TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Narsis


__ADS_3

Seorang pemuda sedang duduk termenung memangku sebuah buku tebal. Pemuda itu hanya membuka setiap lembaran tanpa tahu harus mulai dari mana.


Akhirnya ia memutuskan membuka halaman yang menurutnya halaman pertama.


Tertera di situ surat An-Nas (Manusia), terdiri dari 6 ayat turun di Makkah.


Perlahan ia membaca, "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhannya Manusia."


Pemuda yang tidak lain, adalah Devan itu mulai bertanya-tanya.


"Tuhannya Manusia?" Alisnya saling bertaut.


"Sang Hyang Widi?" gumamnya lirih.


Devan melanjutkan membaca.


"Rajanya manusia." Devan menjeda bacanya.


"Tuhannya manusia." Devan melanjutkan bacaannya.


"Aku beneran gak paham apa ini?" gumam Devan lagi.


Apalagi saat membuka halaman berikutnya, yang berisi surat Al-Falaq lalu surat Al-Ikhlash.


Akhirnya pemuda itu meletakkan buku tebal yang berjudul Al-quran terjemah di meja.


💗💗💗💗


Zafira, Zafir dan Devan duduk bertiga di karpet rumah Umma.


Mereka sedang berdiskusi banyak hal tentang al-quran yang dipinjam Devan dari Zafira.


"Tolong kalian jelaskan tentang ini!" Aku benaran deh gak paham.


Devan membuka lembaran yang menurutnya adalah halaman pertama.


"Oh.. ini adalah konsep keTuhanan dalam Islam, Kak." Zafira membaca sekilas surat yang Devan buka.


"Memang menurut islam, Tuhan itu bagaimana?" tanya Devan masih penasaran.


"Sudah jelas di situ tertulis, Tuhan itu esa. Tempat bergantung. Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada yang menyamainya," tutup Zafira.


"Itu konsep keTuhanan dalam islam, Kak." Zafira menatap Zafir tanpa diketahui Devan.


Pemuda itu seakan masih bingung dengan penjelasan Zafira.


"Begini Kak," sahut Zafir.


"Kalo dalam Hindu konsep keTuhanannya bisa bermacam-macam. Tergantung cara pandang manusianya. Kak Devan mengenal sang Hyang Widi, Sang Hyang Suung dan lain-lainnya. Kami juga mengenal Tuhan kami dengan sebutan Allah."


"Dia tidak nyata tapi zatnya wajib kitab imani. Begitupun agama Kakak, di situ disebutkan Hyang Widi adalah pencipta, pemelihara dan pelebur alam semesta dan isinya."


"Coba Kakak buka Weda. Zafir gak tahu jelasnya di bab atau bagian yang mana."


Devan mengangguk-angguk mulai mengerti penjelasan Zafir.


"Satu lagi, Kak." Zafir meraih Al-quran yang ada di depannya.


"Cara baca al-quran dari kanan ke kiri," bisik Zafir.


"Jadi, kayak gini!" Zafir mencontohkan cara membuka kitab sucinya.

__ADS_1


Devan mengamati dengan serius.


"Kak..." panggil Zafira.


"Kakak tau gak konsep dewa dewi?" tanya Zafira seketika.


"Dewa Dewi itu manifestasi Tuhan. Dan di gambarkan, di simbolkan dalam bentuk patung sesuai ungkapan kecintaan kepada Tuhan yang tidak terbatas. Sedangkan kita manusia adalah makhluk terbatas."


"Lambang itu hanya sebuah ekspresi. Tapi pada dasarnya kami tetap menyembah Tuhan." jawab Devan.


"Tapi kalo dalam islam, hal demikian dilarang. Karena Tuhan itu tidak berbentuk. Konsep keTuhanan kami di seluruh dunia sama. Cara ibadah kita, cara menunjukkan rasa cinta kami. Semua tertuang di kitab yang sama dan bahasa yang sama." tutur Zafira.


"Lalu kenapa Al-quran harus berbahasa Arab? Apa karena Nabi kalian dari sana?" Tanya Devan kembali.


"Bukan juga, Allah menurunkan Al-quran berbahasa Arab karena bahasa Arab itu bahasa abadi. kosa katanya tetap."


"Coba bayangkan jika al-quran di turunkan dengan bahasa indonesia. Bisa terjadi perdebatan dong. hanya dengan satu kata. Sinonimnya tidak terhitung." jawab Zafira.


"Belum lagi tiap tahun ada perkembangan tata bahasa. Bayangkan berapa kali kita harus nengok KBBI dan PUEBI? Capek deh!" sambunh Zafira.


Auto membuat Devan terkekeh seketika.


💗💗💗💗


Sementara di bagian lain belahan bumi Allah.


Dua anak manusia sedang asyik berdiskusi juga, namun dengan tema yang berbeda.


"Mar.. gimana ini?" seru Julian menatap gusar Semar sahabatnya.


"Gimana apanya sih, Yan?" balas Semar.


"Ya ajak ngobrol," jawab Semar dengan entengnya.


"Hadeeh nih anak. Nyebelin banget sih!" omel Julian.


"Gimana bisa deketain coba, lha wong natap aku aja eneg dianya!" kilah Julian.


Semar reflek menertawakan sahabat sekaligus bosnya itu dengan keras.


"Diem, lo!" gertak Julian.


"Sensi banget sih!" ucap Semar menatap Julian malas apalagi dengan gelagat arogannya.


"Kasi tau cara biar Zafira bisa deket lagi sama aku," tukas Julian.


"Tidak semuda itu Ferguso," ledek Semar.


"Sederhanakan, Alfonso!" sungut Julian.


Semar hanya terkekeh mendengarnya.


"Lurd..., dia itu perempuan."


"Gak usah ngasih, gue juga paham dia cewek. Kalo dia cowok gak mungkin gue ajak nikah!" sela Julian.


"Dengerin dulu, Ferguso! Ih, nyebelin." oceh Semar.


Julian hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


"Dimana-mana yang namanya perempuan perasaannya peka. Dia pasti masih sakit hati karena ulah elo. Sampai gak mau denger penjelasan apapun dari keluarganya," ucap Semar seakan ingin menyadarkan sahabatnya itu tentang perasaan wanita yang begitu halus.

__ADS_1


"Iya, gue tahu. Terus caranya agar gue dapat maaf darinya gimana?"


"Ya elo harus terus meminta maaf. Tapi usahakan jangan terlalu dibuat-buat. Mulai perlahan. Karena di awal dia pasti sangat menolak. Dan menghindar."


"Aaah.. aku gak sanggup untuk itu!" pekik Julian.


"Yan, memangnya selain Zafira gak ada cewek lain gitu?" tanya Semar.


"Enggak,"


Semar terdiam mendengar pengakuan sahabatnya itu.


"Kenapa gak elo paksa kayak waktu itu!"


"Situasinya beda, Men!" tukas Julian sedih. Membayangkan keisengannya waktu itu.


"Waktu itu, hubungan kita masih baik-baik saja. Lha sekarang beda." sambung Julian.


Semar menelan salivanya mendengar penuturan Julian. Ada yang bikin hatinya merasa tidak enak.


"Elo tuh harusnya berterima kasih sama dia!" seru Julian.


"Lha apa hubungannya dia ama gue?" heran Semar.


"Zafira yang memintaku menghubungi elo. ketika aku kebingungan nyari sekeretaris!" jawab Julian.


"Waht yang bener saja? Gue hutang budi diling sama tuh cewek aneh?" lirih Semar.


"Dia mah kagak minta di balas budinya. Bisa jadi Zafira juga sudah lupa. Kalo elo, dia yang rekomin," jawab Julian dengan enggan.


"Tapi gue yang minta, elo harus bisa bikin gue deket lagi ama Zafira!"


"Usaha sendirilah, Bro! Gue pengen nikmatin jam di luar kantor gue dengan bebas!" seru Semar.


"Unfaedah banget sih, oya jangan tiap hari ganti cewek melulu. Kagak pusing apa? Nikah sono gih!" Julian mengingat sahabatnya yang kerap kali berganti pasangan.


Entah sudah diapain saja tuh cewek sama Semar. Laki-laki itu tidak pernah mau mengaku setiap kali ditanya.


"Udah deh, Yan. Gak usah nyuruh nikah. Kawin gitu napa?" ucap Semar tanpa malu.


"Emang elo sapi minta kawin. Entar aku ikutin program inseminasi deh. Kalo elo mau!" ledek Julian.


"Kampret! Sialan lo!" umpat Semar.


Sedangkan Julian hanya tertawa lebar mendengarnya.


"Eh, tapi Yan. Ada baiknya mulai sekarang elo narsia di sosmed deh. Pertemanan kalian gak di unfollow kan?" tanya Semar.


"Dia gak berani unfollow Babag Iyan, takut Kakak gue ngomel." jawab Julian percaya diri.


"Ya kalo gitu, bersiaplah narsis. Gue bantuin. Ikhlas Lillahi taala. Demi Zafira yang udah direkomin ke elo!"


💗💗💗💗


Maaf yaa kalo banyak typo.


always dukung Triple yaa....


like, komen, vote dan share


Share di sosmed kalian deh...

__ADS_1


__ADS_2