TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Wejangan Ciuman


__ADS_3

"Mbak, suami gimana?" Tanya Aqeela hati-hati pada Yuna.


Setelah acara konser dadakan Aqeela dan Desta tadi.


"Belum, Mbak. Kemarin aku udah lakukan yang Mbak Aqeela katakan. Suamiku seneng banget Mbak. Tapi ia masih sibuk." Yuna terlihat masih sedih.


"Mbak, coba telpon. Siapa tahu memang suaminya Mbak Yuna sibuk dan butuh support." Ucap Aqeela.


Yuna mendesah berat. Ada rasa enggan dihatinya.


"Mbak... Percayalah lelaki itu juga butuh suport dari wanitanya." Kata Aqeela meyakinkan dengan senyum.


Yuna dengan enggan masih tapi ia tetap meraih ponselnya. Mendial sebuah nama yang ia kagumi sampai saat ini.


"Assalamu'alaikum..." Sapa suara di seberang.


"Wa'alaikum salam..." Sahut Yuna.


"Gimana acaranya sudah selesai?"


"Belum. Mas, kamu sudah makan siang?"


"Belum."


"Aku kirim ya?"


"Ndak usah, kirimi aku lokasi kamu saja. Aku juga ingin bertemu teman-teman kamu."


Mendadak wajah Yuna menjadi terharu. Ada sedikit air mata menemaninya.


"Iya Mas.. Aku tutup ya. Aku tunggu sama Dareen."


Yuna menutup ponsel, berpindah ke aplikasi wasap. Dan mengirim lokasi cafe V&D kepada suaminya.


"Mbak, kok nangis?" Aqeela menjadi cemas dan takut melihat Yuna kembali sambil menitikkan air mata.


Sebagai manusia ia juga takut memberi jalan keluar yang salah untuk sahabatnya ini.


Yuna menghambur memeluk Aqeela.


"Mbak, terima kasih ya..." Bisik Yuna kepada Aqeela.


"Suamiku setelah ini mau jemput aku ke sini." Sambungnya.


Aqeela bernapas lega mendengar penuturan Yuna.


Sejenak mereka larut dalam suasana haru Yuna.


Benar saja, tak lama kemudian seorang pria berusia empat puluhan masuk ke dalam.


"Papa..." Teriak Darren.


Pria itu tersenyum, menggendong Darren. Dan menciumi anaknya itu.


Aqeela melihat ada semburat senyum bahagia pada Yuna.


Pria itu menyalami semua yang ada di sana. Kecuali Aqeela dan Dinda yang hanya memberi salam dengan menelangkupkan kedua tangannya.


" Tristan.." Pria itu memperkenalkan diri.


"Maaf ya saya terlambat. Kantor saya lagi sibuk." Kata Tristan.


"No problem mister Tristan. Yang penting kita bisa kumpul." Balas Carlos dengan logat anehnya.


"Silahkan pesan dulu, Pak Tristan."Ucap Desta.


Tidak lama kemudian mereka sudah membaur seakan usia dan status bukan penghalang bagi mereka.


Dari percakapan antara suaminya, Carlos dan Desta. Yuna bisa menggaris bawahi bahwa perusahaan suaminya sedang mengalami permasalahan skandal korupsi dibeberapa divisi. Karena itu ia harus ekstra keras mencari bukti korupsi pegawainya itu.


Ada sedikit penyesalan dari Yuna sudah mencurigai suaminya. Tapi beruntung Aqeela menyemangati bahkan memberikan solusi terbaik.


Yuna akhirnya bisa tersenyum lega kembali dan bercanda tanpa beban kembali.

__ADS_1


**Tak ada kesempurnaan dalam rumah tangga. Yang namanya permasalahan akan tetap datang silih berganti.


Hanya saja format dan cara hadirnya berbeda pada setiap pasangan.


Dan penyelesaian yang terbaik memang komunikasi dan saling memahami antar pasangan


Tidak menggantung perselisihan tanpa ending**.


💗💗💗💗💗💗💗


Hari Senin, Aqeela sudah pamit dan izin kepada Ustadzah Rika kalau si Triple akan izin sampai minggu depan. Karena ada acara di Solo.


"Insya Allah untuk pentas anak-anak sudah siap, Ust." Ucap Aqeela meyakinkan guru anaknya itu.


"Saya percaya saja pada Umma."


"Terima kasih, Ust."


Untuk minggu depan saya akan fokuskan latihan si kembar ya Umma."


"Baik, Ust. Saya perlu menyiapkan apa?"


"Iringan musik yang biasa dipakai anak-anak latihan saja."


"Baik, Ust. Akan saya siapkan segera. Untuk kostumnya nanti bagaimana?"


"Kesepakatan rapat kemarin sih pakai dress code putih."


"Siap Ust, akan saya siapkan juga."


Aqeela menyalami Ustadzah Rika dan berjalan menemui anak-anaknya yang sudah menunggu bersama Renata dan Hanin di ruang tunggu.


"Kalian jadi berangkat hari Rabu?" Tanya Hanin.


"Iya Mbak.. Sampai ketemu minggu depan yaa.." Jawab Aqeela.


"Renata, nanti kalau kangen Zafran video call Umma ya.." Ucap Aqeela sambil mencium kedua pipi gadis cantik.


Hanin yang mendengar ucapan Aqeela hanya tersenyum lebar.


"Udah, kita pulang. Zafran, Zafir, Zafira cium tangan dulu sama Mama Hanin." Titah Aqeela.


Ketiga langsung menuruti instruksi Aqeela.


Zafran malah nambah cium kening Renata.


Aqeela dan Hanin sampau speechless.


"Wooii.. San anak kamu gercep banget." Komen Hanin.


"San.... mereka sampai kapan kayak gitu?" Aqeela ikut khawatir dengan ulah anaknya itu.


"See you.., San." Pamit Aqeela.


"See yoo soon." Hanin melambai pada Aqeela dan anak-anaknya yang jalan kaki.


💗💗💗💗💗


Siang setelah makan siang, Aqeela memanggil Zafran.


"Fran.. tadi kok cium kening Renata?" Tanya Aqeela.


"Hmm.. Zafran jadi inget Buya yang tiap hari cium kening Umma sebelum berangkat kerja." Jawab Zafran polos.


"Kata Buya, karena Buya sayang sama Umma makanya bole cium kening Umma. Zafran kan juga sayang sama Renata. Jadi Zafran cium kening Renata." Lanjut Zafran.


Aqeela mengelus dada mendengar penuturan pemuda ciliknya itu.


"Jawabannya gak salah siih. Apa aku sama Kak Desta yaa yang salah? Apa aku terlalu vulgar di hadapan anak-anak." Gumam Aqeela dalam hati.


"Sayangnya Umma, Zafran." Aqeela menatap anaknya itu dengan lembut. Sesekali di usapnya kepalanya.


"Zafir.. Zafira.. sini.." Panggil Aqeela.

__ADS_1


"Iya Umma..." Jawab kedua sambil berlari ke arah Aqeela.


"Sini sayang." Aqeela mengajak ketiganya mendekat.


"Zafir, Zafran, Zafira.. pernah melihat Buya mencium Umma?" Tanya Aqeela.


"Pernah." Jawab ketiganya bersamaan.


"Kata Buya, itu karena Buya sayang sama Umma." Celoteh Zafira.


"Buya, betul sekali. Karena Buya sayang Umma jadi Buya cium Umma. Begitupun Umma dan Buya juga sayang sama anak-anaknya jadi Buya dan Umma bole cium anak-anaknya."


Aqeela berhenti.


"Tapi ciuman hanya bole dilakukan kalau kita keluarga. Kalian bole cium Umma, Buya, Oma, Opa, Buni dan Ayah Kung. Selain mereka tidak bole."


"Berarti kalo sama teman tidak bole ya Umma?" Tanya Zafir


"Tidak bole. Kecuali kalo kalian sudah dewasa dan menikah." Balas Aqeela


"Menikah itu apa Umma?" Sela Zafran


"Menikah itu berjanji untuk bersama-sama." Jawab Aqeela.


"Berarti Zafran bole cium Renata kalo sudah menikah dong Umma." Oceh Zafran


"Iya.. dan itu setelah Zafran sudah dewasa nanti."


"Sudah dewasa itu bagaiman Umma?" Zafira ikut kepo.


"Dewasa itu sudah bisa membedakan yang baik dan buruk. Sudah bisa mengurus dirinya sendiri. Dan sudah bisa membiayai dirinya sendiri."


"Itu masih lama dong Umma?" Sahut Zafir


"Hmm... setelah enam belas tahun atau tujuh belas tahun bole.."


"Masiih lama doong Umma." Seru Zafran.


"Tidak akan lama. Asalkan kalian rajin belajar dan mengaji. Selagi masih kecil kalian harus mencari ilmu sebanyak mungkin. Supaya kalau dewasa nanti bekalnya banyak."


"Maafkan Zafran ya Umma. Tadi udah cium Renata." Zafran sadar kesalahannya.


"Minta maafnya ke Mama Hanin sama Papi Carlos sayang. Karena Renata anaknya Mama sama Papi."


"Iya.. nanti Zafran telpon Mama Hanin sama Papi Carlos."


"Hebat anak Umma." Puji Aqeela


"Umma kalo cium gak bole. Peluk Renata bole ya.." Seru Zafran dengan polosnya.


Dieeeng...


"Kayaknya masih belum selesai deh wejanganku hari ini..."


"Ya Alloh.. ampuni hamba."


🙊🙊🙊


💗💗💗💗💗💗💗


**Teman-teman makasii yaa supportnya.


Always tap


like


vote


Rate


kasi komen kalian yaa


Love from si triple

__ADS_1


😘😘😘😘**


__ADS_2