TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Prediksi Hanin


__ADS_3

Aqeela pulang dari mengambil rapot kembar dan Julian.


Speechless.


Begitu yang ia rasakan saat melihat ketiga kembarnya plus Renata memijat Desta.


"Sejak kapan mereka begitu?" Tanya Aqeela ke Julian.


"Sejak Kak Aqeela berangkat. Saking takutnya anak-anak kalo Buyanya sakit." Jawab Julian.


"San, anak aku kok sayang banget sama Bapak mertuanya. Sama aku dan Carlos aja gak pernah kayak gitu?" Hanin ikutan komentar melihat anaknya ikut andil memijat Desta.


"Kayaknya Renata hanya meniru anak-anakku deh, Mbak. Coba kalo pas ngumpul minta tolong sekedar memijat biar anak-anak juga peka sama kita." Sahut Aqeela.


"Oh.. sepertinya..Terus acara perpisahan besok apa bisa kalian datang?" Hanin mulai cemas


"Insya Allah, mudah-mudahan Buyanya anak-anak sudah sehat." Jawab Aqeela.


"Aaamiin..."


Setelah mencuci tangan dan kakinya, Aqeela mendekati suami dan anak-anaknya. Diciumnya kening mereka satu per satu bergantian begitupun kepada Renata, ia memperlakukan gadis cilik itu layaknya anak sendiri.


Setelah mencium tangan Desta. Aqeela memeriksa kening suaminya.


Tidak demam. Terus kenapa muntah-muntah ya?


Batin Aqeela.


"Bae, masih mual?" Tanya Aqeela.


"Enggak. Udah baikan." Jawab Desta.


"Mau makan apa, Bae?" Tanya Aqeela kembali.


"Apa saja. Asal tidak memasak sendiri. Hidungku masih sensitif menerima bau masakan." Gerutu Desta.


"Okay. Baiklah. Aku pesankan online saja." Sahut Aqeela.


"Anak-anak yang baik dan pintar, kalian mau makan apa?" Tanya Aqeela sambil memuji keempat anak kecil yang mengelilingi Desta.


"Ayam goreng."


"Iya.. ayam goreng."


"Aku juga mau ayam goreng."


"Kalo Renata mau makan apa?"


"Ayam goreng juga Umma."


"Baik. tunggu sebentar Umma pesankan dulu. Yan.. kamu mau apa?" Tanya Aqeela ke Julian.


"Sama kayak mereka deh, Kak."


"Okay. Mbak Besan mau apa?" Tanya Aqeela.


"Burger kalo ada."


"Ada. Okay. pesanan siap. Tinggal Bu Erna. Yan, tanyain Bu Erna pengen apa?" Sambung Aqeela


"Katak Bu Erna apa saja." Sahut Julian sedikit keras karena jarak Aqeela dan Bu Erna agak jauh.


"Okay.. Tinggal tunggu." Kata Aqeela.


"Zafir, Zafran, Zafira, Renata kalian tidak capek? Mijitin Buya?"

__ADS_1


"Capek."


"Kalo capek, sekarang biar Umma yang pijitin. Kalian bole bermain."


"Asyiik..."


"Terima kasih, Umma."


Keempat anak kecil tersebut terus berlari ke halaman belakang bermain kejar-kejaran.


Hanin duduk di sofa ruang tengah.


Aqeela mengangkat kepala suaminya dan meletakkan di pahanya, sambil dipijit kepala dan bahunya.


Desta masih lemas, ia masih hanya diam diperlakukan dengan lembut oleh Aqeela.


"Sejak kapan Mas Desta mual-mual dan pengen muntah?" Tanya Hanin sambil menatap ke arah Aqeela.


"Baru tadi pagi." Jawab Aqeela.


Lelaki itu hanya menyimak pembicaraaan dua wanita yang saling bersahabat itu.


"Siklus bulanan kamu?" Tanya Aqeela.


"Apa hubungannya sama haidku, Mbak?" Aqeela nampak bingung.


"Aku hanya memprediksi, kalo siklus bulanan kamu lancar berarti Mas Desta memang sakit sungguhan. Tapi Kalo siklus bulanan kamu berhenti bisa jadi ia kena sick morning efek kehamilan istrinya."


Mendengar kata-kata hamil, Desta langsung bangkit dan duduk di samping Aqeela.


"Beneran ada yang seperti itu, Mbak?" Tanya Desta penuh harap kepada Hanin.


"Yang saya baca di sebuah situs sih begitu." Kata Hanin.


"Bae, coba kamu ingat-ingat deh kayaknya haid kamu dua bulan ini berhenti deh." Desta menatap Aqeela sambil mengenggam tangannya.


Aqeela memikirkan ucapan suaminya.


"Kayaknya bener, Bae. Dua bulan ini aku belum haid." Jawab Aqeela.


"Ya udah, tes aja dulu Mbak." Usul Hanin.


"Hmm.. iya deh Mbak. Nanti aku beli test packnya di apotik." Balas Aqeela.


"Mbak Hanin, makasi ya.. " Kata Desta wajahnya sedikit cerah dibandingkan tadi.


"Sama-sama. Kalo benar positif segera ke dokter. Supaya Mas Desta segera dapat vitamin." Kata Hanin lagi.


"Makasii ya Mbak Besan." Jawab Aqeela.


"Aisshh.. tau gak kalian berdua bikin aku ngiri." Hanin tersenyum kecil ke arah mereka berdua.


"Kok bisa iri sama kami?" Desta ikut kepo.


"Kalian bisa seintim dan sekompak ini."


"Ya entar aku kasi tahu mister Gerald, permintaan Mbak Hanin." Goda Desta.


"Emang berani?"


"Memangnya kenapa saya tidak berani?".


"Papikan sedikit kaku."


"Mister Gerald sangat baik kok, Mbak. Dia sering membanggakan Mbak Hanin di depan rekan-rekannya. Bahkan dia bangga kalian berdua bersahabat." Celoteh Desta.

__ADS_1


"Yang bener, Mas?" Hanin menjadi terharu mendengar ucapan Desta.


"Iya, beneran. Buat apa saya bohong." Jawab Desta.


"Aku kira Papi tidak bisa romantis. Ternyata dia menyembunyikannya." Gumam Hanin lirih.


"Kayaknya pesanan kita datang deh. Bentar yaa.. aku lihat." Kata Aqeela sambil berdiri.


Sebentar kemudian, dia kembali sambil menenteng beberapa kresek plastik berisi pesanannya.


"Itu pesanannya siapa saja, San?" Hanin keheranan.


"Mbak Besan jangan lupa anak saya tiga plus Julian." Jawab Aqeela.


"Hee he he.. iyaa.. ya. Lupa. Aku kaget liat makanan sebanyak itu." Ucap Hanin.


Aqeela hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Sambil meletakan pesanannya di atas meja makan.


Lalu ke halaman belakang memanggil keempat balita di sana dan Julian juga Bu Erna.


"Ayo cuci tangan dan kaki dulu. Setelah itu baru makan." Titah Aqeela.


Hanin hanya memperhatikan tingkah Aqeela dalam memerintah ketiga kembarnya termasuk anaknya yang selalu patuh sama wanita itu.


Hanin sendiri sampai keheranan. Ada apa dengan Aqeela? Padahal kalau diperhatikan wanita itu biasa-biasa saja, sama sepertu kaum hawa lainnya. Tapi kenapa anak-anak bisa takluk dengannya.


"Mbak, ayoo makan sama anak-anak sekalian ajak Aqeela." Sambil membagikan pesanan tiap anak di atas piring.


"Bae, mau makan di sini atau di meja makan?" Aqeela menawarkan pilihan pada suaminya.


"Aku makan sama anak-anak yaa, San." Jawab Hanin sambil berjalan menuju meja makan.


"Mama cuci tangan dulu." Renata mengingatkan mamanya yang langsung duduk di kursi makan tanpa mencuci tangan dulu.


Hanin yang menyadari aturan di Aqeela itu langsung mencuci tangannya. Dan duduk kembali menikmati makanannya.


"Berdo'a dulu, Ma.." Renata kembali mengingatkan Hanin.


Julian dan Bu Erna hanya terkekeh mendengar ucapan Renata ke mamanya.


Aqeela dan Desta yang ada di ruang tengah ikut terkekeh mendengar peringatan Renata untuk mama tercintanya.


"Anak aku tambah pinter sejak main sama tiga kembar ini. Lama-lama aku akan sering kena protes ini." Gumam Hanin dalam hati.


"Bae, mau makan dimana?" Tanya Aqeela.


"Di sini saja. Suapin ya?" Jawab Desta manja.


Aqeela hanya mengangguk sambil berjalan ke meja makan mengambil makanan untuk suaminya.


Setelah kembali ke tempat Desta, wanita itu segera menyuapi suaminya perlahan penuh cinta.


"Makasi ya Beb..."


"Semoga benar, saat ini ada Desta junior sedang tumbuh di dalam rahim kamu." Do'a Desta dalam hati.


"Bae, kenapa liatin akunya kayak gitu banget sih?" Tanya Aqeela yang risih dengan tatapan Desta yang tanpa Aqeela tahu maksudnya.


"Gak pa-pa, aku sayang kamu."


💗💗💗💗💗💗💗


Like, komen dan vote yaa teman-teman...


😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2