
Aqeela yang masih kepo dengan tamunya yang ada di ruang tamu, sengaja menguping dari ruang keluarga yang hanya tersekat dinding.
Bu Darmi yang melihat ulah majikannya itu sampai tertawa geli.
"Husstt..!" Aqeela mengkode Bu Darmi untuk diam.
Auto ART itu lansung klakep. Tidak berani bersuara.
"Bu Darmi, tadi tamunya sudah di kasi suguhan?" Tanya Aqeela lirih takut suaranya terdengar sampai ruang tamu.
"Sudah Mbak."
"Bagus."
"Sekarang aku minta tolong jagain si kembar. Aku masih ingin di sini sebentar." Titah Aqeela kepada Bu Darmi.
Bu Darmi nurut saja titah majikannya itu. Walaupun keheranan karena tidak biasanya Aqeela sampai menguping pembicaraan.
Di ruang tamu.
"Pak Edo, gimana cara kerja Julian?" Tanya Desta serius.
"Sejauh ini sih dia baik-baik saja. Belum ada komplain dari manapun."
"Hm...pertahankan yaa.." Ucap Desta sambil menepuk bahu bangga kepada Julian.
"Jangan sampai kamu merasa besar kepala dan egois. Karena bagaimanapun kita bisa besar karena ada karyawan kita." Nasehat Desta kepada sang adik.
"Iya, Kak. Aku juga banyak belajar dari Kakak." Ucap Julian dengan senyum bangga kepads Desta.
"Tapi Kakak jangan besar kepala ya.. " Ledek Julian.
"Mulai deh.., kamu juga kenapa sih iseng banget persis kayak Kakak kamu." Protes Desta.
"Lha aku kan adiknya. Pastiah ada mirip-miripnya." Julian membalas ucapan Desta.
Edo hanya geleng-geleng kepala melihatnya.
"Hadeeeh.. kalo watak iseng ini pasti turunan dari dua orang pemilik rumah ini." Batin Edo.
Dari balik dinding Aqeela tampak tersenyum mendengar obrolan mereka.
"Terus perkembangan kasus Omnya Julian gimana?" Desta kembali menatap Edo mengganti topik pembicaraannya.
"Januar udah gak bisa berkutik, Mas. Semua akses banding sudah kami tutup." Jawab Edo.
Aqeela yang mendengar merasa tidak ada kejanggalan segera masuk ke kamar.
"Bu Darmi, terima kasih ya.. Anak-anak masih tidur kan?" Kata Aqeela begitu masuk ke kamar.
"Masih, Mbak." Bu Darmi menoleh ke arah Aqeela.
"Bu Darmi, nanti kalo tamunya Mas Desta sama Mas Julian sudah pulang. Kasi tahu saya ya Bu." Pinta Aqeela.
"Iya, Mbak. Saya ke dapur dulu. Nyiapin makan malam."
"Makasii ya Bu." Ucap Aqeela.
"Sama-sama, Mbak."
Bu Darmi segera keluar kamar Aqeela.
💗💗💗💗💗
Di ruang tamu.
"Mas, sepertinya Wisnu mencari tahu tentang saya dan mungkin dalang di balik semua kehancurannya." Lapor Edo tentunya setelah Aqeela kembali ke kamarnya.
"Itu pasti terjadi, Pak. Hanya saja kita harus bisa memastikan sampai dimana kesungguhan Wisnu." Ucap Desta.
"Yan..." Desta menoleh ke arah Julian.
__ADS_1
"Iya, Kak.." Jawab Julian.
"Kalo nanti, perusahaan Wisnu meminta kerjasama dengan perusahaan kamu. Pura-pura gak kenal. Atau gak tau apa-apa. Kakak yakin si Surya tidak mungkin bisa kerja sensiri tanpa bantuan Wisnu." Urai Desta.
"Kakak yakin?"
"Sangat yakin. Karena kan selama ini Surya tidak pernah turun tangan langsung. Pastinya ia masih banyak belajar dari Wisnu."
"Kakak juga. Hati-hati siapa tahu Wisnu curiga ke Kakak." Ucap Julian.
"Itu pasti. Tapi dia tidak akan menemukan nama Kakak di sana. Insya Allah aman."
"Mas Desta yakin, Gold akan mengajak join Atmaja Group?" Tanya Edo menatap Desta penuh harap.
"Secara insting saya bisa mengatakan iya. Tapi kita lihat saja kelanjutannya." Ucap Desta.
"Tapi kalo tidak, saya akan buat Gold bekerjasama dengan Atmaja." Sambung Desta.
"Untung Julian ketemu orang kayak Mas Desta. Coba kalo orang biasa. Aku yakin situasinya akan berbeda." Gumam Edo dalam hati bersyukur dengan keadaan Julian saat ini.
💗💗💗💗💗💗
Di ruang tengah kini ada Desta, Aqeela dan Julian.
keenam anak Aqeela dan Desta sudah terlelap di dunia mimpinya masing-masing. Aqeela walaupun lelah ia masih penasaran dengan Julian dan Hani.
"Hani udah pulang, Yan?" Tanya Desta.
"Sudah, Kak." Jawab Julian.
"Siapa yang nganter?" Tanya Aqeela.
"Akulah, Kak." Jawab Julian.
Ia berusaha menjawab setiap pertanyaan tentang Hani dengan baik.
"Sejak kapan kalian sering pergi berdua?" Tanya Aqeela kemudian.
"Baru kali ini, Kak. Ning Hani juga sibuk kuliahnya." Bantah Julian.
"Dari status, Iyan." Jawab Julian dengan santainya.
"Apa? Emang kamu pasang status yang apa?" Tanya Aqeela.
"Fotonya si twins."
"Hadeeh.terus dia kepo?" Seru Desta.
Julian hanya mengangguk.
"Emang kenapa sih Kak?" Giliran Julian yang kepo.
"Kirain kalian deket banget." Jawab Desta.
"Hm.. gitu kah? Aku gak deket sama Ning Hani. Tapi pernah juga sesekali ngobrol via WA. Selain itu gak ada." Julian masih berusaha jujur.
"Yan, kamu jangan deket-deket cewek kalo gak pengen kakak cantik kamu nyereweretin nyuruh nikah."
Julian mendelik mendengar ucapan Desta.
"Gak usah mendelik gitu. Biasa aja. Makanya gak usah agenda bawa cewek ke sini." Bsik Desta.
"Hadeeeh..." Julian hanya bisa pasrah mendengarnya.
Kira-kira kalo Aqeela dan Desta tahu Julian sering diajak kencan cewek gimana ya?
Yang kena imbasnya Julian ato si ceweknya?
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
💗💗💗💗💗
__ADS_1
"Bae, ada yang kamu sembunyikan dari aku?" Tanya Aqeela sebelum keduanya tidur.
"Enggak ada. Memangnya ada apa?" Balas Desta.
"Gak ada apa-apa. Hanya saja perasaanku mengatakan ada yang sesuatu yang tidak aku ketahui." Ucap Aqeela menatap Desta penub tanda tanya
"Gak ada Beb. Gak ada yang aku sembunyikan."
"Soal Edo? Ato apapun yang belum aku ketahui?"
"Edo tidak ada apa-apa. Dia masih memastikan apakah Julian masih ingin tinggal di sini?"
"Memangnya Julian masih di teror pengacaranya untuk tinggal di rumahnya sendiri?" Tanya Aqeela cemas.
Karena setahunya Julian sudah pernah menyampaikan bahwa ia akan tinggal di rumah Aqeela sampai menikah.
"Terkadang."
"Do, maafin aku yaa.. terpaksa bohong sama Aqeela. Gara-gara kita mau kasi pelajaran sama si Wisnu." Batin Desta.
"Terus Julian mau?" Aqeela menatap Desta masih dengan cemas.
"Enggaklah. Dia masih ingin di sini." Jawab Desta menenangkan, ia yakin Aqeela akan syok kalo ia menggodanya perkara Julian.
Aqeela tampak tersenyum lega mendengarnya.
"Alhamdulillah, aku belum ikhlas ditinggal Julian." Bisik Aqeela kepada Desta. Walaupun sebenarnya ia masih merasakan ada yang janggal.
"Terus, Bae. Tamunya Zafir tadi siapa? Kata Thifa tiga orang gede, gitu?" Lanjut Aqeela menyelesaikan rasa penasarannya hari ini.
"Oh.. itu tadi Hadi dan teman-temannya. Mereka cuma datang sebentar ngasih undangan ada acara di panti." Jawab Desta.
"Oowh.. pantesan kalo Hadi nyarinya Zafir." Gumam Aqeela.
"Memangnya kenapa, Beb?" Desta balik tanya ke Aqeela.
"Tadi kata Thifa, Zafir ada temannya makanya tuh anak nyari Bundanya ke kamarku." Seru Aqeela.
"Anak itu sama Zafir deket banget. Dia lebih milih pulang daripada gak ditemenin Zafir." Kata Desta lirih.
"Kok kamu tahu?"
"Seminggu lebih gak ke kantor bikin aku tahu kalo mereka deket banget."
Aqeela hanya menghembuskan napasnya pelan memindahi rasa penasarannya agar menguap.
Sesekali ia menatap ke box kecil dimana si twins lagi tidur.
"Bae, kita belum kasi nama mereka, ya?" Ucap Desta sambil tangannya mengelus lengan Aqeela.
"Memang belum. Aqiqah mereka kapan kita juga belum rencanain."
"Terus ada masukan nama?"
"Belum."
"Terus?"
"Tidur dulu. Ngantuk. Capek banget hari ini. Lagian seharian ini aku dibikin kalian kepo terus." Aqeela merebahkan tubuhnya.
Menutup matanya. Sesaaat dia tampak komat kamit.
"Ngapain?"
"Berangkat haji."
Auto Desta mengangkat tubuhnya.
"Serius ini?"
"Aku juga serius."
__ADS_1
💗💗💗💗💗
Maaf yaa.. semoga bisa up lagi nanti