TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Hari Spesial Zafira


__ADS_3

Di pesantren putri.


Zafira terlihat murung. Wajahnya ditekuk kayak ulat yang hendak berubah jadi kepompong.


"Fir, kamu kenapa?" Tanya Nindy teman sekamarnya.


Bukannya menjawab, Zafira malah terisak. Auto Nindy jadi semakin ketakutan.


"Fir.. Fira, aku salah apa?" Ucap Nindy dengan wajah pucat.


Zafira malah memeluk Nindy dengan erat.


"Fir, kenapa? Apa yang bisa aku bantu?" Kata Nindy lebih pelan.


Beruntungnya di kamar hanya ada mereka berdua. Yang lain piket di luar kamar.


Satu kamar dihuni delapan anak jadi yang ikut piket enam anak.


Karena kebetulan sekarang hari ahad. Jadi sekolah formal lagi libur. Dan momen tersebut digunakan warga pondok untuk kerja bakti.


Ada yang bersih-bersih kamar dan yang luar seperti halaman, kamar mandi, ruang tamu, musholla dan jemuran.


"Fir, tunggu di sini yaa!" Ucap Nindy melepas pelukan Zafira.


Zafira hanya pasrah.


Nindy yang kebingungan akhirnya meminta izin kepada salah satu pengurus untuk menemui Zafir dan Zafran.


Setelah berhasil menemui kedua cowok itu, Zafir dan Zafran meminta izin kepada pengurus pesantren putra menemui Zafira.


"Kalian tunggu di sini, aku panggilkan Zafira!" Pinta Nindy kepada kedua ABG itu ketika sampai di ruang sambang.


Lima menit kemudia Nindy sudah memapah Zafira ke ruang sambang.


Melihat Zafir dan Zafran menunggunya. Zafira menghambur ke Zafir dan Zafran dan menumpahkan tangisnya di pelukan keduanya.


"Kok masih nangis kan udah aku panggilin sodaranya." Gumam Nindy dalam hati.


Tapi yang penting ada saudaranya bukan sama aku. Ntar di kira aku lagi yang ngerjaian Zafira. padahal kan biasanya tuh anak yang tukang iseng.


Nindy sering memergoki, Bu Asih tukang bersih-bersih Madrasah Tsanawiyah sering dijahili Zafira entah dengan lelucon atau dengan tingkahnya yang aneh.


Teman sekamarpun tak luput jadi korban keisengan Zafira.


Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah, Zafira melihat lemari Qoqom belum di kunci. Kebetulan hari itu ia berangkat paling akhir.


Zafira yang awalnya hanya berniat mengamankan kunci lemari Qoqom dari tindak kejahatan, malah sengaja menyimpannya sendiri.


Sampai jam pulang sekolah, Qoqom belum menyadari jika pintu lemarinya diamankan seaeorang.


Pas Qoqom merogoh saku seragamnya, ia tak menemukan kunci. Qoqom masih berusaha tenang, ia menggeledah isi dompetnya, membongkar isi tasnya.


Qoqom mulai panik, buliran keringat dan air mata menetes bersamaan. Dengan langkah gontai ia menyusuri jalan menuju kelasnya berkali-kali.


Qoqom masuk kamar dengan wajah pucat.


"Ketemu, Qom?" Tanya Nindy


Qoqom menggeleng lemah.


"Gimana ini, Nin?" Qoqom mulai sesenggukan.

__ADS_1


"Tenang, Qom. Kita makan dulu. Ntar aku bantuin deh nyari!" Ucap Zafira dengan santai sambil mengangsur piring berisi nasi ke Qoqom dan Nindy.


"Aku gak bisa nelan rasanya." Ucap Qoqom kalem.


"Udah, makan aja! Habiskan. Nyari barang tuh juga butuh tenaga." Oceh Zafira.


Akhirnya dengan bujukan dari Zafira dan Nindy Qoqompun makan. Selesai makan dan mengembalikan piring ke dapur.


Zafira kembali melangkah dengan tenang ke kamarnya.


"Nurut kamu kita cari kemana lagi, ya Fir?" Ucap Qoqom menatap Zafira yang hanya terdiam sejak tadi.


"Tanya ke Bu Asih ato Cak Rokhim kali aja mereka lihat barang tergeletak. Emang apaan sih isi lemari kamu? Ada emasnya gitu?" Sekidik Zafira kepo.


"Isinya baju doang sama uang saku aku sebulan " Jawab Qoqom dengan polosnya.


"Emang ntar yang nemukan dikasi apaan sih, Qom?" Tanya Zafira kembali.


"Aku traktir deh di warungnya Mbak Delima." Jawab Qoqom masih dengan polos dan wajah berurai air mata.


Tak ada kecurigaan pada Zafira sama sekali. Bahkan Nindy ikut cemas gak karuan Khawatir isi lemari Qoqom habis dibobol dan kuncinya dibuang begitu saja.


"Sebentar, aku minum dulu ya. Siapa tahu jatuh di dapur waktu kamu ambil sarapan." Kata Zafira sambil melangkah ke dapur.


Ia sengaja mengulur waktu agar Qoqom cemasnya lebih lama.


Setelah puas berkolaborasi dengan personil dapur, Zafira kembali ke kamarnya.


"Qom, ini kunci kamu bukan?" Zafira menyerahkan 1 set kunci bergantungan Elsa kepada Qoqom.


Qoqom mengamati, barang yang di ayunkan oleh Zafira dihadapannya itu.


"Makasi yaa, Fir!" Ucap Qoqom.


"Jangan lupa warung Mbak Delima." Tukas Zafira.


"Kamu kalo soal makanan kok inget sih?" Sela Nindy menatao Zafira heran.


Zafira hanya terkekeh mendengarnya tak ingin menjawab pertanyaan Nindy.


"Kamu nemu ini dimana, Fir?" Tanya Qoqom penasaran.


"Di kantong seragamku." Jawab Zafira santai seakan tanpa dosa.


"Apaaa?" Pekik Qoqom jengkel.


"Aku kantongin karena sejak pagi lemari kamu tidak terkunci." Jawab Zafira detail.


"Zafira... terus aku panik kenapa kamu diem saja."


"Kan biar kamu usaha nyari gitu!"


Plak.


"Auwwhh.. sakit." Teriak Qoqom.


Qoqom memukul lengan Zafira tapi untung ia menghindari jadi kena lantai.


"Makanya jangan mukul Zafira."


"Astaghfirulloh. Nyebelin. Untung teman kalo bukan udah aku bikin sate kamu!" Gumam Qoqom jutek.

__ADS_1


Zafira hanya terkekeh mendengarnya.


Sejak itu Zafira terkenal karena keisengannya yang sulit ditebak.


Saat ini si tukang iseng malah menangis memeluk Zafir dan Zafran.


"Fir, diem. Cerita dulu. Kalo sambil nangis mana denger kita." Bujuk Zafir.


Zafira mengusap air matanya, pelan dan berusaha menenangkan diri sebelum bercerita kepada saudaranya itu.


"Fir, Fran...hari ini aku dapat haid yang pertama." Bisiknya pelan karena ada Nindy di situ.


"Aku takut.." Bisik Zafira lagi.


Zafir dan Zafran saling pandang. Jujur saja pengetahuan mereka soal haid juga terbatas.


"Fir, gak usah takut." Ucap Zafir sambil mengusap air mata di pipi saudarinya itu.


"Itu tandanya kalo kamu sudah dewasa. Udah baligh. Senyum dong. Selamat yaa!" Ucap Zafran sambil memeluk Zafira.


"Aku kabari Umma dan Buya dulu." Bisik Zafir.


Pemuda itu menuju ke penjaga ruang sambang untuk meminjam ponsel, karena memang para santri tidak diperkenankan membawa benda pipih itu ke pesantren.


"Hallo.. Umma. Assalamu'alaikum." Suara Zafir menyapa line seberang.


"...."


"Umma.. ada kabar baik neee. Zafira barusan cerita kalo hari ini di dapat haid pertamanya." Cerita Zafir.


"...."


"Fir, Umma pengen ngomong!" Ucap Zafir sambil menyerahkan ponsel ke Zafira.


"Iya Umma." Ucap zafira.


Di line seberang.


Tampak Aqeela sedang duduk santai di jok penumpang tengah bersama si Twins dan Al. di depan ada Desta dan Julian.


Kebetulan mereka perjalanan mau ke pesantren Zafira. Eh, belum sampai malah dapat kabar gembira.


"Zafira, Zafira selamat ya Nak. Zafira ndak usah takut. Itu tandanya Zafira sudah baligh dan dewasa. Zafira mulai sekarang harus lebih pandai jaga diri dalam pergaulan apalagi dengan lawan jenis. Zafira sudah mempunyai kewajiban ibadah full kepada Allah. Mulai saat ini dosa Zafira, sudah ditanggung Zafira sendiri. Jadi Umma dan Buya hanya bisa menasehati jika Zafira bersalah." Nasehat Aqeela dari ponselnya.


"Buya, kita mampir ke pasar sebentar ya.." Pinta Aqeela setelah Zafira menutup panggilannya.


"Beli apa Umma?" Tanya Desta heran karena tak biasanya Aqeela mengajaknya ke pasar.


💗💗💗💗💗💗


Ada yang tau Aqeela mau beli apa?


Atau kalian pernah mengalami seperti yang dialami Zafira atau Aqeela?


Cerita dong?


Pengalaman pertama kali dapat tamu bulanan 🤭🤭


Vote dan Like lalu komen ya gaes..


Yang ingin gabung grup WA bareng teman-teman lainnya bisa kirim nomer WA di GC ato chat.

__ADS_1


__ADS_2