TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Status Palsu


__ADS_3

Enam bulan berlalu dengan banyak syukur dari keluarga Aqeela dan Desta.


Desta yang berusaha mengajak Aqeela berangkat haji, sementara harus dicancel atas permintaan Aqeela sendiri.


Mengingat dirinya masih menyusui baby twins secara eksklusif. Meskipun di bulan ke tujuh nanti usia Si baby udah enam bulan dan mulai di beri MP ASI.


Tapi Aqeela masih belum tega meninggalkan keduanya. Apalagi pas lucu-lucunya si Ara dan Aira.



Zafir, Zafran dan Zafira sudah berangkat ke Pesantren. Ketiganya diantar dengan tenang dan damai tak ada perdebatan.


Julian sudah kelas sebelas. Fansnya semakin banyak. Apalagi setelah Julian di daulat menjadi ketos.


Tanpa Julian meminta, gadis-gadis cantik udah nempel aja kayak perangko.


Bukannya senang, Julian semakin risih. Berbagai cara ia lakukan untuk menghindari fans fanatiknya yang tak kunjung habis.


💗💗💗


Brio hitam berplat L, berhenti tepat di depan gerbang SMAN Harapan. Seorang pemuda keluar dari pintu kemudi.


Tak lama kemudian seorang wanita cantik keluar dari pintu penumpang menatap gerbang SMAN Harapan sebentar.


Lalu beralih ke pemuda berseragam putih abu-abu yang keluar bersamaan dengannya dari brio hitam tersebut.


"Ning, hati-hati bawa brionya. Ingat ini kendaraan kesayanganku." Bisik Julian kepada Hani.


Ya, pemuda berseragam itu adalah Julian yang semobil bersama Hani.


Pagi ini sengaja Julian berangkat lebih siang. Hanya demi menghindari fansnya yang selalu berkunjung ke kelasnya.


Dan Hani, sengaja juga ia bawa. Agar para fansnya tak lagi menanyakan status dan pasangan idealnya.


Hani hanya terkekeh mendengar ucapan Julian saat memintanya menjadi dewi penolong sang Pangeran.


Namun ia dengan senang hati melakukannya. Tanpa imbalan apapun.


Dan saat Julian meminta berhati-hati mengemudi.


Jujur saja ia masih grogi membawa mobil sendiri. Meskipun ini bukan pertama kalinya ia mengemudi. Tapi tetap saja masih ada perasaan was-was.


Takut nyasar.


"Hati-hati, bawanya." Ucap Julian sambil nyengir, ia juga merasakan kekhawatiran Hani.


"Kalo lupa jalan, pake map." Bisik Julian sambil meledek.


Hani hanya tersenyum mendengar ledekan Julian.


"Udah, kapan lagi kali jika tidak mulai dari sekarang?" Sambung Julian sambil menyerahkan kunci otomatis brionya.


Hani menerima kunci otimatis brio dari Julian dengan perasaan tak tentu.


"Hati-hati." Ucap Julian sengaja mendekat ke Hani.


Jika terlihat dari belakang seolah Julian mencium pipi Hani.

__ADS_1


Sepasang mata yang sedari tadi menyaksikan kedatangan Julian mengepalkan kedua tangannya menahan rasa cemburu dan murka pada pemuda yang dikaguminya sejak setahun lalu.


Gadis cantik bermata sipit, Ai.


Bukannya Ai tidak ada yang menyukai, gadis ini juga memiliki banyak pengagum cowok, hanya saja hatinya sudah terlanjur ia hibahkan kepada Julian.


Dari parkiran mobil, Ai merasakan sesak di dada. Hatinya seperti di sayat pisau ribuan kali. Sakit.


Di depan mata ia melihat Julian bersama gadis lain. Bahkan jika dibandingkan dengannya kecantikan gadis masih lebih banyak dirinya.


Menurut Ai, perempuan yang bersama Julian hanyalah gadis biasa. Tidak pantas seorang Julian bersama perempuan biasa. Harusnya dirinyalah yang ada di samping Julian.


Tok.. tok..


Seseorang mengetuk kaca jendela mobilnya. Membuyarkan kehaluannya.


"Keluar!" Seru seorang cowok dari luar yang hanya bisa Ai baca bahasa bibirnya.


Dengan perasaan jengkel Ai keluar.


"Kenapa, elo ganggu gue sih, Dam?" Ucap Ai ketus begitu keluar dari mobil.


"Gue tahu elo lagi menyaksikan tontonan live Julian bareng cewek bukan?" Jawab pemuda yang dipanggil Dam oleh Ai tadi.


"Gak usah ST deh?" Seru Ai masih dengan nada ketus sambil menahan amarahnya.


"Hm.. aku gak lagi pengen eS Te, Ai sayang. Tapi aku cuma ingin menyadarkanmu. Kamu itu gak cinta sama Julian hanya terobesi dengannya." Jelas pemuda itu.


"Aaadaaam... stop kepoin gue." Ai menatap tajam ke arah Adam.


"Tak sedikitpun Julian menatap elo." Adam tak mempedulikan teriakan Ai.


"Kenapa sih elo gak sadar-sadar juga. Di sekeliling elo banyak kok cowok yang siap menerima elo." Lanjut Adam.


"Bahkan gue gak nolak jika elo mau." Adam terkekeh melihat Ai melotot ke arahnya.


"Ai, gue seperti ini karena gue sayang sama elo. Meskipun gue sahabatan sama Julian, dia gak keberatan kok kita jadian." Adam kembali berceloteh di hadapan Ai.


Ai hanya menarik napas dalam-dalam mendengar penuturan sahabat Julian itu.


Bukan sekali dua kali Adam menasehatinya tentang Julian. Bahkan selalu mengikutsertakan kata "sayang" saat menghibur Ai tatkala Julian tak meresponnya.


"Udahlah kita ke kelas sekarang!" Ajak Adam sambil mengulurkan tangannya berharap Ai mau menerimanya.


Bukannya menerima Ai malah memukuk telapak tangan Adam dengan keras dan berlalu tanpa sepatah katapun untuknya.


"Ai.. tunggu Aak, sayang!" Adam menyusul Ai dan berjalan disampingnya.


💗💗💗💗💗


"Yan.. gila lo ya? Nekat banget bawa Hani tadi?" Celetuk Adam begitu istirahat pertama.


Keduanya langsung menyerbu kantin untuk menghilangkan rasa penat setelah empat jam di serang ekonomi.


"Gue laper!" Jawab Julian seenaknya tanpa mempedulikan perasaan Adam.


"Kebiasaan, gak pernah jawab pertanyaan gue dengan cepat." Gerutu Adam sambil memasukkan siomay ke mulutnya.

__ADS_1


"Hm.. seger banget nee, Dam. Es Teh bikinan Mak Jana." Seru Julian sambil menyeruput es teh pesanannya.


"Bodoh amat." Seru Adam berlagak tidak peduli.


"Ciyee ngambek. Kayak cewek aja?" Goda Julian.


"Emang elo pernah ngegombalin cewek ngambek?" Kepo Si Adam berlanjut.


"Hm.. pernah. Sering bahkan."


"Siapa? Hani?" Wah kepo pake banget tuh si Adam.


"Bukan? Terus siapa?"


"Elo kepo banget sih, Dam ama cewek gue di luaran sana?" Julian geregetan tuh.


Padahal kan yang Julian maksud si Zafira. Gadis cilik itu terlalu sering ngambek dan jutek padanya. Sampai-sampai Julian lebih hapal cara menaklukkan Zafira daripada kedua orang tuanya.


"Kalee aja gue bisa ngikutin jejak kamu?" Adam menyunggingkan senyum nyengir ke Julian.


"Udah mendingan elo bikin si Ai bertekuk lutut dihadapan lo. Gak usah mikir cewek gue yang mana aja. Gue ma suka-suka aja kalo mau main sama cewek." Jawab Julian sekenanya.


"Nah, itu tuh. Tadi pagi Ai ngeliat kalian berdua."


"Bagus dong? Biar sekalian tuh cewek gak deket-deket sama gue. Risih rasanya." Bisik Julian.


"Elo beneran jalan sama Hani?" Kepo lagi tuh Adam.


Julian sebelumnya memang sempat bercerita tentang Hani ke Adam. Hanya sebatas mengatakan kalau Hani sudah dekat dengannya sejak SMP.


Adam yang selalu kepo, akhirnya menuntut untuk bertemu Hani. Dan hari ini Julian sengaja membawa Hani demi melepas semua status. Dan membuat status palsu.


Tanpa mengenalkan pada Adam tentunya, hanya sekedar membawa.


Juga untuk menghindari fans fanatiknya yang terkadang melebihi batas.


"Kak Iyan.. tadi kok diantar cewek sih?" Tiba-tiba seorang gadis yang Julian perkirakan kelas sepuluh mendatanginya.


"Emang siapa yang ngelarang?" Sahut Julian jutek.


"Reina, Kak. Kenapa sih gak sama aku saja. Kan lebih seksi Reina daripada cewek tadi?" Lanjut Reina.


Julian menatap Reina, "Emang elo punya apa?" Bisik Julian sambil berlalu dari hadapan Reina.


Reina kembali kembali kecewa dengan sikao Julian yang selalu menolaknya.


"Kak Adam, memangnya Kak Julian sukanya cewek yang kayak gimana sih?" Reina beralih ke Adam yang masih stay menyelesaiakan makannya yang belum habis.


Adam menatap Reina sambil mengedikkna bahu tanda tidak tahu.


💗💗💗💗


Gengs adakah yang berniat menjalin silaturrahmi antar pecinta triple Z.


Jika iya kalian chat aku. Nanti akan ada admin yang akan memasukkan nomer kalian ke WA grup.


Salam Kangen dari triple

__ADS_1


__ADS_2