TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Penasaran Devan


__ADS_3

Hari ini hari terakhir ujian kenaikan kelas bagi siswa siswi SMA tempat triple menimba ilmu.


Pulang sekolah mereka berkumpul di kelas X IPA 3, kelasnya triple.


"Fir, ntar sore aku jemput!" ucap Malik.


"Okay!"


"Kalian mau kemana?" tanya Zafran keheranan, tangannya tak pernah lepas dari Renata.


"Nribun. Mau ikut?" tanya Malik menatap Zafran serius, karena ia yakin cowok itu tidak akan menerima tawarannya.


Zafran lebih memilih menemani Renata ketimbang nonton bola atau semacamnya.


"Ogah," jawab Zafran cepat tanpa berpikir lama.


"Lagian juga kalo elo mengiyakan, gak bakal dapat tiket. Mereka berdua udah reservasi seminggu yang lalu," timpal Alif yang menatap Zafran geli.


"Memang Persebaya main lawan siapa, Fir?" tanya Zafira dengan sedikit kepo.


"Bhayangkara FC," jawab Zafir singkat.


"Oooh..."


"Pengen ikut juga?" tanya Malik menatap Zafira yang sedikit mellow hari ini.


"Enggak, nonton di rumah aja sama Al dan Buya," tolak Zafira.


"Mumpung tuh anak di rumah, bentar lagi dia kan berangkat mondok," sambung Zafira yang ingin lebih dekat dengan keluarganya.


Semenjak gagalnya pernikahannya kemarin, otak Zafira hanya berisi dirinya dan keluarganya. Gadis itu ingin berada di tengah-tengah keluarganya yang hangat.


Zafira hanya cemas, jika jodohnya datang sewaktu-waktu dan ia harus meninggalkan rumah yang membesarkannya sebelum menciptakan suasana kebersamaan yang ia inginkan. Pasti menyesal.


"Ntar deh kalo Persebaya lawan Persib aku mau ikut!" Zafira menatap Malik penuh harap.


"Siapa tahu ada boboto yang ngelirik gue!" goda Zafira.


"Enggak bole!" jawab Alif, Malik dan Devan bersamaan.


Devan baru saja masuk dan masih di depan pintu, dia mendengar ucapan Zafira dan langsung membantahnya.


"Lha kenapa? apa aku harus nyari jack mania saja? atau Aremania saja?" lirik Zafira dengan nada menggoda.


"Masa harus sama Bonek sih? Bonek ketemu Bonekwati kan gak seru, udah banyak tuh pasangan kayak mereka?" sambung Zafira.


"Bisa diem gak mulutnya?" ucap Malik jengah.


Zafira terkekeh mendengarnya.


"Uluh uluh ada yang jeles toh rupanya," Zafira tidak berhenti menggoda Malik.


"Lik, yang lebih cantik dari aku di luaran sana banyak lhoo. Kenapa sih masih saja nungguin aku? Ntar jadi perjaka tua berabe lho?"


Tawa cetar membahana di kelas X IPA 3. Beberapa mata menatap gerombolan triple.


"Nah kalo aku perjaka tua ntar kamu jadi perawan tuanya," ledek Malik.


"Kan aku mau nikah sama Boboto,"


"Auk aah capek ngobrol sama cewek gak berperikawananan kayak kamu!"


Zafira auto ngakak. Disambung yang lain.

__ADS_1


Hari-hari berat Zafira memang seringkali ia lewatkan dengan menggoda sahabat-sahabatnya.


Namun jiwa absurdnya akan semakin mengembanga kala Malik sudah terprovokasi dengan ledekannya.


Selain Malik ada Devan dan Alif, mereka masuk kategori cadangan karena jarang menemukan dua jagoan tersebut.


"Gue tuh suka heran sama kalian bertiga kembar tapi memiliki kesukaan yang berbeda?" gumam Alif.


"Gue juga suka heran sama Elo, Lif. Cewek cantik dimana-mana banyak, tapi kenaoa sih malah suka ngeributin gue sama Kak Devan dan Malik?" Zafira membalik pertanyaan Alif.


Alif terbengong mendengar jawaban Zafira yang konyol itu.


"Hahahaha..." Kali ini tawa Malik tak bisa dibendung.


"Capek denger kalian, Fira kita pulang yuuk!" Ajak Devan tiba-tiba.


"Lhoo kenapa Kak Devan ngajak Fira pulang? Berani bener? Izin dulu sama Malik!" Malik menatap keheranan pada Devan.


Zafira hanya tersenyum kecil


"Gak bole, ntar pasti boncengan kan?" Malik mulai resah.


"Udah deh gak usah lebay! Toh abis ini kamu juga akan berangkat ke GBT (Gelora Bung Tomo)," cibir Zafira.


"Ayoo, Fir kamu mau bareng kita gak?" tanya Zafira menunjuk pada dirinya dan Devan.


💗💗💗💗


Malik hanya bisa menatap mobil Devan yang bergerak menjauh membawa Zafir dan Zafira.


Perasaannya saat ini tidak bisa di tebak. Sebagai teman ia merasa bahagia Zafira tak lagi terlalu memikirkan pernikahanya yang gagal. Di sisi lain ia sedih, karena Zafira tak semakin dekat dengan Devan. Walaupun ia yakin tak mungkin seorang Zafira memilih Devan.


Andai ia mau egois, Malik menginginkan Zafira. Seperti yang pernah terlintas dalam doanya. Yang sempat meminta Zafira gagal menikah.


Malik melangkah gontai menuju motornya. Perlahan ia melajukan ke arah rumah. Sebelum menjemput Zafir untuk menonton tim kebanggaan arek Suroboyo, bajul ijo Persebaya.


💗💗💗


Devan menghentikan kendaraan di depan rumah Zafira.


"Masuk, Kak!" Ajak Zafira. Sebelum turun dari mobil Devan.


"Duduklah dulu, nanti biar diantar Zafira ke masjid!" ucap Zafir saat keduanya masuk ke rumah.


Sedangkan Zafira sudah masuk lebih dulu ke kamar. Ia sengaja mempercepat langkahnya agar bisa segera menunaikan salat asar.


"Berangkat jam berapa?" tanya Devan ada Zafir yang sudah siap dengan jersey bajul ijonya.


"Nungguin Malik datang! Nelat-nelat dikitlah, daripada berangkat siang di sana kesulitan asaran."


"Emang gak kesulitan masuknya?" tanya Devan.


"Enggak, ada orang dalem yang bisa kita kontak," jawab Zafir.


"Aseem.. pantesan," cibir Devan.


Zafir terkekeh melihat reaksi Devan.


"Ngapain kamu Fira?" tanya Zafir melihat Zafira menyalakan televisi.


"Mau mantengin Bang Dzalilov sama Aak Hansamu Yama," jawab Zafira kencang.


"Belum mainlah!" balas Zafir.

__ADS_1


"Aku temani bole?" tanya Devan.


"Jangan deh Kak. Kalo ada Kakak yang ada malah bukan nonton Bang Dzalilov tapi liat Kakak," goda Zafira.


Tiin..tiin.. suara klakson milik Malik terdengar nyaring sampai rumah Zafir.


"Aku duluan ya Kak!" pamit Zafir sambil keluar.


"Okay, siap jadi tim hore dari rumah!" balas Devan.


Sedangkan Zafita terlihat sibuk membenarkan antena televisinya.


"Udah bagus, Fira!" ucap Devan.


"Bagus tapi kalo Fira lepas gambarnya ilang lagi!" dengus Zafira.


"Ya udah, pegangin aja sampai nanti!" ledek Devan.


"Ya udah Kak Devan pulang aja!"


"Eh, jangan! Sensi banget sih? Perasaan dulu gak gini-gini amat!" protes Devan.


"Efek bertransformasi jadi lebih sadis," ucap Zafira.


Devan hanya ngakak mendengarnya.


Karena lelah memegang antena, Zafira menyerah lalu mengajak Devan ke area masjid.


"Aku bole belajar membaca Al-quran?" tanya Devan tiba-tiba saat keduanya berjalan ke masjid yang hanya berjarak 20 meter dari rumah Zafira.


"Buat apa, Kak?" heran Zafira.


"Ingin tahu saja isinya?"


"Ooh.. nanti Zafira kasi yang terjemah!"


"Kakak coba lihat suasana di sini!" pinta Zafira begitu masuk area masjid.


"Lhoo itu kok ada yang bermata sipit? Lha itu ada Bli Made?" panggil Devan keheranan mendapati rekannya ada di masjid Zafira.


"Lhoo Van?" balas Bli Made.


"Ngapain di sini?" sambung Bli Made ikut keherenan.


"Lhoo kok bareng Zafira?"


"Iyaa kita satu sekola, Bli!" jawab Zafira.


"Ooh...sini! Bantu Bli!" ajak Bli Made.


Zafira hanya tersenyum menatap Devan dan Bli Made yang sama-sama bingung. Dan membiarkan keduanya saling cerita.


"Gak ikut latihan, Fira?" tanya Richard, pengganti Yudha yang sekarang fokus bisnisnya.


"Enggak, Kak. Daripada nanti yang lain kena bogeman Fira,"


💗💗💗💗


Sabar yaa Gaeesss... 🙈


Tengokin uncle iyan di KBM ato Cwitan


Salam Cinta buat semua

__ADS_1


__ADS_2