat minggu depan dia harus ready masuk kelas.
Desta mencium kening istrinya sebentar. Lalu meraih ponsel di nakas.
"Bro.. "
"Ganggu aja malam-malam" Protes Doni.
"Wkwkwk.. lagi sama bumil ya...?" Ledek Wawan.
"kampret, kirain Desta doang." Doni menetralkan suaranya ternyata mereka dalam panggilan voice group.
"Lusa, jam 10 ke SMA Nusantara. Ada mainan baru." Ucap Desta.
"Ini pasti kerjaan Aqeela. Bilang tuh sama nyonya Desta tercinta, dia pasti sudah dapat mangsa baru kan?"
"kamu memang paling cerdas Ronald sayang."
"Jijay.. "
"Kak mainannya kali ini dijamin spektakuler dan luar biasa. Kakak pasti akan ter ter ter deh.." Aqeela ikut nimbrung setelah ponsel Desta di loudspeaker.
"Eits, tapi aku gak janji yaa.. HPL-nya Mitha udah semakin dekat. Kalo masih tidak ada kontraksi aku berangkat kalo sudah kontraksi aku harus jadi suami siaga dong."
"Aku do'ain lancar ya Don."
"makasi ya, Qee.." Suara Mitha.
Panggilan terputus.
"Makasi ya Bae."
"Ya.. kok makasi doang?" Goda Desta sambil lemas gitu.
"Terus kamu apa?"
"Mau ini, mau itu. Mau begini, mau begitu. Banyak sekali."
"Rakus... kayak doraemon."
"Gak pa_pa biarin. Beb, aku mau semuanya."
"Yakin sanggup semuanya..."
"Yakin... ayuuk kita buktikan!"
Desta menangkap tubuh Aqeela dengan lembut, Memeluknya penuh hasrat yang sudah meronta.
Menyatukan cinta yang mereka miliki dalam indahnya malam.
"Jadilah bidadari syurgaku hari ini, esok dan selamanya. Di dunia dan kelak di akhirat." Bisikan lembut dari Desta mengawali syurga dunia mereka.
"Jadilah perisaiku untuk hari ini, esok, nanti dan selamanya. Di dunia dan akhirat."
Kecupan sayang Aqeela membuka pintu bagi keduanya.
@@@@
Tak ada keindahan dunia yang paling luar biasa selain hubungan halal suami dan istri.
See you soon....
Tengs to all dukungannya.
__ADS_1