TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Love is you


__ADS_3

Sabtu pagi sebelum jam 10. Aqeela , Desta dan ketiga kembarnya juga Julian sudah sampai.


Luka di wajah dan beberapa bagian tubuh Aqeela lainnya sudah mulai pulih.


Wawan dan Nabila juga sudah di duduk anteng di dalam cafe.


Ronal juga sibuk memanjakan Hasna dengan lembut.


Vian si pemilik cafe sibuk menyiapkan tempat untuk unjuk kebolehan Si Triple dibantu Dinda.


Aqeela membuka aplikasi wasappnya sekiranya ada pesan dari grup rempong. Ternyata masih nihil. Beberapa pesan japri dari Hanim sudah ia balas.


Doni datang bersama Mita yang perutnya sudah mulai membesar.


"San..." Seseorang berteriak memanggilnya.


Siapa lagi kalo bukan Mamanya Renata.


Hanin datang ditemani Mister Gerald dan Renata.


Membuat teman-teman Aqeela ikut menoleh, mencari pemilik sumber suara.


Aqeela melambaikan tangannya. Menunjukkan sebuah kursi dan meja.


"Renata.. Mama...Papi.." Teriak si kembar mentambut Renata dan keluarganya.


"Zafraann, Zafiir, Zafirah." Renata melambai.


Mereka menghampiri Aqeela dan kekuarganya.


Vian sudah menyiapkan tempat yang strategis untuk teman-temannya itu.


"Mister Gerald..." Sapa Desta dan Doni bersamaan sambil berjabat tangan.


"Hai.. Mister Desta dan Mister Doni." Balas Carlos Gerald.


"Kalian gak nyasar kan, San?" Tanya Aqeela sambil cipika cipiki ke Hanin.


Renata cium tangan ke Aqeela dan Desta.


Begitupun si triple mereka bergantian cium tangan ke Hanin dan Carlos.


Teman-teman Desta dan Aqeela hampir tertawa ngakak menyaksikan Aqeela dan istri mister Gerald yang tampak akrab.


"Oh ya kenalin ini mister Gerald dan istrinya Hanin." Kata Desta.


Teman-teman Desta hanya melambai sambil tersenyum.


"Cafenya nyaman." Komen Carlos dengan senyum khasnya.


"Ini pemiliknya mister. Kali saja kalian ada acara bisa reservasi ke Vian." Ucap Desta sambil menarik tangan Vian.


"Tengkyu, mister." Balas Vian sambil tersenyum.


"Zafir.., Zafran, Zafira... i'm coming.." Dua orang wanita masuk ke dalam menyapa si Triple.


"Hadeeh kebiasaan deeh.. " Omel Hanin.


Membuat Aqeela dan yang lain tertawa.


Setelah Yuna, Darren dan Oca, Malik duduk. Vian dan Dinda datang menyerahkan buku menu ke teman-temannya.


"Kalian pesan dulu. Aku siapin si triple." Ucap Desta dan Aqeela.


********


Wawan memainkan gitarnya, Ronal siap dengan keyboardnya.


Vian yang harusnya jadi coach triple digantukan Dinda. Karena calon suaminya itu sedang sibuk di dapur.


Menyiapkan menu untuk tamu istimewanya.


Dinda yang sudah pernah menyaksikan sesi latihan si triple di rumah, tidak mengalami kesulitan yang berarti.


"Zafir, Zafran, Zafira.. sudah siap?"


"Siap tante..."


"Okay.. Gitar, keyboars bagaimana?"

__ADS_1


Wawan dan Ronald hanya mengacungkan jempolnya.


"Okay.. Tante liat dari sini ya..."


"one.. two.. three.." Dinda memberi aba-aba.


Gitar dan ketboard mulai berkolaborasi dengan apiknya.


Dinda.. kembali memberi aba-aba kepada triple untuk segera masuk intro...


🎢🎢🎢🎡🎡🎡


Atunna tufulli...


Atunna tufulli..


Atunna.. atunna.. atunnas salam..


🎡🎢🎢🎢


Dinda mengaba-aba kembali kepada Zafran untuk bersiap dengan syair bahasa arabnya.


Dilanjut zafir yang mulai menyanyikan lagu berbahasa Perancis.


Diakhiri Zafira yang mendendangkan syair bahasa Inggris.


Ketiganya nampak kompak dan seharmoni.


Membuat penonton terkagum. Tidak hanya para genster dan grup emak rempong. Bahkan tamu-tamu yang lain ikut bertepuk tangan.


Zafi dan Zafira langsung turun, sedangkan Zafran ia malah mendatangi Wawan dan Ronald.


"Om.. Zafran bole gak nyanyi satu lagu sama Renata." Pinta Zafran pada Wawan dan Ronald


"Nyanyi apaan, Fran?" Tanya Wawan.


"Bentar aku tanya Renata, dulu." Kata Zafran menuju ke kursi Renata.


Wawan dan Ronald hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal yang menyaksikan kelakuan salah satu anak Desta itu


"Renata, ikut aku." Ajak Zafran menarik tangan Renata lalu mengajaknya ke panggung.


"Hmm.. apa aja deeh.. Asal Zafran yang nyanyi Renata suka." Kata Renata.


Zafran membetulkan letak jilbab gadia cilik itu.


"Om.. aku mau nyanyi bidadari surga." Pinta Zafran.


Wawan dan Ronald saling pandang.


"Ayoo Om.." Kata Zafran


"Iya in aja deeh." Kata Ronald.


Kedua orang dewasa itu akhirnya menuruti Zafran.


Dentingan keyboard Ronald kembali berkolaborasi dengan petikan gitar Wawan.


🎢🎢🎢🎢


Setiap manusia punya rasa cinta...


🎢🎢🎢


Zafran ditemani Renata tanpa rasa grogi membawakan lagu bidadari surga dengan high quality.


Hanin dan Aqeela hanya saling pandang melihat kelakuan anak kecil itu.


Sedangkan Desta dan Carlos tertawa lebar melihat keduanya.


"Nin, kalian beneran mau besanan kayaknya." Yuna berbisik ke Hanin.


Hanin tertawa kecil mendengar celotehan Yuna.


"Qee.. bentar lagi kamu mantu kayaknya." Bisik Dinda ke telinga Aqeela.


Aqeela hanya tersenyum mendengar bisikan Dinda.


"Qeee.. Des.. kayaknya kita harus siap-siap punya mantu cantik." Pekik Vian dari dapur sambil ngakak lebar.

__ADS_1


"Napa emange kan calon besan aku juga best quality." Balas Desta sambil melirik mister Carlos.


"Haa ha haa... saya suka Zafran is the best boy." Timpal Mister Carlos.


Keduanya lansung bersalaman.


"Hadeeeh.. Para calon besan somplak.." Oceh Doni sambil mengelus perut Mita.


"Om, aku juga mau ngelus dedek bayinya." Zafir mendekat ke Doni.


Doni membimbing Zafir mengelus perut Mita dengan lembut.


"Dedeknya gerak-gerak Om.." Kata Zafir sambil tersenyum senang.


Dan Zafirpun bergabung dengan Doni dan Mita.


"Zafira, kamu gak naksir gitu sama Malik atau Darren." Iseng-iseng Yuna bertanya ke Zafira tang sedari tadi cuek.


"Hmm...emang Malik sama Darren sudah hafal Al-qur'an berapa juz, Tante?" Jawab Zafira tanpa menoleh ke arah Yuna.


Gloodaak..


Bak ada petir di sampingnya.


Jawaban Zafira sontak membuat semua mata memandang gadis cilik itu.


Sedangkan yang dipandang malah cuek bermanja dengan Julian.


"Hadeeh gak sopan banget nee anak piyek." Gumam Yuna dalam hati.


"Malik sama Darren belum hapal Al-qur'an kan?" Zafira balik tanya.


"Kalo Uncle Ian udah hafal berapa juz Al-qur'annya?" Tanya Zafira sambil mendongak menatap Julian.


"Mau tau?"


Zafira mengangguk pelan.


"Uncle baru hafal 3 juz, cantik." Jawab Julian


"Tuuh.. Kayak Uncle Ian tuuh, dulu..." Jawab Zafira sambil menikmati kembali friench friesnya.


Tak hanya Aqeela dan Desta tapi semua kembali terpukau dengan jawaban gadis cilik ini.


"Jadi, gadisku ini pengen yang hafidz. hee hee hee.." Aqeela bergumam dalam hati.


"Ya Allooh.. Robbi habli minas sholihin." Do'a Aqeela dalam hati.


Zafran menuntun Renata turun dari panggung.


Orang dewasa disana pada geli saja melihat Desta junior itu sudah menggaet gadis cilik berwajah blasteran.


"Teman-Teman kebetulan hari ini kita kedatangan tamu spesial. Mumpung beliau masih ada di sini. Ada baiknya kita minta mereka naik ke panggung. Bagaimana? Setuju?"


Wawan tiba-tiba berbicara didepan microphone.


"Setuju..." Kata penonton.


"Okay...kita sambut Desta dan Aqeela..."


"Apa-apaan ini.. Wawan..." Teriak Desta.


"Gak ada penolakan... Ayoo segera.. Di tunggu.."


Akhirnya dengan gontai keduanya maju dengan bergandengan tangan.


"Mau ngapain nee.."


"Makan kalian.." Teriak Desta sambil menggeretakkan giginya.


"Love is you.." Kata Aqeela.


"Haa haa .. ternyata calon besan kamu romantis yaa..." Bisik Oca ke Hanin


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Sumpah saat ini Hanin pengen godain calon besannha yang absurd itu.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


Maaf yaa hari ini agak tekat upnya πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


__ADS_2