TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Ganti Formasi


__ADS_3

"Zafira.. Zafir...Zafran...Malik..!" Panggil sebuah suara.


Tanpa menoleh keempatnya berhenti di tempat.


"Ada apa sih? Muka kalian aneh." Cicit Suara itu lagi begitu berada diantara Zafir, Zafira, Zafran dan Malik.


"Kamu tuh ya Nda, baru datang juga main interogasi. Salam dulu kek atau cium tangan gitu." Cerca Zafira menatap Wanda, gadis yang memanggil mereka tadi.


"Huuu...sapa kamu?" Solot gadis cantik berambut sebahu yang tak lain Wanda.


"Muka kamu manyun gitu lucu deh." Sahut suara yang lain.


"Ini juga baru datang komentar lucu. Aku bukan boneka." Seru Zafira menatap Darren yang datang bersama Wanda.


"Kenapa sodara kamu tuh? Lagi PMS?" Bisik Darren ke Zafir.


"Telat.. Kamu sih datangnya mepet mulu." Balas Malik.


"Aku nanya siapa yang jawab siapa?" Protes Darren.


Malik dan Zafir kembali melebarkan mulutnya mendengar suara Darren.


"Sayang banget kita gak sekelas." Ucap Darren sedih.


Kelas mereka terpisah.


Darren dan Wanda di IPA 1, Malik di IPA 2 sedangkan si triple di IPA 3.


"Kamu masih ada Wanda. Aku sendirian." Keluh Malik.


"Sabar, Bebi..." Hibur Zafira.


"Duuh ademnya dipanggil bebi sama Princess Zafira." Riang Malik walaupun dia tahu Zafira gak sungguh-sungguh.


"Somplak." Maki Zafira.


"Udah kalian masuklah ke kelas. Bentar lagi bel!" Lerai zafir.


"Kalian masih ada hutang penjelasan sama kita berdua." Ucap Darren sebelum masuk kelas bareng Wanda.


"Iya.. ntar kalo inget kita ceritain." Jawab Zafran ogah.


"Kita ingetin." Sahut Wanda balik arah mendengar jawaban Zafran.


Zafran terkekeh mendengarnya.


💗💗💗💗💗💗


Jam istirahat pertama.


Di taman sekolah.


Zafir, Zafran, Zafira, Malik, Darren dan Wanda duduk melingkar di sebuah kursi taman yang terbuat dari cor-coran.


Keenam remaja itu duduk sambil menikmati bekalnya. Terkadang mereka saling tukar atau saling mencicipi dengan banyak tawa.


"Yang tadi pagi itu kenapa?" Tanya Darren.


"Masih kepo aja kamu." Ledek Malik.


"Yaelah, aku gak mau ketinggalan informasi apapun." Alibi Darren.


Darren dan Wanda menatap keempat wajah temannya dengan serius.


"Tatapan kalian mirip, Pak Hengky pas ngajar Kimia. Serem." Ledek Zafira.


"Fira kita serius nee.." Wanda hampir putus asa menyaksikan keempat rekannya yang masih enggan bercerita.

__ADS_1


"Tadi pagi itu, kita pemanasan. Itung-itung cari keringetlah." Sahut Zafran.


"Malik kagak rela, Zafira deket cowok lain." Sambung Zafir tapi dengan nada meledek ke arah Malik, tentu saja yang diledek udah kebal.


"Siapa?" Sahut Wanda kepo.


"Alif, teman sekelas kalian." Jawab Zafira.


"Terus elo apain si Alif?"


"Gak aku apa-apain cuma, cuma aku ancam aja. Terus mereka datang.." Tunjuk Malik ke Zafir dan Zafran.


"Hadeeh.. Kenapa sih Lik, kamu gak ikhlas nee anak deket ama cowok lain. Toh, Alif juga anak baik." Sungut Darren sambil mengunyah kentang goreng milik Wanda.


"Enggak..." Sahut Keempatnya kompak.


"Haa.. apa-apaan ini? Kalian berempat kenapa bisa kompak gitu?" Darren sampai terkejut dibuatnya.


"Huu... Alif itu siapa?" Seru Zafran dan Zafir dengan muka segan.


"Serah kalian deh." Pungkas Darren, yang penting ia tahu insiden tadi pagi.


"Cepet habisin makanannya, bentar lagi masuk." Zafira melirik arloji ditangannya.


Sebelum meneguk air mineral di botol plastik ukuran 1 liter yang ia bawa dari rumah.


"Besok datang lebih pagi. Kita gak mau reka ulang cerita." Ucap Zafir sebelum mereka berpisah untuk masuk ke kelas masing-masing.


Dari jauh banyak pasang mata yang menatap keenamnya iri, heran dan takjub.


Iri dengan kedekatan Zafir dan Wanda pada empat cowok ganteng yang mendadak jadi trending topik.


Heran dengan sifat Zafira yang bisa seenaknya bersikap pada Zafir, Zafran, Malik dan Darren.


Takjub pada keenamnya yang terlihat begitu akrab.


Alif mengamati dari jauh interaksi keenamnya.


💗💗💗💗💗💗


"Fir, kamu di depan gih!" Pinta Zafira sebelum mereka masuk ke mobil Julian yang mengantar ketiganya.


"Emang kenapa?" Sahut Zafir sambil menutup kembali pintu mobil belakang yang sudah ia buka.


"Tumben kamu Fir minta tukar posisi?" Zafran ikut menatap heran ke arah Zafira.


Setahu Zafran sejak kecil, Zafira selalu minta duduk di sebelah Julian baik saat berkendara ataupun di rumah.


Mendengar permintaan Zafira hari ini tentu saja membuat keduanya keheranan.


"Atau kalian berdua lagi berantem?" Selidik Zafir menatap tajam ke manik Zafira tapi seketika gadis itu menunduk seolah enggan untuk mengatakannya.


"Mau gak?" Tegas Zafira yang masih berada di belakang Zafir.


Zafir menatap Zafran seolah meminta persetujuan saudaranya itu.


Zafran hanya mengedikkan bahunya, sebagai tanda kalau ia menyerahkan keputusannya kepada Zafir.


"Okay. Spesial untuk hari ini." Jawab Zafir.


Zafira tersenyum dan menepuk bahu Zafir.


"Makasi yaa.. Kalian memang paling baik." Jawab Zafira.


Gadis itupun langsung masuk dan duduk di kursi belakang bersama Zafran.


Begitu Julian masuk kemudi, ia menatap heran ke arah triple bergantian.

__ADS_1


"Kalian mau ganti formasi?" Tanyanya.


"Permintaan Zafira." Sahut Zafir.


"Ooh...ya udah. Pakai sabuk pengaman kamu, Fir!" Titah Julian seraya mencuri pandang ke arah Zafira yang ada di belakangnya.


Selama perjalanan, pandangan Julian tak lepas dari spion yang ada di atasnya.


Dari spion tersebut wajah cantik Zafira lebih terpantul dengan jelas.


Bahkan Julian lebih menyukai posisi Zafira saat ini, karena ia bisa memandang gadis itu dengan puas tanpa perlu capek-capek menoleh ke kiri.


Dari spion terlihat Zafira yang hanya terdiam menatap ke jalanan yang tidak terlalu ramai. Maklum masih pagi.


Sesekali ia melirik ke arah Zafran yang sibuk mencari sesuatu, tapi ia abaikan. Zafira yakin barang yang dicari saudaranya itu hanya terselip.


Dan benar saja, begitu menemukan sebuah penggaris, Zafran kembali anteng.


"Kamu lagi sakit gigi, Fir?" Tanya Zafran keheranan menatap Zafira yang terus diam tanpa bersuara. Padahal biasanya ia yang paling cerewet.


Zafira hanya menggeleng.


"Udah lupaian yang kemarin." Sahut Zafir dari depan.


"Emang kemarin ada apa, Fir?" Tanya Julian masih mengemudi.


"Haduuh, kenapa sih Zafir pake ngomong yang kemarin. Kepo kan Uncle Julian." Gerutu Zafira dalam hati.


"Gak ada apa-apa kok uncle." Sahut Zafira tenang padahal ia panik.


Julian kembali melirik Zafira dari spion.


"Gak usah panik gitu kalo niat bo'ong." Sindir Julian.


"Dia sih, gak pa_pa tapi Zafran dan Malik yang kenapa-kenapa." Jawab Zafir lagi. Karena sepertinya Zafran enggan bercerita.


"Maksudnya?" Julian mengerutkan dahinya.


"Zafira di deketin cowok kelas sebelah.Ya, biasalah mereka gak terima. Ya, pemanasan gitu deh." Jelas Zafir.


"Ooh..." Julian hanya berO O mendengar penjelasan Zafir padahak hatinya serasa meledak ingin mendamprat cowok itu.


"Udah sampai." Julian mengerem dan menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang sekolah Triple.


"Kalian masuklah dulu, Uncle harus berbicara dengan Zafira." Titah Julian kepada Zafir dan Zafran.


Zafir dan Zafran turun dari kendaraan Julian.


"Fir, aku kok curiga ya. Ada apa antara mereka berdua." Ucap Zafran lirih.


"Dan apa Sebenarnya yang disembunyikan Zafira dari kita?" Sahut Zafir.


Keduanya hanya saling memandang tanpa tahu jawabannya.


💗💗💗💗💗


Wah, si Zafir dan Zafran mulai curiga nee.


Kapan uncle membuka identitasnya di depan Zafir dan Zafran.


Kepoin terus yaa..


Terus kasih poin kalian yaa...


Salam cinta dan segalanya


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2