TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
After Inagurasi


__ADS_3

"Paa kenapa sih, papa bisa kerjasama dengan Om Desta?" Gerutu Ricky ke Pak Ferdinan sambil meninggalkan hotel.


"Emang kenapa?" Tanya Pak Ferdinan.


"Orangnya sadis dan cerewet."


Pak Ferdinan tertawa kecil sambil menepuk bahu putranya.


"Karena dia orang baik.. Kamu saja yang belum mengenal dia."


"Yang baik tuh istrinya."


"Hust.. kalo dia dengar kamu nyebut nama istrinya sembarang bisa dihabisi kamu."


"Tuh.. kan."


"Udah ah. Kamu mulai bulan depan sudah siap magang di kantor Papa kan?"


"Iya, Pa."


"Siapkan diri untuk itu saja."


Ricky hanya menatap Papanya bingung. Sebetulnya ia enggan karena sudah enek duluan jika harus bertemu Desta.


Tapi karena niatnya untuk berubah masih kuat, ia abaikan rasa kesalnya.


💗💗💗💗💗


Masih di ballroom hotel.


"Kak..." Anton duduk di sebelah Aqeela.


"Kamu pindah agak jauh dari istri saya." Seru Desta begitu tahu Anton datang dan duduk di sebelah istrinya.


"Ya Alloh, laki kakak ini posesif banget sih." Anton pindah ke depan Aqeela.


Aqeela hanya tersenyum kecil mendengar omelan Anton. Sedangkan Desta melotot tajam ke arah Anton.


"Apa?" Anton ikut menatap Desta dengan berani tapi bercanda.


"Inget jangan godain istri orang." Kata Desta.


"Ampun deh Kak. Besok aku apelin aja deh sekalian ke rumah istri Kakak. Kan bojomu semangatku." Goda Anton dengan bercanda.


"Mau aku bikin geprek? Atau daging cincang?" Ancam Desta.


"WOW, Kak nemu laki kayak gini dimana sih?" Tanya Anton ke Aqeela.


"Di pasar, nyasar. Akhirnya aku gandeng ke sini."


Anton langsung ngakak mendengar jawaban Aqeela.


"Beb..." Desta hanya melotot mendengara jawaban konyol istrinya.


"Udahlah Bae, mereka ini masih ABG. Kenapa sih sensi sekali." Kata Aqeela.


"Aku gak ingin liat kamu deket sama dia, secara dia ganteng gitu."


"Wkwkwkwkkkk...." Entah bagaimana Aqeela bisa tertawa ngakak mendengar jawaban istrinya.


"Akhirnya ada yang ngakuin aku ganteng." Kata Anton bangga.


"Makasi ya Kakak ganteng. Semoga Kakak langgeng jodoh."


"Bocah sableng."


"Nton, kamu mau apa nyari kakak?"


"Mo bilang makasi. Tanpa Kakak mungkin hidup kami takkan seindah hari ini."


"Makasi ya Kak..." Keenam teman Anton lainnya datang membawa sebuket bunga untuk Aqeela.


"Kak, makasih ya..." Oci dan Wina memberikan buket bunganya kepada Aqeela dan memeluknya.


Desta membiarkan saja kedua gadis itu memeluk istrinya. Bibirnya sudah capek sedari tadi mencereweti setiap lelaki yang hanya ingin sekedar mengucapkan terima kasih padanya.


"Kak Desta, kita bole peluk Kakak gak?" Tanya Anton ke Desta.


"Sini." Desta merentangkan tangannya.


Kelima pemuda lainnya menghambur ke pelukan Desta.


"Kak makasi ya.. sudah membiarkan istrinya dekat dengan kami. Kak Aqeela itu bukan hanya sekedar kakak tapi juga ibu dan guru kami." Ucap Henry.


"Maaf Kakak ya.. kadang kakak sensi dan posesif."


"Tapi mulai sekarang dikurangin dong, Kak. Toh, kami hanya sekedar adik buat Kak Aqeela."


Desta melepas pelukannnya.


"Kalian masih kelas dua belas kan?" Tanya Desta.


"Iya." Jawab ketujuhnya.


"Kenapa, Kak?" Sahut Oci yang sudah melepas pelukannnya.

__ADS_1


"Belajar yang rajin. Latihan yang fokus. Masih ingin ngeband enggak?"


"Masih."


"Ya udah kalian latihan, nanti kakak rekomkan tempat supaya kalian bisa perform."


"Beneran Kak?"


"Iya beneran."


"Kak suami Kakak keren." Puji Wina.


"Hmm....iya tapi gak usah pegang-pegang gitu juga kaleee..." Kali ini Aqeela yang protes melihat Wina tanpa sengaja memegang tangan Desta saking senangnya.


"Heehee hee.." Wina hanya nyengir sambil melepas gandengannya.


"Tuh kan mereka berdua mah sama aja. Sama-sama posesifnya." Ucap Tito sambil menunjuk ke arah Desta dan Aqeela.


Desta dan Aqeela hanya tertawa lebar mendengar ucapan Tito.


Tito bukanlah bagian dari tujuh orang yang ia lihat di taman belakang. Tapi dia adalah kekasih Adelia. Teman Oci dan Wina yang tak mau bergabung dengan Band ia lebih memilih menjadi seorang sprinter.


Kali ini pun Ia menemani Tito perform. Bahkan terlihat keduanya saling bergandengan.


"To.. Tito, gak pengen di halalin tuh Adelnya?" Goda Desta.


"Masih kuat nahan kok, Kak."


"Beneran?"


"Bo'ong Kak. Kemarin mereka ******* dibawah pohon keres." Lapor Taufik.


"Wah elu ya, Fik. Gak usah ngarang." Bantah Tito.


"Hm.. beneran Kak, kemarin mereka juga pelukan di mobil."


"Beneran masih kuat, To?" Desta masih menggoda lelaki itu.


Satu-satunya pasangan di band Anton. Dan paling sering kena bully karena kebucinan keduanya.


"Kakak siap jadi saksi nee.."


"Kak, jadi penghulunya aja sekalian." Ledek Wina.


"Gerrr...." Ngakaklah mereka bersembilan.


💗💗💗💗💗


"Bae, kamu gak pa_pa ka" Aqeela tampak khawatir melihat Desta mulai pucat saat jamuan untuk para guru.


"Aku ke kamar mandi dulu, ya.." Desta bergegas ke kamar mandi.


"Ustadz saya susul Kak Desta dulu." Aqeela pamit ke Ustadz Zainal orang yang duduknya paling dekat dengan mereka.


"Suami kamu kenapa?" Tanya Ustdz Zainal heran.


"Hidungnya sensi, Ust. Permisi." Aqeela langsung menyusul suaminya.


Dari luar toilet terdengar suara orang hoek hoek lumayan keras.


"Kak, kok panik gitu?" Tanya Elizabeth melihat Aqeela mondar mandir di depan toilet pria.


Melihat ada Nicholaa dan Elizabeth, Aqeela sedikit lega.


"Nich, kakak minta tolong dong. Samperin Kak Desta di dalam, suami Kakak muntah-muntah dari tadi belum keluar." Pinta Aqeela.


"Iya Kak. Kakak tunggu di sini sama Eliza." Nicholas langsung masuk ke dalam toilet mencari Desta.


Benar saja, lelaki itu sudah sangat pucat. Bibirnya masih ada sisa bekas muntahannya.


Nicholas dengan tekaten menarik tisu dan memberikan kepada Desta. Untuk mengelap sisa muntahannya tadi.


"Makasi ya.. Hoek..hoek.." Desta kembali menumpahkan isi perutnya.


Ia merasa sangat tersiksa dengan kondisinya saat ini. Desta jadi ikut merasakan tersiksanya seorang ibu hamil yang morning sick.


Padahal Aqeela sewaktu hamil kembar tidak muntah kayak gini. Kata orang waktu itu, istrinya hamil kebo.


Kenapa sekarang dia yang mual dan banyak nyidam? Desta terus beristighfar.


(He he, kamu sih nyosor aja terus minta adek buat triple. Ya beginilah dikasih peringatan sama Allah. 🤭 )


Nicholas membantu Desta dengan memijit tengkuk Desta. Membuat Desta sedikit lega dengan pijatan dari Nicholas.


"Nich, makasi ya.."


Diluar toilet.


"Kak Desta kenapa, Kak?" Tanya Eliza.


"Kena sindrom cauvade?"


"Apaan itu?"


"Sindrom hamil simpatik."

__ADS_1


Ha, kakak lagi hamil sekarang?"


Aqeela hanya mengangguk.


"Aku jadi pengen pas hamil nanti, biar suamiku aja yang ngerasain mual-mual kayak Kak Desta."


"Siapa tadi ya.. yang bilang hamil-hamil dan pengen kayak Kak Desta?" Nicholas keluar sambil membopong tubuh Desta yang lemas.


"Bae..." Panggil Aqeela.


"Kita pulang saja ya." Ajak Aqeela.


Desta hanya menatapnya pasrah.


Aqeela menggantikan posisi Nicholas, membopong tubuh Desta.


"Kuat, Kak?" Tanya Eliza bingung.


"Bentar, Kak. Zar.. Ezar.." Panggil Nicholas.


Ezar menoleh.


"Kenapa?" Pria itu mendekat ke Nicholas.


Ezar dan Nicholas memang sudah baikan dan hubungan mereka sekarang sudah seperti teman yang baik.


"Zaar, bantuin Kak Aqeela membopong suaminya ke parkiran. Kebetulan keluargaku masih ngumpul, gak mungkin aku tinggalin kan?" Kata Nicholas.


"Lha cowok kok lemes gitu." Protes Ezar.


"Kalo gue kuat gak bakalan juga gue mau dibopong kayak gini." Batin Desta.


"Gundulmu, dia lagi kena sindrom cauvade. Hamil simpatik. Gak usah banyak omong." Bantah Nicholas.


Ezar yang tidak paham hanya garuk-garuk kepala.


Namun ia tetap mau membantu Aqeela, membawa Desta ke parkiran. Setelah berpamitan dengan semua guru di ballroom.


💗💗💗💗


Masih di depan toilet pria.


Nicholas menggenggam tangan Elizabeth sambil memandang Aqeela dan Desta menghilang dari pandangan keduanya.


"Nich.. " Sebuah suara memanggilnya.


"Papa." Jawab Nicholas kaget.


"Keluarga kamu mana, Nak?" Tiba-tiba Papa Nicholas bertanya ke Elizabeth.


"Di.. di. sana Om." Jawab Elizabeth gugup.


"Antarkan Om ke sana." Suara Papa Nicholas kali ini terdengar tegas.


"I..iya Om."


💗💗💗💗💗


"Kak, hamil simpatik itu apa?" Ezar yang kepo langsung tanya ke Aqeela begitu sampai mobil.


Mulut Ezar ber O bulat penuh melihat kendaraan yang dibawa Aqeela dan suaminya. Sebuah mobil spot keluaran terbaru.


"Rasa mual diawal kehamilan yang dialami suami. Jadi, gampangnya istri yang hamil tapi suami yang mengalami gejala kehamilan. Seperti ngidam, sick morning dan sebagainya." Jelas Aqeela.


"Wow, ada yaa yang begitu." Decak Ezar masih dengan kebingungannya.


Aqeela membuka pintu penumpang di samping kemudi. Ezar dengan perlahan mendudukkan Desta di situ lalu memasangkan sabuk pengamannya.


"Loo kakak bisa nyetir sendiri?" Ezar masih terbengong.


"Bisalah. Kamu kira aku yang gak modis ini gak bisa nyetir?" Ledek Aqeela.


"Hee hee he..." Ezar kembali nyengir melihat Aqeela yang malam ini sebetulnya terlihat kelewat cantik. Tapi ia singkirkan pikiran aneh soal wanita bersuami di depannya itu.


"Udah ya.. kami pulang dulu. Makasi ya Zar. Yang fokus kuliahnya habis ini." Ucap Aqeela sebelum naik ke jok kemudi.


Perlahan Aqeela melajukan Lamborghini kesayangan suaminya itu dengan kecepatan sedang.


Ezar hanya menatap pemandangan unik di depannya.


"Sebetulnya siapa ya? Dark angel itu?"


💗💗💗💗💗


Wah, Papa Nicholas mau ngapain ya?


Dan Ezar masih kepo aja tuuh.


Prend..


Like


komen


vote

__ADS_1


plisss...


__ADS_2