TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Cari Mantu


__ADS_3

"Kak, cari mantu, gih! Kasiyan si Zafir sendirian di sini," ledek Julian saat duduk santai bersama Aqeela dan Desta di ruang tamu.


Sedangkan Zafira sibuk bermain salto alias bela diri bersama kedua adik kembarnya.


"Sama mertua masih saja panggil, Kakak," omel Desta.


"Terus maunya dipanggil Buya mertua, gitu?" balas Julian tidak mau kalah.


Secara keluarga, Julian memang menantu mereka. Namun, kebiasaan memanggil kakak sejak kecil membuat lidahnya keluh jika berganti haluan menyebut dengan panggilan lain.


"Serah kamulah. panggil aja suka-suka kamu," ucap Desta pasrah.


Auto Aqeela dan Julian terkekeh mendengarnya.


"Udah dapat mantu pilihan, belom?" tanya ulang Julian.


"Maunya, mumpung masih muda. Tapi mantunya gak nongol-nongol, nyari kemana coba?" balik Desta.


"Nyari di aplikasi," balas Julian sambil terkekeh.


"Aplikasi gundulmu," balas Desta


"Atau ikutan aja acara tivi pilih mantu," ledek Julian kembali sambil tertawa keras.


"Acara gak jelas kok diikuti," sahut Aqeela.


"Bikin sayembara atau kayak gimana gitu loh, kak," ucap Julian serius.


"Kamu pikir kita hidup di negeri dongeng. Kayak cerita Cinderella dan sejenisnya. Terus tuan putrinya datang pake kereta kuda ...."


Aqeela seketika tertawa kencang mendengar ucapan suaminya.


"Harusnya dulu aku jadi princess, ya. Biar dijemput pangeran tampan berkuda besi, tapi ...."


"Tapi apa?" potong Desta.


"Ternyata yang jemput dewa jalanan, tukang kebut, raja palak dan dedengkotnya tawuran," potong Aqeela.


"Nyesel, nih kak?" tanya Julian.


"Enggak karena si Raja jalanan itu tajir, ganteng jadilah sekarang aku ratu palak paling cantik," balas Aqeela yang dicengiri Julian.


"Huuu uuh, modus tuh, kak. pasti habis ini ujung-ujungnya minta sesuatu," olok Julian.

__ADS_1


"Modusin suami sendiri sah-sah aja. Asal gak modusin suami orang aja," sahut Aqeela.


Julian tertawa lebar mendengarnya.


***


"Kak," panggil Ara duduk di samping Zafira karena kelelahan berbanting-banting ria.


"Kenapa?" tanya Zafira menatap Ara.


"Kemarin Ara sama Ayra bilang ke Kak Zafir kalau pengen jalan-jalan," kata Ara.


"Kemana?" tanya zafira.


"Kata Kak Zafir ke Malang," jawab Ayra.


"Kapan?" tanya Zafira kepo seketika.


"Belum tahu. kak Zafir aja baru pulang dari Bali. Ara sama Ayra juga belom ngomong sama Buya dan Umma," balas Ara menunduk.


"Kenapa?" Zafira menangkap dagu adiknya.


"Ara gak berani, Kak," jawab Ara sedih.


"Ya udah, yuk sekarang kita ke dalam. Kita obrolin sama Buya dan Umma," ajak Zafira mengulurkan kedua tanganya menggandengn adik kembarnya.


***


"Umma, Buya!" panggil Zafira sopan.


Ia sekarang sudah bergabung dengan suami dan kedua orang tuanya. Bahkan Zafir ia seret paksa bergabung. Tak lupa juga si twins Ara dan Ayra.


"Ada apa, nih?" seru Julian menatap istri.


"Nih, ada yang di sampaikan ama bocil-bocil ini." Tunjuk Zafira kepada Ara dan Ayra.


"Kak," Ara menyenggol bahu Zafira kesal.


"Napa sih?" goda Zafira.


"Kenapa, Fira?" tanya Aqeela.


"Fir, kamu atau aku?" tanya Zafira menatap Zafir.

__ADS_1


Zafir yang masih setengah sadar menatap saudari kembarnya bingung.


"Ada apaan, sih? Ngomong aja, sana!" seru Zafir dengan mata lima wattnya.


"Hmm, gini Umma, Buya. Zafir janjiin Ara sama Ayra liburan. Tapi, kayaknya yang janjiin lupa belom nyampein ke Umma sama Buya," ujar Aqeela.


"Waduh, iya. Astaghfirullah, Kakak lupa," sahut Zafir menepuk jidatnya, seketika rasa kantuknya menghilang.


"Dek, maafin kakak, ya!" mohon Zafir sambil menelangkupkan kedua tangannya di dada.


Ara dan Ayra menggeleng bersamaan.


"Oke, kakak janji. Nanti bakalan diajak liburan. Kakak izin sama Buya dan Umma dulu," lanjut Zafir.


"Telat, kan udah disampaikan Kak Fira," ledek Ayra.


Zafir meringis mendengarnya.


"Umma, Buya, gimana?" tanya Zafir menatap kedua orang tuanya.


"Hmmm," jawab Aqeela menatap Zafir.


****


"Fira, tengkyu Somat. Jazakillah udah ngingetin," seru Zafir saat mengantar Zafira dan Julian ke teras sebelum pamit pulang.


"Makanya gak usah mikir yang kemarin-kemarin. Sedih ya sedih, tapi move on." ledek Zafira.


"Gaya kamu. Padahal dulu yang merana dan nangis-nangis tiap malam siapa?" balas Zafir mengingatkan masa lalu Zafira saat membatalkan pernikahan pertamanya.


"Zafiirrr," teriak Zafira.


Julian tertawa keras mendengarnya.


"Udah, ayo pulang. Kelamaan di sini perang duo Z tak terhindarkan," ledek Julian menarik tangan istrinya ke mobil.


"Dah, Zafir!" Pamit Julian melambai pada Zafir.


"Cepet cari ganti!" teriak Julian sebelum masuk ke mobilnya sambil meledek Zafir.


"Tenang saja, gantinya masih dalam kandungan," balas Zafir.


"Hahaaa," tawa Zafira dan Julian mendengar balasan Zafir.

__ADS_1


****


__ADS_2