
Aqeela duduk di antara suaminya dan Renata.
"Assalamu'alaikum anak solehah." Sapa Aqeela kepad Renata.
"Wa'alaikum salam Umma." Jawab Renata.
"Umma bajunya cantik." Puji Renata.
"Berarti Umma tidak cantik dong? Umma kan sedih karena ternyata yang cantik bajuanya saja." Aqeela menjawan pertanyaan Renata dengan memasang wajah sedih sambil menutup wajahnya.
"Umma juga cantik, pakai baju ini malah semakin cantik." Typo dari Renata.
Aqeela terkekeh sambil memeluk Renata.
"Makasi ya, Sayang." Ucapnya.
"Mbak Hanin, kok gak ngabari dulu kalo mau ke sini?" Aqeela menyapa bakal calon besannya itu sambil cipika cipiki.
"Sengaja." Jawab Hanin dengan tegas.
Aqeela terkekeh mendengar nada bicara Hanin yang ingin terlihat marah tapi kenyataannya sangat aneh.
"Mister Carlos, How are you?" Sapa Aqeela.
"Fine. You looks beautiful." Puji Carlos.
"Thanks.." Jawab Aqeela singkat sambik melirik ke arah lelakinya.
Jelas terpampang diwajah suami level 10-nya itu guratan ketidaksukaan atas pujian mister Gerald kepadanya.
"Mister kita jalan-jalan. Biarkan mereka berdua berbincang." Ajak Desta antisipasi sebelum ada pujian-pujian lain kepada Aqeelanya.
"Baik..." Jawab Carlos.
Tampaknya lelaki ini paham kalau rekan bisnisnya ini sedang dalam posisi cemburu kepadanya.
Hanya saja ia masih terlalu sungkan untuk mnegatakan "Jangan" Kepada dirinya.
"Renata mau ikut Buya dan Papi atau di sini sama Umma dan Mama?" Desta bertanya kepada Renata yang sedari tadi bermanja dengannya.
"Ikut Buya sama Papi aja deh." Ucap Renata.
Desta, Carlos dan Renata beranjak dari serambi. Desta mengajak kedua anak dan bapak itu mengelilingi komplek asrama putra miliknya.
💗💗💗💗💗
Di masjid.
"Jelaskan, San?" Hanin berlagak marah kepada Aqeela.
"Yang mana Mbak?" Aqeela masih saja menggoda bakal calon besannya.
"Masih mengelak. Ngapain di masjid."
"Ngaji."
"Terus kok di depan."
"Ya karena aku Ustadzahnya, Mbak Hanin cantik.." Balas Aqeela sambik mengedipkan matanya.
"Pantes enggak sih tadi?" Sengaja nih Aqeela menggoda Hanin.
"Sejak kapan?" Tanya Hanin
"Sejak dulu." Jawab Aqeela.
"Auh aaahh.. jawab yang jelas keles..." Hanin cemberut.
"Gaul banget kuyy..." Goda Aqeela sambil mengelus pipi Hanin.
"San.. Aku serius. Lagian aku normal yaa, gak lesbong." Hanin menampik tangan Aqeela.
Aqeela ngakak mendengar jawaban Hanin.
__ADS_1
"Gaul abis nee Mamaknya Renata." Aqeela malah mencolek pinggang Hanin.
"Aaauuh... Geli Bu Nyai..." Teriak Hanin
"Heei.. panggil aku apaan tadi?" Aqeela menghentikan colekannya.
"Bu Nyai.."
"Aku tua banget yaa?"
"Banget. Tuuh ada keriputnya di Pipi sama di dahi."
"Kayaknya itu milik Mbak Besan yang cantik ini deeh. Ini kerutan di dahinya Mbak Besan. Terus ini yang di mata." Balas Aqeela sambil meletakkan telunjuknys di dahi dan mata Hanin.
"Auuh...Bu Nyai somplak. Gak jelas." Maki Hanin sambil tersenyum.
Aqeela makin ngakak mendengarnya.
"Mbak, Janji yaa... jangan cerita dulu ke Mbak Yuna dan Teteh Oca." Pinta Aqeela.
"Terus apa keuntungannya buat aku, jika benar-benar gak bocorin rahasia Bu Nyai somplak ini." Hanin melirik Aqeela sambil menoyor lengannya.
"Apa aja deeh permintaan Mbak besan aku ijabahin deh." Kata Aqeela.
"Beneran?" Mata Hanin langsung berbinar mendengar ucapan Aqeela.
"Iyaa aku janji."
"Privatin aku dan Renata mengaji."
Aqeela tepuk jidat seketika.
"Mau gak? Tinggal gosip di WA semua tahu kalo sahabat mereka itu Bu Nyak somplak. Yang memeras suaminya jadi pembokat tiap hari minggu." Ancam Hanin.
Aqeela kembali ngakak.
"Jadi, Kak Desta tadi ketahuan sama kalian kalo lagi bersih-bersih rumah."
"Dia itu suami high quality loo Mbak. Mana ada suami yg mau bantu istrinya. Zaman sekarang gitu loo. Ajaib. Mbak Besan gak mau gitu suaminya bantu di dapur. Seksi banget loo liat suami masak." Aqeela malah menggoda.
"Hadeeh.. udah deh, San. Mau gak?" Tawar Hanin.
"Gimana yaa? Enaknya mau gak ya?" Aqeela malah membuat pernyataan awkard.
"Harus mau.." Sahut Hanin.
"Aku izin, Buyanya anak-anak dulu kalo itu."
"Ribet amat sih."
"Yaa kan Mbak Besan minta privat. Auto waktuku sama Buyanya anak-anak bakal tersita dong."
"Emang harus gitu, pake izin segala."
"Enggak juga. Tapi ada time-time tertentu yang aku khususkan."
"Serah, yang penting privat."
"Tapi San, gimana kalo ngajinya, pas jamnya anak-anak sekolah. Jadi, ketika anak-anak sekolah kita mengaji. Selese sebelum anak-anak pulang. Lumayankan 1 jam. Daripada ngerumpi. Setelah baru lanjut Renata. Tapi di rumahku saja ya."
Hanin berpikir.
"Curang itu bukan private."
"Privatelah.. kan ngajinya sendirian."
Hanin mengangkat tanganya menyangga dagu, kayak orang lagi mikir.
"Bole juga siih.. Eits, tapi ini gratis yaa.."
"Tenang saja. Aku gak pernah minta bayaran kok. Kecuali kalo di suruh bikin acara komersiil ya harus ada bayarannya." Goda Aqeela.
"Matree..." Hanin tersenyum memandang wajah Aqeela.
__ADS_1
"Yaa perlulah matree.. kalo gak matre gak mungkin kita dapat suami sekaya mereka." Ledek Aqeela sambil menunjuk Desta dan Carlos.
"Diem deh.."
"Gak usah ditutupin.."
"Keles kalee..."
Aqeela ngakak.
Carlos yang melihat keduanya terlihat heran. Sedangkan Desta yang paham sifat Aqeela menduga bahwa istrinya itu sedang menggoda Hanin.
💗💗💗💗💗💗💗
Renata berada di mobil yang sama dengan Aqeela dan Desta.
Renata berada dalam pangkuan Aqeela.
"Umma, apa Oma dan Opa baik?" Tanya Renata cemas.
"Sangat baik. Kalo Oma dan Opa tidak baik Zafran, Zafir dan Zafira tidak mau kesana?" Jawab Aqeela.
Obrolan mereka terhenti, karena mobil Desta masuk ke sebuah rumah.
"Ayoo masuk, sayang." Ajak Aqeela kepada Renata.
Aqeela menggandeng Renata. Desta mengikuti dari belakang.
"Assalamu'alaikum.." Aqeela mengucapkan salam sebelum masuk.
"Wa'alaikum salam.." Jawab penghuni di dalam.
"Renata..." Panggil si kembar kompak.
"Eh, ada tamu kecil.." Sahut Oma.
Aqeela mencium tangan Oma dan Opa, Desta dan Renata mengikutinya.
"Siapa si cantik ini?" Sapa Oma
"Renata, Oma." Jawab Renata.
"Duduk sini sama Oma." Ajak Oma sambil tersenyum.
"Renata, main sama kita aja ya Oma.." Zafira menarik tangan Renata supaya mau main bersamanya dan saudara-saudaranya.
"Renata, ikut Zafira ya Oma." Pamit Renata.
Oma hanya mengangguk mengiyakan.
"Anak siapa dia?" Tanya Oma begitu Renata dan Zafira asyik bermain di ruang tengah.
Disana sudah menunggu Zafir dan Zafran.
"Teman sekolahnya Si kembar. Kebetulan juga ternyata Papinya rekan bisnis Buyanya anak-anak." Jawab Aqeela.
"Jangan-jangan dia gadis cilik yang Zafran ceritakan waktu itu." Oceh Oma sambil menatap Aqeela.
"Zafran cerita apa?" Aqeela kepo.
" Teman perempuan cantiknya yang bermata biru."
"Iyaa, sepertinya teman perempuan yang dia ceritakan itu Renata."
"Ternyata anak kalian cepet gede banget. Jangan-jangan di akan ngikuti jejak kalian. Nikah dini. hi hi hi.."
"Mommy... Do'a Mommy itu ijabah loo.... "
Mommy tersenyum membelai kepala menantunya itu.
****
Kita tunggu reaksi Yuna dan Oca jika tahu jati diri Aqeela.
__ADS_1