
Zafir dan Zafran mencium tangan Julian sebelum keluar dari kendaraan. Sedangkan Zafira hanya tertegun tidak ada niatan darinya untuk menyalami Unclenya.
Ketiganya sudah mulai masuk sekolah menengah atas.
Dan hari ini masih di hari ketiga di sekolah baru setelah melewati masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS.
"Fira, cepetan pamit dan turun." Titah Zafir tidak sabar menyaksikan Zafira yang duduk di sebelah Julian hanya bengong.
Sedangkan dirinya dan Zafran di kursi belakang sudah bersiap masuk ke kelas.
Zafira kembali menatap Julian ragu. Sedangkan Julian hanya tersenyum santai menatap Zafira.
Zafira masih mengingat bahwa Julian bukan adik kandung Umma atau Buyanya. Jadi mereka bukan muhrim.
Jika bukan muhrim, berjabat tangan saja tidak diperkenankan apalagi cium tangan.
Zafira juga tidak mungkin membuat gerakan yang mencurigakan di depan Zafir dan Zafran.
Dadanya sesak seketika mengingat keberadaannya bersama Julian. Andai tanpa ada kedua saudaranya mungkin mereka masih bisa say good bye dengan melambaikan tangan.
Ini, ada mereka berdua.
"Ya Alloh, harus apa aku?" Gumamnya dalam hati.
"Kalian masuklah dulu! Uncle masih ada perlu sama Zafira." Titah Julian menatap Zafir dan zafran.
Seketika dada Zafira plong dan lega mendengar ucapan Julian.
"Selamat." Batinnya.
Meski keheranan, keduanya tetap menuruti permintaan Julian.
"Gimana?" Ucap Julian begitu Zafir dan Zafran melewati gerbang.
"Terima kasih, uncle." Balas Zafira.
"Kok makasi doang. Bilang apa gitu." Senyum menggoda Julian seketika mengusik sisi hati Zafira.
"Emangnya uncle mau apa?" Bisik Zafira memberanikan diri mendekatkan bibirnya ke telinga Julian.
"Say good morning dengan penuh cinta." Senyum Julian kembali terlihat ambigu dimata Zafira.
"Maksud Uncle? Zafira gak ngerti deh." Kesal Zafira tiba-tiba.
Julian terkekeh mendengarnya.
"Ayolaah senyum dikit aja." Goda Julian.
"Auk ahh. Aku masuk dulu yaa."
Klik.
Julian mengunci mobilnya seketika.
"Unclee.." Teriak Zafira tak tenang.
"Nanti di sekolah jangan nakal. Uncle jemput jam dua." Bisik Julian sebelum membuka kembali pintu otomatis mobilnya.
Tanpa menjawab Zafira langsung keluar dengan lega.
"Byee Fira..." Julian melambaikan tangannya sebelum tarik gas ke kantor.
Senyumnya mengembang sempurna melirik Zafira yang masih cemberut dari spion kirinya menatap mobilnya yang terus menjauh.
Setelah mobil yang dikendarai Julian menjauh, Zafira berbalik menuju kelasnya.
"Zafira..." Panggil seseorang.
Auto Zafira clingukan mencari sumber suara.
"Oh.. hai.." Sapa Zafira menatap seorang cowok yang tak ia kenali.
"Aku Alif. Anak kelas 10 IPA1." Cowok itu memperkenalkan diri.
"Oh.., kita tetanggaan ya kelasnya." Jawab Zafira asal.
__ADS_1
"Iya... tetangga selisih satu kelas." Ralat Alif.
"He he he.. " Tawa ringan Zafira mengingat kelasnya yang berada di 10 IPA 3.
"Okay.. bye Alif." Pamit Zafira.
"Hei.. tunggu kita bareng aja." Ajak Alif.
"Ha... Ngapain bareng?" Gumam Zafira berlagak bego.
"Yaa kan searah."
"Oohh..."
Zafira melangkah tanpa menunggu Alif.
Alif dengan sigap menyusul dan menjajari langkah Zafira.
"Firaaa....!" Seseorang berteriak kencang di belakangnya.
"Aduuuh... Aku gak budeg tau." Omel Zafira begitu tahu yang meneriaki namanya si Malik.
"Siapa elo?" Pelotot Malik ke arah Alif.
"Elo sendiri siapa?" Balas Alif tak terima di pelototi Malik.
"Gue siapa? Gak ngaca elo, pake nanya gue siapa?" Malik tak kalah garang menatap Alif.
"Asal elo tahu yaa... Zafira calon istri gue." Aku Malik.
Seketika Zafira ingin meledak tawanya, tapi ia tahan demi memperkuat akting Malik.
Cowok itu benar-benar tak terima Zafira jalan barengan dengan cowok asing.
"Baru juga calon istri. Bakal gue rebut Zafira." Solot Alif.
Zafira mundur perlahan selangkah demi selangkah menyaksikan adu mulut yang mulai naik ke tahap lebih serius.
"Berani elo." Tantang Malik.
"Maju lo.. " Teriak Malik.
Koridor yang awalnya sepi berubah menjadi ramai. Para siswa mengelilingi Malik Dan Alif. Sedangkan Zafira sudah lari ke kelasnya.
"Kenapa kamu, Fir? Kok ngos-ngosan gitu?" Tanya Zafran yang juga baru sampai dan meletakkan tasnya.
"Itu.. itu.. Malik.." Suara Zafira masih ngos-ngosan
"Malik kenapa?" Tanya Zafran panik.
"Bantuin Malik, anak itu mau duel sama Alif." Seru Zafira tidak sabar.
"Alif siapa?" Zafran masih belum paham juga.
Zafira yang tidak sabar, langsung menyeret tangan Zafran dan Zafir yang tak kalah bingungnya.
"Tuuh, bantuin Malik!" Zafira mendorong tubuh kedua saudara masuknke area kerumunan.
"Hei Brooo..." Sapa Zafran begitu menatap Malik dan Seorang cowok yang tak dikenalnya mulai pasang kuda-kuda.
"Fran...Fir.." Balas Malik tanpa menoleh ke arah keduanya. Cowok itu sudah hafal suara sahabat-sahabatnya walaupun tanpa melihat wajahnya.
"Munhkin cowok itu yang dimaksud Zafira tadi!" Bisik Zafran ke Zafir.
Zafir tampak mengangguk paham.
"Kamu siap?" Zafran memberi aba-aba dengan bahasa bibir.
Zafir hanya mengangguk mengiyakan.
Tanpa permisi, Zafran menabrakkan tubuhnya ke Alif sedangkan Zafir dengan gesit menyeret Malik keluar area kerumunan.
Alif yang tidak siap mendapat gebrakan tiba-tiba tak kuasa menahan berat tubuhnya seketika ia limbung hampir mencapai lantai kalo saja Zafran tidak segera menariknya
"Elo jauhin Zafira atau gue yang jadi lawan elo!" Ancam Zafran sembari menarik krah seragam putih Alif.
__ADS_1
Alif yang masih belum mampu menahan terkejutnya sedikit gentar dengan ancaman Zafran.
"Okay.. Okay.. Aku gak akan ganggu Zafira lagi. Tapi siapa elo?" Alif masih penasaran hubungan Zafira dengan Malik ditambah ini ada cowok lain lagi.
"Elo gak perlu tahu siapa gue. Tapi kali gue lihat elo deketin Zafira jangan salahin gue kalo main lebih dari ini!" Ancam Zafran lagi.
"Okay..Okay.."
Zafran melepas cengkeramannya dengan keras, sehingga tubuh Alif kembali terhemoas ke lantai.
"Aawwwhhh..." Alif mengelus pantatnya yang mengenai lantai.
"Bubar!" Perintah Zafran sembari mengibaskan kedua tangannya meminta kerumunan yang menyesakkan itu membubarkan diri.
Seketika tatapan para cewek beralih ke Zafran, Zafir dan Malik sebelum kembali ke kelasnya masing-masing.
Zafira memeluk Zafran dan Zafir dari belakang sehingga terkesan memiting saudaranya.
Sementara Malik hanya menatap ketiganya dengan senyum manyun.
"Aku juga mau.." Godanya.
"Huuuu..." Ucap Zafira seraya melayangkan bogem ke arah Malik beruntung cowok itu tanggap sehingga bogem Zafira di balas bogem balik olehnya.
"Makasi yaa brooo.." Ucap Zafira saat bogemnya bertemu bogem Malik.
"Untuk princess apapun akan prince lakukan." Ucap Malik.
"Gak jelas kamu tuh. Katanya mau nunggu Ara sama Aira. Sekarang godain Zafira." Ledek Zafir.
Malik hanya tertawa lebar mendengar ucapan Zafir.
"Masih inget aja kamu." Balas Malik.
"Hmm..."
Tawa keempatnya meledak seketika.
"Uppss.." Zafira langsung menutup mulutnya.
"Kenapa, Fir?" Tanya Zafran heran.
"Jaga image gadis solihah. Jadi, aku tahan suara ketawa, biar gak mengundang cowok iseng." Jawab Zafira lirih yang hanya di dengar ketiga cowok di dekatnya.
"Yaelaah.. kirain kenapa gitu." Komen Malik sengaja bikin Zafira manyun.
Dan itu sukses.
Melihat kedekatan Zafira dengan Zafran, Zafir dan Malik menjatuhkan keirian para cewek padanya.
Seorang cewek berjilbab yang bisa bergaul bebas dengan tiga cowok ganteng.
"Duuh.. patah hati." Suara hati para cewek yang menyaksikan aksi Komplotan triple yang belum lengkap.
💗💗💗💗💗
Pagi-pagi udah bikin hebooh aja mereka..
Duuh..aunty harus bilang apa gitu sama kalian.
He he he he.. mereka bertiga gak ngaruh sama omonganku.
Duh.. tepok jidat 🤦
Auk ah.. serah kalian daah
Gengs...terima kasih supportnya selama 2020 yaa..
semoga di 2021 semakin banyak supportnya buat triple Z
Aku tungguin poin yaa..
😘😘😘😘😘
Salam cinta buat kalian semua
__ADS_1