TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Ngemall yang menegangkan


__ADS_3

Untuk yang kesekian kalinya para rempong ngemall.


Pulang dari jemput anaknya masing-masing geng rempong sepakat ke mall yang terbilang cukup jauh dari lokasi sekolah.


Ngemall dengan pasukan lengkap tanpa bapak-bapak tentunya.


Karena tujuan utamanya menghabiskan dana para lelaki mereka.


Perut Aqeelapun sudah semakin membuncit. Jalannya juga tidak selincah sahabat-sahabatnya yang lain.


Beruntung keempat sahabatnya selalu membantu kerepotannya menjaga triple saat di mall seperti ini.


Hanin selalu di samping Aqeela.


Oca, Yuna dan Via dengan sigap berlari atau berjalan cepat mengimbangi langkah ketujuh anak kecil mereka.


"Hai, cantik..." Sapa seorang pria menghadang jalan Aqeela.


Aqeela mundur beberapa langkah. Efek terkejut dengan kehadiran pria itu.


"Akhirnya kita ketemu kan. Ternyata kamu jebol juga. Meski hamil, tapi kok masih terlihat cantik. Bahkan lebih cantik dari waktu itu." Pria itu berusaha mengelus pipi Aqeela.


Tapi Aqeela menampik tangan pria tersebut.


Hanin yang melihat kejadian itu menjadi gemetar.


"Mbak, tenang ya.." Bisik Aqeela.


Hanin hanya mengangguk dalam diam.


"Kemana suami kamu? Udah tahu istrinya hamil segede ini. Masih saja dibiarkan berkeliaran sendirian. Nyesel kan dulu kamu nolak keinginanku." Pria itu tertawa lebar dengan suara pelan, seoalah meledek Aqeela.


"Mas, kalo bicara dijaga ya.." Hanin akhirnya keluar suara meski dengan gemetar.


"Mbak..." Aqeela menenangkan Hanin agar tidak terbawa emosi.


"Kak, sebaiknya Kakak urus saja wanita disebelah kakak ini." Seru Aqeela sambil menunjuk ke arah wanita yang digandeng pria tersebut.


"Siapa dia, Mas?" Tanya wanita di samping pria itu.


"Dia satu-satunya wanita yang berani nolak aku. Dan sombongnya luar biasa." Jawab pria itu.


"Kak Wisnu..." Panggil.Aqeela dengan suara lebih tinggi.


"Kenapa cantik?"


Yupzz pria yang menghadang Aqeela adalah Wisnu. Sosok pemuda yang mengincarnya beberapa tahun lalu.


"Kak ingat perjanjian kita." Aqeela mengkikas balik masa lalu Wisnu dan dirinya.


"Hei, itu sudah berapa tahun cantik. Sepertinya sudah tidak berlaku." Seru Wisnu.


"Bagi aku perjanjian itu unlimited, Kak. Sekali Kakak menyentuhku, jangan harap Kakak bisa baik-baik saja." Ancam Aqeela.


"Oowwhh.. takuut..." Kata Wisnu sambil pura-pura takut dengan menutup wajahnya.

__ADS_1


"Ummaaa...." Teriak bocil yang harusnya sudah jauh di depan mereka. Ternyata malah menghampirinya.


Zafran, Zafir, Zafira, Renata, Darren, Malik dan Wanda memeluk Aqeela bersamaan sampai kewalahan.


"Siapa Om ini, Umma?" Tanya Zafir keheranan .


"Om pasti mau berbuat jahat sama Umma kita, kan?" Kata Zafran ketus melihat ada gelagat aneh dari Wisnu.


Wisnu menatap tiga wanita yang mengikuti ketujuh anak kecil tersebut.


"Wah, ternyata bawa rombongan. Atau jangan-jangan mereka semua istri Desta?" Ledek Wisnu.


Plaaakkk


Tiba-tiba sebuah tamparan mendarat mulus diwajah Wisnu.


"Mbak, biar saya yang selesaikan." Kata Aqeela sambil menahan tangan Via.


"Perempuan tidak tahu diri." Wisnu sudah bersiap membalas tamparan Via, tapi dengan cepat ia mendorong tubuh Wisnu menjauh dari temannya itu.


"Kak, jangan nyakitin teman-teman dan anak-anak kami." Suara Aqeela makin meninggi.


"Kalo Kakak masih tidak puas dengan kejadian waktu itu, Kakak luapin saja sama aku. Bukan mereka." Aqeela semakin maju mendekat ke arah Wisnu.


"Mbak, bawa anak-anak jauh dari aku. Biar aku habisin sekalian laki-laki ini." Kata Aqeela tanpa melepas pandangannya ke arah Wisnu.


"Mbak, tapi kamu kan lagi hamil." Seru Oca cemas.


"Aku akan baik-baik saja." Balas Aqeela menajamkan pandangannya ke arah Wisnu.


Bukan untuk menghindar. Tapi ia mengirim pesan kepada Desta. Sambil mencuri satu gambar adegan Aqeela mengancam Wisnu.


Jujur saja, Hanin ngeri dan takut. Karena ia pernah melihat Aqeela dalam pulang dalam kondisi lebam dan bengkak.


"Kak, sebaiknya kamu jangan memperlihatkan diri di depanku lagi." Ancam Aqeela.


"Mas Wisnu..." Teriak wanita yang bersama Wisnu panik melihat teman lelakinya di ancam oleh seorang ibu hamil.


"Ingat.. Sampai kapanpun Kakak tetaplah Wisnu hanya sebagi alumni SMA Nusantara yang menjabat ketua OSIS." Seru Aqeela.


"Jangan sombong cantik, mana bisa seorang wanita hamil menghajar pria sepertiku." Gumam Wisnu dengan pongah.


Aqeela terus mendekat ke arah Wisnu, lalu mencengkeram krah kemejanya.


"Apa kamu pikir, aku akan lemah ketika hamil? Kak Wisnu yang terhormat meskipun hamil gak akan ku biarkan orang lain menghinaku seenak hatinya. Termasuk kamu."


Bruuk..


Aqeela dengan kekuatannya menghempas tubuh Wisnu ke lantai.


Beberapa pengunjung menatap ke arah mereka.


Wisnu dengan cepat berdiri, dibantu wanita yang bersamanya.


"Mas, jangan diteruskan. Kenapa sih?" Tanya wanita itu dengan geram.

__ADS_1


"Aku masih belum rela melepasnya." Ucap Wisnu yang masih bisa di dengar Aqeela.


Mendengar ucapan Wisnu Aqeela hanya tersenyum kecut.


"Sudahlah, Mas. Gak malu apa? Kayak enggak ada wanita lain aja." Ucap wanita itu dengan ketus.


"Ciih, kamu diamlah Len. Aku membayarmu bukan untuk menceramahiku." Balad Wisnu.


"Tapi aku yang bersamamu saat ini." Ucap wanita yang dipangil Len itu.


"Aku akan memberi pelajaran wanita hamil ini." Ucap Wisnu.


"Mas, ku mohon hentikan. Jika tidak ingin dihujat oleh orang lain. Dia hamil, Mas."


"Sepertinya wanitamu lebih baik. Meskipun hanya wanita bayaran." Sindir Aqeela.


"Apa kemampuanmu untuk mendapatkan cinta hanya melalui para wanita bayaran ini? Jika iya, pantas saja. Kamu selamanya tidak akan mendapatkan cinta tulus jika hatimu hanya tertuju pada uang. Bahkan cintamupun cinta yang dibeli dengan uang." Aqeela semakin berapi-api. Tapi ia masih dalam kondisi waras.


Suaranya hanya bisa di dengar oleh mereka bertiga. Dirinya, Wisnu dan Len.


"Maaf Kak, tapi aku tidak pernah menyesal menikah dengan Kak Desta. Dia jutaan kali lebih baik dari pria manapun."


Dan sekali lagi ia mendorong tubuh Wisnu sampai terjerembab untuk yang terakhir kalinua sebelum meninggalkan Wisnu dan Len.


"Ayoo Mbak." Aqeela menyambar tangan Hanin dan mengajaknya menjauh dari Wisnu.


Baru beberapa langkah ia dan Hanin berjalan. Aqeela merasakan ada seseorang menguntitnya.


Aqeela berbalik tanpa menghentikan langkahnya.


Bruuk.


Dengan sekali tendang ia merobohkan tubuh kekar Wisnu. Tapi ia sudah siaga. Melindungi calon bayinya dengan satu tangan memegang perut sehingga tidak ikut terguncang.


Hanin sampai melongo tak percaya melihat adegan live Aqeela di depannya.


Kedua tangan Hanin menutup mulutnya dengan cepat.


"Mbak Len, jaga pria kesepian ini. Sekali lagi kamu masih ingin menguasaiku, bukan hanya tendangan bogemku masih sekuat dulu, Kak. Kalo Kakak masih ingin merasakannya lagi." Hardik Aqeela sambil menatap ke arah Wisnu dan Len.


Len berusaha membantu Wisnu berdiri. Beberapa pengunjung menatap Wisnu dan Len heran.


Sedangkan Aqeela, ia terus melangkah dengan cuek sambil menggandengan Hanin.


Seakan tidak terjadi apa-apa.


💗💗💗💗💗💗


Wisnu.. pengen aku bejek-bejek kamu.


Masih belum.kapok juga?


Kayaknya dia belum bisa move on dari Umma Aqeela deh.


Pliss deeh... Buya Desta lebih baik dari kamu.

__ADS_1


Kita lanjutin lagi yaa di next part.


__ADS_2