TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Khawatir


__ADS_3

"Oma," Zafir merebahkan kepalanya di paha Oma Alisha dengan manja.


(Nih, anak gak inget umur. Masih aleman aja sama si Oma)


Pulang dari kampus ia sengaja langsung ke rumah Oma, berdalih kangen. Begitu alibi yang ia sampaikan kepada kedua orang tuanya.


Alih-alih kangen, sebetulnya Zafir hanya ingin mengalihkan rasa dukanya dengan banyak kegiatan dan bertemu banyak orang.


Ia berharap dengan menemui Oma dan Opa ya bisa sedikit membuatnya terhibur.


"Kenapa?" jawab Oma Alisha lembut.


Wanita berusia lebih dari enam puluh tahun itu, terkadang masih menganggap cucunya kecil. Jadi, ia tidak pernah menolak saat Zafir bermanja-manja begini.


"Oma," ucap Zafir kembali.


"Kenapa? Panggil-panggil mulu!" sahut Oma Alisha sedikit terusik dengan ulah Zafir.


"Gak pa-pa, cuma pengen manggil Oma aja," kata Zafir datar.


Kedua matanya terpejam, sehingga ia tidak melihat bagaimana ekspresi Alisha saat terlihat jengkel dengan ulah cucunya.


Namun, sejengkel-jengkel Oma Alisha, ia tetap mengelus kepala Zafir dengan sayang seakan tahu apa yang dirasakan cucu kesayangannya itu.


"Kamu yang ikhlas, mungkin ini sudah jalannya Fely. Insya Allah akan ada jodoh dari Allah yang lebih baik dari dia. Fely sudah tenang di sana," kata Oma Alisha tanpa diminta Zafir.


"Oma," panggil Zafir untuk yang kesekian kalinya.


"Hmmm," sahut Oma Alisha.


"Zafir nginep sini, ya!" kata Zafir tanpa membuka mata.


"Boleh, bahkan boleh banget," jawab Oma kegirangan.


"Oma suruh Bibik nyiapin kamar," sambung Oma.


"Tapi Zafir maunya tidur sama Oma," rengek Zafir dengan manja.


Sejak anak-anak, ia memang dekat dengan Oma Alisha sehingga tidak ada rasa canggung bermanja-manja meski sudah segede sekarang.


"Serius mau tidur sama Oma?" sahut Opa yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi dan langsung gabung mereka.


"Iya," jawab Zafir melirik Opanya yang sudah duduk di sofa sebelah.


"Ya udah, kita tidur bertiga kayak dulu," ucap Opa mengingat masa kecil Zafir yang selalu tidur diantara mereka berdua.


Walaupun Zafira yang lebih sering mereka bawa. Namun, saat Zafir menginap selalu minta tidur bertiga.


Tidak ada pilih kasih, hanya saja saat tahu cucunya kembar tiga, ada rasa kasihan melihat Aqeela kewalahan mengasuh tiga bocah sekaligus.


Sehingga terkadang atas inisiatif Alisha dan Shakira, mereka membawa masing-masing satu bayi.


Mereka tidak peduli, siapa yang diajak. Siapa pun itu mereka akan bersyukur.


Ternyata imbasnya sampai sekarang ketiga bayi kembar itu masih saja suka bermanja-manja dengannya. Terutama, Zafir.


❤️❤️❤️


Keesokan paginya, Aqeela dan Desta sengaja datang ke rumah Oma dan Opa karena khawatir dengan kondisi Zafir yang mendadak izin menginap.

__ADS_1


"Astaghfirullah," gumam Aqeela terperanjat menyaksikan putranya tidur dengan nyaman dalam pelukan kedua mertuanya.


"Buyaaaaa. Coba lihat!" pekik Aqeela menyeret Desta.


"Wkwkkkk," suara tawa keras Desta membangunkan ketiganya.


"Apanya yang lucu coba?" ucap Aqeela menahan Desta.


"Umma," jawab Desta tanpa menghentikan tawanya.


"Whaaat? What?" Tatap Aqeela dengan melotot.


"Aku bukan badut," omel Aqeela.


"Lah, yang bilang badut siapa?" tandas Desta menarik istrinya menjauh dari kamar kedua orang tuanya agar tidak mengganggu ketiganya.


Terlambat, karena suara Aqeela yang terlalu berisik Zafir terbangun.


"Buya, Umma?" seru Zafir terperanjat melihat kedua orang tuanya sudah berdiri di depan pintu kamar Oma Opanya.


"Sini!" Tangan Aqeela melambai meminta Zafir mendekat.


"Kamu itu apa-apaan?" omel Aqeela tidak terima, begitu Zafir sudah di dekatnya.


Sedangkan Desta masih belum bisa menghentikan tawanya, menyaksikan aksi konyol anak, istri dan orang tuanya.


"Buya masih aja ketawa," seru Aqeela.


"Abis kalian makin kocak." Desta menutup mulutnya.


"Dimana lucunya? Wong anak segede gini masih dikelonin," geram Aqeela menunjuk Zafir.


"Sudah, biarin napa. Toh, Zafir juga cucu mereka," ucap Desta menenangkan Aqeela.


"Buuyaaa," seru Aqeela tidak terima.


"Huu aaammm, Umma ini aneh-aneh saja," sahut Zafir sambil menutup mulutnya yang menguap. Matanya masih terasa berat.


Baru kali ini ia bisa merasakan tidur nyenyak, setelah kepergian Fely.


Namun, karena satu perintah Umma ia pun menurut. Bangun dan menemui kedua orang tuanya.


Aqeela menatap dua lelaki yang ia sayangi dengan tatapan yang tidak bisa ia artikan.


"Kalian sama saja, uuuh!" gerutu Aqeela.


Desta masih terkekeh.


"Qeela, Desta?" panggil Oma Alisha terkejut setelah terbangun karena Zafir tidak ada di kamar.


"Tumben kalian ada di sini pagi-pagi, gini?" tanya Oma Alisha keheranan menatap menanti dan anaknya bergantian.


"Nengokin anaknya yang paling cakep, Oma. Mereka khawatir anaknya diculik hantu cantik dan gak bisa balik ke rumah," sahut Zafir dengan suara serak dan kembali terpejam


"Somplak," seru Aqeela.


"Lah, terus kalo bukan karena Zafir? Karena apa dong?" Kali ini Zafir membuka matanya lebar-lebar menahan kantuk yang beratnya.


"Oma aja sampe heran? Umma sama Buya pasti gak pernah ngerecokin Oma pagi-pagi gini," ledek Zafir yang hampir mendekati sempurna.

__ADS_1


"Hahaa," Desta masih terkekeh mendengar ocehan anaknya.


Sedangkan ekspresi Aqeela masih terlihat kesal.


"Sudah, sudah. Anak kalian baik-baik saja di sini," ucap Oma Alisha.


"Iya, Gimana gak baik-baik saja wong dimanjain gitu. Ingat umur, Fir!" omela Aqeela.


"Duh, Oma pusing. Emang Zafir kenapa, sih?" ucap Oma bingung.


"Astaghfirullah, Mommy. Mommy sama Daddy ngelonin baby hui segede ini, masih nanya kenapa?" jawab Aqeela sembari memegang dahinya.


"Wkwkkkkk, emang salahnya dimana? Kamu dulu, juga gitu kan? Meskipun udah nikah masih suka tidur sama Mommy?" ledek Oma Alisha.


"Hahahaa, Umma ternyata lebih parah dari aku," sahut Zafir mendengar cerita Oma tentang Aqeela.


"Tuh, kan. Kena batunya, kan." Desta auto meledek.


"Buya belain, siapa sih?" tutur Aqeela semakin kesal.


"Makanya biarin saja si Zafir. Dia gak akan aneh-aneh juga. Lagian dia gak pergi jauh, kan. Cuma ke rumah Oma tersayangnya," kata Oma sembari memeluk Zafir.


"Zafir sayang Oma," ucap Zafir membalas pelukan Oma.


"Nyesel deh, Umma ngawatirin Bebi hui, runtuk Aqeela yang mengundang tawa seisi rumah.


"Bu, sarapannya sudah siap!" Bibik datang menyela pembicaraan unfaedah keluarga tersebut.


"Iya, Bi. Makasi, ya." Oma menoleh kepada Bibik.


"Makan dulu, gih! biar adem perutnya," kata Oma mengajak anak, menantu dan cucunya ke ruang makan.


"Oma bangunin Opa dulu," lanjut Oma melangkah ke kamar.


❤️❤️❤️❤️


"Umma," panggil Zafir setelah menyelesaikan makannya.


"Hmmm," sahut Aqeela malas.


"Makasi, ya. Udah ngawatirin Zafir." Peluk Zafir dari belakang kursi Aqeela.


"Zafir sayang Umma," kata Zafir dengan manis.


Auto ada perasaan haru menyelinap di hatinya.


"Maafin Zafir,. kalo sering bikin Umma kesal," ucap Zafir masih dengan manisnya.


"Umma, you are my everything," pungkas Zafir.


❤️❤️❤️


Malam, gengs.


Like, komen yaa ...


Ikhasin tebar poin kalian, yaa ...


Oh, ya untuk baca novel-novel aku yang lain follow Ig dan FB aku yaa

__ADS_1


Fb : Ursula Maria


Ig: @maria_suzan


__ADS_2