TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Hancur...


__ADS_3

Zafira menatap ruang tamunya yang sudah mulai dibersihkan menjelng pernikahannya.


Tapi gadis itu masih belum terima jika harus diduakan. Ia tidak akan sanggup menjadi yang kedua apalagi pihak ketiga.


Air bening kembali jatuh dari sudut matanya. Zafran dengan gerak cepat, memeluk bahu Zafira mengajaknya segera masuk ke mobil untuk berangkat sekolah.


Walaupun kondisi hatinya tidak baik, ia tetap berangkat sekolah. Meminimalisir hatinya yang cenat cenut. Berharap bertemu sahabat-sahabat baiknya.


Apalagi seminggu ini, Julian hanya memberi kabar sekali sehari setelah keberangkatannya ke Kediri tapi sengaja tidak ia angkat.


Setelahnya tidak ada kabar sama sekali. Mungkin Julian sedang bersenang-senang di sana.


Sehingga gadis itu menyimpulkan sendiri kegiatan sang uncle di kota tahu itu.


Zafran menyeka air mata Zafira yang semakin deras. Sengaja ia duduk di belakang bersama saudarinya itu.


Dia ingin mendampingi Zafira walau hanya sekedar sebagai penyek air mata atau tempat sandaran kepala saudaranya.


Sedangkan Zafir, ia mendengus kesal karena diperlakukan seolah sopir oleh Zafran.


Sedangkan saat pulang giliran Zafran mengemudi ia akan mengajak serta Renata di sampingnya.


Dan bisa dipastika jika dua orang ini berdekatan gombalan ala bucin Zafran akan. mengembara kemana-mana.


Ingin rasanya Zafir mengumpati saudaranya itu, tapi apalah daya ia tak akan pernah sanggup mengatakannya.


Mengingat mereka bertiga selalu bersama sejak dalam perut Umma.


Kendaraan Zafir masuk dan parkir di area yang sudah di sediakan.


"Udah nyampe. Hapus dong air matanya. Senyum. Masa masuk kelas dengan mata sembab kayak gini. Gak lucu dong wonder women nangis. Entar di ketawain loo ama musuhnya," ledek Zafran.


"Gak peduli," balas Zafira namun ia memaksa senyum dan menyeka sisa air matanya.


"Antar aku ke toilet, ya!" pinta Zafira sebelum membuka pintu mobilnya.


"Siap tuan putri," tegas Zafran.


"Hadeeh siap-siap tapi kalo sudah ketemu Renata lupa segalanya." ucap Zafir dari balik kemudi.


Tapi tidak Zafran gubris sama sekali, karena memang begitu adanya.


Benar saja, ketika Zafira di dalam tolilet. Renata yang baru datang melewati kedua cowok itu.


"Ren..." sapa Zafran.


"Ngapain?" tanya gadis itu menghentikan langkahnya.


"Nungguin Zafira," Balas Zafran.


"Gimana kondisi dia sekarang?" Renata menatap Zafran cemas.


"Masih sama kayak kemarin," Jawab Zafir melirik Zafran yang sudah bersiap menjajari langkah Renata.


"Aku masuk deh, liat dia!"Zafran kecewa seketika saat mendapati Renata malah menyusul Zafira. Padahal dia ingin jalan berdua sama Renata.


Zafira hanya rertawa lebar mendapati wajah kecewa Zafran.

__ADS_1


Di dalam kamar mandi.


"Udah cantik," ucap Renata pas masuk mendapati Zafira memoleskan tipis bedak ke wajahnya.


Zafira menoleh dan tersenyum.


"Hati aku bole hancur tapi wajah aku gak bole ikutan hancur. Ini berharga dari Allah yang harus dilestarikan," Senyum tipis Zafira seketika mengalihkan pesona Renata akan kecantikan alami sahabatnya itu.


"Don't worry, Aku akan selalu ada di sampingmu


Mendukung apapun keputusan terbaikmu nanti," Renata merangkul bahu Zafira sambil menatap bayangan mereka di cermin.


"Ingat enggak terakhir kita pelukan waktu tinggi kita segini!" Zafira menurunkan telapak tangannya ke paha menandai tinggi mereka waktu balita.


"Dan sekarang, kita sudah segede ini," Keduanya saling berpelukan.


"Jangan bikin kecewa dan sakit hati saudara aku ya Re," bisik Zafira.


"Insya Allah selama Zafran gak ngecewain aku juga," balas Renata.


"Dia saudara terbaikku," bisik Zafira lembut.


"I know..."


Keduanya keluar dari toilet dengan saling menukar senyum dan bergandengan.


Zafran dan Zafir ikut tersenyum menyaksikan keduanya keluar dengan bahagia. Tapi Zafir tahu itu hanya kedok Zafira saja menutupi kesedihannya.


💗


Suasana seramai apapun di kelas tetap saja sepi bagi Zafira. Gadis itu duduk diam di bangku pojok tanpa ada yang berani menganggu.


Hingga jam istirahat pertama.


"Fira kemana?" Tanya Alif mendapati komplotan triple tidak lengkap.


"Lagi nenangin diri kali," jawab Zafir dengan santainya.


Tanpa banyak tanya, Alif berlalu meninggalkan komplotan triple mencari keberadaan Zafira.


Di halaman belakang, terlihat seorang gadis duduk sendiri di bawah pohon.


Alif dari belakang tahu bahwa dia adalah Zafira. Gadis yang ia cari.


"Fira!" Panggilnya begitu di dekat gadis itu.


Zafira mengangkat kepalanya menatap pemuda yang memanggilnya. Hanya sejenak setelah itu ia kembali menunduk.


"Izin duduk di sini." Tanpa menunggu jawaban Zafira Alif duduk di sebelah Zafira. Ia tahu Zafira takkan menjawab ucapannya.


"Fira.." Panggil Alif, tapi Zafira masih bergeming tak mempedulikan Alif.


Alif menatap Zafira prihatin, "Fira elo harus kuat."


Alif berusaha menjaga jarak sebaik mungkin karena iaml tahu sebentar lagi Sahabat Zafira pasti akan menemui mereka.


"Alif geser..!" Seru Zafir menggeser duduk Alif yang menurutnya terlalu dekat dengan Zafira.

__ADS_1


Benar saja selang lima menit mereka sudah duduk melingkar di sana.


Zafir buru-buru menyusul Alif yang mencari keberadaan Zafira.


Zafir khawatir, Alif memanfaatkan keadaan dan situasi yang menimpa Zafira. Bagaimanapun Alif tidak bisa ia kategorikan cowok biasa.


Apalagi dunianya sangat identik dengan dunia malam. Bukannya ia tidak percaya, tapi gombalan Alif terkadang bisa bikin perempuan manapun bertekuk lutut kecuali Zafira.


Tapi kondisi Zafira saat ini sedang labil, ia khawatir saudarinya termakan gombalan Receh Alif.


Rupanya Zafir tidak sendiri ia databg bersama sahabat-sahabatnya plus anak buah Devan menyusul Alif.


Zafira yang mendengar keributan menoleh ke arah Zafir dan Alif. Tapi ia tidak mengeluarkan komentar apapun mengalihkannya kepada sahabat-sahabatnya yang lain.


Zafira malah menyandarkan punggungnya. Memejamkan kedua matanya menikmati semilir angin.


"Nih..!" Malik menyodorkan air mineral ke arah Zafira.


"Tengs ya..!" Balas Zafira berusaha memberi senyum kepada Malik.


Zafira yang merasa kehausan meneguk air mineral pemberian Malik dengan rakus.


"Kak Devan mana?" Tanya Zafira tiba-tib mengedarkan pandangannya ke arah anak buah Devan.


"Bos Devan lagi ngerayain Kuningan," Jawab Zainal salah satu anak buah sekaligus teman sekelas Devan.


"Kok malah nanyain Devan sih?" Malik tidak terima Zafira begitu perhatian sama Devan.


Zafira hanya menatap datar ke arah Malik lalu kembali fokus ke anak buah Devan.


"Jadi Kak Devan itu Hindu ya?" Tanya Zafira lirih.


"Iya." Beryl menganagguk.


"Dia nitip salam ke elo, Fir. Katanya kamu harua kuat nanti dia akan datang pas nikahan kamu!" sambung Beryl membuat Zafira terhenyak


"Oooh..." ucap Zafira perlahan.


"Iyaa.. katakan pada Kak Ivan tera kasih,"


Sampai saat ini Zafira masih bisa memahami hatinya saat ini. Entah dia akan melanjutkan pernikahannya atau mengakhirinya.


"Kenapa yaa.. kisah cintaku mirip film ayat-ayat cinta," gumam Zafira.


💗


Sediih tapi gak ada bawang kok.


Apapun komentar kalian saya terima dengan ikhlas.


Sah.


🤧


Salam apa saja buat semua..


Terus vote yaa...

__ADS_1


__ADS_2