TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Drama di Kelas Kelompok Bermain


__ADS_3

"Ibunya Zafir.. , Zafir dan Zafran berkelahi..." Panggil Ustadzah Rika dengan napas memburu karena habis berlari-lari ke arahnya.


"Ha.. " Aqeela sedikit bengong.


"Ikut saya, Bu." Ajak Ustadzah Rika.


"Baik, Ust.." Aqeela langsung mengikuti langkah Ustadzah Rika.


Mereka masuk ke kelas Ustadzah Rika. Aqeela menyaksikan kedua anaknya adu fisik dengan dua anak lain di kelas.


"Zafir... Zafran.. berhenti..." Kata Aqeela.


"Ummaaa...." Ucap keduanya bersamaan.


Aqeela mendekati kedua anaknya.


"Kenapa sayang?" Tanya Aqeela.


Zafit dan Zafran saling pandang.


Belum juga kedua berbicara, sudah terdengar seseorang mengadu dengan kencang.


"Aaahh.. hik hik hik..." Dan berakhir dengan tangisan.


Aqeela meyaksikan Zafira mendorong tubuh seorang anak perempuan di dekatnya.


"Zafir, bawa Zafira kesini." Titah Aqeela.


Tanpa perlu di ulang dua kali. Zafir langsung menggandenga Zafira dan membawa kehadapan Aqeela.


"Sekarang ceritakan kepada Umma dan Ustadzah Rika. Ada apa?" Kata Aqeela menatap ketiga anaknya bergantian.


Zafir, Zafran dan Zafira mendongakkan kepalanya menatap Ummanya.


Ustadzah Rika yang berada tak jauh dari mereka sampai terkesima menyaksikan pemandangam luar biasa di depannya.


Tanpa ekspresi marah, Aqeela menanyai ketiga anaknya. Membuat ketiga murid barunya itu bisa mengatakan isi hatinya dengan lancar tanpa ancaman intimidasi dari orang tuanya.


Ustdadzah Rika kembali fokus kepada Aqeela.


"Siapa yang mau cerita dulu nee?" Tanya Aqeela lagi.


"Hmm begini Umma, tadi kan Zafir mau main balok yang ada di situ." Kata Zafir sambil menunjuk ke sebuah tempat.


"Terus anak ini datang, terus gabungin baloknya gitu aja. Aku kan gak mau Umma." Aqeela menarik napas panjang mendengar cerita Zafir.


"Terus Zafran kenapa?"


"Itu Ummaa... Anak ini gangguan anak perempuan yang di sana. Dia narik-nari rambut anak itu sampai kesakitan." Kata Zafran sambil menunjuk kepada seorang anak perempuan cantik berwajah oriental.


Sumpah, Aqeela pengen ketawa mendengar pengakuan Zafran. Tapi ya tentu saja ditahan.


"Terus Zafira kenapa?" Tanya Aqeela sambil menatap gadis ciliknya yang masih terkesan imut dengan kerudung warna pink itu.


" Itu Umma, dia tiba-tiba menepuk bahu Zafira. Zafira kan enggak suka." Kata Zafira.


Aqeela memejamkan matanya.


"Zafir, Zafira, Zafran... kalian sudah kenal belum dengan anak yang kalian pukul tadi?"


"Belum.."


"Astaghfirulloh hal 'adhim... Sini sayang." Aqeela meminta ketiga anaknya mendekat.


"Ustadzah Rika, saya bole minta tolong dipanggilkan teman-temannya anak saya yang tadi dipukuli mereka?" Pinta Aqeela kepada Ustadzah Rika.


"Baik Bu. Sebentar." Ustadzah Aqeela memanggil ketiga teman Kembar mendekat kepada Aqeela.


"Sini, sayang." Panggil Aqeela lembut melihat ibu temannya itu ragu untuk mendekat kepadanya.

__ADS_1


Perlahan ketiga teman kembar mendekat ke Aqeela yang sudah tersenyum dengan senyuman paling dahsyat.


"Nama kalian siapa? Tante boleh kenalan?" Tanya Aqeela.


"Habibi, Tante..


"Malik, Tante.."


"Wanda, Tante..."


"Terus yang cantik tadi namanya siapa? Yang rambutnya di tarik sama Malik, ya?"


"Renata." Jawab ketiganya kompak.


Aqeela tersenyum.


"Yang mana, yang namanya Renata?" Tanya Aqeela.


"Itu..." Jawab ketiganya sambil menunjuk ke seorang gadis cilik bermata biru tapi berwajah khas Indo-Eropa. Entah Eropa bagian mana. Hee hee hee...


"Renata, sini yuuk.." Panggil Aqeela.


Yang dipanggil Renata itupun mendekat.


"Hai, Renata.." Sapa Aqeela ramah.


"Halloo Aunty cantik..." Balas Renata, mau tak mau membuat Aqeela tersenyum sedikit lebar mendengar suara centil Renata.


"Diakan anak ibu sosialita tadi. hi hi hi.." Batin Aqeela.


" Habibi, Malik, Wanda.. Tante minta maaf yaa kalau tadi Zafir, Zafran dan zafira mukul. Pasti sakit, ya?" Tanya Aqeela sambil memandang sedih ketiganya.


"Iya Tante, punggungku sakit."


"Tanganku sakit, Tante."


"Siniku sakit.." kata Wanda sambil menunjukkan lengannya.


Satu per satu anak-anak tersebut menunjukkan hasil karya ketiga kembar Aqeela .


Ia sedikit lega karena lukanya tidak terlalu serius.


"Ustadzah, saya bole minta minyak tawon?" Pinta Aqeela.


Ustadzah Rika langsung menuju kotak obat dan mencari minyak tawon.


"Habibi, Malik, Wanda.. Maafin Zafir, Zafran dan Zafira ya?" Kata Aqeela.


Ketiganya hanya mengangguk.


"Nah, Zafir, Zafira, Zafran. Bagaimana ini teman kalian kesakitan karena ulah kalian. Kalian harus bagaimana?" Aqeela kini memandang ketiga kembarnya.


"Habibi, maafin Zafir ya!" Ucap Zafir sambil mengulurkan tangannya. Habibi menyambutnya.


"Malik, maafin Zafran ya.. Tapi inget jangan jangan ganggu teman lagi." Mereka berjabatan tangan sambil nyengir.


"Wanda, aku juga minta maaf ya.." Zafira mengikuti kedua kembarnya meminta maaf kepada Wanda.


"Ini Bu, minyak tawonnya." Kata Ustadzah Rika.


"Terima kasih, Bu." Kata Aqeela.


"Sekarang lanjutkan tugas kalian." Aqeela menyerahkan minyak tawon tadi ke Zafir.


Zafir menerimanya.


"Habibi, aku obatin sakitnya ya.." Kata Zafir.


Zafir mulai mengoleskan minyak tawon ke punggung Habibi.

__ADS_1


Zafran dan Zafira melakukan hal yang sama kepada Malik dan Wanda.


Dan lagi-lagi Ustadzah Rika kembali terkesima dengan cara Aqeela mengajarkan anak-anaknya meminta maaf.


"Zafran.." Panggil Aqeela.


"Iya Umma..." Jawab Zafran


"Ini kah yang tadi rambutnya ditarik sama Malik?" Zafran hanya mengangguk perlahan.


"Coba, kenalan sama dia." Pinta Aqeela.


Dengan malu-malu Zafran menatap gadis cilik seusianya dengan senyum.


"Aku Zafran.."


"Renata.."


Keduanya langsung berjabat tangan.


"Kalau nanti Malik nakal lagi, bilang ke aku ya!" Ucap Zafran di depan Ummanya.


Aqeela yang mendengar hanya terkekeh mendengar obrolan dua anak kecil di depannya itu.


"Ya sudah, sekarang Zafir, Zafran, Zafira, Habibi, Malik, Wanda dan Renata sudah berteman ya. Kalian harus rukun. Mainnya sama-sama. Bergantian. Kalau ada yang mengganggu laporkan ke Ustadzah Rika atau Ustadzah..." Aqeela tidak melanjutkan kalimatnya hanya pandangannya saja mengarah kepada partner Ustdzah Rika.


"Ustadzah Nia.." Sahut Ustadzah Rika cepat, melihat orang tua muridnya itu kebingungan.


"Hmm.. iya Ustdadzah Nia. Maaf ya Tante belum kenal.. Hee hee hee..." Kata Aqeela sambil tersenyum lebar.


"Tante..." Panggil Malik.


"Iya Malik."


"Tante kok baik sih.." Puji cowok kecil di depannya itu.


"Yaa.. karena orang baik akan di sayang Allah." Jawab Aqeela.


"Sudah yaa.. sekarang belajar lagi sama Ustadzah Rika. Umma tunggu di luar yaa.."


"Iya Ummaa.."Kompak ketiganya.


"Terima kasih, Tante." Jawab teman-teman baru si kembar.


"Ustadzah saya nitip anak-anak saya ya.. Mereka bertiga anak unik. Dan satu lagi. Mereka sebelumnya tidak punya teman yang sepantar dengan mereka. Jadi, ya mereka mainnya bertiga aja. Sama yang lebih besar." Kata Aqeela sebelum berlalu dari kelas si kembar.


"Sama-sama, Umma." Ustadzah Rika menirukan panggilan kesayangan Aqeela.


"Dan terima kasih saya dapat ilmu baru tadi." Sambung Ustadzah Rika. Yang dibalas senyuman oleh Aqeela.


💗💗💗💗💗💗💗


Jam pulang sekolah...


Ustdazah Rika dan Ustdzah Nia nampak membuat barisan menyerupai kereta api ala anak-anak menuju ruang tunggu penjemput.


Satu per satu mereka di antar ke orang tuanya.


"Renata..." Panggil Zafran


"Iya..." Renata menoleh


Dibarengi Aqeela dan Hanin yang saling pandang kepo apa yang akan dilakukan dua anak kecil itu.


"Ini buat kamu." Zafran menyematkan sebuah jepit rambut dipenuhi mutiara warna putih ke sisi kiri jilbab mungil Renata.


Nampak gadis itu tertunduk malu melihat hadiah dari Zafran.


"Pake, ya.." Bisik Zafran.

__ADS_1


"Jeng, kayaknya bentar lagi mantu nee..." Celoteh Yuna sambil menggandeng Daren keluar gerbang.


💗💗💗💗💗💗💗


__ADS_2