TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Koordinasi Pelepasan


__ADS_3

Aqeela berkumpul dengan pengurus OSIS di ruang BK, untuk koordinasi persiapan malam inagurasi.


"Saya ingin tahu sampai dimana persiapan acara kalian." Tanya Aqeela.


"Untuk pengisi acara, dibuka remo dan ditutup oleh Eksul musik. Selain itu anak-anak teater, menari, Pramuka, eksul olga juga akan bergabung mengisi acara. Anak kelas dua belas menampilkan paduan suara."


"Hmm.. bagus. Kalian sudah bikin rundown acaranya plus estimasi waktunya."


"Sudah, Bu." Jawab Ria seksi acara


"Bisa ditunjukkan ke saya?"


Ria membuka ponselnya dan menunjukkan rundown acara yang telah dia susun bersama timnya.


"Bagus.. Untuk rundown bisa di print. Nanti saya tunjukkan Pak Han dan yang lainnya."


"Baik, Bu." Jawab Ria.


"Untuk MC, bagaimana?" Lanjut Aqeela.


"Kita ada kenalan MC dan sudah kami hubungi beliau. Insya Allah bisa."


"Okay saya centang persiapan yang sudah matang." Aqeela memberi tanda centang ke beberapa agenda yang ia sususn bersama OSIS.


"Yang lain?" Sambungnya.


"Konsumsi, Bu." Sahut Dea yang merasa sebagai seksi konsumsi


"Iya, bagaimana konsumsinya?"


"Untuk undangan kita siapkan nasi dan snack kotak. Sedangkan untuk guru dan panitia akan di siapkan tempat tersendiri dari pihak hotel."


"Good job, yang lain?"


"Dekor dan dokumentasi siap. Dekor akan disiapkan malam H-1 dan untuk dokumentasi kita siapkan video dan foto." Sahut Bryan


"Good boy."


"Publikasi juga sudah ready. Undangan siap meluncur ke Kakak-kakak." Ucap Reza.


"Okay.. Yang lain? Terima tamu bagaimana?"


"Terima tamu siap, Bu." Jawab Pipit.


"Sebelum pelaksanaan kalian harus ready disana. Acara dimulai pukul berapa?"


"Pukul 19.00." Sahut Kevin.


"Oh ya sebelum kita tutup. Adakah diantara kalian yang berpasangan? Sesama anak OSIS?"


Pertanyaan Aqeela membuat mereka sedikit terhenyak.


Mereka tertunduk.


"Kalian tidak perlu takut. Jawab saja." Ucap Aqeela lembut melihat beberapa anak panik.


"Ada, Bu. Saya dengan Bryan. Oni dengan Tanti. Vani dengan Rasya." Jawab Pipit si Ketos.


"Hmm.. Terima kasih sudah jujur. Saya hanya berpesan kepada kalian jaga diri. Tahan diri untuk melakukan hal-hal yang tidak patut. Kalian sudah dewasa pasti tau batasan-batasan mana yang bisa kalian tentukan."


"Untuk agenda inagurasi, kalian harus fokus. Yang berpasangan jangan cari kesempatan. Kalo mau bucin-bucinan, bukan di sana tempatnya."


"Jadi, ibu gak ngelarang kita pacar?" Tanya Oni sedikit berbinar.

__ADS_1


"Saya tidak bisa melarang, tapi saya juga tidak menyetujuinya. Saya hanya berpesan kalian jaga diri dan tahu rambu-rambu."


"Bagaimanapun kalian sudah baligh, sudah memiliki potensi kebutuhan biologis. Jika tidak mampu menahan diri, akibatnya kalian sendiri yang menanggung belum lagi keluarga."


"Baik, Bu. Akan kami ingat." Sahut Oni, Bryan dan Rasya.


"Yang datang di H-1 siapa?" Tanya Aqeela.


"Bryan, Kevin, Axel dan Dion, Bu? Semuanya cowok. Karena saya tidak mengizinkan yang cewek datang malam-malam." Pipit menjelaskan.


"Saya setuju dengan Pipit. Nanti saya akan ke sana pas H-1." Sahut Aqeela.


"Bu Qee.. makasi ya." Seru Bryan.


"Untuk?"


"Sudah support OSIS dan kami yang berpasangan." Jawab Bryan


"Saya bukan support kalian. Hanya mengingatkan."


"Apapun namanya terima kasih." Sahut Rasya tak mau kalah dengan Oni dan Bryan.


"Udah gak usah baper Yan. Fokus ya.. Kalian juga harus memastikan pengisi acaranya kembali. Saya tidak ingin pas hari H, terjadi kekacauan." Ucap Aqeela sebelum mengakhiri koordinasinya dengan tim OSIS.


"Siap, Bu." Jawab kompak tim OSIS.


💗💗💗💗💗


Aqeela beralih ke ruang musik. Disana Anton dan kawan-kawan sedang berlatih.


"Bagaimana persiapan kalian?" Tanya Aqeeka begitu masuk.


"Sudah 90 persen, Kak." Jawab Anton.


"Iya , kakak tercinta." Sahut Wina.


"Kakak cerewet sekali." Sambung Anton.


"Itu demi kalian. Bukan buat siapa-siapa? Saya tidak kalian sakit." Omel Aqeela.


"Iya.. iya.. Kakak.. " Oci memeluk Aqeela dari belakang.


"Ci, jangan peluk-peluk ketahuan Kak Desta kena semprot 7 hari berturut-turut lho entar." Ucap Hendri mengingatkan Oci.


"Biar saja, mumpung yang punya belum datang." Gumam Oci sambil melepas pelukannya.


Ternyata nyali Oci masih kecil juga.


"Coba kalian nyanyikan lagu yang akan kalian bawakan di malam inagurasi. Saya ingin dengar."


"Siap, Kak." Anton mengacungkan jempolnya.


Suara gebrak drum Hendri, disambung petikan gitar Anton, suara bass Silo dan Dentingan keyboard Taufik mengiringi suara merdu milik Oci, Wina dan Tito.


💗💗💗💗💗


Selesai urusan Akhir tahun SMA Nusantara, Aqeela menghubungi Vian.


Menanyakan keberadaan kelima pelajar teler yang diciduk Desta beberapa bulan lalu.


"Kak, bagaimana Ricky dan kawan-kawan?" Tanya Aqeela dari panggilan suara di ponsel.


"Mereka giat bekerja." Sahut Vian di seberang.

__ADS_1


"Syukurlah Kak, nanti aku mampir ke sana. Tapi jangan bilang ke mereka."


"Okay." Jawab Vian.


Aqeela segera menutup panggilan telponnya. Menunggu jam pulang dan jemputan suaminya.


Menyelesaikan misi selanjutnya, mampir ke resto Vian.


Di sana Ricky dan kawan-kawannya ia titipkan sebagai pekerja part time. Daripada menghabiskan waktu berhura-hura tidak jelas.


Dan orang tua mereka tidak keberatan atas keputusan sekolah.


Dan sesekali ia menanyakan kondisi muridnya.


Ada sedikit kebahagiaan saat melihat kelima pemuda tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya.


💗💗💗💗


Sehari selepas mengurusi inagurasi di SMA. Kini Aqeela dan Group rempong tanpa Yuna disibukkan agenda akhir tahun sekolah si kembar.


Bersama Aqeela, Oca dan Hanin sudah ada mama Wanda, Mama Ilham dan Mama Naya. Meski belum begitu akrab mereka terlihat kompak.


"Bagaimana? Kita pesankan apa untuk perpisahan?" Tanya Aqeela kepada mama-mama muda di hadapannya.


"Kita pesankan di Toko Bakery yang ada di dekat hotel, bagaimana?" Usul Mama Naya.


"Harganya?" Tanya Oca


"Standard, kok. Kan jatah dari sekolah Rp 20.000/anak." Jawab Mama Ilham.


"Mama Naya dan Mb Oca bisa survey ke sana?" Pinta Aqeela.


Oca dan Mama Naya saling bertatapan.


"Okay." Jawab kompak keduanya.


"Nanti kalo sudah deal. kita pesankan sekaligus minta diantar ke lokasi." Ucap Mama Ilham.


"Aku sih, okay."


"Tapi duit yang dari sekolah kapan turun?" Tanya Mama Naya.


"Belum tahu. Coba tanya mama yang dari TK B. Mamanya Vio atau Mamanya Dela." Ucap Hanin.


"Oh.. okaylah. Nanti aku tanya ke mereka." Kata Oca lirih.


"Semoga , sukses yaa.." Gumam Mama Naya.


"Aamiiin.." Balas yang lain.


Persiapan akhir tahun benar-benar membuat Aqeela sibuk. Untung saja UAS sudah selsesai.


Jadi, perhatiannya kini tertuju untuk dua agenda perpisahan beda level.


Si Triple dan teman-temannya juga sibuk berlatih untuk pentas akhir tahun.


Mereka kali ini diajak melakukan gerak dan lagu. Tentu saja kalau yang ini di luar kuasa wali murid. Aqeela dan mama-mama lainnya menyerahkan sepenuhnya persiapan penampilan putra putrinya kepada Ustadzah.


Para orang tua hanya membantu ustadzah menyiapkan persiapan pentas seni dan pelepasan.


💗💗💗💗💗


Next..

__ADS_1


tungguin yaa... bentar lagi


__ADS_2