TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Pendaftaran Masuk TK


__ADS_3

Di sekolah.


"San, akhir-akhir ini keliatannya sibuk banget sih?" Tanya Hanin yang merasa pesannya yang lama dibalaa Aqeela.


"Maaf ya mbak besan, seminggu ini masih ngurusin sekolah." Jawab Aqeela


"Mak, besan kamu itu manusia padat jadwal. Gak kayak kita kaum rebahan." Potong Yuna.


"Andaikan aku bisa kayak kalian." Oceh Aqeela.


"Udah ah, yuuk kita ngaji dulu." Ajak Aqeela ke aula.


Karena sepertinya di sana sudah kumpul banyak orang.


"Yuuk.." Oca menggandeng Aqeela masuk ke aula.


💗💗💗💗💗💗💗


Pulang dari sekolah, si Triple menunjukkan sebuah edaran.


"Umma, ini dari Ustadzah." Ucap Zafir.


"Kata Ustadzah harus diberikan langsung ke Umma." Sambung Zafran.


"Supaya tidak hilang." Lanjut Zafira.


Ketiga kembarnya menjelaskan secara bersahutan. Udah mirip kayak adegan si Al dan Il kembar yang bertausiyah saat siaran dakwah di tv swasta.


"Terima kasih. Umma baca nanti kalo sudah sampai di rumah." Aqeela menyimpan ketiga edaran milik triple ke dalam tasnya.


"Pamit dulu sama Mama Hanin, Tante Yuna, dan Tante Oca. Jangan lupa Darren dan Malik juga dipamiti."


Ketiga triple mencium tangan Hanin, Yuna dan Oca.


"Renata, Zafran pulang dulu yaa. Sampai ketemu hari Senin." Pamit Zafran.


"Da..da.. Malik da..da...Darren.." Pamit triple ke Malik dan Darren.


"Mbak, habis ini anak-anak mau melanjutkan ke TK mana?" Tanya Oca sambil berjalan ke mobilnya.


"Aku sih di sini saja." Jawab Aqeela.


"Ya udah deh, aku juga di sini." Sahut Hanin.


"Aku juga deh." Sahut Yuna


"Kalo begitu aku juga di sini saja. Biar bareng terus." Akhirnya Oca memutuskan Malik tetap di TK yang sama dengan teman-temannya.


"Memangnya sudah mulai pemdaftran TK ya?" Tanya Aqeela.


"Waduuh... sudah Buk. Makanya yang diurusin jangan akhirat mulu. Tuh dunia juga diurusin." Omel Yuna.


"Haa ha.. iya ya.. Kalian udah pada bayar belum?" Tanya Aqeela lagi.


"Belum." Jawab kompak ketiganya. Sambil terkekeh.


Aqeela tepuk jidat.


"Minggu depan aja kita bayar." Ucap Hanin


"Kenapa harus minggu depan?" Yuna keheranan.


"Kan minggu depan awal bulan. Tanggal muda. Tanggal gajian." Ucap Hanin asal.


"Memang kamu terima gaji bulanan?" Ledek Oca.


"Enggak, yaa biar aku juga merasakan rasanya gajian day. Kayak mereka." Komen Hanin.


"Gak jelas. Kamu mah, duit tinggal gesek aja masih pengen gajian day." Yuna masih mode mengomel.


"Yaa kan namanya juga pengen tahu rasanya." Hanin masih tidak mau kalah.


"Apalagi dia nee.. Bu Nyai somplak. Dia mah gak kenal tanggal tua tanggal muda. Amplopnya betebaran dimana-mana."


"Aamiiin." Jawab Aqeela


"Huuu..." Sahut Yuna dan Oca sambil terkekeh.


"Mbak.. aku duluan ya.." Pamit Aqeela.


"Naik apa?"


"Jalan."


"Ayoo bareng." Kompak ketiga sahabatnya.


"Enggak usah."


💗💗💗💗💗💗


Sabtu malam ..


Grup Rempong


~*Hanin~


Jangan lupa, Senin bawa duit


~Oca~


Pinjem


~Hanin~


Ogah


~Oca~


Pelit


~Yuna~

__ADS_1


Prinsip hidupnya orang kaya tuh, pelit.


~Hanin~


🤣🤣🤣🤣


~Aqeela~


Ngikut dong kalo pinjem duit


~Hanin~


Bunganya 20%


~Oca~


Rentenir


~Yuna~


Bu Nyai, jangan mau besanan sama rentenir. Gak berkah hartanya.


~Hanin~


Waduh, aku gak mau dipecat jadi besan


~Oca~


Makanya jangan pelit-pelit


~Hanin~


Aku bukan pelit, cuma hemat


~Yuna~


Podo ae. Tumbu ketemu tutup


~Oca~Hanin~Aqeela


😅😅😅😅


~Aqeela~


Bayar uang pendaftrannya berapa?


~Yuna~


Besan kamu beneran deh, Nin.


Mbak Qee, beneran gak tau bayarnya berapa?


~Oca~


per anak 5.500.000


~Aqeela~


Itu duit ato kertas ya?


Bisa dapat motor satu.


~Yuna~


Bu Nyai perhitungan.


Pelit juga yaa..


~Oca~


Persis besannya.


~Yuna~


Mereka cucok ternyata


~Oca~


Sama-sama pelit


~Hanin~Aqeela


Biarin


~Oca~


Serah, yang penting Senin bayar???


~Hanin~Yuna~


wkwkkkk....


~Aqeela~


Byee Mak...


Aqeela menutup pesan di aplikasi whatsappnya.


"Kok senyum-senyum sendiri?" Desta ikut duduk di ruang tengah menemani istrinya menonton tayangan berita di televisi.


"Ibu-ibu teman Si Kembar, janjian hari Senin." Jawab Aqeela.


"Janjian apa?" Desta mengernyitkan dahinya.


"Bayar uang pendaftrannya TK." Balas Aqeela.


"Memangnya tahun ini si kembar sudah TK ya, Beb?" Desta masih speechless aja, anak-anaknya mulai tumbuh semakin besar.


"Mereka udah 4 tahun, Bae. Udah waktunya masuk TK."


"Berarti memang udah waktunya mereka punya adek." Desta mendekatkan wajahnya ke Aqeela.

__ADS_1


Deg..


Jantung Aqeela berdetak iramanya masih sama seperti saat pertama mereka sedekat ini.


"Bae..." Bisik Aqeela.


Desta merengkuh Aqeela ke pelukannya.


Memberinya kecupan dan ciuman penuh di setiap inchi wajahnya.


"Kak..."


Cup.


"Jangan banyak bicara. Kalo tidak ingin bibir kamu bengkak." Bisik Desta.


"Mumpung Anak-anak sama Bu Erna gak ada." Sambung Desta.


Perlahan, ia melepas kerudung yang menutup rambut istrinya. Mengurai rambut hitam lebat milik Aqeela.


Lelaki itu memainkan rambut Aqeela. Menciumi leher jenjang istrinya.


Aqeela hanya melenguh, menikmati perlakuan lembut suaminnya, sebagai tanda cinta keduanya yang tak terpisahkan.


"Bae, kok di sini?"


"Mumpung hanya kita berdua. Kapan lagi coba? Jarang-jarang kita dapat momen seperti ini."


"Tapi.."


"Sudahlah, ikuti saja permainanku malam ini."


Aqeela akhirnya hanya pasrah. Demi kekasih halalnya itu. Kembali keduanya berikhtiar demi adik si Triple.


💗💗💗💗💗💗💗💗


"Beb, pendaftrannya sekolahnya anak-anak berapa?" Tanya Desta setelah menyelesaikan sarapannya.


"Total untuk mereka bertiga, enam belas juta lima ratus ribu rupiah." Jawab Aqeela.


"Ya udah habis ini aku transfer ke rekening kamu. Ato perlu uang cash?"


"Sepertinya pembayaran debit bisa kok Bae."


"Ya sudah."


"Beb, sini deh." Sambung Desta mentitah Aqeela duduk di sampingnya.


"Kenapa?" Aqeela udah bingung melihat suaminya senyum-senyum.


"Kapan perutnya gede lagi?" Desta mengelus perut Aqeela yang rata. Meskipun tidak serata waktu sekolah.


"Masih lamalah, Bae. Hamil tidaknya saja aku belum tahu. Ini malah nanya kapan gedenya?"


"Udah gak sabar aja."


"Memangnya kehebohan mereka bertiga gak cukup apa?"


"Aku sih pengennya enam gitu."


"Apa Bae?"


"Hee hee he.. kan masih tiga. Nambah tiga lagi deeh."


"Bae, Cesar itu paling banyak tiga kali. Kalo mau nambah tiga lagi yg satu ikut siapa?"


"Beb, iya deeh. Berapapun asalkan nambah. Memang kalo lahiran normal bole melahirkan banyak anak?"


"Ya bole, bole saja. Asal ibunya sanggup mengejan. "


"Sakit enggak sih."


"Sakitlah.. Tanya Mita sama Doni yang barusan punya baby."


"Sakit mana sama cesar?"


"Sama sakitnya, Bae."


"Mungkin karena saking sakitnya saat melahirkan, Allah itu meminta kita menghormati ibu lebih dari ayah. Bahkan surga aja dibawah telapak kaki ibu. Sungguh luar biasa perjuangan seorang ibu." Gumam Desta sambil mencium kening Aqeela.


"Buya...."


"Umma.."


Mendengar teriakan anak-anaknya, Desta segera melepas ciumannya dari Aqeela.


"Eh, anak-anak Buya sudah siap."


"Sudah."


"Kita berangkat sekarang."


"Let's go.."


Aqeela hanya geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah bapak dan anak-anaknya itu.


Senyumnya mengembang dengan sempurna.


"Alhadulillah, terima kasih Ya Allah. Semoga kebahagiaan kami selalu dalam lindunganMu. Tuntunlah kami selalu di jalanMu. Ingatkan kmai jika kami mulai salah melangkah. Aamiiin."


Bismillahi tawakkaltualallah lahaula wala quwwata illa billahil aliyyil adhiim.


💗💗💗💗💗💗


Dek, yang pinter ya sekolahnya.


Duit pendaftrannya bisa untuk motor satu.


Kata Umma kalian.


Haa haa haa..

__ADS_1


Yuuk dong akak kasih like dan vote ya...


makasii..


__ADS_2