
Beberapa bulan kembali ke SMA Nusantara, membuat kesibukan Aqeela semakin bertambah. Beberapa ekskul malah langsung ia koordinir. Mau tak mau ia harus melakukan banyak perubahan di dalamnya.
Diantara ekskul yang langsung ia koordinir. Pencak silat, Kerohanian Islam, kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Musik. Satu ekskul tambahan yang diajukan peserta didik SMA Nusantara.
Untuk mempermudah aktivitasnya, Aqeela membentuk komunitas di tiap ekskul.
Pencak Silat ia serahkan kepada Dandy anak kelas 11 ips 1.
Kerohanian islam ia serahkan kepada Jun anak kelas 11 ipa 4.
Kerohanian kristen dan Katholik ia serahkan kepada Nicholas dan Elizabeth.
kerohanian Budha ia serahkan kepada Fajar anak kelas 10 ipa 2.
Kerohanian Hindu ia serahkan kepada Ketut anak kelas 10 ips 1.
Musik ia serahkan kepada Anton anak kelas 11 ips 3, salah satu siswa yang ia temui saat merokok di halaman belakang.
Bahkan ia dan gengnya sepakat aktif di ekskul musik.
Tentu saja Aqeela sangat senang mengetahuinya.
Jadwal kegiatan mereka di hari Jum'at siang setelah Sholat Jum'at. Kecuali Kerohanian kristen, Katholik, Hindu dan Budha pelaksanaanya pas ibadah sholat Jum'at tujuannya agar ketika yang muslim ibadah yang non muslim ada kegiatan sehingg tidak melakukan kegiatan negatif.
"Kak..." Panggil Nicholas saat agenda persiapan ekskul kerohanian kristen dan katholik
"Iya, Nich..."
"Kakak ada kenalan buat ngisi kerohanian kita gak?"
Aqeela tampak berpikir.
"Ada. Mau kakak panggilkan."
"Iya, Kak. Karena gak mungkin aku ato Eliza yang ngisi kan."
"Meskipun kalian yang ngisi Kakak juga tidak keberatan, kok."
"Kami yang keberatan, Kak."
"Ya sudah sambil jalan saja. Kakak hubungi teman Kakak dulu ya?"
Nicholas mengangguk.
"Yud..." Sapa Aqeela.
"Apaa Ibu cantik."
"Gak usah ngomong cantik, ketahuan suamiku kena bogem kamu."
"Haa haa.. lha kamu juga punya suami posesif banget."
"Yaa.. itu karena dia sayang sama aku. Woi, ngelantur. Yud..."
"Missos, kan (misi sosial) ?" Tebak Yuda.
"Hafal banget."
"Kamu tuh yaa, kalo missos aja inget sama aku. Giliran misi berduit aja lupa. " Gurau Yuda, sebetulnya ia tahu meskipun misi sosial Aqeela akan tak pernah lupa memberinya amplop tebal.
"Tapi yang ini serius. Jangan ngarep amplop. Bagian kamu ngurusin ABG sekarang."
"Waah keren tuuh. Banyak yang bening gak?"
"Hadeeh jangan cari kesempatan deh."
"Iya, Bu Ustadzah caan..." Yuda tidak jadi melanjutkan.
"Apa loo bilang cantik? mau hadiah bogem dimana?"
Karena Desta yang mengambil alih ponsel Aqeela.
"Eh, Om ganteng.."
"Udah cepet ke sini Lo Cong. Gak usah gombalin bini gue."
"Haahaa.. iyaa Om jutek. Tunggu segera meluncur."
Desta menyerahkan Aqeela kembali.
"Tuh anak gak berubah." Omel Desta.
Aqeela hanya menahan geli.
__ADS_1
Sedangkan Nicholas dan Elizabeth hanya saling pandang melihat pasangan muda itu.
"Kak Yuda itu siapa, Kak?" Tanya Elizabeth kepada Aqeela.
"Oh.. dia teman Kakak. Guru sekolah minggu di gereja deket komplek rumah Kakak."
"Kok, kakak bisa kenal?"
"Ya.. kan kita berteman. Lain kali mainlah ke rumah Kakak biar tahu siapa Yuda."
"Bole, kak?"
"Bole sekali."
"Berdua sama Nicholas?"
"Bole.. mau berberapapun bole."
"Makasi yaa Kak." Elizabeth memeluk Aqeela.
"El, gak usah peluk-peluk dia istri aku." Cegah Desta.
"Ya Tuhan Kakak, aku kan sama Kak Aqeela sama-sama perempuan."
"Ya tetep aja gak bole, El. Yang bole peluk cuma aku saja."
"Ya Tuhan makanya Kak Aqeela bisa sadis gitu. Dikasi julukan Dark angel segala."
Aqeela hanya tertawa mendengar perdebatan Elizabeth dan suaminya.
💗💗💗💗💗💗💗💗
Hanya butuh dua puluh menit, Yuda sudah bergabung dengan Aqeela, Desta, Nicholas dan Elizabeth.
"Yud, urus mereka ya?" Titah Aqeela.
"Kamu tuh, bisa sopan dikit gak sih sama yang tua." Omel Yuda.
"Udah ngerasa tua?"
"Iyalah."
"Cucu udah berapa?"
" Tua tuh, identik sama cucu."
" Aku tarik ucapanku. Serah kamulah manggil apaan. Suka-suka deh."
"Nah tuuh, baru.... "
"Baru apa?"
"Baru Yuda."
"Des, bilangin istri kamu ini, guyonannya garing."
Nicholas dan Elizabeth hanya tertawa lebar mendengar obrolan basi orang yang tua tapi gak berasa tua.
"Yud, aku serahkan mereka berdua ke kamu yaa. Jaga baek-baek." Ucap Aqeela dengan nada sedih.
"Kayak elu mau ngawinin anak aja.." Cerocos Yuda.
"Lha kan mereka berdua memang anak gue. Elo aja yang gak peka." Omel Aqeela.
"Kalian abis adopsi anak lagi?" Yuda mendelik.
"Udah ah, Nich bilang ke Kak Yuda pengen kamu apaan. Kakak tinggal duluan ya!" Aqeela menggandeng tangan Desta menjauh dari Yuda, Nicholas dan Elizabeth.
"Kak Yud, Kak Aqeela itu siapa sih?" Tanya Elizabeth ke Yuda karena saking penasarannya dengan Aqeela.
"Jadi kalian belum tahu dia itu siapa?" Yuda balik tanya.
Keduanya menggeleng.
"Mereka berdua itu senior kalian. Mereka menikah waktu masih sama-sama sekolah. Aqeela kelas sepuluh dan Desta kelas dua belas."
"MBA (Mariied Be Accident), Kak?" Elizabeth melotot gak percaya mendengar ucapan Yuda.
"Enggak. Mereka menikah karena Desta menginginkannya. Bahkan kedu orang tua mereka menyetujui ide gila Desta."
"Maksud Kakak?" Nicholas ikut penasaran.
"Mereka menikah tapi tidak serumah, jadi kayak anak pacaran gitu. Tiap weekend Desta ngapel kadang sesekali mereka saling menginap."
__ADS_1
"Terus, Kak?"
"Mereka serumah setelah Desta bisa beli rumah sendiri. Tapi tetap saja mereka tidak sekamar."
"What?" Nicholas dan Elizabeth saling berpandangan.
"El, kamu mau kayak Kak Desta dan Kak Aqeela?"
"Emang kamu mau?"
"Asal bareng kamu aku mau."
"Gombal."
"Waduuh, kok cerita dua anak itu menginspirasi kalian, sih? Kalian tuh masih muda, masa depan kalian masih panjang. Ngapain nikah?"
"Huuu.. Kakak sih gak pernah ngerasain jatuh cinta ya..." Ledek Nicholas.
"Bocah sableng."
"Wkwkwkkkkk...." Nicholas dan Elizabeth terpingkal-pingkal mendengar makian dari Yuda.
"Terus aku di suruh kesini ngapain?"
"Ngisi kerohanian."
"Itu doang."
"Iya."
"Kan bonusnya tadi udah." Sela Elizabeth.
"Bonus apa?"
"Cerita soal Kak Aqeela dan Kak Desta."
"Hadeeeh...Kenapa sih kalian kepo banget sama dia?"
"Habis dia cantik dan super baik, heboh terus yang penting bisa bikin klepek-klepek para biang onar." Terang Nicholas.
"Memang bisa gitu Aqeela bikin klepek-klepek si preman sekolah." Kali Yuda yang terbengong tidak percaya.
"Berarti Kakak belum tahu Kak Aqeela sebenarnya." Tebak Nicholas.
"Kemarin tuh dia sama teman-temannya keren banget, Kak."
"Memangnya bikin ulah apa lagi dia?"
"Menangkap anak-anak mesum dan anak-anak yang lagi teler." Ucap Elizabeth.
"Yang bener kalian?"
"Beneran, Kak. Bahkan ide ekskul dan kerohanian ini ide Kak Aqeela." Sambung Nicholas.
"Wah, keren juga tuh cewek. Pantesan si kunyuk itu gak mau ngelepasin istrinya begitu saja." Gumam Yuda lirih namun masih bisa didengar Nicholas dan Elizabeth.
"Ngiri yaa..."
"Auk aah..."
"Ciyeee..."
"Terus kalo soal adopsi itu gimana, Kak?" Elizabeth masih kepo.
"Anak asuh mereka bejibun. Sampai ada satu yang mereka adopsi."
"Oowhh... Ternyata mereka mulia banget ya.. Cin.." Bisik Elizabeth.
"Kamu mau seperti mereka?"
"Mau banget."
"Hadeeh.. ketemu bucin lagi." Gerutu Yuda.
💗💗💗💗
Makanya segera nikah Yud...
Like , komen, Vote, dan rate
Kiss bye dari si triple..
😘😘😘😘
__ADS_1