TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Drama Korea VS Drama China


__ADS_3

"Begitu Uncle ceritanya.." Zafira menutup kisah tiga puluh menitnya di dalam night club.


Bersamaan Zafira menutup kisahnya datang seorang waitress menyajikan pesanan mereka.


"Silahkan menikmati, Kak." Ucap ramah waitress.


"Sama-sama." Jawab Zafira dan Julian bersamaan.


Keduanya akhirnya menikmati makan malam berdua di hotel yang sama tapi bukan di ruang pesta.


Bagi keduanya tak ikut pesta pun tak apa, takkan mengubah segalanya.


Bisa Makan berdua di tempat kayak gini saja sudah sesuatu yang langkah karena kesibukan masing-masing yang berbeda.


"Fir, kalo kamu tau yang di gelas tadi wine. Kenapa kamu ambil?" Tanya Julian kembali setelah keduanya menghabiskan makanannya.


"Hmm itu.. Uncle beneran ingin tahu?" Jawab Zafira ragu.


"Iya, katakan!"


"Mbak Pia tadi yang ambilin minum buat Fira. Dia gak ngizinin Fira ambil minum sendiri."


"Apaa?" Julian melotot mendengar jawaban Zafira.


"Pia? apa maksud kamu sebenarnya?" Gumam Julian dalam hati.


"Uncle.." Panggil Zafira.


"Iya Mbak Pia yang ngambilin minumnya tadi. Fira kira itu sirup strawbery. Ternyata red wine." Gadis itu menghembuskan napasnya pelan.


"Kayaknya Mbak Pia jeles sama Zafira. Bisa jadi Mbak Pia suka sama Uncle. Makanya ia sengaja ambilin Fira wine."


"Fira tahu dari tatapan matanya. Mbak Pia benar-benar tidak melepas sedikitpun pandangannya dari Uncle."


Tutur Zafira panjang lebar.


"Tapi dia sudah membahayakan kamu, Fira." Seru Julian dengan khawatir.


Ia benar-benar kesal dengan kelakuan sekretarisnya itu.


Lebih tepatnya sekretaris yang dipekerjakan Edo. Bahkan Pia sudah ada sebelum dirinya menjadi bagian perusahaan itu.


"Uncle tahu gak, karena alasan ini Zafira belajar tentang alkohol. Dunia Zafir, Zafran dan Zafira kelak takkaan bisa lepas dari yang beginian." Jelas Zafira.


Julian menarik napas berat. Mengisia seluruh rongga dadanya dengan oksigen.


Julian benar-benar tidak menyangka Zafira sampai bisa berpikir jauh ke depan seperti ini.


"Fira, bantu uncle!" Pinta Julian.


Zafira menatap Julian tak percaya mendengara penuturan Julian yang meminta bantuaannya.


"Memangnya Zafira bisa bantu apa?" Tanya Zafira.


"Pura-pura jadi kekasih Uncle." Tegas Julian.


"Pura-pura lagi?" Tanyanya.


"Kamu mau jadi kekasih Uncle beneran? Gak masalah, nanti Uncle sampaikan ke Buya kamu."


"Apa-apaan ini?" Bantah Zafira gemetar.


"Mau jadi kekasih bo'ongan atau beneran?" Wajah Julian berubah serius.


"Uncle gak pernah serius kalo ngomong. Karena ujung--ujungnya pasti maksa." Celoteh Zafira.


"Karena kalo gak dipaksa kamu gak bakal nurut!" Balas Julian dengan senyum.


"Uncle kok gemesin gitu sih kalo tersenyum." Zafira tiba-tiba nyeletuk lirih.


"Tuhkan pesona Uncle bikin kamu gak bisa berpaling kan?"


Begitu sadar Zafira langsung menutup bibirnya dengan tangan kananya.

__ADS_1


"Huuu..." Dengus Zafira dengan nada ketus.


Padahal ia sedang berusaha keras menetralisisr jantungnya yang entah sejak kapan terasa sesak karena terus berdebar kencang.


Gadis itu membetulkan posisi duduknya.


"Terus saja ngebanggain diri. Gak akan Zafira bantu."


"Eh jangan, kamu harus mau!" Suara keras Julian sedikit memaksa.


"Tuh kan ending-endingnya juga maksa."


Julian terkekeh mendengar celotehan Zafira yang memang benar.


"Deal ya.. kamu mau jadi kekasih Uncle." Tatap Julian serius.


"Yaa. gimana lagi terpaksa. Sebagai rasa terima kasih udah jaga rahasia Zafira yang setinggi gunung, seluas samudera, sedalam palung." Jawab Zafira dengan reaksi datar sehingga terkesan enggan.


"Kayak lagi bersyair aja." Julian menimpali sambil menyunggingkan senyum.


"Besok ikut Uncle ke kantor!" Titahnya.


"Buat apa? Besok juga hari sabtu?" Protes Zafira.


"Besok Uncle lembur. Biar si Pia itu gak berani deket-deket sama Uncle lagi."


"Hahahaha..." Tawa Zafira terdengar renyah mendengar penuturan Julian.


"Kirain mau bikin perhitungan gitu sama si Mbak Pia ini?" Ceplos Zafira.


"Bolee.. besok pertunjukan dimulai. Kamu harus bersiap." Bisik Julian.


"Jangan-jangan selama ini Uncle udah dapat sesuatu dari Mbak Pia ?" Ledek Zafira.


"Yang bener saja kalo ngomong. Uncle masih bisa menahan semuanya." Bantah Julian.


"Iya deeh.. Uncle yang paling baik deh." Puji Zafira sambil menyeruput orange juicenya.


"Mbak billnya!" Julian melambaik ke seorang waitreass.


"Ini Kak!" Waitress tersebut mnenyerahkan selembar kertas pada Julian.


Setelah membaca nominal yang tertera, Julian menyerahkan satu kartu debetnya kepada si Mbak waitress.


"Mari ikut kami, kami butuh pin Kakak." Waitress itu minta dengab ramah.


Setelah semua beres, Julian kembali.


"Kita pulang sekarang. Anak perawan gak baik pulang malam-malam." Julian sudah berdiri menatap ke arah Zafira.


Zafira tersenyum menatap Julian yang terlihat istimewa hari ini baginya.


Lelaki itu meletakkan satu tangan di pingganya.


"Fir..!" Panggilnya.


"Apa?"


"Sebagai langkah awal pasangan kekasih!" Julian menarik tangan Zafira untuk di eratkan pada lengan kokohnya.


"Iya kekasih bo'ongan aja bangga." Bisik Julian.


"Hmm.. aku bisa kok jadiin kamu kekasih beneran. Kekasih halal malahan." Balas Julian.


"Iyakah?" Bisik Zafira dengan jantung yang memburu.


"Si Uncle hari ini kenapa juga?" Gumam Zafira dalam hati.


"Serius.. Yuuk jalan." Julian masih mengeratkan lengannya mengamit tangan Zafira layaknya pasangan.


"Uncle malu." Bisik Zafira.


Julian menoleh dengan wajah datar, tapi bagi Zafira sepertti sebuah tanda yang tak bisa di artikan.

__ADS_1


"Kalo gitu sekarang lepas ya uncle. Kan belum jadi kekasih halal." Bisik Zafira sambil melepaskan tautan tangannya.


Julian melengos saja mendengar protesan kecil Zafira.


"Maksudnya kamu beneran mau jadi kekasih halal Uncle?" Tatap Julian seray menunggu lift.


Zafira hanya mengedikkan bahu. Tanpa menjawab atau memberi klu apapun.


Saat lift terbuka Zafira masuk duluan diikuti Julian.


Begitupun saat lift tiba di lobby.


"Unclee.." Panggil Zafira sambl menarik tangan Julian paksa.


"Itu bukannya Mbak Pia ya?" Tunjuk Zafira ke satu arah yang menunjukkan seorang pria dan wanita saling berpelukan keluar dari lobby hotel.


Mbuat Julian mau tak mau menatap ke arah yang ditunjuk Zafira.


"Kok dia sama Om-Om sih?" Komentar Zafira melepas tangannya dari Julian.


"Kayaknya itu Mister Andrew. Salah satu rekan bisnis Uncle." Julian memperhatikan gerak gerik kedua pasangan lawan jenis yang keluar dengan saling berpelukan.


"Kita duduk sini dulu, biarkan mereka keluar!" Ajak Julian sambil menempati salah satu sofa kosong di lobbi.


Zafira hanya menurut saja. Setelah Pia dan pria bernama Mister Andrew melesat keduanya menyusul ke basement.


"Uncle.. Mbak Pia kok aneh yaa. Zafira curiga, suatu saat dia akan memanfaatkan Uncle dan situasi yang seperti ini." Bisik Zafira.


"Maksud kamu?" Julian membukakan pintu samping untuk Zafira.


"Uncle ini CEO kok gak peka banget sih!" Omel Zafira begitu Julian sudah di sebelahnya.


"Segitu parahkah Unclemu ini, Fir?" Tanya Julian menatap ke arah Zafira.


"Sepertinya sih, iya." Balas Zafira.


Julian terkekeh mendengar ucapan Zafira. Dalam hati ia sedikit membenarkan ucapan Zafira.


Secara insting sepertinya Zafira lebih mumpuni, tapi ia tahu gadis itu tak sungguh-sungguh ingin jadi CEO seperti buyanya.


"Katakan maksud kamu tadi yang soal Pia? Memanfaatkan yang bagaimana?" Tanya Julian sembari menyalakan mesin mobilnya.


"Seberap besar Mbak Pia dalam setiap tender?" Tanya Zafira.


"Dia banyak berperan, bahkan Om Edo juga sering minta bantuan ke dia."


"Uncle harus lebih memperhatikan cara kerja Mbak Pia. Zafira saat ini belum berani ngomong banyak. Hanya itu dulu."


Kamu tuh yaa...mbok ya jangan bikin kepo kenapa sih?" Gerutu Julian.


"Same same kan. Kita impas. Uncle gak udah ngajak bikin drama korea Fira juga bikin drama China."


"Ngomong apaan sih?"


"Ngomongin Lee Min Ho."


"Unfaedah. Udah deh apapu. Fira.. kamu harus terus temenin Uncle pas acara pesta kayak tadi." Paksa Julian.


"Yaa...ntar dikira bodyguard cantiknya CEO dong." Komentar Zafira.


"Ribet banget sih, ntar aku umumin ke seluruh dunia kalo zafira Wijaya itu kekasih halalnya Julian Atmaja. Puas!" Cerocos Julian.


Blus


💗💗💗💗💗


Up lagi..


Man teman terus dukung aku ya..


Caranya dengan klik like, komen dan vote


Met Malam yaa...

__ADS_1


__ADS_2