TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Ghani feat Sheila


__ADS_3

"Kak, apa ya kira-kira motivasi mereka sampai melakukan aktivitas


kayak gini?" Aqeela berusaha berdiskusi dengan suaminya sambil menonton


video hasil rekamannya kemarin.


Rekaman salah satu pasangan empat tadi. Teo dan Winda.


Tampak di situ. Teo berusaha membuka kancing seragam Winda.


Gadis itu hanya manut tanpa melepas pagutan Teo. Bahkan ia juga melakukan hal


yang sama ke Teo.


Tak cukup sampai di situ, setelah kancing terbuka, Teo membenamkan wajahnya ke dada Winda,


Terlihat keduanya begitu menikmati permainan masing-masing. Bahkan tak menyadari ada seseorang yang merekam adegan live mereka.


"Penasaran mungkin?" Jawab Desta.


"Kamu dulu pernah gak penasaran begitu?" Goda Aqeela sambil menekan tombol off.


Meskipun video itu hasil karyanya tapi tak sanggup ia menyaksikan ulang.


Tidak hanya milik pasangan Teo dan Winda.


Bahka video tiga pasangan lainnya Aqeela menyimpannya.


"Pernah gak yaa? enaknya pernah atau tidak yaa?"


"Pasti pernah juga kan?"


"Memang pernah, tapi kita kan udah halal."


"Woii.. kesempatan kalian yaa.. pacaran mulu. Bantuin nooh pada teler tuuh!" Teriak Ronald sambil menunjuk gerombolan di sisi lain.


"Siram air aja!" Titah Desta.


"Yakin kamu? Kita aman?" Wawan nampak ragu.


"Iyaa.., gak pa-pa, toh kita da bukti." Sahut Aqeela tanpa melepas gandengan tangannya ke Desta.


Wawan meraih botol air mineral di dekatnya, dan mengguyurkan ke masing-masing pemuda berseragam putih abu-abu yang sudah hang over.


"Mereka keterlaluan banget sih, apa gak ada tempat buat hang over." Omel Ronald.


"Masih lebih pinter kita dulu, daripada mereka?" Suara Wawan terdengar geregetan.


Kelima siswa itu terlihat gelagapan karena siraman air Wawan.


Satu per satu dari mereka mulai sadar.


"Qee, tau gak. Suami kamu itu dulu paling jago kalo soal begini. Kalo cuma sebotol dua botol gak akan bikin dia teler." Oceh Wawan.


Aqeela sampai membuka mulutnya.


"Beneran, Bae?" Desta hanya mengedikkan bahunya, tanda ia enggan membahas masa lalunya itu.


Wawan dan Ronald hanya tertawa puas melihat sorot mata Desta yang menatap tajam kepada dua sahabatnya itu.


"Sudah sadar kalian?" tanya Ronald ke ABG yang belum membuka matanya dengan sempurna itu.


"Kak, mereka kita serahkan ke Kakak ya?" Pinta Aqeela.


"Okay. Kabar Doni gimana" Sahut Ronald.


"Kabar terakhir Mita udah pembukaan lima, bentar lagi ponakan kalian nambah." Jawab Aqeela


"Kapan giliran kita ya?"


"Makanya segera nikah."


Baru saja Desta akan menyahuti kalimat Aqeela, Teo dan Winda  bersama Seta dan Ika sudah masuk membawa Zafran.


"Kak, kita nyerah." Ucap Seta terlihat ada penyesalan di wajahnya.


"Anak kecil ini aktif sekali, pertanyaannya banyak banget. Saya tidak sanggup, Kak." Aqeela dan Desta menyimak keluh kesah mereka.


"Kalian tunggu teman-teman yang lain di sini." Titah Desta.

__ADS_1


Keempat ABG itu menuruti ucapan Desta, mereka duduk dengan selonjor di lapangan indoor itu.


"Zafran, sini sayang..!" Panggil Aqeela melihat zafran dengan riang berlarian mengelilingi lapangan.


"Iya Umma.." Zafran memeluk Aqeela dengan manjanya.


"Tadi habis ngapain saja?" Tanya Aqeela.


"Tadi jalan-jalan keliling sekolah. Terus beli makanan di kantin. Kakaknya baik."


Mendengar ucapan Zafran, kedua pasangan tersebut menjadi terharu dan kaget. Seorang anak kecil mengatakan mereka baik.


Selang lima menit kemudian Zafira bersama Jihan da Martin.


"Kak, kami tidak sanggup lagi. Kami capek. Ternyata mengurus anak itu susah." Jihan mencurahkan isi hatinya yang diiyakan oleh Martin.


Desta dan Aqeela kembali tersenyum mendengar ucapan pasangan yang bersama Zafira.


"tadi main apa saja?" Tanya Aqeela kepada Zafira.


"Jalan-jalan saja, sambil cerita. Terus Zafira kebelet pipis." Zafira bercerita sambil meringis.


"Diantar siapa ke kamar mandi?"


"Kakak Jihan. Terus digendong sama Kak Martin." Balas Zafira.


Aqeela dan Desta kembali tersenyum mendengar cerita Zafira. Keduanya memberi ciuman kepada putri kesayangannya itu bergantian.


Tiga menit kemudian Ghani dan Sheila datang dengan Zafir di gendongan Sheila.


"Ini kak, dia tidur." Kata sheila.


"Capek sekali. Rasanya lebih baik kita jalan-jalan ke mall daripada jaga anak." Ghani tampak sangat lelah.


Keduanya langsung duduk selonjor di lantai bersama rekan-rekannya yang lain.


"Capek banget." Gerutu Ghani.


"Sangat." Balas Teo


"Kamu tau gak Zafir tadi ngajak kita berdua keliling sekolah.."


Ghani tak mempedulikan Teo ia terus saja bercerita. Di sebelahnya ada Sheila sedang meregangkan kedua tangannya. Sedangkan Winda tiduran dengan kepala di paha Teo.


Setelah keluar dari lapangan indoor, Zafir mengajak Ghani dan Sheila keliling sekolah.


"Kak, sekolahnya besar ya? Anterin Zafir keliling.." Rengek pamuda kecil itu,


Akhirnya Ghani dan Sheila menggandeng Zafir keliling gedung A.


Sampai di sisi kanan gedung yang terdapat taman kecil seukuran 5 x 5 mater yang biasa digunakan latihan anak PMR karena area tersebut memilik aliran sungai kecil dengan jembatan setengah lingkaran dibawahnya. Beberapa ikan hidup dengan damai di sana.


"Kak, kita main kejar-kejaran yuuuk! Kakak kejar Zafir dan Kak Sheila." Zafir memaksa Ghani.


Ghani dan Sheila dengan terpaksa memenuhi permintaan anak kecil tersebut.


Zafir dan Sheila berlarian dan Ghani berusaha menangkap keduanya.


Zafir terlihat sangat gembira. Tawa Zafir akhirnya


Zafir berlari menghindar saat hampir tertangkap Zafir malah berteriak.


"Kak, haus.. pengen mimik.."


"Mau minum apa?" Tanya Ghani dengan terengah-engah.


"Air putih."


"Kakak belikan dulu, kamu di sini sama Kak Sheila."


"Enggak mau, zafir ikut."


Ghani dan Sheila berpandangan, terlihat ada kejengkelan di wajah keduanya.


"Ya udah ayoo.." Sheila tersenyum sambil menggandeng Zafir.


Mereka bertiga ke kantin.


"Kak, Zafir mau ini, ini sama ini." Dengan cekatan Zafir langsung memilih susu UHT, biskuit susu dan chitato.

__ADS_1


"Air putih jadi, enggak?"


"Iyaa "


"Untung Bapaknya ngasih uang tadi." Gumam Ghani lirih.


Sementara Sheila sudah bercanda lagi dengan Zafir. Sesekali terlihat pemuda kecil itu menyuapi Sheila dengan biskuitnya.


"Kak, kita main ke sana lagi!" Ajak Zafir.


"Kemana?" tanya Ghani


Zafir mengunyah biskuitnya dengan kasar sehingga ia tersedak.


"Pelan-pelan, dek makannya." Sheila memberinya air untuk diminum.


"Kita ke tempat yang tadi."


"Apaa?" Teriak tertahan dari Ghani dan Sheila.


Akhirnya mereka kembali menuruti permintaan Zafir mengingat pesan kedua orang tuanya yang tidak boleh anaknya sampai terluka.


Sampai di taman kecil tadi, Zafir langsung duduk di jembatan sambil melihat ikan-ikan di sungai.


"Kak, kenapa ya ikannya tidak kedinginan?" Tanya Zafir sambil menyeruput susu UHTnya.


"Karena ikan punya sisik." Jawab Sheila asal.


"berarti kalo kita punya sisik gak akan kedinginan kalo berenang?" Kali ini


"Entahlah, kan kita tidak punya sisik." Sahut Ghani.


"Ah, kakak gak asyik deh.." Zafir terlihat kecewa.


Sebentar kemudian ia menguap. Dan pemuda kecil itu sudah tertidur bersandar di paha Ghani.


Ghani yang tidak tega menggendongnya.


"Kita bawa kembali dia ke orang tuanya!" Ajak Sheila.


"Kita kalah dong." Ada rasa tak ikhlas dalam dari ucapan Ghani.


"Memangnya kamu mau momong anak kecil sampai jam 1 nanti. Aku sih ogah." Jawab Sheila.


Ghani menarik napas panjang.


"Kita memang salah, Ghan. Kita bicarakan lagi hubungan kita nanti setelah anak ini kembali ke orang tuanya."


"Baiklah ayo.."


Ghani menggendong Zafir dan kembali ke lapangan indoor.


Kurang dua kelas lagi sampai di lokasi, tiba-tiba tangan Ghani terasa kaku.


"Yang, tolongin aku.. gendong anak ini. Tanganku ngilu." Ghani sudah meringis.


"Bentar.."


Sheila menerima angsuran tubuh Zafir dan menggendongnya sampai di hadapan Aqeela,


Teo masih tertawa ngakak mendengarnya.


"Teo, gak usaha ngetawain Ghani. Memang kamu gak inget habis diapain sama Zafran?" Wanda mengingatkan.


"Memangnya kenapa dengan anak kalian?" Ledek Ghani.


@@@@


Kira-kira Si Zafran ngapain yaa?


Apalagi si Zafira..


Next again..


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2